Connect with us

METRO KENDARI

Kendari Berkebun, Jurus Cerdas Pemkot Kendari Redam Inflasi dari Halaman Rumah Warga

Published

on

Wali Kota Kendari dr Hj Siska Karina Imran didampingi Kadis Pertanian Makmur menanam sayuran di halaman Rujab wali kota. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. id – Inflasi seringkali menjadi momok yang menekan daya beli masyarakat. Naiknya harga bahan pokok seperti cabai, tomat, dan sayuran hijau bisa menggerus pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.

Namun, di tengah tantangan ini, Pemerintah Kota Kendari menghadirkan jawaban yang sederhana namun revolusioner: “Kendari Berkebun”.

Lebih dari sekadar program penghijauan atau tren hobi urban farming, “Kendari Berkebun” adalah gerakan kolektif untuk membangun kemandirian pangan rumah tangga, sebagai tameng pertama dalam menghadapi gejolak harga kebutuhan pokok.

Ketika harga cabai dan tomat naik, Pemkot Kendari mengajak warganya untuk tidak hanya mengeluh, tetapi juga ikut menanam.

Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, memandang bahwa inflasi pangan harus dijawab dengan ketahanan yang bersumber dari rumah sendiri.

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman didampingi Kadis Pertanian Makmur bersama pegawai Pemkot berkomitmen menanam sayuran di halaman rumah. -foto:ist-

Gerakan ini menurutnya lahir dari keprihatinan yang nyata terhadap fluktuasi harga yang seringkali membuat kehidupan masyarakat kecil menjadi tidak menentu.

“Program ini bukan hanya soal menanam, namun bicara tentang harapan bagaimana keluarga bisa lebih mandiri, lebih hemat, dan lebih sehat,” ujar Wali Kota.

Di halaman Rumah Jabatan Wali Kota Kendari, puluhan polibag berisi bibit sayuran tersusun rapi. Ada sawi, tomat, cabai, terong, bahkan bayam merah yang ditanam sebagai simbol dan inspirasi.

Ini bukan pajangan, melainkan teladan langsung yang ingin ditunjukkan Pemkot kepada warga. Memulai bisa dari mana saja, bahkan dari polibag kecil di halaman rumah.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat agar semangat. Kalau ada kemauan, bibit akan disiapkan oleh Pemerintah Kota. Kalau satu rumah bisa tanam cabai dan sawi sendiri, itu berarti satu keluarga lebih kuat secara pangan,” jelas Wali Kota.

Wali Kota Kendari dr Hj Siska Karina Imran (tengah) menanam bibit tanaman bawang. -foto:ist-

 

Bersama Dinas Pertanian, Pemkot Kendari tak hanya menyuplai bibit, tetapi juga menyediakan pupuk dan pelatihan teknis.

Penyuluh pertanian dilibatkan aktif dalam mendampingi warga, agar proses bertanam tak berhenti diniat baik saja, tetapi tumbuh menjadi rutinitas yang memberi hasil nyata.

Bagi rumah yang tidak memiliki lahan, pendekatan vertikal dan metode tanam dengan pot serta rak-rak sederhana menjadi solusi praktis.

Langkah ini sejalan dengan strategi pengendalian inflasi berbasis komunitas yang kini mulai banyak diterapkan di berbagai daerah.

Konsep urban farming dinilai mampu menstabilkan pasokan pangan jangka pendek dan menekan ketergantungan warga pada pasar saat harga-harga sedang naik.

 

Wali Kota Kendari dr Hj Siska Karina Imran bersama Kadis Pertanian Makmur melihat tanaman sayuran. -foto: ist-

Inovasi Pemkot Kendari tidak berhenti pada tanaman hortikultura. Program ini juga diperluas dengan sistem bioflok, yakni budidaya ikan dalam kolam bundar berbasis sirkulasi air.

