METRO KENDARI
Pemenang Undian Maxcell Dapat Hadiah Rumah di Kawasan Madina City Square 5
KENDARI, Bursabisnis. Id – Developer PT Swarna Dwipa Property (SDP) kembali terpilih sebagai penyedia hunian untuk hadiah pemenang pesta undian Maxcell Depo Teknik dan Bangunan.
Kali ini, pemenang undian atas nama Husni menerima hadiah di kawasan Madina City Square 5, Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari pada Kamis, 5 Februari 2026.
CEO PT Swarna Dwipa Property, Roni Sianturi menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah, khususnya program Sejuta Rumah.
“PT Swarna Dwipa Property berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan satu juta rumah bagi masyarakat,” ujarnya.
Roni juga menyampaikan apresiasi kepada Maxcell Depo Teknik dan Bangunan, untuk kedua kalinya memilih perumahan PT SDP sebagai lokasi pemenang undian.
Pada kesempatan tersebut, PT SDP juga menyerahkan satu unit motor viar pengangkut sampah, sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja Pemerintah Kota Kendari dalam pengelolaan kebersihan.
“Kami sebagai pengembang perumahan yang mendukung kinerja Pemkot Kendari turut menyerahkan satu motor viar pengangkut sampah,” ungkapnya.
Sementara itu, Perwakilan Maxcell Depo Teknik dan Bangunan, Randi Natanael mengatakan, bahwa hadiah yang diberikan merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan setia.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi customer, serta terus mendukung penyediaan bahan bangunan dan kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.
Ia berharap, hadiah tersebut dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi pemenang.
“Selamat kepada pemenang, semoga hadiah ini menjadi berkah,” tambahnya.
Di tempat yang sama, perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN), Ratu menegaskan komitmennya dalam mendukung seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program Sejuta Rumah pemerintah.
“Kami siap mendukung semua pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan program sejuta rumah,” ujarnya.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran turut mengapresiasi kontribusi PT Swarna Dwipa Property dan para pengembang perumahan di Kota Kendari.
“Terima kasih kepada PT SDP dan pengembang perumahan lainnya yang terus mendukung program pemerintah pusat dan Pemkot Kendari,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkot Kendari dalam meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah di sektor perumahan.
“Tempat tinggal merupakan kebutuhan pokok. Untuk itu, biaya BPHTB dan PBB kami gratiskan bagi masyarakat kurang mampu,” pungkasnya.
Laporan : Kas
Editor : Tam
METRO KENDARI
Refleksi Tahun 2025, Siska Karina Imran: Bukan Tahun Biasa Namun Luar Biasa
KENDARI, Bursabisnis.id – Dalam rangka tutup tahun 2025 dan menyambut datangnya tahun baru 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar zikir di Mesjid Agung Al Kautsar Kendari pada Rabu, 31 Desember 2025.
Doa bersama ini diikuti jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat, diawali dengan pelaksanaan Salat Maghrib berjamaah dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Dalam zikir itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengajak seluruh jamaah menjadikan momen akhir tahun sebagai ruang refleksi, rasa syukur, sekaligus harapan bersama bagi Kota Kendari dan Indonesia.
Ia menyebut tahun 2025 sebagai tahun yang penuh dinamika dan tantangan, namun juga sarat pembelajaran.
“Menjelang berakhirnya tahun 2025, izinkan saya atas nama pemerintah dan juga pribadi menyampaikan refleksi, rasa syukur, sekaligus harapan kita bersama. Tahun ini bukan tahun yang biasa, namun tahun yang luar biasa,” ujar Siska Karina Imran.
Ia menegaskan, sejak dirinya bersama Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menerima amanah memimpin pada 2025, Pemerintah Kota Kendari berkomitmen bekerja sungguh-sungguh dengan mendengarkan aspirasi masyarakat serta memastikan setiap kebijakan memberikan dampak nyata.
“Kami memulai perjalanan ini dengan satu komitmen sederhana namun tegas, yaitu bekerja sungguh-sungguh, mendengarkan masyarakat, dan memastikan setiap kebijakan berdampak nyata,” tegasnya.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Pemkot Kendari fokus membenahi fondasi tata kelola pemerintahan, mempercepat pelayanan publik, serta menata arah pembangunan yang terukur.
Hasilnya, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang membaik, inflasi yang relatif terkendali, hingga penurunan kesenjangan penduduk secara bertahap.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari juga terus meningkat dan menempatkan Kendari di peringkat keenam tertinggi secara nasional.
Di sektor layanan dasar, Pemkot Kendari memperkuat akses pendidikan dan kesehatan melalui penanganan stunting, program cek kesehatan gratis, serta bantuan gizi dan promosi hidup bersih. Untuk capaian cek kesehatan gratis, Kota Kendari tercatat sebagai yang tertinggi di Sulawesi Tenggara dengan angka 68,97 persen per 31 Desember 2025.
Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah mulai menata perbaikan jalan, penguatan sistem air bersih, penataan kawasan permukiman, serta pengendalian banjir dan kesiapsiagaan bencana. Wali Kota juga mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan mengingat Kendari merupakan kota pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim.
“Kota Kendari adalah kota pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim. Kita perlu kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Saya juga meminta Ketua RT dan RW mengajak warga menjaga kebersihan dan membuang sampah sesuai jadwal,” katanya.
