Connect with us

Investasi

PT Elnusa Petrofin Bangun Terminal LPG Pertamina di Kolakaasi

Published

on

KOLAKA, bursabisnis.id – PT Elnusa Petrofin (EPN) anak usaha PT Elnusa Tbk menggelar seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Terminal Liquefied Petroleum Gas (TLPG) Pertamina di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Proyek tersebut berada di sebelah tenggara Fuel Terminal Pertamina Kolaka yang berada di Kolakaasi.

Groundbreaking yang dilakukan oleh EPN ini sebagai upaya untuk turut mendukung Pertamina dalam menjamin ketersediaan LPG di Sultra dan sesuai dengan keputusan Menteri ESDM 2157 K/lO/MEM/2017 mengenai pembangunan sarana dan infrastuktur penyimpanan LPG.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Haris Syahrudin beserta jajaran Direksi Elnusa Petrofin lainnya, VP Joint Terminal Service Operation Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Isnanto Isnanto Suseno, Executive GM Marketing Operation Region Sulawesi

Pertamina Agus Dwi Djatmoko. Selain itu turut hadir Bupati Kolaka Ahmad Safei beserta jajaran Forkominda Kabupaten Kolaka dan jajaran kepala dinas terkait.

Terminal LPG Kolaka akan diintegrasikan dengan Fuel Terminal Kolaka dengan luas lahan kurang lebih 9.589 m2 untuk lokasi sarana fasilitas TLPG dan luas area 2.718 m2 sebagai area pembangunan sarana fasilitas Terminal LPG. Sehingga total luasan areal pembangunan Terminal LPG kolaka 12.000 m2.

Pembangunan Terminal LPG Kolaka ini mencakup Tanki Bola (Spherical Tank) berkapasitas 2 x 1.500 MT dengan kelengkapan sarana fasilitas Pompa LPG, Loading Bay ke Skid tank LPG, dan sarana pendukung operasional yang mumpuni. Diperkirakan proyek ini selesai dalam waktu 24 bulan.

Haris Syahrudin selaku Direktur Utama PT Elnusa Petrofin mengatakan, kehadiran Terminal LPG ini diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan LPG di Sulawesi Tenggara dan mendorong akselerasi perekonomian daerah setempat.

Hal senada disampaikan VP Joint Terminal Service Operation Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Iswanto Suseno. “Groundbreaking ini merupakan bentuk komitmen Pertamina Grup demi terwujudnya kedaulatan energi nasional. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap pembangunan Terminal LPG Kolaka ini” tutup Iswanto.

Bupati Kolaka Ahmad Safei menyambut baik pembangunan Terminal LPG Kolaka. Ia berharap nantinya pemenuhan kebutuhan LPG semakin baik dan mampu meciptakan peluang baru dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kolaka.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian CSR secara simbolis kepada Yayasan Pendidikan Islam Nursyamzam sebagai wujud kepedulian Elnusa Petrofin terhadap pendidikan di wilayah tersebut.

 

Laporan : Ibing

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OTOMOTIF

Kalla Toyota Sultra Hadirkan Program Merdeka Punya Toyota dengan DP Ringan

Published

on

By

Kalla Toyota Sultra menghadirkan promo Merdeka Punya Toyota, semua lebih mudah.

KENDARI, bursabisnis.id – Bulan Agustus 2022 Kalla Toyota menghadirkan promo Merdeka Punya Toyota di salah satu cafe di Kota Kendari.

Jajaran management Kalla Toyota memaparkan beragam program dan promo menarik yang dimiliki Toyota di bulan Agustus.

