Connect with us

Maskapai

Layanan Batik Air Mobile Apps, Check In Lebih Cepat dan Mudah

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Maskapai penerbangan Batik Air dengan kode penerbangan ID member of Lion Air Group telah menghadirkan dan menyediakan fasilitas terbaru pada perangkat Batik Air Mobile Apps untuk menawarkan kemudahan para tamu (calon penumpang) saat melakukan pelaporan mandiri (self check-in) sebelum keberangkatan.

Layanan “mobile apps” terbaru yang memiliki keunggulan dengan nilai lebih “tak perlu repot-repot lagi melakukan check in di bandar udara serta mengurangi kontak dengan keramaian atau mengurangi antrean”, sehingga menambah pengalaman sebelum terbang atau “pre flight” yang akan melakukan penerbangan dengan Batik Air.

Cara untuk mendapatkan aplikasi mobile apps, download “Batik Air Mobile Apps” sekarang. Aplikasi ini dapat digunakan pada platform OS Android pada Google Play Store dan iOS melalui aplikasi Apple Store.

Proses check-in lebih cepat, langkah praktis sebagai berikut :

1. Buka Batik Air Mobile Apps dan pilih menu Online Check-in

2. Masukkan kode pemesanan (booking reference number/ PNR) pada tiket yang terdiri 6 (enam) karakter yaitu 6 huruf

kapital dan nama belakang (last name) atas nama tamu yang akan melakukan penerbangan..

3. Pahami tentang barang bawaan yang memenuhi aspek ketentuan keselamatan penerbangan (apakah tergolong barang

berbahaya atau tidak).

4. Pilih “lanjut” (continue) untuk proses check-in dengan memilih penerbangan dan nama tamu sesuai pada tiket yang akan

mengikuti penerbangan (klik untuk memberi tanda centang pada kolom) . Proses check-in selesai.

Informasi detail electronic boarding pass (e-boarding pass) atau lembar digital untuk penerbangan:

a) Nomor penerbangan, rute dengan 3 kode bandar udara, waktu keberangaktan (hari, tanggal) dan kota asal.

Contoh: ID-6220 (sebagai nomor penerbangan), CGK-PNK (rute dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta CGK tujuan

Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak PNK). 02 Nov 2021 (waktu keberangaktan). Dari (from) Jakarta (menunjukkan kota asal)

b) QR CODE (kode QR)

• Berfungsi untuk pemindaian (scanning) saat petugas melakukan pengecekan, akan muncul informasi tentang penumpang.

Selain itu, dapat digunakan untuk mencetak ulang boarding pass di bandar udara, jika tamu membawa bagasi tercatat yang

harus dilaporkan ke petugas di meja pelaporan (check-in counter).

• Jika tamu tidak membawa bagasi, maka langsung menuju ruang tunggu (boarding gate/ waiting room).

c) TIME, menunjukkan waktu boarding (masuk ke pesawat udara), format waktu tersebut adalah waktu lokal bandar udara

keberangkatan.

Contoh: 12:40

d) GATE, menunjukkan kode atau nomor pintu ruang tunggu keberangkatan menuju pesawat udara.

Contoh: E7

e) TERMINAL, menunjukkan terminal keberangkatan di suatu bandar udara.

Contoh: 2E

f) PNR, dikenal sebagai kode reservasi (booking code) merupakan kepanjangan dari Passenger Name Reference (Referensi

Nama Penumpang).

Contoh: ABCDEF

g) PASSENGER, nama tamu yang akan berangkat (format: nama belakang, nama depan), harus sesuai dengan Identitas

valid/ resmi seperti KTP, passport.

Contoh: Prihantoro, Mr Danang Mandala

h) SEAT, menunjukkan nomor kursi yang akan digunakan pada penerbangan.

i) CARRY ON BAGGAGE, menunjukkan batas maksimal ukuran dan berat barang bawaan yang diperbolehkan untuk dibawa

ke kabin pesawat, yaitu 7kg.

j) CHECK-IN BAGGAGE, menunjukkan jumlah batasan gratis bagasi tercatat yang harus dilaporkan ke petugas, tamu kelas

bisnis 30kg dan tamu kelas ekonomi 20kg.

