KEUANGAN
Kinerja Keuangan Perusda Konsel Meningkat, Hasilkan Laba Rp5,9 Miliar
KONAWE SELATAN, bursabisnis.id – Perusahaan daerah (Perusda) Konawe Selatan (Konsel) berhasil menunjukkan peningkatan kinerja keuangan yang positif, dengan laba naik 60 persen pada Tahun 2019 sebesar Rp5,9 miliar dari Rp3,7 miliar di Tahun 2018 lalu.
Perusda Konsel berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp13,8 miliar atau meningkat 41 persen dari tahun 2018 lalu yang hanya sebanyak Rp8 miliar.
Dirut Perusda, Arief Rachman mengungkapkan, bahwa secara umum pencapaian visi misi Perusda saat ini telah mencapai 98 persen.
Dengan kenaikan laporan posisi keuangan Perusda tersebut, juga berimplikasi terhadap kenaikan value kapitalisasi aset 2019 sebesar Rp15 miliar atau meningkat 50 persen dari Tahun 2018 yang capaiannya sebesar Rp.l10 miliar.
“Jumlah peningkatan pendapatan yang signifikan tersebut, diatribusikan dari pendapatan jasa pengelolaan pelabuhan Perusahaan Ifishdeco dan Sambas serta kemampuan dalam penagihan piutang lancar. Untuk komposisi asetnya Tahun 2019 paling banyak tersimpan dalam aset lancar kas dan bank, piutang dan aset tetap,” ungkap Arief saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2019 di Hotel Claro Kendari, Sabtu (15/2/2020).
Atas pencapaian tersebut, Arief menyampaikan rasa syukurnya karena kinerja Perusda mengalami kenaikan, dengan mampu berkontribusi positif ke Pemda Konsel melalui penyetoran deviden dari Rp2 miliar pada 2018 lalu, naik jadi Rp3,2 miliar pada 2019.
“Alhamdulillah kita bisa menyetor miliaran keuntungan kepada Pemda Konsel, jauh lebih tinggi dari target yang ditetapkan, yang mana pada 2016 dan 2017 lalu hanya di angka ratusan juta saja. Untuk itu, kami akan pertahankan dan terus di tingkatkan kedepan dengan meningkatkan SDM, membuka unit usaha baru dan membangun kerjasama berbagai pihak,” ungkapnya.

Suasana RUPS Perusda Konsel, Sabtu (15/2/2020) di Claro Hotel Kendari.
mengatakan bahwa visi Perusda yakni mewujudkan Perusda Konsel yang mandiri, berdaya saing dan profitabel, yang saat ini telah melaksanakan tata kelola manajemen perusahaan sesuai prinsip Good Corporate Governance alias GCG (tata kelola perusahaan yang baik). Diantaranya dengan mengikuti program tax amnesty untuk menyelesaikan utang pajak, rutin dilakukan audit independent oleh akuntan publik dan telah disusunnya SOP personalia, Keuangan serta investasi sebagai panduan dalam melaksanakan operasional perusahaan, juga asistensi oleh BPKP dan menjadi BUMD menuju GCG.
Termasuk peningkatan kualitas SDM yang handal, peningkatan kualitas produk yang berdaya saing, perluasan pangsa pasar melalui marketing inovatif, penciptaan peluang usaha baru yang prosfektif.
“Bagian dari capain visi misi Perusda, kita telah membangun kawasan perikanan terpadu meliputi pembibitan ikan/hatchery, pariwisata, edukasi dan bisnis yang terpadu, dan kaji banding unit usaha perikanan, serta mengikuti asian young farmers dan melaksanakan studi banding pada beberapa Perusda terbaik di Jawa Tengah,” beber Arief.
“Untuk penciptaan peluang usaha baru, kita membuka peluang kerjasama investasi perusahaan tambang dan tambak terpadu, perusahaan perkebunan dan peluang kerjasama property dengan konsep sentra bisnis terpadu,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kantor Akuntan Publik (KAP), Anna Cahyadi selaku penyedia laporan keuangan melalui auditornya, Syarifuddin mengatakan, bahwa sesuai standar akuntasi pemerintahan dan hasil audit yang dilakukan awal Januari 2020, serta berdasarkan hasil pemeriksaan laporan keuangan anggaran 2018 – 2019, Perusda Konsel berhasil meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dibuktikan juga dengan meningkatnya penyetoran deviden ke Pemda Konsel.
