BUDAYA
Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto Dianugerahi Gelar Kolakino Liwu Pancana di Buton Tengah
BUTENG, Bursabisnis.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol. Dr (HC).H. Andhap Budhi Revianto, S.I.K.,MH, resmi dianugerahi gelar adat Kolakino Liwu Pancana oleh perangkat adat Buton Tengah (Buteng) di Rumah Jabatan Bupati Buteng pada Jumat, 19 April 2024.
Penganugerahan gelar yang sakral ini dilakukan oleh perangkat adat disaksikan oleh Forkopimda, serta para akademisi yang dipimpin langsung oleh Prof. La Niampe.
Usai dianugerahi Kolakino Liwu Pancana, Pj Gubernur Sultra mengatakan bahwa dirinya berterimakasih kepada pemangku adat Buteng atas penganugerahan adat.
“Pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada ketua dan perangkat adat di Buton Tengah,” kata Pj Gubernur Sultra.
Lebih lanjut Mantan Kapolda Sultra ini menegaskan kepada Pj Bupati Buteng bahwa gelar adat yang diberikan tidak hanya bersifat seremoni biasa, tetapi pemerintah harus bertanggung jawab dalam memajukan adat Buteng.
“Saya juga menyampaikan kepada pak bupati bahwa penganugerahan gelar adat ini bukan sekedar penganugerahan adat saja, tetapi ini tanggungjawab kita bersama untuk memajukan adat,” ujar Andap Budhi Revinato.
Ditempat yang sama, Pj Bupati Buteng, Dr. Drs. Andi Muhammad Yusuf, mengatakan penganugerahan adat dari pemangku adat cukup beralasan karena telah melalui mekanisme dengan melibatkan para tokoh adat dan tim peneliti dari para akademisi.
“Pemberian gelar adat tidak muncul begitu saja, tetapi ada beberapa mekanisme yang harus dilalui dan ketua adat Buteng beserta perangkat telah mendiskusikanya. Selain itu juga ada ketua tim yang telah dibentuk yang diketuai oleh Bapak Professor La Niampe bersama tim yang telah mengadakan penelitian jejak sejarah di Buteng,” ujar Pj Bupati Buteng.
Selain itu kata dia, Pj Gubernur Sultra mendapat gelar dari tokoh adat Buteng, karena sebelumnya telah berkontribusi besar dalam meredam konflik di Sultra, khususnya yang terjadi di Buteng saat Pj Gubernur menjabat Kapolda Sultra kala itu.
“Dulu pernah terjadi peristiwa konflik khususnya di Buteng (Wadiabero) dan Alhamdulillah dengan kerja profesional beliau dengan melibatkan para tokoh adat di Buteng, sehingga Alhamdulillah konflik bisa diredam terselesaikan dan tidak meluas kemana-mana,” ujar Andi Muhammad Yusuf.
Dengan gelar adat yang diberikan, Pj Bupati Buteng berharap bahwa Pj Gubernur Sultra bisa terus memberikan teladan yang baik kepada masyarakat khususnya masyarakat Buteng.
“Tentu ini namanya orang diberikan amanah gelar, tentu tanggung jawabnya besar kemudian ini menjadi panutan dan bisa memberikan teladan kepada kita semua,” Harap Andi.
Berdasarkan kajian tim peneliti, Kolakino Liwu Pancana merupakan bangsawan yang dimuliakan atas jasa-jasanya di negeri Pancana (Buteng) karena jiwa kepemimpinannya, kecerdasan, dan atau keberaniannya.
Laporan : Hasan Barakati
Editor : Rustam
BUDAYA
Kadin Sultra Dukung Penari Asal Sultra Tampil di Istana Negara
KENDARI, Bursabisnis. id – Sebanyak 170 penari asal Sulawesi Tenggara (Sultra) akan tampil dengan membawakan tarian kolosal pada Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, 17 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta.
