Ekonomi Mikro
Harvesting BBI Lagawi Fest 2022, Bentuk Dukungan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia
LAMPUNG, bursabisnis.id – Pemerintah konsisten mengampanyekan pembelian dan penggunaan produk dalam negeri untuk mendongkrak pertumbuhan industri Tanah Air. Kampanye ini merupakan wujud pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), yang dilatarbelakangi semangat untuk membangkitkan gairah pelaku usaha industri kecil dan menengah melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi bisnis. Melalui Gernas BBI, IKM dapat mengembangkan usaha, meningkatkan transaksi penjualannya, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Lampung.
“Saya sangat apresiasi kepada Menteri Perindustrian yang kali ini menyelenggarakan Gernas BBI di pulau Tegal Mas Lampung,” ungkap Menko Luhut pada penyelenggaraan Harvesting BBI Lagawi Fest 2022 di Lampung sebagaimana dilansir dari laman maritim.go.id.
Lebih lanjut, Menko Luhut dalam acara Gernas BBI juga menyempatkan mengunjungi beberapa booth UMKM Lampung. Menko Luhut juga mengingatkan untuk mengedepankan produk-produk dalam negeri dan orang Indonesia harus bangga dengan itu.
“Saya melihat semua produk UMKM Lampung bagus sekali dan produknya sangat berkualitas, jangan kita impor barang ataupun makanan yang bisa kita produksi dalam negeri,” ujar Menko Luhut.
Ia juga mengingatkan untuk tetap mengatur sektor perdagangan dan perindustrian, termasuk terkait UMKM, agar selalu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kita akan atur perdagangan dan perindustrian supaya lebih mengedepankan produk dalam negeri, apalagi pertumbuhan ekonomi kita sangat bagus dan masih terkendali sampai saat ini,” tegasnya.
Sepanjang 2022, pemerintah mengagendakan kampanye Gernas BBI di 12 provinsi. Sebagai salah satu campaign manager, Kementerian Perindustrian menggelar Gernas BBI di Provinsi Lampung dengan tema Lagawi Fest, Lampung Bangga Wirausaha Industri dan tagline Satu Bumi Juta Karya. Lagawi Fest dibuka sejak 17 Maret lalu, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-58 Provinsi Lampung.
“Tiga tujuan utama dilaksanakannya program Gernas BBI #LagawiFest ini adalah untuk meningkatkan jumlah industri kecil dan menengah yang on boarding, pendampingan wirausaha industri, dan peningkatan transaksi penjualan para IKM,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam laporannya pada acara Harvesting BBI Lagawi Fest 2022.
Kekayaan dan daya saing industri pengolahan Provinsi Lampung menjadikan daerah dengan sebutan Sai Bumi Ruwa Jurai ini pantas menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Gernas BBI 2022. Pada tahun 2021, sektor industri pengolahan Provinsi Lampung tumbuh 4,57% dan menyumbang 19,65% atau sektor penyumbang terbesar kedua terhadap PDRB Provinsi Lampung. Dari total 192.234 UKM yang ada di Provinsi Lampung, sebanyak 95.401 di antaranya merupakan industri kecil dan menengah yang didominasi oleh pelaku industri makanan dan minuman.
Menperin mengungkapkan, dalam rangka mendukung tujuan Gernas BBI untuk menaikkan jumlah Artisan Indonesia (UMKM/IKM) hingga 30 juta yang onboarding di marketplace pada tahun 2023, Kementerian Perindustrian konsisten memberdayakan pelaku IKM melalui penguasaan teknologi e-business melalui Program e-Smart IKM.
“Program e-Smart IKM Kemenperin telah berjalan sejak tahun 2017, dan sampai saat ini telah melatih 22.515 pelaku Industri Kecil dan Menengah di seluruh Indonesia,” kata Menperin.
Melalui esmartikm.id ini pula, Kemenperin menggelar penjaringan IKM Lampung pada tanggal 27 Februari – 6 Maret 2022 dan menghasilkan 478 IKM pendaftar. Selanjutnya, tim Ditjen IKMA Kemenperin bersama Bank Indonesia Lampung, Dekranasda Provinsi Lampung, Dinas Perindag Provinsi Lampung menggelar kurasi pada 13-14 Maret 2022 untuk menentukan 30 IKM terpilih yang berhak menjalani pendampingan intensif.
Adapun pendampingan intensif yang diberikan berupa pendampingan digital dan pendampingan untuk peningkatan kualitas dan daya saing, fasilitasi (HACCP, SKKNI, TKDN, test report, Desain Kemasan dan Merek), serta publikasi melalui berbagai media. Selain itu, 30 IKM terpilih #LagawiFest juga difasilitasi dengan pameran offline pada tanggal 1 – 6 Juni 2022 di Mall Kota Kasablanka Jakarta, yang menghasilkan total penjualan selama 5 hari sebesar Rp210,9 juta.
