Ekonomi Makro
Negara Indonesia Pasar Strategis dan Mitra Masa Depan Ekonomi Global
Di tengah ketidakpastian global, Indonesia tetap menjadi magnet bagi mitra dagang dari berbagai penjuru dunia.
Negara kepulauan terbesar di dunia itu tak hanya menyuguhkan pasar domestik yang besar, tetapi juga menawarkan peluang investasi dan kemitraan ekonomi yang terus berkembang.
Dengan populasi lebih dari 285 juta jiwa, posisi geografis strategis, dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia makin meneguhkan perannya sebagai pusat gravitasi ekonomi Asia Tenggara.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya yang melimpah, tetapi juga karena daya tariknya sebagai pasar dan mitra dagang strategis di kawasan Asia-Pasifik.
Dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia telah menjelma menjadi salah satu ekonomi utama di dunia, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah, stabilitas politik relatif, serta peran aktif dalam berbagai forum ekonomi internasional seperti G20, ASEAN, dan APEC.
Bagi para pembuat kebijakan dan pelaku usaha, memahami dinamika pasar Indonesia merupakan keharusan. Itu bukan hanya karena ukuran pasarnya yang besar—lebih dari 285 juta penduduk—tetapi juga karena posisinya yang sentral dalam rantai pasok global serta kebijakan strategis yang tengah diarahkan untuk mempercepat hilirisasi industri, transformasi digital, dan keberlanjutan.
Sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia menawarkan pasar domestik yang luas dan dinamis. Pertumbuhan kelas menengah menjadi motor utama peningkatan daya beli, sementara penetrasi teknologi mempercepat pola konsumsi digital.
Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company 2024, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai lebih dari USD80 miliar, dan diproyeksikan menembus USD130 miliar pada 2025. Dari sektor e-commerce, fintech, hingga layanan kesehatan digital, Indonesia menjadi arena menarik bagi mitra dagang yang ingin merambah pasar digital Asia.
Mengapa Indonesia Tetap Dipilih? Alasannya sederhana, kombinasi stabilitas, potensi pertumbuhan, dan orientasi ke depan. Indonesia adalah satu dari sedikit negara berkembang yang tetap mencatat pertumbuhan positif selama pandemi. Ketika banyak negara memberlakukan proteksionisme, Indonesia justru memperluas jejaring perdagangan.
Bahkan dalam survei yang dilakukan Kamar Dagang dan Industri Jerman di Asia-Pasifik (AHK) 2023, Indonesia menempati peringkat teratas sebagai tujuan investasi utama di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia bukan hanya menunggu mitra dagang datang. Pemerintah aktif menjalin kerja sama bilateral dan multilateral melalui berbagai perjanjian perdagangan bebas. Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), hingga upaya penyelesaian negosiasi Indonesia–European Union CEPA adalah langkah konkret untuk membuka akses pasar.
Kehadiran Indonesia di forum-forum strategis seperti G20 dan ASEAN juga memberi bobot diplomasi ekonomi yang lebih kuat. Tak heran bila negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa terus memperkuat relasi dagang dan investasi dengan Indonesia.
Perundingan IEU-CEPA
Tonggak sejarah dalam proses penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) ditandai dengan penandatanganan dan pertukaran surat (exchange of letters) antara Pemerintah Indonesia dan Komisi Eropa sebagai bentuk kesepakatan politik tingkat tinggi untuk mendorong percepatan finalisasi perundingan IEU-CEPA.
Pertukaran surat tersebut dilakukan antara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, dengan Komisioner Perdagangan Komisi Eropa, Maroš Šefčovič.
Pertemuan keduanya diawali dengan sesi tête-à-tête dan dilanjutkan dengan pertukaran surat (exchange of letters) yang menandai pencapaian penting dalam proses finalisasi IEU-CEPA.
Surat tersebut memuat apresiasi terhadap capaian perundingan dan komitmen bersama untuk menyelesaikan perundingan secara konklusif, termasuk langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan isu-isu substansial yang masih tersisa.
