Fokus
Koperasi Merah Putih: Senjata Ampuh Pemkot Kendari Redam Inflasi dan Jaga Daya Beli
KENDARI, Bursabisnis. id – Upaya pengendalian inflasi di Kota Kendari tak hanya dilakukan melalui pengawasan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok, tetapi juga lewat penguatan fondasi ekonomi kerakyatan.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai instrumen ekonomi berbasis komunitas.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menegaskan komitmen tersebut saat menyerahkan kartu anggota digital kepada 65 KKMP se-Kota Kendari di KKMP Wundumbatu, Kecamatan Poasia pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Wali Kota Siska mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi kerakyatan, yang tidak hanya mengandalkan investasi besar dan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dari tingkat bawah.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran secara simbolis menyerahkan kartu tanda anggota KKMP. -foto:ist-
“Kegiatan ini merupakan program utama Presiden Prabowo yang wajib dijalankan oleh seluruh pihak, terutama pemerintah daerah. Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Kehadiran KKMP menjadi relevan di tengah tantangan inflasi, karena koperasi mampu mengintervensi langsung harga barang di tingkat masyarakat.
Dengan layanan kebutuhan pokok yang mudah diakses, warga bisa mendapatkan harga yang lebih stabil dan terjangkau, sehingga tekanan inflasi dapat diminimalisir.
Wali Kota Siska menjelaskan bahwa penyerahan kartu anggota digital ini bukan sekadar proses administratif.
Bagi Pemkot Kendari, ini adalah simbol komitmen bersama dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis komunitas.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Kendari Sudirman dan
Kadis Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf di KKMP Wundumbatu. -foto:ist-
Siska berharap KKMP di Kelurahan Wundumbatu menjadi pilot project yang menginspirasi pengembangan koperasi di seluruh Kota Kendari.
“Koperasi ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat secara terintegrasi, mulai dari layanan kesehatan, sembako, hingga transaksi perbankan, dengan pelayanan yang beroperasi selama 24 jam,” jelasnya.
Transformasi koperasi menuju sistem digital juga menjadi poin penting. Dengan menggandeng PT Amanah, Pemkot Kendari mendorong digitalisasi layanan KKMP agar transaksi menjadi lebih efisien dan transparan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memudahkan anggota, tetapi juga menjadi model bagi koperasi di daerah lain di Indonesia.
Sebagai bentuk akuntabilitas, Wali Kota menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelolaan koperasi, mengingat erat kaitannya dengan keuangan masyarakat.
“Koperasi Merah Putih harus menjadi simbol persatuan dan kemajuan ekonomi di Kota Kendari. Dengan kebersamaan, kita pasti bisa mewujudkan kota yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Ia pun mengajak Satgas dan Forkompimda untuk ikut memantau aktivitas koperasi secara transparan, sehingga setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberi manfaat maksimal bagi warga.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama warga di KKMP Wundumbatu. -foto:ist-
Acara ini ditutup dengan penyerahan simbolis kartu anggota KKMP kepada perwakilan pengurus. Harapannya, koperasi ini tidak hanya menjadi wadah transaksi, tetapi juga solusi dalam menjaga daya beli, mengendalikan harga, dan memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu warga Kelurahan Wundumbatu, Nurhayati (45), mengaku terbantu dengan hadirnya KKMP.
Nurhayati menilai harga kebutuhan pokok yang dijual koperasi lebih stabil dibanding pasar umum, apalagi di saat harga-harga sering naik.
“Dulu kalau harga beras atau minyak naik, kami harus hemat-hemat belanja. Sekarang di KKMP harganya bisa tetap terjangkau. Kalau semua kelurahan punya koperasi seperti ini, saya yakin warga lebih tenang,” ujarnya.
Menariknya, usai acara, Wali Kota Kendari dan Wakil Wali Kota langsung mencoba berbelanja di gerai KKMP Wundumbatu dan lapak pelaku UMKM menggunakan kartu anggota milik mereka.
Langkah ini menjadi pesan simbolis bahwa pemerintah hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga pengguna layanan, memperlihatkan dukungan nyata pada produk dan usaha lokal.