Selama pendampingan intensif, total penjualan 30 IKM dipantau secara online (landing page marketplace, virtual expo Telkom, dan website www.esmartikm.id) dan offline oleh Kemenperin, pada 20 Maret hingga 17 Juni 2022 tercatat total penjualan 30 IKM sebesar Rp5,23 miliar.
Kemudian berdasarkan kriteria penilaian, pada acara Harvesting BBI Lagawi Fest ini ditetapkan lima IKM champion yang berhak ikut serta dalam BBI Award 2022. Lima IKM champion tersebut adalah Lampung Ethnica, Pisang Shamiya, Littlemonq, Rafins Snack, dan Askha Jaya.
“Ini buah hasil para IKM yang sejak kick off mendapatkan berbagai macam pendampingan baik digital dan fisik serta dukungan media. Kami mengajak hadirin untuk bangga dan membeli produk dalam negeri, khususnya produk Lampung yang dipamerkan hari ini,” ucap Menperin.
Pada acara Harvesting BBI Lagawi Fest ini, juga diresmikan Desa Devisa Lada Hitam Lampung Timur yang merupakan implementasi kerja sama Ditjen IKMA Kemenperin dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor IKM yang berkelanjutan. Program pengembangan yang dilakukan bagi Desa Devisa Lada Hitam Lampung Timur diberikan meliputi penguatan manajemen dan kelembagaan, pendampingan teknis produksi dan sistem keamanan pangan, bantuan peralatan dan sarana produksi, serta pendampingan akses pasar.
Lebih lanjut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan mendukung penuh upaya memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha di provinsi Lampung serta mempromosikan produk lokal asal Lampung.
“Hal ini sejalan dengan tujuan dari pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkenalkan berbagai produk lokal berkualitas yang tentunya memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikenal dan digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, kami juga berharap inisiatif ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di provinsi Lampung untuk mewujudkan lampung berjaya,” ungkap Gubernur Lampung.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional, Bank Indonesia turut mendukung percepatan digitalisasi IKM, perluasan akses pasar serta perluasan akses pembiayaan agar IKM dapat naik kelas dan memanfaatkan peluang pasar, dari daerah ke internasional, dari tradisional menjadi digital go digital.
“BI mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung yang memperluas dan mendorong penggunaan QRIS ritel dan UMKM. Hingga Mei 2022 penyedia QRIS di Provinsi Lampung mencapai 257 ribu merchant, meningkat 17% dibanding pada akhir 2021,” jelasnya.
Ia mengharapkan, Lagawi Fest bisa menjadi pendorong penggunaan produk artisan Lampung, sekaligus memperluas pasar di domestik dan mancanegara. Untuk mendorong pemanfaatan produk lokal ini, kantor BI telah menjalankan business matching ekspor sebesar Rp177,3 miliar, business matching pembiayaan Rp 2,2 triliun, dan transaksi ekspor Rp 5,74 miliar.
“Akselerasi digitalisasi UMKM menjadi suatu keharusan. Hari ini dapat ditempuh melalui kemudahan transaksi pembayaran UMKM dengan memanfaatkan QR Indonesia Standard (QRIS),” ungkap Perry.
Laporan : Lesya
Ekonomi Mikro
Anton Timbang Bertemu Gubernur Sultra, Bahas Dukungan Kadin Terhadap Program Ketahanan Pangan
KENDARI, Bursabisnis. Id – ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) Anton Timbang, bertemu dengan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka di kantor gubernur Bumi Praja pada Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam pertemuan itu, Anton Timbang yang akrab disapa Bang AT menegaskan komitmennya untuk berdiri seiring sejalan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dalam memperkuat ekonomi daerah.
Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap seluruh program unggulan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menyatakan bahwa sinergi ini bukan sekadar koordinasi di atas kertas, melainkan aksi nyata di lapangan. Salah satu langkah terdekat adalah peluncuran Gerakan Pasar Murah (GPM) yang akan dimulai pada 14 Februari mendatang.
Sinergi Tanpa Batas: Kadin dan Pemerintah Provinsi
Usai melakukan audiensi dengan Gubernur, Anton Timbang menegaskan bahwa Kadin siap menjadi mesin penggerak dalam menyukseskan visi Gubernur Sultra.
“Kami mendukung penuh program Pak Gubernur yang mendorong ekonomi daerah lebih mandiri dan kompetitif. GPM ini adalah salah satu bentuk nyata kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah,” tegas Anton pada Selasa, 10 Februari 2026.