Penyerahan surat itu menjadi simbol kuat dari keseriusan kedua pihak untuk mendorong penyelesaian substansial IEU-CEPA menuju penandatanganan pada 2025 melalui solusi yang saling menguntungkan dan seimbang.
“Saya menyampaikan apresiasi atas komitmen berkelanjutan dan keterlibatan konstruktif dari Uni Eropa. Dukungan Komisioner Maroš dan Tim Perunding kedua negara sangat berarti dalam seluruh proses perundingan IEU-CEPA,” tegas Menko Airlangga sebagaimana dilansir dari laman Indonesia. go. id.
”Kesepakatan politik ini menjadi capaian paling penting dalam proses perundingan yang telah berlangsung sejak 2016. Kami berdedikasi untuk memperkuat hubungan dengan kawasan Asia Tenggara, dan IEU-CEPA menjadi instrumen kunci untuk itu,” ujar Komisioner Maroš secara meyakinkan.
Dengan populasi lebih dari 285 juta jiwa, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan dinamis bagi mitra dagangnya. Di sisi lain, Uni Eropa yang terdiri dari lebih dari 400 juta penduduk juga merupakan salah satu kekuatan ekonomi utama dunia. Dengan IEU-CEPA, sekitar 80 persen pos tarif akan menjadi nol sehingga membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua belah pihak.
Penyelesaian perundingan IEU-CEPA tersebut secara resmi diumumkan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang diselenggarakan di Brussels pada hari yang sama.
Dalam pernyataan pers yang disampaikan secara bersama-sama, pemimpin kedua negara, menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis, termasuk percepatan penyelesaian IEU-CEPA.
Presiden Von Der Leyen secara resmi menyampaikan bahwa Indonesia dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan politik yang menjadi fondasi bagi penyelesaian perundingan IEU-CEPA dalam waktu dekat.
“Perjanjian ini juga akan membantu memperkuat rantai pasok bahan baku kritis yang penting bagi industri teknologi bersih dan baja Eropa. Saya kini menantikan penyelesaian perjanjian ini secara cepat,” ujar Presiden Von Der Leyen.
Presiden Prabowo juga mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh tim perunding dari kedua pihak yang telah bekerja keras menyelesaikan isu-isu krusial yang selama ini menjadi penghambat utama.
“Saya juga sangat senang melihat para menteri dan komisioner dari kedua belah pihak berhasil mencapai, yang saya sebut, terobosan strategis. Saat ini, tidak ada lagi isu utama yang menjadi perbedaan antara Uni Eropa dan Indonesia dan itu adalah sesuatu yang luar biasa,” ungkap Presiden Prabowo.
Dengan pertukaran surat itu, Indonesia dan Uni Eropa semakin mendekati akhir dari proses perundingan yang menginjak tahun kesepuluh, dan telah melalui 19 putaran formal serta berbagai pertemuan antar-sesi. Perundingan di tingkat teknis dari pihak Pemerintah Indonesia selama ini dikoordinasikan oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan.
Targetkan Peningkatan Ekspor
Pemerintah menargetkan peningkatan ekspor nasional hingga 50 persen dalam tiga tahun ke depan seiring dengan rampungnya pembahasan substansi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).
Untuk itu Airlangga Hartarto mengumpulkan berbagai pelaku industri ekspor nasional di kantornya untuk menyampaikan target ini.
“Harapannya bisa meningkatkan ekspor kita dalam tiga tahun ke depan 50 persen. Kalau ekspor kita naik 50 persen itu setara dengan Vietnam ataupun Malaysia tahun ini,” ujar Airlangga.
Airlangga sumeringah bahwa target kenaikan ekspor tersebut cukup realistis dan sejalan dengan implementasi IEU-CEPA yang akan menurunkan tarif bea masuk atas berbagai komoditas unggulan Indonesia ke pasar Uni Eropa.
Saat ini, tarif produk ekspor unggulan seperti tekstil dan perikanan ke Uni Eropa masih berkisar antara 8 persen hingga 12 persen. Dengan perjanjian tersebut, tarif diharapkan bisa turun hingga 0 persen. “Saya bilang kalau kita minta kenaikan ekspor itu tidak tinggi-tinggi, 50 persen dalam 3 tahun. Itu sama dengan posisi Malaysia hari ini. Masa kita nggak bisa balap Malaysia?,” kata Airlangga.