Abdul Wahab Ramli, selaku Kepala Cabang Kalla Toyota Kendari mengungkapkan, Kalla Toyota memperlihatkan capaian penjualan yang terus meningkat, khususnya di wilayah Sultra, sepanjang tahun 2022 Kalla

“Di bulan Agustus ini, Kalla Toyota menghadirkan promo Semua Lebih Mudah, Merdeka Punya Toyota. Kami berharap, seluruh masyarakat Sultra, khususnya Kendari dapat memanfaatkan program ini sebaik mungkin. Program kemerdekaan ini memberikan promo DP mulai Rp 17 jutaan, 8 paket Umrah atau wisata religi, hingga 45 gram logal mulia bagi pelanggan yang beruntung,” ujar Abdul Wahab Ramli pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Lanjut, Mifta Farid S. Putra selaku Marketing Manager Kalla Toyota mengungkapkan, bahwa promo Merdeka Punya Toyota ini berlaku untuk pembelian Toyota Avanza, Veloz, Rush, Raize, dan Yaris selama bulan Agustus.

Pelanggan juga akan mendapatkan welcome pack dan free biaya jasa service berkala maksimal tiga tahun atau hingga 60.000 Km.

“Selain penawaran penjualan dan perawatan kendaraan, Kalla Toyota juga memberikan promo tukar tambah melalui Toyota Trust.

Dapatkan kesempatan memenangkan grand prize satu unit motor Keeway Shiny bagi melalui promo Gebyar Merdeka. Beli mobil bekas berhadiah motor, hanya di Toyota Trust,” ujar Mifta Farid S. Putra.

Kalla Toyota menyiapkan hadiah grand prize berupa delapan paket Umrah atau wisata religi dan 45 gram logal mulia ini akan diundi bagi pelanggan yang telah melakukan pembelian Toyota Veloz, Avanza, Raize, Rush, Yaris, Agya, dan Calya. Paket DP mulai Rp 17 jutaan merupakan salah satu program penjualan via kredit yang menawarkan DP rendah khusus untuk type Agya dan Calya.

Tak hanya itu, pelanggan juga bisa melakukan tukar tambah unit kendaraan lama dengan unit Toyota terbaru dengan subsidi hingga Rp 5 juta melalui program Merdeka Punya Toyota.

Program trade in ini berlaku untuk trade in kendaraan all merk ke type Toyota Avanza, Raize, Veloz dan Rush. Melalui layanan trade in Toyota Trust, kendaraan pelanggan akan ditaksasi dengan harga yang bersaing.

Zainuddin Saigo selaku perwakilan Astra Credit Company (ACC) cabang Kendari juga turut hadir memaparkan programnya.

Dalam presentasinya, beliau memaparkan ada beragam paket penjualan yang ditawarkan ACC di bulan Agustus ini.

“ACC juga menawarkan paket Spektakuler Special Rate khusus pembelian tipe Veloz, Avanza, Rush, Raize, dan Yaris dengan DP mulai 20 persen dan angsuran mulai Rp 4 jutaan. Tak hanya itu,ada juga paket Spektakuler Bunga 0 persen, dengan bunga 0 persen dan angsuran mulai Rp 4 jutaan ,” ungkap Zainuddin Saigo.

Promo yang sama juga disampaikan Erik Rahman selaku perwakilan Toyota Astra Finance (TAF ). Di mana TAF juga memberikan paket Smart Cash untuk pembelian tipe Avanza, Veloz, Rush, dan Raize.

Paket ini memberikan keuntungan lebih bagi pelanggan dengan subsidi hingga delapan jutaan rupiah. TAF juga memberikan paket Merdeka dengan DP mulai Rp 40 jutaan untuk Avanza dan DP Rp 50 jutaan untuk Veloz, Rush, dan Raize.

“ Pelanggan berkesempatan membeli tipe Avanza, Veloz, Rush, dan Raize dengan DP mulai Rp 30 jutaan. Program EZ Deal memberikan kemudahan dengan penawaran tenor hingga 72 bulan dengan cicilan ringan berjenjang yang menyesuaikan dengan jenjang karir pelanggan. Paket EZ Deal juga memberikan keuntungan dengan angsuran lebih ringan 30 persen,” ungkap Erik Rahman.