Dengan teknologi ini, keluarga dapat memperoleh sumber protein tambahan dari halaman sempit rumah mereka sendiri. Sayur dan ikan tumbuh berdampingan, menambah gizi keluarga tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pasar tradisional.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, menjelaskan bahwa program ini juga menyasar optimalisasi lahan tidur yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Setidaknya, kata dia, ada sekitar 400 hektare lahan yang siap diubah menjadi kebun produktif masyarakat.

“Kami tidak hanya menarget hasil panen, tapi perubahan pola pikir. Berkebun bukan lagi pekerjaan petani saja, tapi jadi gaya hidup warga kota yang peduli masa depan,” tegasnya.

Dari sisi kebijakan, langkah ini menjadi bagian integral dari upaya Pemerintah Kota Kendari menekan laju inflasi pangan yang secara rutin dimonitor oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Menanam sendiri kebutuhan dapur seperti cabai, tomat, dan bayam berarti mengurangi permintaan pasar secara makro, yang secara teori akan ikut menahan kenaikan harga.

Lebih jauh lagi, gerakan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga stabilitas ekonomi di level mikro. Ketika dapur-dapur rumah tangga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar, maka tekanan terhadap inflasi pun bisa lebih terkendali.

Program ini adalah refleksi dari kepemimpinan yang tidak hanya memikirkan angka-angka di atas kertas, tetapi juga menjawab persoalan nyata di tingkat rumah tangga.

Ketika keluarga mulai menanam, mereka tak hanya meredam inflasi, tetapi juga membangun harapan baru bahwa krisis bisa dilawan dengan akar yang ditanam sendiri. (Adv)

Continue Reading

METRO KENDARI

Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Hadir Sebagai Jembatan Pengusaha Dengan Pemerintah

Published

on

By

Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana Musaruddin. -foto:dok.berita.kendarikota-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Pengurus Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi (GAPEMBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dikukuhkan pada Minggu, 9 Februari 2026 di salah satu hotel di Kota Kendari.

Pelantikan itu dihadiri diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Asrun Lio, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kendari, Adriana Musaruddin serta sejumlah pejabat lainnya.

Pelantikan pengurus yang dirangkaikan dengan kegiatan Workshop GAPEMBI Tahun 2026 mengusung tema “Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebagai Penggerak Ekosistem Perekonomian Lokal”.

Dalam sambutannya, Asrun Lio menyampaikan bahwa GAPEMBI hadir sebagai representasi dunia usaha yang berperan strategis dalam menjembatani kepentingan pengusaha dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, keberadaan GAPEMBI sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan gizi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

“GAPEMBI hadir sebagai representasi dunia usaha yang akan menjembatani kepentingan pengusaha dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi bagi masyarakat kita di Sulawesi Tenggara,” ujar Asrun Lio sebagaimana dikutip dari laman berita.kendarikota.go.id.

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana Musaruddin, dalam keterangannya menyatakan bahwa Pemerintah Kota Kendari mendukung penuh peran GAPEMBI sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pemerintah Kota Kendari mendukung penuh peran GAPEMBI sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal, UMKM, petani, dan nelayan,” ungkapnya.

Ketua DPW GAPEMBI Sultra, H. La Ode Alhadist Halami, SH, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung terbentuknya kepengurusan GAPEMBI Sultra.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha dan pemerintah, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan gizi yang berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di daerah,” tuturnya.

Laporan : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Kukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Kendari Masa Bakti 2025-2030

Published

on

By

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman kukuhkan pengurus Dewan Pendidikan Kota Kendari di Aula Samaturu Balai Kota Kendari. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id –
Pengurus Dewan Pendidikan Kota Kendari untuk Masa Bakti 2025–2030 resni dikukuhkan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman di Aula Samaturu Balai Kota Kendari pada Senin, 9 Februari 2026.