Airlangga juga menekankan pentingnya kesiapan sektor industri dalam menyambut implementasi IEU-CEPA. Ia meminta agar pelaku industri tekstil dan garmen mulai berkomunikasi dengan mitra dagang mereka di Eropa untuk memanfaatkan tarif nol persen yang akan diberlakukan.
Selain tekstil, sektor perikanan juga menjadi perhatian khusus. Airlangga menekankan sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi besar di sektor kelautan, khususnya produk tuna.
Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara-negara ASEAN lain seperti Filipina dan Thailand yang selama ini mendapatkan perlakuan perdagangan lebih baik di sektor ini.
“Ekosistem ikan itu tuna lahirnya di Indonesia. Kalau Filipina dan Thailand dikasih perlakuan lebih bagus, saya bilang nanti lautnya saya pagari. Jadi mereka nggak kebagian tuna,” ujar Ailangga.
Demikian juga dengan sektor otomotif. Sektor ini juga menjadi bagian dari negosiasi dan diharapkan mendapat perlakuan yang setara dengan industri Eropa.
Indonesia tidak takut bersaing, dan pemerintah akan terus mendorong level playing field bagi pelaku industri nasional. “Jadi itu mereka sudah sepakat. Saya juga minta mereka ya otomotif untuk kita relaksasi. Ini perindustrian. Kita dengan Eropa itu tidak takut,” kata Airlangga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengonfirmasi bahwa substansi IEU-CEPA telah selesai dibahas.Penandatanganan perjanjian dijadwalkan pada pertengahan 2026, dengan implementasi penuh ditargetkan paling lambat awal 2027.
Komoditas Unggulan Ekspor ke Eropa
Substansi Perjanjian IEU-CEPA yang telah rampung dibahas membawa optimisme ekspor Indonesia ke Uni Eropa meningkat pesat. Pemerintah bahkan memprioritaskan 20 komoditas ekspor unggulan yang selama ini mendominasi pengiriman ke pasar Eropa.
Data Kemenko perekonomian menyebutkan bahwa 20 komoditas tersebut menyumbang 55,6 persen dari total ekspor Indonesia ke Uni Eropa pada 2024.
Tak kalah menarik, nilai ekspor dari Uni Eropa pada tahun tersebut tercatat sebesar US$17,35 miliar atau sekitar 6,5 persen dari total ekspor nasional senilai US$264,7 miliar.
Puncak ekspor Indonesia ke Uni Eropa dalam empat tahun terakhir terjadi pada 2022, dengan nilai mencapai US$21,5 miliar. Meski sempat menurun di 2023, tren kembali menguat pada 2024, memberikan optimisme bahwa target peningkatan ekspor sebesar 50 persen bisa tercapai.
Adapun 20 komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Uni Eropa yang dimaksud yakni: Minyak kelapa sawit dan turunannya US$1,6 miliar; Biji tembaga US$1 miliar; Fatty acid (asam lemak) US$835 juta; Alas kaki US$727 juta; Bungkil (hasil samping pengolahan minyak nabati) US$649 juta; Alas kaki dari karet/plastik US$573 juta; Besi baja dalam gulungan US$490 juta; Lemak coklat US$441 juta; Kopra US$422 juta; Alas kaki lainnya US$337 juta.
Kemudian, Kopi US$333 juta; Karet alam US$327 juta; Mesin printer US$300 juta; Asam monokarbosilat US$261 juta; Koper/suitcase US$223 juta; Furniture US$197 juta; Ferro alloy US$184 juta; Bangku bagian dari kendaraan US$179 juta; Perikanan dan hasil laut lainnya US$173 juta; Kertas dan karton US$176 juta
“Komoditas-komoditas ini akan menjadi fokus utama dalam mendorong ekspor ke Eropa, apalagi jika IEU-CEPA diberlakukan, tarif impor yang saat ini berkisar 5–10 persen dapat turun menjadi 0 persen, meningkatkan daya saing kita secara signifikan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon.