Dengan penguatan koperasi seperti KKMP Wundumbatu, Pemkot Kendari menargetkan inflasi tetap terkendali di kisaran yang aman sambil mendorong pertumbuhan ekonomi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kota Kendari diarahkan menjadi kota yang tahan terhadap gejolak harga sekaligus mandiri dalam memenuhi kebutuhan warganya. (Adv)
Fokus
AKKP Wakatobi Gelar Wisuda Nasional 2026, Perdana di Bawah Bendera Ocean Institute of Indonesia
WAKATOBI, Bursabisnis. Id – Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi menggelar Wisuda Nasional Tahun 2026 secara hybrid sebagai bagian dari Wisuda Nasional Pendidikan Vokasi KKP pada Selasa, 28 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi wisuda pertama yang mengusung identitas baru Ocean Institute of Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen KKP dalam memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia kerja.
Wisuda Nasional Tahun 2026 dilaksanakan di Gedung Wanita Kabupaten Wakatobi secara luring dan terhubung secara daring dengan prosesi nasional di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta melalui Zoom Meeting dipimpin oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Didit Asyaf.
AKKP Wakatobi mengukuhkan 31 lulusan dari Program Studi Konservasi dan Program Studi Ekowisata Bahari.
Wisuda tahun ini merupakan wisuda perdana di bawah identitas baru pendidikan vokasi KKP, Ocean Institute of Indonesia yang baru diluncurkan beberapa hari sebelumnya.
AKKP Wakatobi tengah mempersiapkan peningkatan jenjang pendidikan dari Diploma I (D-I) menjadi Diploma IV (D-IV) yang ditargetkan mulai terealisasi pada tahun depan sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi KKP.
Direktur AKKP Wakatobi, Dr. Arham Rumpa, menegaskan, pendidikan vokasi harus menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap memasuki dunia kerja.
Sebanyak 18 orang dari 31 yang melaksanakan Wisuda telah memasuki masa pelatihan untuk bekerja di Jepang, sementara 3 lulusan lainnya telah diterima bekerja di sektor industri pariwisata di Kabupaten Wakatobi.
Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan pendidikan vokasi AKKP Wakatobi yang mengedepankan pembelajaran berbasis praktik, sertifikasi kompetensi, dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Pada rangkaian wisuda, AKKP Wakatobi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), yaitu PT Wisata Kepulauan Indonesia dan Koperasi Family Garden.
” Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui industri dan siap memasuki dunia kerja, ” ujar Dr. Arham Rumpa Dirwktur AKKP Wakatobi.
laporan : Ful
Editor : Tam
Fokus
Astra Motor Racing Team Borong Podium di Mandalika Racing Series 2026 Ronde Pembuka
MANDALIKA LOMBOK, Bursabisnis. Id – Astra Motor Racing Team (ART) sukses memborong podium pada gelaran Mandalika Racing Series (MRS) 2026 ronde pembuka dengan mengandalkan performa Honda CBR250RR.
Pembalap andalan ART, Andi Gilang, yang turun di kelas NS250cc, berhasil menyapu bersih podium pertama pada Race 1, Race 2, serta Superpole yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 25–26 April 2026.
Tampil memuka di seri pembuka MRS 2026, Andi Gilang juga mengaku performa Honda CBR 250RR miliknya mulai kompetitif sejak sesi latihan dan sesi kualifikasi (QTT) hari sabtu.
“Alhamdulillah di kelas NS250cc berjalan sangat lancar dari race 1, superpole dan hari ini race 2 saya berhasil sapu bersih podium 1,” ungkap Andi Gilang.
Tak hanya di kelas NS250cc, Gilang juga menunjukkan performa impresif di kelas NS150cc dengan Honda CBR150R.
Ia berhasil meraih podium 3 pada Race 1 dan podium 1 pada Race 2, dengan selisih waktu yang sangat tipis dari pembalap terdepan.
“Benar-benar hasil yang memuaskan untuk seri pembuka kali ini, saya juga merasakan feeling dengan motor sangat baik setelah berhasil sapu bersih kelas NS250cc ditambah podium di kelas NS150cc juga,” tambah Gilang.
Dominasi ART juga berlanjut di kelas Junior Indonesia Talent Cup. Pembalap Resky YH sukses meraih double winner meski sempat menghadapi kendala long lap penalty pada Race 1 hari sabtu kemarin.
“Alhamdulillah meski start dari grid belakang dan ditambah long lap penalty karena melakukan kesalahan saat QTT, tetap tidak melunturkan semangat saya untuk raih podium di kelas tersebut,” beber Resky YH.