Batik Air Mobile Apps dirancang tampilan interface yang lebih segar (fresh) dan mudah digunakan (user-friendly), bagian dari

upaya Batik Air dalam meningkatkan kualitas layanan kepada setiap tamu, khususnya dengan memberikan kemudahan dan

kenyamanan lebih ketika mengakses informasi layanan dan rencana penerbangan dalam satu genggaman dan tepat waktu

“mobile & realtime”.

Jadikan pengalaman check-in online Batik Air lebih cepat, lebih mudah dan lebih aman. Para tamu dapat melakukan check-

in mandiri secara digital dari handphone.

Batik Air senantiasa mengembangkan produk penerbangan baru sejalan komitmen dalam menyediakan cara yang cepat

dan nyaman untuk check-in, serta bertujuan untuk menjaga tamu tetap aman saat bepergian.

Ketentuan check-in online di Batik Air Mobile Apps

1. Para tamu yang memiliki tiket penerbangan Batik Air rute dalam negeri.

2. Para tamu secara personal (perseorangan) atau pembukuan maksimal 10 orang (group booking)

3. Dapat dilakukan maksimal 12 jam sebelum keberangkatan.

Layanan mobile check-In, tidak tersedia untuk:

1. Para tamu dengan jumlah penumpang dalam satu tiket lebih dari 10 orang (group booking)

2. Para tamu yang membutuhkan bantuan khusus di bandar udara misalnya; penumpang dalam kondisi hamil,

Unaccompanied Minor (UM) atau anak-anak berusia kurang dari 12 tahun yang bepergian sendiri, membutuhkan kursi roda,

stretcher case atau penanganan khusus lainnya.

3. Para tamu dengan penerbangan lanjutan beda maskapai (airlines). Sebagai contoh penerbangan dari Batik Air (ID)

dilanjutkan Lion Air (JT), Wings Air (IW) atau maskapai lainnya.

4. Kategori bayi di bawah 2 tahun yang tidak menempati tempat duduk

Laporan : Rustam

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Maskapai

Ini Syarat Penumpang Lion Air Group Sampai 16 Agustus 2021

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Penumpang pesawat Lion Air Group rute domestik kini bisa menggunakan rapid test antigen dengan masa berlaku 1×24 jam dengan sejumlah persyaratan dalam aturan terbaru Surat Edaran Satgas Covid-19 No. 17/2021 dan sesuai dengan Inmendagri No. 30/2021.

Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan selama periode 12–16 Agustus 2021 berlaku ketentuan penerbangan domestik dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait dengan pelaksanaan upaya pencegahan, penanganan dan pengendalian Covid-19, yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Hingga 16 Agustus 2021, bagi penumpang Rute Domestik antar bandar udara di Pulau Jawa dan Pulau Bali Rute Domestik dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa dan Pulau Bali yang sudah menerima vaksin dosis kedua dapat menunjukkan hasil negatif tes rapid antigen 1×24 jam atau hasil negatif PCR/Swab 2×24 jam,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (12/8/2021) sebagaimana dilansir dari laman Bisnis.com.

Danang melanjutkan pemeriksaan sampel Covid-19 dilakukan di laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan. Hasil RT-PCR akan masuk dalam data dan terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Setiap calon penumpang setelah dilakukan pengambilan sampel dan uji hasil RT-PCR akan memperoleh surat keterangan hasil uji kesehatan secara elektronik (digital), berisi data valid serta terintegrasi platform dimaksud.

Aplikasi PeduliLindungi menampilkan/ menunjukkan (terintegrasi) data hasil tes pemeriksaan Covid-19 dan data vaksinasi nasional. Calon penumpang diharapkan mengunduh (download) dan registrasi (pengisian) aplikasi PeduliLindungi melalui ponsel pintar (smartphone) masing-masing dari Google Play Store atau Apple Store atau dapat diakses https://pedulilindungi.id/.