Ali mengungkapkan tarif bea masuk atas beberapa produk unggulan tersebut, seperti furnitur dan produk perikanan, masih tergolong tinggi, yakni sekitar 10 persen. Dengan diberlakukannya IEU-CEPA, seluruh tarif tersebut bisa ditekan hingga nol persen.
“Dengan turunnya tarif menjadi 0 persen, dan bila kita bandingkan dengan negara kompetitor seperti Vietnam yang sudah memiliki FTA dengan Uni Eropa, maka posisi Indonesia akan semakin kompetitif,” jelas Ali.
Optimisme Dunia Usaha
Kesepakatan yang dicapai oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan President European Union (EU) Commission Ursula Von der Leyen, Minggu (13/07/2025), berpotensi mendongkrak nilai perdagangan kedua pihak.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan, total perdagangan Indonesia dan Uni Eropa (UE) yang mencapai 27 miliar euro pada 2024 akan meningkat signifikan pada masa akan datang.
“Ini adalah sebuah breakthrough dalam perdagangan internasional di Indonesia dan Uni Eropa yang telah memakan hampir satu dekade dalam negosiasi,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya N. Bakrie di Brussel, Belgia.
Dijelaskan, political agreement yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dan President EU Commission Ursula Von der Leyen bisa mendongkrak nilai perdagangan kedua pihak.
Pada tahun 2024, nilai perdagangan Indonesia dan Uni Eropa (UE) mencapai 30,1 miliar dollar AS atau 27,3 miliar euro, terdiri atas ekspor UE ke Indonesia senilai 9,7 miliar euro, dan impor UE dari Indonesia senilai 17,5 miliar euro.
Kalau kita melihat UE-Vietnam CEPA, demikian Anin, demikian sapaan akrab Anindya, total perdagangan kedua pihak naik sebesar 20 persen, yakni dari 56 miliar euro sebelum penandatangan CEPA dan naik ke 67 miliar euro setelah CEPA diratifikasi oleh Vietnam dan EU. Diperkirakan, tren yang sama bakal terjadi antara Indonesia dan UE.
Di era yg multipolar ini, kata Anin, berbagai perusahaan Indonesia dan para anggota Kadin harus memanfaatkan momentum ini untuk melakukan diversifikasi. Pelaku usaha harus aktif mengeksplorasi pasar baru untuk meningkatkan perdagangan internasional guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Saya bertemu dengan CEO Business Europe yang merupakan “Kadin”-nya Eropa, Kadin Indonesia dan Business Eropa akan melakukan kolaborasi intensif agar pelaku usaha dan pemimpin bisnis di Uni Eropa dan Indonesia bisa memanfaatkan CEPA,” papar Anin. Berbagai sektor seperti tekstil, komoditas, palm oil dan lain lain yang penting dan dibutuhkan oleh negara-negara di Uni Eropa.
Indonesia bukanlah pasar yang statis. Ia terus tumbuh, bertransformasi, dan menghadirkan tantangan serta peluang baru. Dalam konteks geopolitik yang kian dinamis dan tren global menuju ekonomi hijau dan digital, Indonesia memiliki semua prasyarat untuk menjadi mitra dagang utama di kawasan dan dunia.
Namun, agar potensi itu terealisasi maksimal, sinergi antara kebijakan negara dan dinamika dunia usaha harus berjalan harmonis. Indonesia bukan hanya pasar, tapi juga mitra strategis yang cerdas, adaptif, dan penuh potensi untuk kolaborasi jangka panjang.
Dengan visi “Indonesia Emas 2045” yang menargetkan negara ini menjadi ekonomi terbesar keempat dunia, kerja sama internasional akan menjadi pilar penting. Bagi mitra dagang, ini bukan sekadar soal angka. Ini tentang komitmen Indonesia membangun ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan terbuka. Indonesia adalah pasar. Tapi lebih dari itu, Indonesia adalah mitra masa depan.
Sumber : Indonesia. go. id
Penulis: Ismadi Amrin
PERTAMBANGAN
Diduga Ada Pejabat di Balik Penghalangan PT Almharig Tanggulangi Longsor di Kabaena
BOMBANA, Bursabisnis. Id – Kasus bencana longsor di Dusun Olondoro, Desa Rahadopi, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi sorotan publik.