Sementara itu, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga menyampaikan apresiasinya atas kinerja Perusda, sehingga dapat membukukan profitabilitas yang tinggi, sesuai target yang telah ditentukannya pada saat RUPS di tahun sebelumnya, dengan memberikan ultimatum keras kepada Tim Direksi Perusda, terkait pengembangan unit usaha yang dinilainya tidak menguntungkan.
“Terima kasih dan apresiasi atas capaian kinerja Perusda, karena dapat menyumbangkan deviden bagi Pemda, yang lebih tinggi dari target yang telah kita tetapkan RUPS tahun sebelumnya,” katanya.
Surunuddin juga menyampaikan rasa bangganya, karena tim Perusda mampu menjawab tantangan yang diberikannya, saat RUPS beberapa tahun lalu yang memberikan penegasan/ancaman akan menutup perusahaan tersebut jika tidak mengalami pengembangan berarti.
“Sedari awal saya menyampaikan akan menutup perusahaan ini, jika tidak mampu memberikan kontribusi positif, namun Alhamdulillah hari ini bisa memberikan setoran deviden ke Pemda dengan signifikan,” ujarnya.
Kendati demikian, Surunuddin berharap kinerja Perusda terus ditingkatkan dan dapat menjalankan tugas-tugasnya yang bukan hanya memikirkan keuntungan semata, namun bagaimana bertindak sebagai pioner dalam pengembangan potensi usaha-usaha daerah baru.
Ia juga menyayangkan banyaknya potensi daerah yang hanya dikelola pihak perusahaan luar, padahal bisa di kelola pihak Perusda, yang tentu dapat memberi kontribusi lebih ke Pemda, selanjutnya digunakan demi peningkatan kesejahteraan rakyat.
Olehnya itu, agar hal tersebut dapat jadi perhatian dan bisa memaksimalkan semua unit usaha, termasuk menciptakan wilayah sentra bisnis baru, Surunuddin berharap jajaran Perusda meningkatkan kualitas SDM yang lebih unggul, dengan mengikuti pelatihan pengembangan diri berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
“Berkembang tidaknya Perusda, tergantung management SDM-nya, sebab Perusda menjalankan misi dua hal, yakni belanja dan menciptakan peluang. Untuk itu, diperlukan peningkatan SDM, baik kemampuan, kreatifitas, kompetensi, juga integritas dan kedisiplinannya, serta semua jajaran harus bertanggung jawab dalam pengembangan Perusda,” tambahnya.
Liputan: Ikas
KEUANGAN
Perkuat JKN, Menkeu Anggarkan Rp 247,3 Triliun pada APBN 2026
JAKARTA, Bursabisnis. Id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN 2026 didesain tetap ekspansif dan berkelanjutan untuk mendukung agenda prioritas nasional, termasuk peningkatan layanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kalau kita lihat total biayanya mencapai Rp247,3 triliun, meningkat 13,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Jadi pemerintah betul-betul serius memperbaiki kesehatan masyarakat,” ungkap Menkeu pada Rapat Konsultasi Pemerintah dengan DPR RI terkait Perbaikan Ekosistem Tata Kelola Jaminan Sosial Kesehatan Terintegrasi sebagaimana dilansir di laman kemenkeu. go.id.
Selain anggaran kesehatan, keberpihakan APBN terhadap masyarakat juga tercermin dari total belanja sebesar Rp897,6 triliun yang manfaatnya akan diterima langsung oleh masyarakat. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi dan kompensasi energi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta berbagai program bantuan sosial, termasuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN bagi 96,8 juta orang.
“Pemerintah secara konsisten mewujudkan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.
Menkeu menjelaskan, komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan JKN juga diwujudkan melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk penutupan defisit JKN yang sejak 2014-2019 mengalami tren peningkatan akibat kesenjangan antara iuran dan manfaat.
Pemerintah telah melakukan intervensi kebijakan, antara lain melalui penyesuaian regulasi, pembayaran iuran bagi ASN, TNI, Polri, pensiunan, dan veteran, serta dukungan reformasi JKN melalui skema Program-for-Result (PforR).
“Saat ini pemerintah dalam proses penyusunan rancangan peraturan Presiden tentang penghapusan piutang dan denda iuran jaminan kesehatan bagi peserta PBPU dan BP kelas 3. Kebijakan ini bertujuan untuk menghapus tunggakan iuran yang selama ini menjadi beban peserta, sekaligus mendorong peningkatan kepesertaan aktif dan keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional,” kata Menkeu.