Dia menjelaskan tujuan utama digitalisasi dokumen perjalanan udara, antara lain digunakan untuk pemeriksaan kelengkapan dokumen perjalanan, sehingga calon penumpang lebih praktis dan mudah, cukup dilakukan melalui aplikasi ini, karena semua dokumen kesehatan telah terintegrasi. Kemudian mempercepat waktu proses verifikasi, mencegah dan meminimalisir hal yang tidak diinginkan seperti tindakan pemalsuan hasil uji kesehatan atau sertifikat vaksin.

Selain tentunya juga menjaga protokol kesehatan terjaga dan diimplementasikan dengan baik (tidak perlu berdesakkan ketika melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen perjalanan). “Hanya penumpang berusia di atas 12 tahun yang bisa melakukan penerbangan, usia di bawah 12 tahun, dibatasi sementara atau tidak bepergian terlebih dahulu,” imbuhnya.

Bagi penumpang perjalanan untuk kepentingan khusus (mendesak), kondisi hamil atau sakit tertentu yang belum/ tidak divaksin harus menunjukkan surat keterangan medis yang valid dan asli dari dokter spesialis menyatakan sehat dan alasan detail tidak dapat divaksin.

Kartu atau sertifikat vaksin akan masuk dalam data dan tercatat secara elektronik. Sementara untuk penumpang yang transit dan transfer masih di area ruang tunggu (tidak keluar dari bandar udara), maka tidak mengikuti PPKM Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1. Penumpang transit dan transfer dengan keluar bandar udara, maka wajib mengikuti ketentuan PPKM.

Laporan : Leesya

Continue Reading

Maskapai

Maskapai Garuda Indonesia Rugi Rp 70 Triliun

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tercatat telah dua kali menawarkan program pensiun dini kepada pegawainya selama pandemi Covid-19. Pensiun dini pertama ditawarkan pada Juli 2020 sebagai langkah efisiensi perusahaan akibat tekanan krisis.

Adapun, tawaran pensiun dini disampaikan setelah perseroan mengambil kebijakan mempercepat masa kontrak karyawan tidak tetap.

“Beberapa ratus orang sudah mengajukan pensiun dini,” tutur Irfan sebagaimana dilansir dari laman Bisnis.com.

Sejak pandemi, Garuda telah kehilangan pendapatannya dari penjualan tiket penumpang. Jumlah okupansi penumpang emiten berkode GIAA itu pun melorot tajam dengan kondisi terparah pada kuartal II 2020. Penumpang Garuda tak lebih dari 50 persen kapasitas. Jebloknya jumlah penumpang membuat keuangan perseroan goyang.

Perusahaan pelat merah pun tercatat membukukan kerugian sebesar US$ 712,72 juta atau setara dengan Rp 10,34 triliun pada semester pertama 2020. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, manajemen Garuda kala itu memastikan karyawan yang diberi tawaran pensiun dini adalah mereka yang sudah berusia 45 tahun ke atas.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat itu memastikan perusahaan memenuhi hak-hak terhadap karyawan, seperti pesangon. Hingga semester II, sebanyak 400 karyawan Garuda telah mengambil opsi pensiun dini tersebut. Irfan kala itu mengklaim, opsi pensiun dini banyak diminati karyawan.

“Karyawan yang mau punya usaha di luar, punya opportunity lain, mereka mau ambil,” tuturnya.

Sedangkan, pensiun dini kedua ditawarkan baru-baru ini yang akan efektif per 1 Juli 2021. Penawaran tersebut tertuang dalam surat elektronik yang diterima para pegawai Garuda Indonesia pada Rabu (19/5/2021), sekitar pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan isi surat elektronik itu, perencanaan pensiun dini itu diputuskan pada Rabu (19/5/2021). Adapun email itu dikirim oleh Human Capital Management. Informasi mengenai penawaran pensiun dini itu dibenarkan oleh Presiden Asosiasi Pilot Garuda Muzaeni.