Laporan : Munir

Continue Reading

Investasi

PT Terra Paradisaea akan Investasi Rp 100 Triliun di Kolaka Utara

Published

on

By

Choiril Arief Saleh Perwakilan PT Terra Paradisaea mempresentasikan rencana investasi di Kolaka Utara

KENDARI, bursabisnis.id – Perusahaan  PT Terra Paradisaea akan berinvestasi disektor  industri smelter HPAL (baterai) dan RKEF (stainless).

Perusahaan ini akan berinvestasi dengan menggandeng China ENFI Engineering Corporation (ENFI).

Rencana investasi itu dibangun di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi  Sulawesi Tenggara (Sultra). Tak tanggung-tanggung total investasinya mencapai Rp 100 Triliun.

Perwakilan dari PT Terra Paradisaea, Choiril Arief Saleh melakukan presentasi di hadapan Gubernur Sultra, Ali Mazi dan sejumlah OPD serta Ketua Kadin Sultra Anton Timbang

Dalam paparannya, disebutkan rencana pembangunan smelter akan dibagi menjadi tiga tahap. “Tahan pertama itu total investasi kita sebesar Rp  6 Triliun, lalu pada tahap kedua menjadi Rp 24 Triliin dan tahap terakhir diperkirakan hingga Rp 100 Triliun, ” katanya di salah satu hotel di Jakarta pada Senin, 1 Agustus 2022 malam.

Ia kemudian menjelaskan dalam rencana pembangunan industri smelter tersebut akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar.

Pada tahap pertama perusahaan akan membuka lapangan pekerjaan untuk 3 ribu orang,  tahap kedua bertambah lagi menjadi 5 ribu orang. Sementara tahap ketiga total tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 30 ribu.

“Ini akan menjadi kota baru, bayangkan saja kalau hingga tahap ketiga perusahaan membuka lapangan pekerjaan hingga 30 ribu, belum lagi dengan anak dan istri bisa dikatakan berjumlah 100 ribu,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Choiril menyebutkan rencana pembangunan industri smelter akan dilakukan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tolala, Batu Putih dan Kecamatan Pakue.

Hanya saja, ia membeberkan bahwa pihaknya mengalami kendala,  karena ada lokasi rencana pembangunan smelter yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Kami berharap pemerintah bisa mendukung dan membantu kami, karena ini ada kawasan yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

Gubernur Sultra, Ali Mazi sangat mengapresiasi rencana PT Terra Paradisaea, apalagi status perusahaan tersebut merupakan perusahaan nasional yang tentunya harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

Sebagai seorang kepala daerah, Ali Mazi yakin bahwa kehadiran investor akan memberikan angin segar.

“Saya pasti bantu, kalau masalah hutan lindung nanti kita lihat RTRWny, saya pasti akan bantu kalau perlu sampai ke kementerian karena niatnya baik,” ujarnya.

“Asalkan PT Terra ini serius, punya anggarannya dan mau kerja, jangan sampai saya sudah jor-joran lalu berhenti,” sambungnya.

Ia bahkan menegaskan untuk mempercepat proses pembangunan industri smelter tersebut, jika memungkinkan ia akan memgeluarkan izin sementara.

Ali Mazi juga mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak menghalangi ketika ada investor yang akan masuk.

“Investor ini kan masuk untuk kepentingan warga, kehadiran mereka untuk warga. Makanya kami imbau jangan halangi, kalau dihalangi kapan akan tumbuh dan berkembang daerah itu, tumbuh dan berkembangnya daerah itu tergantung kalau ada investor masuk,” kata Ali Mazi.

Di tempat yang sama, Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang menuturkan sebagai Ketua Kadin ia terus berupaya dan membuka jaringan, agar iklim investasi dan berbagai agenda nasional terus terlaksana di Sultra.

Ia juga membeberkan bahwa kehadiran PT Terra sebagai salah satu perusahaan nasional yang memiliki niat baik harus didukung penuh.

