Ekonomi Mikro
Kemendag Pacu Ekspor Produk Rempah ke Mesir dan India
JAKARTA, bursabisnis.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pemetaan peluang pasar produk rempah di Pasar Mesir dan India, melalui Webinar bertema “Bedah Pasar Produk Rempah-Rempah ke India dan Mesir.”
Webinar terselenggara atas kerja sama Kementerian Perdagangan melalui FTA Center Makassar dengan Atase Perdagangan di Kairo, Mesir dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chennai, India.
“Mesir merupakan pasar yang menjanjikan bagi produk rempah Indonesia karena kebutuhan masyarakatnya akan rempah, seperti pala dan cengkeh sangat tinggi. Indonesia menempati posisi nomor satu sebagai negara eksportir cengkeh ke Mesir,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan sebagaimana dilansir dari situs kemendag.go.id.
Atase Perdagangan Kairo Irman Adi Purwanto Moefthi mengatakan, para importir Mesir sangat memperhatikan kualitas produk yang masuk di negaranya. Sehingga, para eksportir Indonesia perlu menyiapkan dokumen ekspor yang dilengkapi dengan certificate of analysis dari laboratorium, certificate of phytosanitary dari Badan Karantina Pertanian untuk produk tumbuhan, serta dokumen tambahan lain sesuai permintaan buyers.
“Para pelaku usaha yang berniat mencari buyers di Mesir dapat menghubungi kami sebagai perwakilan perdagangan di Mesir. Sebagai langkah awal, kami akan memfasilitasi pertemuan dengan para importir atau para pelaku usaha yang sudah berpengalaman dan mengetahui prosedur pengiriman barang, keamanan pangan (food safety), dan label produk,” kata Irman.
Nilai total ekspor rempah Indonesia ke Mesir periode Januari―April 2020 tercatat sebesar USD 1,42 juta. Untuk cengkeh (HS 9071) tercatat sebesar USD 1,12 juta, kayu manis (HS 9061) tercatat sebesar USD 181 ribu, pala (HS 9081) sebesar USD 100 ribu, lada (HS 9041) sebesar USD 13 ribu dan jahe (HS 9109) tercatat sebesar USD 6000.

Komoditi rempah Indonesia
Sedangkan untuk pasar India, Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Chennai Kumara Jati mengungkapkan, peluang pasar rempah Indonesia juga berpeluang besar karena mayoritas masyarakatnya membutuhkan rempah-rempah sebagai obat, kegiatan keagamaan, kosmetik, aroma terapi, dan minuman.
“Rempah Indonesia berpotensi besar di India karena tingginya kebutuhan masyarakat akan bahan mentah rempah. Selain itu, rempah-rempah Indonesia memiliki kestabilan harga yang tinggi, serta adanya penurunan tarif pajak dan kemungkinan pembebasan pajak untuk transaksi guna kepentingan re-ekspor dalam negeri India,” kata Kumara.
Menurut Kumara, India menerapkan standar rempah-rempah yang diekspor ke India harus memiliki bau, rasa, warna, dan aroma identik dengan rempah India. Selain itu, produk rempah harus diproduksi, disimpan, dan diangkut dengan aman agar tidak terkontaminasi bahan kimia fisik dan biologis. Selanjutnya, semua produk terutama makanan harus dikemas dan diberi label sesuai Food Safety And Standards India (FSSAI).
Kumara juga menjelaskan beberapa strategi peningkatan kinerja perdagangan di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital. India memiliki beberapa situs perdagangan daring (online) yang dapat digunakan untuk melakukan promosi, yaitu amazon.in,IndiaMart.com, tradeindia.com, india.alibaba.com, dan olx.in.
Nilai ekspor rempah Indonesia ke India periode Januari―April 2020 untuk cengkeh (HS 0907) tercatat sebesar USD 7,9 juta; biji pala, bunga, dan kapulaga (HS 0908) tercatat sebesar 7,3 juta; kopi (HS 0901) tercatat sebesar USD 5,9 juta; lada (HS 0904) tercatat sebesar USD 3,29 juta; serta jahe, kunyit,temulawak (HS 0910) tercatat sebesar USD 1,8 juta.
Laporan : Rustam Dj
UKM
Kopi Senja, Kopi Untuk Semua Kalangan
KENDARI, Bursabisnis. Id – Industri Rumah Tangga (IRT) Kopi Senja yang beralamat di Lingkungan RW 07 Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, telah merambah pasar dalam Kota Kendari.
Pelanggannya tersebar di mana-mana, mulai kalangan bawah, menengah bahkan elitpun menyukai cita rasa Kopi Senja yang diracik untuk menghilangkan rasa dahaga dengan tetap mempertahankan aroma kopi.
Kopi Senja yang dijual dengan sistem keliling Kota Kendari, memakai sepeda listrik dengan didesain khusus, menjadi perhatian banyak orang.
Kopi Senja dipastikan berada di beberapa titik pusat keramaian, baik di seputaran alun-alun eks MTQ ataupun di sudut-sudut jalan lainnya.