“Dewan Pendidikan merupakan badan yang bersifat mandiri dan tidak memiliki hubungan hierarki secara langsung dengan pemerintah daerah, ” kata Sudirman saat memberikan sambutan di hadapan pengurus Dewan Pendidikan Kota Kendari.

Hadir dalam pelantikan itu, diantaranya Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr Titi Fatmawat, M.Pd, L.M.Rajab Djinik dan La Yuli anggota DPRD Kota Kendari. Kemudian Kepala Dinas Perikanan Makmur, S.Pd, M.Pd dan sejumlah pejabat Pemkot Kendari lainnya.

“Peran Dewan Pendidikan sangat strategis dan sinergis dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan, khususnya di Kota Kendari,” tambah Sudirman.

Sudirman yang pernah menjabat anggota DPRD Provinsi Sultra ini berharap, agar Dewan Pendidikan mampu mewadahi serta menyalurkan aspirasi masyarakat dalam perumusan kebijakan dan program pendidikan.

Selain itu, Dewan Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab serta peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, serta menciptakan suasana yang transparan, akuntabel, dan demokratis demi terwujudnya layanan pendidikan yang bermutu.

Pemerintah Kota Kendari mengharapkan Dewan Pendidikan dapat berkolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan dan para pemangku kepentingan terkait, dengan menjalankan perannya sebagai pemberi pertimbangan dalam penentuan kebijakan pendidikan, pendukung penyelenggaraan pendidikan baik dari sisi pemikiran, tenaga maupun finansial, pengontrol transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan, serta mediator antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menyinggung regulasi penugasan kepala sekolah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2025. Dalam regulasi tersebut, Dewan Pendidikan terlibat langsung dalam tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah.

“Dewan Pendidikan memiliki peran dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah. Oleh karena itu, kami berharap Dewan Pendidikan dapat ikut memantau dan mengevaluasi kinerja kepala sekolah di Kota Kendari demi peningkatan mutu pendidikan,” ujar Sudirman sebagaimana dikutip dari laman berita.kendarikota.go.id.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Titi Fatmawati, M. Pd, dalam sambutannya menekankan bahwa jabatan sebagai pengurus Dewan Pendidikan bukanlah sekadar posisi seremonial, melainkan amanah moral untuk memastikan terpenuhinya hak-hak pendidikan masyarakat dengan standar yang baik.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan Dewan Pendidikan memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sehingga Dewan Pendidikan hadir sebagai representasi masyarakat yang perannya harus dirasakan oleh sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah.

“Dewan Pendidikan bukanlah kompetitor Dinas Pendidikan, melainkan mitra strategis dalam memajukan pendidikan mulai dari PAUD hingga pendidikan menengah,” jelasnya.

Dr. Titi Fatmawati juga mengingatkan empat peran utama Dewan Pendidikan yang harus dijalankan secara konsisten, yaitu :

Pemberi pertimbangan kebijakan,

Pendukung partisipasi masyarakat,

Pengontrol transparansi dan akuntabilitas pendidikan,

Mediator antar pemangku kepentingan.

Ia berharap Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara dapat menjadi barometer kemajuan pendidikan di Bumi Anoa.

Untuk itu, pengurus Dewan Pendidikan yang baru diminta segera menyusun program kerja konkret melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan, turun langsung ke sekolah-sekolah, memastikan kesetaraan akses pendidikan, serta mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari yang diwakili oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dr. Haslita, menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan telah berupaya maksimal dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, meskipun diakui capaian di tahun-tahun sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

Ia menegaskan visi Kota Kendari ke depan untuk bertransformasi menjadi “Kota Pendidikan”, dengan belajar dari kota-kota lain seperti Jakarta dan Yogyakarta yang mampu berkembang melalui sektor pendidikan.

Dr. Haslita juga menekankan pentingnya harmonisasi hubungan antara penyelenggara pendidikan, sekolah, dan masyarakat, serta mengembalikan fungsi sekolah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Selain itu, kepala sekolah didorong untuk terus berinovasi demi mencetak lulusan yang berakhlak, berkarakter, dan berbudaya.