Fokus dukungan Kadin Sultra terhadap program Gubernur mencakup tiga pilar utama:
Penguatan Ekonomi Daerah: Melakukan intervensi pasar di wilayah dengan inflasi tinggi seperti Kolaka, Baubau, dan Wakatobi.
Pemberdayaan UMKM: Membina ribuan UMKM hingga 3.000 di antaranya resmi berstatus PT Perorangan agar mampu bersaing secara profesional.
Ketahanan Pangan: Terlibat aktif dalam pemetaan lahan pertanian produktif serta hilirisasi sumber daya lokal guna menjaga stabilitas harga jangka panjang.
Mengawal Visi Gubernur Melalui Intervensi Pasar
Kadin Sultra memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam mengendalikan inflasi, terutama di titik kritis seperti Kolaka yang mencatat angka inflasi 6,75%. Dengan menjalankan instruksi dan arah kebijakan Gubernur, Kadin memastikan ketersediaan stok pangan seperti beras, telur, dan minyak goreng tetap terjaga menjelang bulan suci Ramadhan.
Uji Coba Distribusi Skala Provinsi
Lebih jauh, Anton menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari “uji coba” sistem distribusi besar yang dicanangkan pemerintah. Dengan melibatkan UMKM binaan Kadin dalam rantai pasok GPM, potensi lokal dapat terserap maksimal sesuai dengan target Gubernur untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Sultra.
“Sinergi ini mencakup koordinasi harga, ketersediaan stok, hingga penyediaan infrastruktur bagi UMKM. Kami siap memastikan masyarakat terbantu dan pangan tetap terjangkau,” tutup Anton.
Laporan : Tam
KOMODITI
Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dorong Penguatan Perdagangan Komoditas Kopi Dengan Aljazair
JAKARTA, Bursabisnis. id – Negara Indonesia dikenal sebagai penghasil kopi terbaik di dunia. Komoditas ini sangat berpotensi diekspor ke Aljazair dan kawasan Arab.
Melihat banyaknya potensi komoditas yang dihasilkan Indonesia, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong penguatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Aljazair melalui ekspor kopi serta berbagai komoditas rempah unggulan Indonesia.
Upaya ini dinilai strategis untuk memperluas pasar produk berbasis masyarakat sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hasil pertanian yang berpotensi besar menembus pasar Aljazair dan kawasan Arab. Komoditas seperti kopi, cengkeh, kunyit, serai, dan kayu manis merupakan produk yang dihasilkan langsung oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Sementara itu, negara-negara Arab, termasuk Aljazair, memiliki budaya konsumsi kopi yang kuat. Ini merupakan peluang besar yang perlu dimanfaatkan secara optimal,” ujar Syahrul usai pertemuan dengan delegasi Parlemen Aljazair sebagaimana dilansir dari laman dpr.go.id.
Menurutnya, kerja sama perdagangan Indonesia dengan negara sahabat selama ini masih cenderung berfokus pada komoditas industri. Oleh karena itu, BKSAP mendorong agar kerja sama dagang ke depan juga mengedepankan komoditas berbasis kerakyatan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi petani dan pelaku usaha kecil di daerah.
Selain kopi, Syahrul menekankan pentingnya memperkenalkan rempah-rempah Indonesia ke pasar Aljazair dengan identitas asal yang jelas. Ia menilai, selama ini sejumlah rempah Indonesia dikenal di pasar internasional melalui negara perantara, sehingga kontribusi Indonesia sebagai negara asal belum sepenuhnya terlihat.
“Padahal rempah-rempah seperti cengkeh, kunyit, serai, dan kayu manis berasal dari Indonesia dan ditanam oleh masyarakat. Ini perlu diperkenalkan secara langsung agar nilai tambahnya kembali ke rakyat,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Parlemen Aljazair juga menyampaikan minat terhadap penguatan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Aljazair, lanjut Syahrul, menawarkan komoditas unggulan berupa kurma sebagai bagian dari potensi kerja sama perdagangan bilateral.
Selain membahas perdagangan, pertemuan ini juga menyinggung penguatan hubungan antar parlemen sebagai bagian dari diplomasi Indonesia. Syahrul menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Aljazair memiliki fondasi sejarah yang kuat sejak Konferensi Asia Afrika 1955, di mana Indonesia berperan aktif mendukung perjuangan kemerdekaan Aljazair.
Ia menilai kesamaan latar belakang sejarah dan prinsip perjuangan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor, tidak hanya ekonomi, tetapi juga pendidikan, sosial, dan budaya.
Di bidang pendidikan, BKSAP DPR RI mendorong pemanfaatan program beasiswa Indonesia bagi warga negara Aljazair, serta membuka peluang bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Aljazair, khususnya di bidang hukum Islam.