“Kondisi investasi di Indonesia itu tercatat 6 persen dari perusahaan nasional dan dari luar 94. Pembangunan smelter baru kali ini putra daerah yang membangun di daerah kita, jadi harus kita dukung,” katanya.

Anton berharap agar keseriusan dari PT Terra untuk melakukan investasi tidak dihalangi dan bisa dipermudah. “Saya harap dukungan dari gubernur dan seluruh OPD untuk proses perizinan bisa cepat, harapan kami bulan Desember atau Januari paling lambat kita sudah bisa melakukan groundbreaking untuk smelter ini,” harapnya.

Anton Timbang juga mengimbau PT Terra Paradisaea dan investor-investor lainnya agar menyimpan dananya (menabung) di Bank Sultra.

Menurutnya, dengan menabung di Bank Sultra, maka PT Terra Paradisaea dan para investor sudah menunjukan kepedulian dan perhatian terhadap pemerintah daerah.

“Menabung di Bank Sultra adalah bentuk perhatian dan kepedulian kepada Pemerintah Provinsi Sultra,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Paringringi yang ikut memandu jalanya diskusi memastikan bahwa masalah RTRW yang jadi permasalahan akan segera dituntaskan.

“Kita secepatnya akan bentuk tim, kita akan bahas lagi teknisnya harus pikirkan masalah tata ruang karena terbagi antara darat dan laut sehigga yang paling pertama tata ruang di Kolut dan provinsi terutama untuk pelabuhan dan industrinya itu sendiri,” pungkasnya.

Laporan : Leesya

 

Continue Reading

FINANCE

Soal Kinerja OJK Sultra, Bahtra Banong: Ada Bagian Penting yang Harus Dibenahi

Published

on

By

Kendari, Bursabisnis.id-Anggota Komisi XI DPR RI, Bahtra Banong mengkritisi kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seraya memberikan catatan penting untuk segera dibenahi.

Diantaranya, soal kondisi sektor jasa keuangan selama lima tahun ini yang banyak diwarnai kasus gagal bayar oleh perusahaan asuransi.

“Hal tersebut mengakibatkan banyak nasabah yang belum bisa mencairkan dananya di asuransi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bahtra menjelaskan, bahwa penyebab gagal bayar karena tidak prudent dalam melakukan investasi.

“Pada variabel ini, OJK belum mampu mewujudkan penyelenggaraan sektor jasa keuangan yang adil, transparan dan akuntabel,” jelas Bahtra Banong.

Mantan Ketua HMI Provinsi Jawa Barat ini menyebutkan, bahwa selama 5 tahun (2017-2022) pertumbuhan kredit perbankan juga belum mampu optimal sebagaimana pada tahun 2010 hingga 2013, yang mampu tumbuh diatas 20 persen.

Pada tahun 2017, lanjutnya, pertumbuhan kredit hanya mencapai 8, 24 persen, lalu pada 2018 sebesar 12,88 persen. Kemudian, pada tahun 2019 tumbuh 6, 08 persen, tahun 2020 terkontraksi mines 2,41 persen dan pada 2021 tumbuh 5,2 persen serta hingga per Juni 2022 mencapai 10,66 persen.

“Pada variabel ini bisa dikatakan OJK belum mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil,” ujarnya.

Di sisi lain, anggota dewan asal Sulawesi Tenggara (Sultra) ini juga menyinggung soal pengaduan. Sejak 2017 hingga 202, jumlah pengaduan masyarakat meningkat hingga 22 kali lipat.

Bahtra Banong menambahkan, jumlah pengaduan masyarakat pada 2017 hanya mencapai 25,7 ribu pengaduan, sementara pada 2021 melonjak jauh menjadi 592 ribu pengaduan.

“Pada variabel ini, OJK bisa dikatakan belum mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat,” tambahnya

 

 

 


Liputan : Munir

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.