“Betul, sudah ada yang mengajukan,” ujar dia. Dari notulensi rapat, manajemen mengatakan program pensiun dini akan disetujui 100 persen. Sebab, manajemen dalam pertemuan tersebut mengatakan kerugian perusahaan telah mencapai Rp70 triliun.

Setiap bulan, perusahaan rugi lebih dari Rp1 triliun. Adapun total karyawan akan disesuaikan dengan kebutuhan. Garuda Indonesia membuka opsi menggunakan jasa karyawan yang mengikuti program pensiun dini jika dibutuhkan. Namun, tidak ada kontrak kerja yang mendasari kesepakatan ini.

 

Laporan : Ibi

Continue Reading

Maskapai

Dilarang Mudik, Kadin dan DPR Desak Pemerintah Beri Insentif Parkir Pesawat

Published

on

By

JAKARTA, BursaBisnis.id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyerukan kepada pemerintah bahwa operator penerbangan masih membutuhkan stimulus biaya parkir pesawat apabila kebijakan larangan mudik (6 Mei 2021 – 17 Mei 2021) berlaku.

Wakil Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengatakan tak hanya selama larangan mudik, maskapai membutuhkan stimulus biaya parkir pesawat karena sudah tidak terbang sejak terjadi pandemi Covid-19 pada April 2020.

“Operator transportasi udara sangat terimbas kebijakan larangan terbang, larangan bepergian dan mudik, maupun pembatasan pembatasan lain terkait penanganan penyebaran Covid-19,” ujarnya, Kamis (15/4/2021) sebagaimana dilansir dari laman Bisnis.com.

Carmelita menilai maskapai juga meminta pemerintah dapat memfasilitasi keringanan hutang maskapai, baik biaya jasa bandara, pembelian avtur, jasa navigasi dan jasa sewa pesawat yang sebagian besar dengan lessor asing. Mengingat kejadian pandemi Covid-19 merupakan kejadian luar biasa dan berlangsung global.

Di sisi lain, imbuhnya, perlu pula adanya pengaturan tingkat suplai dan permintaan sesuai dengan pertumbuhan jumlah penumpang supaya sejalan dengan tingkat pemulihan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, dia juga meminta pemberian izin rute dan slot penerbangan agar memperhatikan UU Anti Persaingan Usaha untuk mengindari terjadinya monopoli atau oligopoli di industri transportasi udara.

“Selain itu, kami juga menilai diperlukannya pengaturan Tarif Batas Bawah (TBB),” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR Lasarus mendesak pemerintah segera mengucurkan sejumlah insentif agar maskapai bisa pulih dari dampak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun terakhir.

Insentif tersebut berupa pengurangan pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari biaya- biaya kebandarudaraan, termasuk biaya mendarat pesawat yang selama ini dibebankan ke maskapai.

Terlebih saat ini ketika memasuki Ramadan dan Lebaran 2021 yang semestinya maskapai bisa meningkatkan pendapatan.

“Itu sebabnya, insentif menjadi semakin dibutuhkan maskapai sebagai kompensasi dari pelarangan mudik Lebaran yang diperkirakan semakin menyulitkan maskapai,” katanya.

Menurutnya pemberian insentif harus sama kepada seluruh maskapai, baik maskapai milik negara dan juga maskapai swasta nasional.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan pemberian insentif tidak hanya urusan Kementerian Perhubungan tetapi juga melibatkan Kementerian Keuangan terkait pembiayaan insentif. Selain insentif perpajakan, maskapai juga membutuhkan fleksibilitas pembayaran ke sejumlah BUMN yang terkait penerbangan, seperti Pertamina, operator bandara Angkasa Pura I dan II, dan AirNav.

Fleksibilitas pembayaran ke Pertamina terkait dengan biaya avtur, yang memakan 40-45 persen biaya operasional maskapai.

“Persoalannya saat ini, Kementerian Keuangan harus bersedia penerimaan negara dari industri ini berkurang. Masalah insentif bagi maskapai ini yang akan kami bahas lebih intensif dengan Dirjen Perhubungan Udara,” imbuh Lasarus.

Laporan : Ibi

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.