Connect with us

PERTAMBANGAN

Tanggobu Jaya Tak Boleh Jual Tanah Urug ke OSS

Published

on

KENDARI, Bursabisnis.id –  Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membenarkan bahwa CV. Tanggobu Jaya tak memiliki IUP produksi. Sehingga perusahaan tersebut tak boleh melakukan aktivitas penjualan tanah urug (timbunan) ke PT. Obsidian Stainless Steel (OSS).

Kepala Seksi Pemetaan dan Pemberian WIUP Mineral Logam dan Batuan Dinas ESDM Sultra, La Ode Suhadar menjelaskan, seharusnya CV. Tanggobu Jaya tidak boleh melakukan aktivitas produksi. Sebab, perusahaan tersebut hanya memiliki izin eksplorasi.

Ditambahkannya, kalau hanya memiliki izin eksplorasi lalu melakukan aktivitas produksi itu merupakan kategori tindak pidana.

“CV. Tanggobu Jaya ini baru memiliki IUP eksplorasi. Sampai saat ini, kita belum menerima permohonan pertimbangan teknis dari perusahaan tersebut, untuk meningkatkan IUP-nya dari eksplorasi menjadi produksi,” katanya, belum lama ini.

Anehnya, meski tak mengantongi IUP produksi, namun CV. Tanggobu Jaya melakukan kerja sama dengan PT. OSS untuk mensuplay tanah timbunan di kawasan pelabuhan khusus PT. OSS.

Hal itu dibuktikan dengan kontrak kerjasama dengan CV. Tanggobu Jaya nomor: 001/OSS-TJ/III/2020.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Sultra dan Bareskrim Mabes Polri menindak kegiatan penambangan tanah urug (penimbunan) tanpa izin usaha pertambangan (IUP) di dalam kawasan hutan, serta tanpa adanya IPPKH, di Desa Tanggobu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Jumat (28/6/2019).

Kegiatan ilegal tersebut diduga dilakukan oleh PT OSS. Polisi kemudian menyita 117 barang bukti alat berat berupa 81 unit dump truck, 33 excavator, 2 Loader, dan 1 buldoser saat tengah beroperasi.

Namun, sudah lebih dari setahun, kasus ini masih berkutat di meja penyelidik tanpa melahirkan tersangka. Polisi baru akan menindaklanjuti kasus ini setelah mendapat bantuan asistensi dari Mabes Polri, pada 5 Juli 2020 lalu.

 

Laporan : Ichas

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PERTAMBANGAN

Dilengkapi Peralatan Mutakhir, Laboratorium Geo Gea Mineralindo Layani Jasa Analisa Sampel Nikel

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – PT Geo Gea Mineralindo hadir dan mendirikan sebuah laboratorium pengecekan dan analisa kadar nikel. Laboratorium Geo Gea Mineralindo berada di Jalan Bunga Kumala, Nomor 23, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Laboratorium ini menyiapkan peralatan yang mutakhir, dan seluruh karyawannya adalah orang yang telah berpengalaman di bidangnya selama bertahun-tahun.

Kepala Laboratorium Geo Gea Mineralindo, Abdul Kadir mengatakan, laboratorium tersebut sudah siap dioperasikan dan telah memeriksa beberapa sampel nikel.

Disebutkannya, bahwa labiratorium itu juga bisa digunakan untuk melakukan pengecekan dan analisa sampel eksplorasi atau sampel bor, PSI sampel dan preparasi.

“Diawal proses adanya yang namanya proses pengecekan sampel, setelah sampel datang akan ada proses yang namanya preparasi sampel dengan menggunakan SOP yang ada. Setelah proses preparasi itulah, nanti akan melakukan analisa kadar atau kandungan apa saja yang ada, misalnya kadar Ni, Fe atau mineral apapun yang ada di dalam sampel,” jelas Abdul Kadir, Senin (20/7/2020).

Selain menerima sampel, lanjut, Kadir, pihaknya juga menyiapkan jasa pengecekan atau pengambilan sampel nikel secara langsung di lokasi.

“Kita juga menyiapkan jasa pengambilan sampel langsung. Ada tim untuk itu. Ketika ada pihak yang ingin memastikan jenis kandungan dan kadarnya di lokasi, maka kita bisa langsung cek di lapangan, lalu menganalisa dan setelah itu kita keluarkan hasilnya,” katanya.

Lebih lanjut, Kadir menjelaskan, Laboratorium Geo Gea Mineralindo juga menawarkan harga yang cukup bersaing. Jika labortorium lain mematok harga di kisaran Rp 250 sampai Rp 300 ribu per sampelnya, Laboratorium Geo Geo Mineralindo memberi harga Rp 180 ribu sampai Rp 200 ribu per sampel.

“Harga yang kami tawarkan juga bisa bersaing. Bahkan semakin banyak sampel nikel yang dibawa, maka kami akan memberikan diskon dari harga awal,” imbuhnya.

Menurut Kadir, berdirinya Laboratorium Geo Gea Mineralindo di Sultra, juga untuk bisa bersaing dengan laboratorium lain yang ada di Sultra.