Ini setelah perusahaan tambang PT Almharig yang dituduh menimbulkan longsor Desa Rahadopi menyatakan akan bertanggung jawab menanggulangi bencana itu, justru dihalang-halangi oleh sekelompok masyarakat.
Penghalangan itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Sultra pada Senin, 27 April 2026.
Dalam RDP, terungkap nama yang menjadi aktor di belakang aksi penghalangan tersebut diduga anggota DPRD sendiri dari Fraksi PKS.
Tak hanya itu, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani juga dikait-kaitkan dengan penghalang-halangan penanggulangan bencana tersebut.
Dia secara terbuka akan pasang badan menolak aktivitas pertambangan PT Almharig yang dianggapnya sumber bencana longsor. Orang nomor dua di Kabupaten Bombana itu siap mempertaruhkan jabatan untuk menolak keras aktivitas PT Almharig.
Ahmad Yani menilai longsor telah membuat air keruh dan mata air kering.
Namun hasil peninjauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana menyebut mata air tidak rusak dan tidak kering. Lokasi mata air berjarak 501 meter dari area longsor.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana Siti Arnidar yang juga hadir di RDP mengatakan berdasarkan verifikasi lapangan, mata air tidak rusak dan tidak kering itu sesuai dengan Berita Acara Verifikasi Lapangan Tim PPLH.
Dalam RDP, diputar sebuah video yang memperlihatkan kegiatan penanggulangan bencana longsor dengan berupaya menata kembali lingkungan namun ditolak oleh sekelompok masyarakat.
Penolakan itu ditengarai dibekingi anggota DPRD Sultra dari PKS, bahkan menyebut nama legislator Aflan. Hal ini membuat anggota komisi II dan III cukup heran mengapa dua pejabat ini berbeda dengan hasil peninjauan lapangan Dinas Lingkungan Hidup Bombana, padahal sama-sama dalam pemerintahan.
Pertanyaan lanjutan kemudian, mengapa wakil bupati mau mempertaruhkan jabatan dalam kasus ini? Adakah sang wakil punya IUP? Atau ada sengketa lahan PT Almahrig dengan PT Trias Jaya Agung?
PT Almahrig sudah menyatakan secara terbuka mengikuti semua ketentuan. Termasuk menanggulangi longsor dengan mengerahkan alat berat untuk menata kembali kawasan terdampak longsor.
Terungkap bahwa 2 kali alat berat bekerja namun dihalangi, diusir, dan bahkan ada karyawan PT Almharig dipukul oleh orang tak dikenal.
Direktur PT Almaharig, Basmala Septian Jaya, menegaskan pihak perusahaan siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), terkait persoalan longsor yang terjadi di wilayah operasional perusahaan.
“Perusahaan tidak ingin menyudutkan salah satu pihak. Justru yang kami minta dalam RDP adalah bantu kami, dampingi kami untuk melakukan perbaikan. Karena penanganan harus dilakukan secepatnya,” ungkap Basmala pada Senin, 27 April 2026.
Basmala menyampaikan bahwa dari hasil RDP akan dilakukan sejumlah langkah lanjutan, termasuk peninjauan lapangan oleh tim terpadu yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Inspektur Tambang selaku pihak pengawas.
“Dari hasil RDP sudah memunculkan beberapa langkah dan pertemuan lanjutan. Salah satunya nanti akan turun tim terpadu dari Dinas Lingkungan Hidup maupun Inspektur Tambang selaku pengawas kami. Apapun arahan dari hasil turun lapangan nanti, perusahaan pasti mengikuti,” ujar Basamala kepada media usai RDP.
Ia menegaskan bahwa sebagai perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), PT Almharig tetap berkomitmen menjalankan seluruh aturan yang berlaku.
“Namanya perusahaan tentu punya aturan, dan Alhamdulillah sampai saat ini aturan itu kami jalankan,” katanya.