Dinas Pendidikan Kota Kendari menyatakan kesiapan untuk bekerja sama secara teknis dengan Dewan Pendidikan Kota Kendari sebagai mitra strategis, serta memanfaatkan peran DPRD dalam mengawal regulasi pendidikan.

Adapun susunan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Kendari Masa Bakti 2025–2030 yang dikukuhkan adalah sebagai berikut:

Ketua: Dr. Alamsyah Lotunani, S.E., M.Si.

Wakil Ketua: Drs. H. Rayen Ibrahim

Sekretaris: Dr. Milwan, S.Pd., M.Pd.

Bendahara: Herawati, S.Pd., M.Pd.

Beserta para anggota yang berasal dari unsur tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, kepala sekolah, DPRD, yayasan pendidikan, dan media.

Dengan pengukuhan ini, diharapkan Dewan Pendidikan Kota Kendari dapat menjalankan peran dan fungsinya secara optimal dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta mewujudkan Kota Kendari sebagai kota yang berdaya saing melalui sektor pendidikan.

Laporan : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Kominfo Konawe Selatan Konsultasi Dengan Kominfo Kota Kendari Terkait Pengelolaan Kemitraan Media

Published

on

By

Kadis Kominfo Kota Kendari Sahuriyanto menerima kunjungan Kominfo Kabupaten Konsel. -foto:berita.kendarikota.go.id-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, kini menjadi rujukan studi banding Kominfo kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kali ini Kominfo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melakukan kunjungan dinas ke Dinas Kominfo Kota Kendari untuk berkonsultasi, sekaligus berkoordinasi terkait pengelolaan kemitraan pemerintah daerah dengan media.

Pertemuan ini menjadi ruang berbagi praktik dalam membangun kerja sama publikasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Rombongan Kominfo Konawe Selatan dipimpin langsung Kepala Dinas Annas Mas’ud bersama Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Infokom).

Kehadiran mereka disambut jajaran Kominfo Kota Kendari yang memfasilitasi diskusi teknis mengenai tata kelola kemitraan dengan media elektronik, media cetak, hingga media online.

Pembahasan difokuskan pada mekanisme kerja sama yang tertib administrasi, selektif, serta berorientasi pada kualitas diseminasi informasi publik.

Kedua instansi juga mendalami pemanfaatan platform e-katalog dalam pengadaan jasa publikasi pemerintah, termasuk alur perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan hasil kerja sama sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto, menilai kunjungan ini sebagai langkah positif dalam memperkuat sinergi antardaerah dalam pengelolaan informasi publik.

“Kemitraan media bukan sekadar kerja sama publikasi, tetapi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mudah diakses masyarakat. Karena itu, tata kelolanya harus rapi, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sahuriyanto pada Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Kominfo Kota Kendari selama ini menata pola kemitraan dengan prinsip akuntabilitas, mulai dari proses perencanaan kebutuhan publikasi, penggunaan e-katalog, hingga evaluasi hasil kerja sama. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga kualitas relasi pemerintah dengan media sekaligus memastikan anggaran digunakan secara efektif.

Dalam diskusi, turut dibahas mekanisme pelaporan hasil kegiatan publikasi sebagai bahan evaluasi kinerja dan dasar perbaikan di periode berikutnya.

Langkah tersebut penting agar kemitraan media tidak hanya berorientasi pada output tayangan, tetapi juga pada dampak penyebaran informasi kepada masyarakat.

Pihak Kominfo Konawe Selatan berharap, melalui kunjungan ini, mereka memperoleh referensi konkret untuk menyempurnakan sistem kemitraan media di daerahnya.

Selain itu, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan komunikasi antarpemerintah daerah dalam mendukung penyebaran informasi publik yang efektif.

Sumber : berita.kendarikota.go.id
Laporan : Tam

Continue Reading

Trending