Kopi Senja ini diproduksi secara rumahan yang dikelola oleh Al Malik.
“Terima kasih kepada semua pelanggan setia Kopi Senja. Kami akan selalu memberikan yang terbaik, ” katanya.
Salah satu perusahaan yang suka berbagi Kopi Senja adalah PT. Ayuspin Jaya Perkasa.
Perusahaan ini sering membeli produk Kopi Senja dalam partai besar, lalu membagikan jamaah mesjid usai sholat Jumat.
” Jumat Berkah, PT Ayuspin Jaya Perkasa paling sering berbagi Kopi Senja. Terima kasih sudah mempercayakan kepada kami untuk berbagi, ” ujarnya.
Mengapa Kopi Senja banyak penikmatnya? Tentu saja karena racikan kopinya terasa segar di tenggorokan. Terasa dingin dengan tetap cita rasa dan aroma kopinya masih dominan.
Soal harga? Sudah pasti terjangkau dengan semua kalangan. Masih penasaran? Tunggu apalagi, ayo coba Kopi Senja.
Laporan : Tam
KOPERASI
Prioritaskan Mutu Bangunan, 105 Unit Koperasi Merah Putih di Muna Siap Menggerakkan Ekonomi Lokal
BURSABISNIS : MUNA – Pembangunan infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, kini menjadi sorotan positif. Tidak hanya mengejar target kuantitas, proyek strategis ini dinilai berhasil mengedepankan kualitas konstruksi yang kokoh, material bermutu tinggi, serta estetika bangunan yang memadai.
Ketua DPC Partai Demokrat Muna, Awal Jaya Bolombo (AJB), memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjaga standar pembangunan gedung koperasi tersebut. Menurutnya, penggunaan material pilihan yang dipadukan dengan keahlian tukang lokal profesional telah menghasilkan bangunan yang tidak hanya kuat, tetapi juga estetik.
“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Pembangunan gedung KDKMP benar-benar memprioritaskan mutu dan kualitas. Hasilnya bukan sekedar bangunan fisik, tapi struktur yang estetik dan representatif untuk kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar AJB, Selasa (19/5/2026).
AJB, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Muna, mendorong agar sisa pembangunan gedung terus dipacu penyelesaiannya. Ia berharap fasilitas ini segera dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Muna.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muna, Hajar Sosi, memaparkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 150 unit gedung koperasi yang tersebar di 22 kecamatan.
“Hingga saat ini, sebanyak 83 unit gedung permanen telah berdiri dengan kualitas yang sangat terjaga. Sementara itu, 67 unit sisanya masih dalam penyesuaian teknis, mengingat lokasi yang berada di kawasan pesisir membutuhkan spesifikasi struktur khusus karena kendala luas lahan yang di bawah 100 meter persegi,” jelas Hajar.
Meski pembangunan gedung permanen terus berproses, Hajar memastikan bahwa roda organisasi koperasi tidak terhambat. Saat ini, sebanyak 105 unit koperasi telah beroperasi secara aktif meskipun menggunakan bangunan sementara. Seluruh unit tersebut bahkan telah berhasil melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai bentuk kepatuhan terhadap tata kelola koperasi yang sehat.
Kehadiran gedung-gedung KDKMP yang berkualitas ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat akar rumput, sekaligus menjadi bukti komitmen Pemkab Muna dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui sarana prasarana yang layak dan bermutu tinggi. (Py)
UKM
Dukung Program MBG, Kadin Akan Luncurkan Sufana Sari Kedelai
KENDARI, Bursabisnis. Id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan meluncurkan produk minuman bergizi berbasis nabati, Sufana Sari Kedelai di Kabupaten Konawe.
Produk Sufana Sari Kedelai ini nantinya dapat mendukung pemenuhan gizi, melalui program Presiden Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Umum Kadin Sulawesi Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di SD Islam Terpadu, Kelurahan Wawonggole.
Direktur Eksekutif Kadin Sultra, Budi Amin, membenarkan agenda tersebut.
Ia menyebutkan bahwa peluncuran produk ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang.
“Benar, kegiatan ini akan dilaksanakan Rabu pagi dan didukung langsung oleh Ketua Umum Kadin Sultra, Bapak Anton Timbang,” ujar Budi Amin.
Ia menjelaskan, Sufana Sari Kedelai merupakan minuman alternatif pengganti susu berbahan dasar nabati yang diolah dari sari kedelai murni dan kaya akan protein.
“Produk ini hadir sebagai solusi pengganti susu berbahan hewani, dengan kandungan nutrisi yang tetap tinggi karena berasal dari bahan nabati,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa Kadin Sultra terus mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Selain peluncuran produk, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar, mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang sejak usia dini. Hal ini dinilai penting dalam upaya membentuk generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Kadin Sultra optimistis inovasi produk lokal seperti Sufana Sari Kedelai dapat menjadi solusi dalam mendukung keberhasilan program MBG, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Budi Amin berharap, kehadiran produk tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi, terutama asupan protein, dengan harga yang lebih terjangkau.
Laporan : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus1 year agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN9 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