“Kami hadir, kami juga ingin bersaing dengan Lab yang lain, baik swasta maupun milik BUMN. Sebab, kami juga memiliki peralatan yang memadai dan sumber daya yang ahli dibidangnya,” ujarnya.

Menurut Kadir, beridirnya Geo Gea Mineralindo juga turut membantu pemerintah menyerap tenaga kerja lokal, khususnya mahasiswa dari Universitas Haluoleo (UHO).

“Beberapa tenaga kita disini adalah lulusan dari UHO, ada dari Kimia ada juga dari alumni Teknik Pertambangan. Potensi mereka itu kami gunakan semua,” pungkasnya.

Liputan : Ikas

Continue Reading

PERTAMBANGAN

Aktivitas Tambang PT  Anugrah Alam Buana Indonesia Minta Dihentikan

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id  – Ketua Umum Perhimpunan Aktivis Daerah (Persada) Sulawesi Tenggara (Sultra), Enggi Indra Syahputra mendesak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar segera menghentikan aktivitas pertambangan PT. Anugrah Alam Buana Indonesia (AABI). Pasalnya, perusahaan tambang tersebut diduga kuat telah melakukan ilegal mining.

“PT. AABI telah bermain-main dengan hukum yang ada. Terbukti, meski tidak lagi memiliki izin, tapi masih melakukan aktivitas menggarap sumber daya yang ada di bumi anoa,” ujarnya, Minggu 12 Juli 2020.

Enggi menambahkan, pihak Komisi III DPRD Provinsi Sultra telah menyampaikan ke publik, bahwa hanya PT. PLM yang mengantongi izin pertambangan emas di Bombana. Sehingga, pihaknya memastikan PT. AABI tidak memiliki izin produksi.

Lebih lanjut, Enggi menjelaskan, PT. AABI telah melanggar UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Olehnya itu, pihaknya menyarankan agar secepatnya Dinas ESDM Sultra menghentikan segala aktivitas produksi yang masih dilakukan oleh PT. AABI.

Pernyataan tentang izin produksi yang tidak dimiliki oleh pihak PT. AABI kembali dipertegas oleh Kepala Dinas Penanaman Modal- Pelayanan Terpadu Satu Pintu(PM-PTSP), ahwa PT. AABI memang tidak memiliki izin produksi.

“Sehingga saya tegaskan, pihak PT. AABI Harus segera meninggalkan Sultra, dan pimpinan perusahaan tersebut harus diproses sesuai hukum yang ada. Saya telah melakukan investigasi dan saya duga PT. AABI masih melakukan aktivitas produksi meski tanpa izin dari pemerintah,” tegasnya.

Direktur Hipmali wilayah Sultra ini juga menyampaikan, jika beberapa hari kedepan pihak ESDM belum melakukan tindakan kongkrit, maka pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran di Kantor ESDM Sultra.

“Dan kami akan melaporkan kegiatan ilegal mining PT. AABI,” tutupnya.

 

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Entrepreneur

Rusmin Abdul Gani : Pengusaha Lokal Identik Ketertinggalan, Padahal Mampu Bersaing

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Sebanyak 40 pengusaha tambang lokal di Sulawesi Tenggara (Sultra) mendeklarasikan berdirinya organisasi Persatuan Pengusaha dan Penambang Lokal Sulawesi (P3LS) di Kendari.

Organisasi ini dibentuk sebagai pembuktian bahwa para pengusaha lokal khususnya di bidang pertambangan memiliki integritas, dan bisa eksis ditengah gempuran pengusaha-pengusaha besar dari luar.

“Nanti di Sultra jadi DPP, kami akan buka juga kepengurusan di wilayah lain seperti Manado, Sulawesi Tengah dan daerah-daerah lainnya di Sulawesi,” ujar Ketua Umum P3LS, Rusmin Abdul Gani.

Menurut Rusmin, P3LS ini terbentuk merupakan jawaban dari image buruk pengusaha lokal saat ini, yang identik dengan ketertinggalan. Padahal, dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) pengusaha lokal juga mampu bersaing.

“Image yang tercipta pengusaha lokal tidak punya apa-apa. Inilah yang ingin kita buktikan, kita punya integritas, SDM dan sumber daya finasial,” jelasnya.

Rusmin berharap agar pengusaha dan penambang lokal tetap solid, karena Sultra adalah masa depan Indonesia. Menurutnya, P3LS akan menjawab persoalan yang dialami pengusaha lokal, baik dari sisi financial maupun SDM.

“Kita tidak perlu pesimis dan merasa kecil. Karena kita ini sudah siap baik financial maupun SDM,” tegasnya.

Rusmin juga kembali mengingatkan para pengusaha lokal agar selalu solid. Sebab, jika tak bersatu, maka pengusaha lokal hanya akan menjadi penonton dan menikmati debunya saja.

“Jika tidak punya duit, kita siapkan duitnya. Kalau tidak ada SDM kita siapkan SDM-nya. Tetap kompak,” ungkap Rusmin.

Dia juga berharap, dengan terbentuknya P3LS, pemerintah ataupun pemilik konsesi memberikan ruang bagi pengusaha lokal ikut andil dalam investasinya.

“Pemilik konsesi seperti bisnis, swasta murni ikut memberdayakan pengusaha lokal,” harapnya.

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.