Terkait peristiwa longsor, Basmala menyebut kondisi tersebut merupakan keadaan memaksa atau force majeure yang tidak diinginkan oleh siapa pun, baik masyarakat maupun pihak perusahaan.
“Tanah longsor ini salah satu bentuk force majeure, keadaan memaksa. Tidak ada yang menginginkan itu terjadi, baik masyarakat maupun perusahaan,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan perusahaan tetap siap bertanggung jawab serta mendampingi proses penanganan sesuai rekomendasi hasil RDP.
“Apapun langkah-langkah dari rekomendasi hasil RDP hari ini, perusahaan siap mendampingi dan melakukan itu semua,” tambahnya.
Basmala juga mengungkapkan bahwa pihak perusahaan sebenarnya telah beberapa kali berupaya melakukan penanganan dan penataan di lokasi terdampak. Namun, upaya tersebut disebut sempat mengalami hambatan di lapangan.
Menurutnya, apabila penanganan terlambat dilakukan sambil menunggu tim terpadu turun, maka dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang bisa memperburuk kondisi.
Basmala mengungkap alat berat perusahaan sempat dihalangi saat hendak melakukan penataan di lokasi longsor pada 14 April lalu.
“Saya memaksa alat untuk ke lokasi guna melakukan penataan, tetapi dihalangi dan diusir untuk kembali ke lokasi tambang,” katanya.
Ia menyebut kejadian tersebut tidak hanya terjadi satu kali. Bahkan perusahaan mengaku sempat melakukan koordinasi dengan kepala desa dan kepala dusun untuk melakukan penanganan selama beberapa hari.
“Kami sempat melakukan penanganan sekitar tiga hari, dari tanggal 27 sampai 30 Maret. Setelah itu penataan masih berlangsung, tetapi kembali dihentikan oleh kelompok masyarakat,” jelasnya.
Basmala menegaskan kelompok yang dimaksud bukan berasal dari unsur pemerintah desa, melainkan oknum masyarakat tertentu yang identitas maupun kepentingannya belum diketahui secara pasti.
“Ini bukan pemerintah desa. Ini kelompok-kelompok masyarakat yang kami juga tidak tahu atas suruhan atau perintah siapa,” ujarnya.
Ia menduga terdapat oknum tertentu yang mencoba membentuk opini seolah-olah PT Almharig tidak mau bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut.
Patut diduga, apa yang terungkap dalam RDP bahwa yang menghalangi penataan adalah suruhan dari pejabat yang terungkap dalam rapat.
Laporan : Tam
PERTAMBANGAN
Kontribusi Investasi Diakui, PT SCM Terima Penghargaan dari Pemkab Konawe
KONAWE, Bursabisnis. Id – PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu motor penggerak pembangunan daerah.
Perusahaan tambang ini diganjar penghargaan khusus dari Pemerintah Kabupaten Konawe atas kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe pada Sabtu, 18 April 2026 di Alun-alun Inolobunggadue Central Park (ICP), Unaaha.
Sebuah momen yang sarat simbol apresiasi terhadap peran strategis dunia usaha dan investasi didaerah ini.
Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, jajaran pejabat Pemkab Konawe, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Konawe secara terbuka mengakui kontribusi nyata PT SCM yang dinilai berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
“Kontribusi nyata PT Sulawesi Cahaya Mineral sangat berharga. Sinergi seperti ini mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap investasi yang masuk ke Konawe harus memberi dampak konkret.
“Kami berterima kasih kepada seluruh perusahaan. Kehadiran investasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Kolaborasi Nyata: Dari Kesehatan hingga Pendidikan
Tak hanya seremoni penghargaan, peringatan HUT Konawe kali ini juga menjadi panggung penguatan kolaborasi. PT SCM menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan dua institusi strategis: RSUD Konawe dan Universitas Lakidende.
Kerja sama dengan RSUD Konawe difokuskan pada penyediaan layanan kesehatan bagi karyawan, sementara kolaborasi dengan Universitas Lakidende mencakup pengembangan pendidikan, riset, hingga pengabdian masyarakat—termasuk kelanjutan program beasiswa yang telah berjalan sejak 2025.