Lebih lanjut, Syahrul juga menegaskan komitmen Indonesia dan Aljazair untuk terus bekerja sama di forum internasional, terutama dalam isu hak asasi manusia, kemanusiaan, demokrasi, dan kesetaraan gender.
BKSAP DPR RI berharap dorongan ekspor kopi dan rempah ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan hubungan ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Aljazair, sekaligus memperkuat peran diplomasi parlemen dalam mendukung kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber : dpr.go.id
Laporan : Ibi
PASAR
DPR Soroti Lonjakan Harga Bahan Pokok
JAKARTA, Bursabisnis.id – Gemerlap perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 membawa suasana meriah di berbagai daerah, ditandai ramainya pusat perbelanjaan dan destinasi wisata. Namun, di balik euforia tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah justru dihadapkan pada tekanan berat akibat melonjaknya harga bahan pokok.
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menilai kenaikan harga pangan jelang dan selama Nataru tidak sepenuhnya dapat dibenarkan hanya dengan alasan meningkatnya permintaan.
Menurutnya, lonjakan konsumsi saat libur panjang memang rutin terjadi setiap tahun, tetapi kenaikan harga yang tajam dan tidak wajar mencerminkan persoalan serius dalam sistem distribusi serta lemahnya pengawasan di lapangan.
“Kenaikan harga yang berlebihan mengindikasikan terganggunya rantai pasok pangan serta potensi lemahnya pengawasan di tingkat lapangan. Negara tidak boleh absen dalam situasi seperti ini dan harus memastikan distribusi berjalan normal serta tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan di tengah momentum sensitif Nataru,” kata Johan.
Politisi Fraksi PKS itu mengungkapkan, keluhan masyarakat terkait mahalnya harga beras, cabai, bawang, telur, hingga daging ayam banyak ditemui di pasar-pasar tradisional. Fenomena tersebut, kata dia, hampir selalu berulang setiap musim libur panjang dan tidak boleh dianggap sepele.
“Bagi pekerja harian, buruh, dan masyarakat kecil, kenaikan harga sekecil apa pun dampaknya sangat besar terhadap kemampuan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Johan menambahkan, DPR terus mendorong pemerintah memastikan stok pangan aman, operasi pasar berjalan efektif, serta Satuan Tugas Pangan aktif turun ke lapangan. Namun ia mengingatkan, pengawasan tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan atau rapat semata.
“Pengawasan harus benar-benar hadir di pasar dan sepanjang jalur distribusi agar potensi permainan harga bisa dicegah. Tanpa pengawasan langsung di lapangan, praktik spekulasi dan penimbunan akan terus berulang setiap musim libur panjang,” tegas Legislator Daerah Pemilihan NTB I tersebut.
Ia menyebut, aspirasi masyarakat mengenai mahalnya harga pangan telah menjadi dasar bagi DPR untuk mendesak pemerintah melakukan intervensi cepat, mulai dari operasi pasar, penambahan pasokan, hingga penertiban jika ditemukan pelanggaran di sektor distribusi dan perdagangan.
Lebih jauh, Johan menilai lonjakan harga pangan selama Nataru 2025 kembali menegaskan ketimpangan antara meningkatnya konsumsi dan lemahnya daya beli masyarakat. Di satu sisi, sektor pariwisata dan konsumsi kelompok menengah atas tumbuh pesat, sementara masyarakat kecil harus semakin mengencangkan ikat pinggang.
“Libur panjang yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berubah menjadi periode paling rawan inflasi pangan,” katanya.
Menurut Johan, perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah harus diwujudkan secara nyata dan menyeluruh. Stabilitas harga perlu dijaga, daya beli masyarakat diperkuat, dan operasi pasar serta pasar murah harus benar-benar menyasar kelompok rentan, bukan sekadar formalitas. Bantuan sosial pun harus dipastikan tepat sasaran.
Ia menegaskan, Nataru tidak boleh terus menjadi momentum rutin kenaikan harga pangan. Pemerintah dituntut tegas dalam pengawasan dan cepat dalam intervensi, sementara pelaku usaha harus menjunjung etika berusaha.
“Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan pangan tetap terjangkau, terutama pada momen sensitif yang seharusnya menjadi masa kebahagiaan bagi seluruh rakyat, seperti libur panjang akhir tahun dan perayaan Natal,” tutup Johan.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), sejumlah harga bahan pokok melonjak selama periode Nataru. Harga bawang merah naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, bawang putih dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram, sementara cabai rawit yang sempat turun ke Rp45 ribu per kilogram kembali naik hingga Rp80 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada harga daging ayam dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram, serta daging sapi dari Rp130 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram.
Sumber : dpr.go.id
Laporan : Icha
-
ENTERTAINMENT6 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa6 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR6 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur6 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus6 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus10 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE6 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