Meski mendapat panggilan mendadak dan waktu persiapan yang mepet, kesiapan para penari ini didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara.
Pelatih tari, Sukrin, mengatakan bahwa timnya dihubungi kurang dari sebulan sebelum hari H.
“Waktu kami sangat mepet. Kami latihan tidak sampai dua minggu,” jelas Sukrin pada Senin, 11 Agustus 2025.
Untuk mengejar ketertinggalan, para penari berlatih keras dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Tim ini juga mendapat bimbingan langsung dari kurator Istana yang bertolak kembali ke Jakarta pada 12 Agustus 2025.
Sukrin menjelaskan, timnya akan menampilkan Tari Sajomo Ane Posasa, sebuah kreasi baru yang memadukan tari tradisional Wakatobi, Tari Sajomo Ane, dengan semangat persatuan.
“Tari Sajomo Ane ini melambangkan perjuangan dan kegigihan masyarakat Tomia, Wakatobi, sementara Posasa dalam bahasa Wakatobi berarti persatuan,” paparnya.
Perpaduan ini sejalan dengan tema HUT RI ke-80, yaitu “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.”
Sukrin berharap tarian ini dapat menyuarakan semangat persatuan dalam keberagaman suku di Indonesia.
Tim penari, yang sebagian besar berasal dari Wakatobi, juga melibatkan penari dari Sanggar Tari Wanci dan Kendari, sebagai wujud dari semangat persatuan yang mereka usung.
“Kami membawa nama Wakatobi, tetapi kami melibatkan penari dari sanggar lain untuk menunjukkan persatuan. Penarinya sendiri asli dari Wakatobi,” ujar Sukrin.
Ia juga menambahkan bahwa para penari tidak akan beristirahat di Jakarta dan akan terus berjuang agar dapat tampil maksimal.
Tim penari dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 13 Agustus 2025 dan akan langsung mengikuti gladi bersih di Istana pada 14 Agustus 2025.
“Alhamdulillah, bupati Wakatobi sangat mensupport kegiatan ini, termasuk dukungan dari KADIN Sulawesi Tenggara yang mendukung penuh persiapan kami dan memfasilitasi anak-anak (penari) ke Jakarta untuk tampil menari kolosal di Istana Presiden,” tutup Sukrin.
Laporan : Tam
BUDAYA
Tradisi Malam Kajiri Diyakini Masyarakat Wakatobi Sebagai Turunnya Lailatul Qadar
Tradisi Malam Kajiri Diyakini Masyarakat Wakatobi Sebagai Turunnya Lailatul Qadar
WAKATOBI, Bursabisnis.id – Tradisi Kajiri diyakini sebagai turunya Lailatul Qadar Oleh masyarakat Kabupaten Wakatobi khususnya bagi masyarakat Pulau Wangi-wangi.
Tradisi ini ditandai dengan Kegiatan Hepatirangga (bahasa daerah) yaitu mewarnai kuku dengan menggunakan daun pacar yang ditumbuk sampai halus kemudian dibalutkan pada kuku, baik laki-laki maupun perempuan.
Tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu sebagai bentuk kesukuran masyarakat atas turunnya Lailatul kadar di malam ke-27 Ramadhan.
Kegiatan ini dilakukan masih sangat tradisional, dengan cara menghaluskan daun pacar yang ditumbuk sampai halus kemudian dibalutkan ke kuku. Konon di zaman dahulu untuk menghaluskan daun pacar dilakukan dengan cara dikunyah sampai halus, lalu diletakan pada kuku dan dibalut dengan dedaunan (daun pohon orami maupun balande / bahasa daerah).
” Kajiri ini adalah tradisi yang selalu dilakukan masyarakat Wakatobi khususnya Wangi-wangi dan itu memang sudah dari zaman dahulu yang dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman yang tumbuh di masyarakat, malam itu diyakini oleh masyarakat sebagai malam tutupnya Lailatul Qadar, ” kata tokoh adat La Ode Muhdar pada Rabu, 26 Maret 2025.