Mesin Ekonomi Baru Konawe
Sejak mulai berproduksi pada pertengahan 2023, PT SCM menjelma menjadi salah satu kontributor utama pendapatan daerah. Perusahaan ini tercatat sebagai pembayar pajak terbesar sekaligus penyumbang signifikan Dana Bagi Hasil (DBH) royalti yang memperkuat fiskal daerah.
Tak berhenti di situ, melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT SCM aktif mendorong kemandirian warga. Sejumlah program unggulan telah dijalankan, mulai dari kemitraan bersama BUMDes untuk kegiatan ekonomi, pelatihan tenaga kerja lokal, hingga pemberian beasiswa pendidikan.
Di sektor infrastruktur, perusahaan ini juga ambil bagian dalam pembangunan jalan untuk mempermudah akses, fasilitas kesehatan, dan sarana pendidikan di wilayah lingkar tambang dan langkah konkret yang langsung dirasakan masyarakat.
“Bukan Akhir, Tapi Pengingat”
Direktur PT. SCM, Boyke Abidin, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan pemacu untuk berbuat lebih besar.
“Bagi kami, penghargaan ini adalah pengingat untuk terus berkomitmen dalam mendukung pembangunan daerah. PT Sulawesi Cahaya Mineral bukan hanya berfokus pada kegiatan operasional, tetapi juga pada upaya membangun harapan bagi masyarakat di sekitar kami,” ujar Boyke P. Abidin.
Dengan capaian tersebut, PT Sulawesi Cahaya Mineral memperlihatkan bahwa Investasi tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga mampu menjadi pilar pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Konawe pun berharap sinergi ini terus terjaga, demi mewujudkan Konawe yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera di masa depan.
Dengan terus mendukung pembangunan di berbagai sektor, PT Sulawesi Cahaya Mineral membuktikan bahwa perusahaan dapat berperan penting tidak hanya dalam mengembangkan sektor ekonomi, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.
Pemerintah Kabupaten Konawe berharap PT Sulawesi Cahaya Mineral dapat terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam membangun Konawe yang lebih baik di masa depan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, turut mengapresiasi kontribusi PT SCM yang dinilai telah berperan dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Laporan: Kas
Editor : Tam
PERTAMBANGAN
Inovasi Kesehatan PT SCM : Layanan Kesehatan Keliling yang Menjangkau Masyarakat Terpencil di Konawe
Inovasi Kesehatan PT SCM :
KONAWE, Bursabisnis. Id – PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) menginisiasi program Mobile Health Clinic sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), guna memberikan layanan kesehatan keliling bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area lingkar tambang PT SCM di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Program ini melibatkan satu unit ambulans yang dilengkapi dengan tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat berpengalaman, yang berkeliling ke desa-desa dan kelurahan di sekitar site PT SCM.
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi mereka yang tinggal di desa-desa terpencil yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan tetap seperti Puskesmas.
Peluncuran perdana program Mobile Health Clinic ini diadakan pada awal April 2026 di Desa Lalomerui, yang merupakan salah satu desa di sekitar lingkar tambang PT SCM.
Dalam acara peluncuran tersebut, lebih dari 60 warga setempat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan oleh tim medis.
Acara ini berlangsung di Kantor Desa Lalomerui, di mana warga langsung mendapatkan layanan kesehatan yang mencakup pemeriksaan umum serta pengobatan penyakit ringan.
Tim medis yang melayani warga terdiri dari satu dokter dan dua perawat yang memiliki pengalaman dalam memberikan layanan kesehatan di lapangan.
Kegiatan dimulai dengan pendaftaran dan pemeriksaan awal oleh perawat, diikuti dengan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter sesuai dengan nomor urut yang telah diberikan.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan pengobatan penyakit ringan.
Selama kegiatan di Desa Lalomerui, antusiasme warga sangat terlihat, terutama karena mereka merasakan manfaat besar dari layanan kesehatan yang dijangkau langsung di desa mereka.
Jarak yang jauh dari Puskesmas terdekat, sekitar dua jam perjalanan, selama ini menjadi kendala utama bagi mereka dalam mengakses layanan kesehatan.