Pada kesempatan yang sama, Menkeu juga menyoroti polemik terkait penonaktifan peserta PBI JKN sekitar 11 juta orang yang memicu keresahan di masyarakat pada Februari 2026. Menkeu menilai, perubahan data yang dilakukan secara drastis tanpa sosialisasi memadai menjadi penyebab utama munculnya gejolak.
Untuk itu, Menkeu mendorong agar pemutakhiran data PBI-JKN dilakukan secara lebih hati-hati, bertahap, dan disertai sosialisasi yang lebih memadai. Ia mengusulkan adanya masa transisi 2–3 bulan sebelum penonaktifan berlaku, agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dan tidak kehilangan akses layanan kesehatan secara mendadak.
“APBN 2026 didesain untuk mendorong efektivitas program JKN dalam rangka mewujudkan SDM unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing untuk menghadirkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya.
Laporan : Icha
Editor : Tam
KEUANGAN
Menkeu Purbaya Apresiasi Kinerja Jajaran Kementerian Keuangan
JAKARTA, Bursabisnis.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri acara “Dialog Akhir Tahun dan Tutup Kas Tahun Anggaran 2025” bersama jajaran Kementerian Keuangan sebagai bagian dari evaluasi kinerja fiskal dan perekonomian nasional sepanjang tahun berjalan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan isu terkini di masing-masing wilayah dan memperkuat kesiapan menyongsong Tahun Anggaran 2026.
Jajaran Kementerian Keuangan dari empat regional, yakni Regional Sumatera; Regional Jawa dan Kalimantan; Regional Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara; serta Regional Papua dan Maluku, menyampaikan laporan kinerja APBN di wilayah masing-masing, kondisi perekonomian di daerah, serta isu strategis yang ada di tiap wilayah. Laporan tersebut disampaikan secara langsung kepada Menkeu Purbaya melalui video conference.
Dalam dialog tersebut, Menkeu Purbaya mengulas kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tiap daerah serta menyampaikan arahan untuk perbaikan ke depan, sebagaimana dilansir dari laman kemenkeu.go.id.
Menkeu Purbaya mengapresiasi peran aktif dan kerja keras seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang telah berkontribusi dalam menjaga kondisi fiskal tetap sehat dan berkesinambungan, meskipun situasi perekonomian global masih diliputi ketidakpastian.
Pada kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan atas kinerja, dedikasi dan komitmen yang telah diberikan sepanjang tahun 2025.
Ia mengajak seluruh insan Kementerian Keuangan untuk terus meningkatkan semangat dalam menyongsong tahun mendatang.
Laporan : Tam
KEUANGAN
Bea Cukai Gagalkan Peredaran 11 Juta Batang Rokok Ilegal Merek Marlboro dan Marlboro Gold
JAKARTA, Bursabisnis.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan penindakan atas peredaran 11 juta batang rokok ilegal.
Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pada Konferensi Pers APBN sebagaimana diberitakan laman kemenkeu.go.id.
Diungkapkan bahwa pada tanggal 11 Desember 2025, Bea Cukai Atambua bekerja sama dengan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, bersinergi dengan Imigrasi Atambua, Polres Belu, dan Polres Timor Tengah Utara, melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah perbatasan. Penindakan ini merupakan hasil kerja intelijen dan tindak lanjut informasi dari masyarakat.
Dalam pengembangan kasus, petugas menemukan gudang penimbunan rokok di Kamenferu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Dari gudang tersebut, ditemukan 1.100 karton rokok merek Marlboro dan Marlboro Gold yang diduga dilekati pita cukai palsu. Sebelumnya, sebanyak 138.160 batang rokok ilegal juga telah diamankan. Total keseluruhan barang bukti dari rangkaian penindakan ini mencapai kurang lebih 11 juta batang rokok ilegal.
Atas pengembangan kasus tersebut, tiga warga negara asing (WNA) ditetapkan sebagai tersangka. Penangkapan dilakukan secara sinergis di boarding lounge keberangkatan luar negeri Bandara Soekarno-Hatta saat ketiganya hendak meninggalkan Indonesia. Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan di Rutan Salemba, Cabang Kantor Pusat DJBC, dan koordinasi telah dilakukan dengan kedutaan besar negara asal mereka di Indonesia.
Sumber : kemenkeu.go.id
Laporan : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