Paturangga (bahasa daerah) atau daun pacar swlin digunakan sebagai tanda datangnya malam Lailatul Qadar juga digunakan masyarakat setempat untuk membalut luka karena tekstur daun yang dingin dipercaya dapat menyembuhkan luka.
Tradisi mewarnai kuku ini, bisa berlangsung hingga dua malam mulai dari malam ke 27 ramadhan.
Laporan : Syaiful
Editor : Tam
BUDAYA
Yang Mulia La Ode Kariu Dilantik Jadi Sultan Buton
BAUBAU, Bursabisnis.id – Setelah melalui proses yang cukup panjang, mulai dari prosesi Tiliki, Buataka Katange, Kambojai, Fali, Sokaiyana Pau sampai kepada prosesi Bulilingiana Pau atau pelantikan Sultan Buton, akhirnya Yang Mulia (YM) Drs H La Ode Kariu sah menjabat sebagai Sultan Buton atau Laki Wolio.
Prosesi Bulilingina Pau atau pelantikan Sultan Buton La Ode Kariu dilaksanakan pada Jumat, 29 November 2024.
Prosesi ini dihadiri langsung Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) YM Karaeng Turikale VIII Maros Brigjen (Pol) Dr AA Mapparesa , MM, M.Si bersama sejumlah Raja dan Sultan Se-Nusantara, termasuk raja-raja yang ada di Sulawesi Tenggara tergabung dalam FSKN dan juga Raja Timor yang sekarang masuk dalam negara Timor Leste.
Dalam sambutannya, Ketua umum FSKN YM Karaeng Turikale VIII Maros Brigjend (Pol) Dr AA Mapparesa, MM.M.Si memberikan dukungan sepenuhnya kepada La Ode Kariu yang sudah sah menjabat sebagai Sultan Buton dan kemudian menjadi anggota FSKN.
”Paduka yang Mulia Sultan Buton atas nama seluruh Raja dan Sultan kami menyampaikan ucapan selamat, ucapan tersyakur atas amanah yang mulia peroleh dari seluruh kerabat kita seluruh masyarakat yang ada di Kesultanan maupun di Pulau Buton ini. Kami yakin kita adalah partner strategis pemerintah khususnya di dalam pelestarian pemajuan dan pewarisan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur untuk diwariskan kembali secara positif nilai-nilai ini kepada generasi penerus kita,” ujarnya.
YM AA Mapparesa mewakili Raja dan Sultan yang ada di Nusantara ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si, sebab pihaknya sangat paham betul bagaimana proses yang dilakukan baik melalui proses adat maupun melalui pemerintah.
Ini suatu langkah positif dari Pemkot Baubau untuk membuat warga masyarakat tetap bersatu, karena yang paling mahal adalah persatuan.
Begitu pula dengan apa yang dilakukan dengan pelantikan Sultan Buton sebagai puncak acara yang dilaksanakan pada hari Jumat, yang merupakan hari yang sangat berkah dilaksanakan penobatan secara Islami di masjid dan dilanjutkan secara adat di Baruga.
”Inilah salah satu prosesi adat yang menurut catatan kami lengkap dan disaksikan oleh pemerintah setempat. Insya Allah Yang Mulia Sultan Buton, tetap berada di dalam FSKN Nusantara dan kami berharap pula seluruh kerabat kami di kesultanan maupun seluruh warga Baubau, mohon dukungan kiranya kita semua ini bisa melestarikan dan mewariskan budaya kita secara baik kepada generasi penerus kita. Dan hari ini Kesultanan Buton dan Pemkot Baubau telah mengukir sejarah bahwa inilah pelestarian adat dan pemajuan budaya yang menjadi mercusuar untuk nusantara kita,” tutupnya.
Penulis : Icha
Editor : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