Ita Purnamasari, salah satu warga Desa Lalomerui, menyatakan, sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan yang diadakan di Lalomerui.
“Semoga ke depannya pemeriksaan kesehatan gratis ini dapat terus menjangkau lebih banyak masyarakat di sekitar desa lingkar tambang,” ujarnya.
Selain warga Desa Lalomerui, puluhan warga yang bermukim di perumahan karyawan perusahaan kelapa sawit yang terletak di pinggiran Desa Lalomerui juga turut mendapatkan manfaat dari program ini.
Bahkan, puluhan ibu-ibu di perumahan tersebut dijemput oleh tim Community Affairs PT SCM untuk mengikuti layanan kesehatan yang diadakan di Kantor Desa Lalomerui, yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, mengungkapkan dukungannya terhadap program ini.
“Layanan kesehatan gratis ini sangat membantu masyarakat kami, terutama mengingat jarak yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan dasar. Kehadiran layanan kesehatan ini sangat berarti bagi warga kami,” ujar Taksir Unggahi.
Syamsuri, staf Kecamatan Routa, yang mewakili Camat Routa, juga mengapresiasi program ini.
“Kami sangat mengapresiasi program PPM PT SCM, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan keliling. Keberadaan perusahaan ini juga telah memberikan dampak positif terhadap pembangunan infrastruktur, terutama dalam hal jalan. Dulu, perjalanan ke Routa memakan waktu berhari-hari, namun kini dapat ditempuh hanya dalam beberapa jam,” ungkap Syamsuri.
Syamsuri berharap agar kehadiran investasi, termasuk PT SCM, dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat di masa depan.
“Kami mengimbau agar semua pihak terbuka terhadap kehadiran investasi dan memberikan informasi yang seimbang. Kami juga berharap PT SCM dapat lebih maksimal dalam menjalankan program PPM sehingga warga di lingkar tambang dapat merasakan manfaat yang lebih besar,” tambahnya.
Setelah Desa Lalomerui, program Mobile Health Clinic ini akan terus berlanjut ke desa-desa lainnya di wilayah lingkar tambang PT SCM.
Desa yang akan dikunjungi selanjutnya secara bergilir adalah Desa Walandawe, Puuwiwirano, Tanggola, Tirawonua, Parudongka, hingga Kelurahan Routa.
Selain itu, Desa Pondoa yang terletak di Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, juga akan menjadi salah satu tujuan.
Setiap hari, tim medis akan memberikan layanan kesehatan dasar mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 14.00, tergantung pada jumlah pasien yang memerlukan layanan.
Program ini juga menyediakan layanan kesehatan darurat 24 jam di Kantor Sierra Bravo (SB) di Desa Lalomerui, yang bekerja sama dengan klinik di Site PT SCM, untuk menangani situasi kesehatan darurat.
Dari pemeriksaan yang dilakukan di beberapa desa, tim medis keliling umumnya menangani keluhan warga yang berupa penyakit ringan seperti sakit kepala, demam, atau batuk.
Namun, saat kunjungan ke Desa Puuwiwirano pada 3 April 2026, tim medis harus merawat seorang warga yang mengalami luka dan pendarahan setelah terjatuh dan tertusuk kayu di bagian kaki saat bekerja di kebunnya.
Korban yang bernama Muhammad Aisa, yang sudah berusia lanjut, langsung dibawa ke kantor Community Affairs untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Setelah lukanya dijahit dan mendapat perawatan intensif selama beberapa jam, korban akhirnya bisa dibawa kembali ke Desa Puuwiwirano.
Selain memberikan layanan kesehatan dasar, program Mobile Health Clinic PT SCM ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit serta pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan rutin.
Layanan ini juga memberikan penyuluhan tentang kesehatan dan pencegahan berbagai penyakit, seperti perbaikan gizi untuk mencegah stunting, tuberkulosis, hepatitis B, dan pencegahan HIV.
Layanan kesehatan keliling ini juga merupakan bukti nyata dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT SCM yang tidak hanya berfokus pada kegiatan bisnis, tetapi juga berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah lingkar tambang Routa.
Laporan : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