Hasil tersebut menempatkan Resky sebagai pemimpin klasemen sementara di ronde pertama musim ini.
Sementara itu, kontribusi positif juga datang dari pembalap ART yang turun di kelas Junior NS250cc melalui Ahmad Azel Savero. Azel berhasil meraih podium ketiga pada Race 1 dan podium kedua pada Race 2.
Azel mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru di kelas tersebut, terutama dalam mengendalikan motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar.
“Alhamdulillah bisa meraih podium perdana untuk ART. Banyak pembelajaran yang saya dapat karena karakter motor 250cc sangat berbeda dan membutuhkan kontrol yang lebih baik,” tutup Azel.
Laporan : Kas
Editor : Tam
Fokus
Warga Desak Aparat Usut Tuntas Perusakan Hutan Sistematis di TN Rawa Aopa Watumohai
Kendari, Bursabisnis.id- Jantung konservasi Taman Nasional (TN) Rawa Aopa Watumohai kini berada dalam ancaman serius. Praktik perusakan hutan secara sistematis dan masif terdeteksi di kawasan lindung ini, mulai dari pembukaan lahan skala besar hingga pembangunan infrastruktur ilegal. Ironisnya, aktivitas yang diduga melibatkan jaringan terstruktur ini disinyalir berjalan mulus akibat adanya pembiaran dari otoritas terkait.
Otoritas terkait diduga melakukan pembiaran. Oleh karena itu, warga melaporkan adanya indikasi pola terstruktur dalam aktivitas tersebut. Di berbagai titik konservasi, kini telah berdiri fasilitas umum, organisasi, jaringan listrik, hingga bangunan sarang walet yang dianggap dilarang di kawasan lindung.
Temuan warga menunjukkan kerusakan yang tersebar di beberapa kabupaten. Di Kolaka Timur, tepatnya Desa Bou dan Desa Awiu, melaporkan adanya pembukaan lahan luas serta pembangunan fasilitas pemerintah menggunakan anggaran negara. Sementara di Kabupaten Bombana, aktivitas ilegal mencakup percetakan sawah hingga perkebunan sawit dan cengkeh yang diperkirakan mencapai ribuan hektare.
Kondisi ini memicu kritik keras, terutama terkait dengan asas keadilan hukum bagi warga setempat. Kamarudin, warga Desa Tatangga, mengungkapkan kekecewaannya, warga lokal justru diancam pidana saat mengajukan izin pinjam pakai lahan untuk kebutuhan ketahanan pangan.
“Yang kami minta hanya lahan untuk sawah, itu pun sifatnya pinjam pakai. Tapi justru kami diancam akan dipidana,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut melibatkan rencana pengerahan aparat penegak hukum.
“Disebutkan akan melibatkan anggota Reskrim untuk memproses warga jika tetap membuka lahan,” imbuhnya.
Padahal, warga Desa Tatangga dan Desa Lanowulu mengklaim telah mengajukan proposal resmi sejak 22 Desember 2025 namun tidak mendapatkan tanggapan.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegas Kamarudin.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa Kepala Balai TN Rawa Aopa Watumohai, Yarman, serta Kepala Seksi SPTN II, Aris. Keduanya dinilai perlu diperiksa untuk mengungkap dugaan kejahatan atau potensi keterlibatan dalam masifnya aktivitas ilegal tersebut.
Rangkaian aktivitas perusakan hutan ini dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Seksi SPTN II TN Rawa Aopa Watumohai, Aris, berdalih bahwa penghancuran telah mengambil langkah pengawasan. Menurutnya, lahan sawit yang sudah ada, telah dipasangi rencana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
“Untuk lahan sawit yang sudah ada, kami sudah memasang rencana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Sedangkan pembukaan lahan baru sudah kami hentikan,” kata Aris.
Terkait keberadaan kebun sawit di kawasan tersebut, pihak balai mengaku telah mematuhi data screenig, melaporkannya ke pemerintah pusat.
“Tanaman sawit yang berada di kawasan sudah dilakukan pendataan dan sudah kami laporkan ke pusat. Saat ini tinggal menunggu keputusan, tindak lanjut penyelesaiannya,” ujarnya.
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus1 year agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN11 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
