Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Tiga Komoditas Unggulan Ekspor Provinsi Sultra, Besi dan Baja Menempati Urutan Pertama

Published

on

KENDARI, Bursabisnis.id – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ada 4 kabupaten dan 2 kota yang share Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi bila dibandingkan dengan kabupaten atau kota lainnya di Sultra.

Menurut Muh Mulyadi,SST,ME Statistis Ahli Madya BPS Provinsi Sultra, PDRB Atas Dasar Harga (ADHB) tertinggi tahun 2024 diraih Kabupaten Kolaka yakni Rp. 35.684.210,97. Disusul Kota Kendari yaitu Rp 28.260.099,03.

Hal ini dikemukakan di hadapan peserta Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kajian Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Mineral dan Batu Bara yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kendari akhir Juni 2024.

Kegiatan kajian investasi ini turut difasilitasi pelaksanaannya oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra.

Kemudian PDRB ADHB Kabupaten Konawe PDRB ADHB Rp 18.295.409,02, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel)  Rp 16.452.468,51 dan Kota Baubau Rp 11.521.837,00 serta Kabupaten Kolaka Utara (Konut) Rp 11.226.936,42.

Terkait struktur, Muh Mulyadi mengungkapkan, bahwa struktur perekonomian Provinsi Sultra tahun 2023 berdasarkan data BPS, angka ADHB mencapai Rp 176,18 Triliun dan Atas Harga Konstan (ADHK) Rp 108,15 Triliun.

Untuk persentasenya pada tahun 2023, pertanian 23 persen, pertambangan dan penggalian 21 persen, industri pengolahan 9 persen dan lainnya 47 persen.

Muh Mulyadi juga membeberkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Disebutkan, Kabupaten Konawe dan Kolaka yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi bila dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Sultra.

Kabupaten Konawe pertumbuhan ekonominya 22,52 persen pada tahun 2023. Kabupaten Kolaka 5,17 persen tahun 2023.

Rakorda Kajian Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Mineral dan Batu Bara di Kota Kendari. -foto:rustam-

” Kabupaten Konawe dan Kolaka sebagai kabupaten yang wilayahnya terdapat industri pengolahan nikel, mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Di Tahun 2023 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe mencapai 22,52 persen,” jelas Muh Mulyadi.

Terkait penyerapan tenaga kerja, berdasar data BPS sampai Agustus 2023, lapangan usaha sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih berada di peringkat atas, yaitu 416.507 orang.

Lalu disusul perdagangan besar dan eceran sebanyak 253.499 orang.

Untuk lapangan usaha industri pengolahan terjadi peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2015, tenaga kerja yang diserap lapangan usaha industri pengolahan sebanyak 55.048 orang. Terjadi peningkatan pada tahun 2023 menjadi 130.838 orang.

” Jika kita melihat data, industri pengolahan di Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan yang paling tinggi diantara lapangan usaha lainnya,” kata Mulyadi di hadapan tim ahli dari Kementerian Investasi dan peserta Rakorda Kajian Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Mineral dan Batu Bara.

Untuk nilai ekspor hingga April 2024, berdasarkan data BPS Provinsi Sultra, mencapai US$ 19,41 juta.  Terjadi kenaikana 12 persen bila dibandingkan pada bulan Maret 2024.

Peningkatan nilai ekspor disumbang sektor pertanian naik 19,60 persen dan sektor industri pengolahan naik 11,99 persen pada bulan April 2024 secara Month to Month (m-to-m).

Muh Mulyadi juga menjelaskan ekspor komoditas unggulan Sultra yaitu :

1. Besi dan Baja

Nilai ekspor pada bulan April 2023 sebesar US$ 179,75 juta. Pada bulan Maret 2024 sebesar US$ 281,19 juta dan April US$ 316,00 juta. Share sampai April 2024 98,93 persen.

2. Ikan dan Udang

Nilai ekspor pada April 2023 US$ 2,17 juta. Kemudian pada bulan Maret 2024 US$ 2,65 juta dan April 2024 US$ 2,52 juta. Share sampai April 2024 0,79 persen.

3. Daging dan Ikan Olahan

Nilai ekspor pada bulan April 2023 US$ 0,43 juta. Pada bulan Maret 2024 sebesar US$ 1,19 juta dan April 2024 turun menjadi US$ 0,53 juta.

 

Advetorial/Pariwara

 

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.

“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.

Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.

“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.

Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.

Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.

Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)

Continue Reading

Trending