Menutup sambutan, Wali Kota Kendari menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga atas kontribusi selama 2025.
Ia juga meminta dukungan masyarakat menyukseskan pelaksanaan UCLG ASPAC 2026, di mana Kota Kendari akan menjadi tuan rumah dan diperkirakan dihadiri sekitar 300 kepala daerah se-Asia Pasifik.
Sumber : berita.kendarikota.go.id
Laporan : Tam
METRO KENDARI
Bimtek Percepatan RAT Koperasi Merah Putih Diikuti Kota Kendari, Konawe dan Konsel
KENDARI, Bursabisnis. id – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Percepatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Penetrasi Digitalisasi pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, dan diikuti oleh pengurus KKMP Kota Kendari, KDKMP Konawe, KDKMP Konawe Selatan serta pemangku kepentingan terkait dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara pada Selasa, 27 Januari 2026.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. La Ode Muhammad Salihin, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Salihin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI atas terselenggaranya kegiatan bimtek tersebut sebagai upaya percepatan pelaksanaan RAT serta penyesuaian regulasi KDKMP berbasis digital.
“Berdasarkan data yang kami miliki, hingga Desember lalu, koperasi yang benar-benar operasional baru sekitar 40 persen dari total 2.285 koperasi di Sulawesi Tenggara. Banyak yang baru sampai pada tahap akta notaris, namun belum berjalan secara operasional,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menerbitkan berbagai regulasi untuk mendukung Koperasi Merah Putih, mulai dari pembentukan Satgas hingga Keputusan Gubernur tentang pengawasan pelaksanaan koperasi. Saat ini, Satgas Pengawasan Operasional Koperasi Merah Putih terus melakukan pemantauan di 17 kabupaten/kota dengan tiga indikator utama, yaitu keberadaan kantor, unit usaha yang berjalan, serta perekrutan anggota dari masyarakat.
Lebih lanjut, Dr. La Ode Muhammad Salihin juga memaparkan bahwa pelaksanaan RAT di Sulawesi Tenggara masih sangat terbatas. Hingga tahun buku 2025, RAT baru terlaksana di delapan koperasi yang tersebar di Konawe Utara, Buton Tengah, Kolaka Timur, dan Konawe. Ia menekankan pentingnya peran pengurus dan pendamping koperasi agar RAT tetap dilaksanakan, meskipun kegiatan usaha koperasi belum optimal.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada Kota Kendari yang dinilai telah menerapkan sistem digital dalam pengelolaan koperasi, meskipun RAT belum dilaksanakan. Menurutnya, praktik baik ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya dalam mendorong operasional koperasi berbasis digital.
Sementara itu, sambutan pembukaan bimtek disampaikan Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Digitalisasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Budi Lestari. Ia menegaskan bahwa Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum tertinggi dalam koperasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, dan wajib dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun secara tertib, formal, dan akuntabel.
“RAT bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi momentum penting untuk memastikan keberlanjutan usaha koperasi. Melalui digitalisasi menggunakan SIMKOPDES dan Online Data System (ODS), pelaksanaan RAT dan pelaporan keuangan dapat dilakukan secara transparan, efisien, dan terintegrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan jumlah koperasi di Sulawesi Tenggara yang mencapai 2.285 unit, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan mutlak agar pengelolaan koperasi dapat berjalan secara akuntabel dan terpantau secara nasional.
Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam menyelenggarakan RAT, mempercepat implementasi digitalisasi koperasi, serta mendukung terwujudnya Koperasi Merah Putih sebagai pilar penguatan ekonomi masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Acara secara resmi dibuka oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI dengan tema “Percepatan Rapat Anggota Tahunan dan Penetrasi Digitalisasi pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih”
Sumber : kendarikota. go. Id
Laporan : Tam
METRO KENDARI
Waspada! Transaksi Uang Palsu Banyak Terjadi di UMKM
KENDARI, Bursabisnis. Id – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat uang palsu yang beredar di wilayah Sultra sebanyak 397 lembar pada tahun 2025.
Bila dibandingkan peredaran uang palsu tahun 2024, terjadi penurunan. Sebab tahun lalu, uang palsu yang beredar sebanyak 465 lembar.
Menurut Deputi Kepala KPw BI Sultra Thathit Suryono kepada wartawan uang palsu yang beredar itu kebanyakan pecahan 100 ribu.
“Terjadi penurunan temuan uang palsu. Peredarannya tercatat paling tinggi terjadi di Kota Kendari dan Kota Baubau,” kata Thathit Suryono.
Thathit mengungkapkan, sesuai pemetaan ternyata peredaran uang palsu mayoritas ditemukan di transaksi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Terjadinya pada bulan Ramadhan, Hari Daya Idul Fitri, serta Natal dan Tahun Baru.
Untuk mencegah peredaran uang palsu di tengah masyarakat, BI Sultra terus melakukan langkah penindakan hingga ke warung-warung kecil dengan menjalin koordinasi bersama aparat penegak hukum (APH).
BI Sultra juga menggencarkan upaya preventif melalui edukasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Laporan : Ibi
-
ENTERTAINMENT6 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa6 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR6 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur6 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus6 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
FINANCE6 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
Fokus8 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
PERTAMBANGAN5 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
