Wisata
Tujuh Gua Unik di Indonesia
Sebagai negara kepulauan Indonesia dianugerahi banyak pantai tropis yang eksotis. Seakan tak pernah habis selalu bermunculan pantai-pantai baru yang menarik untuk diburu. Namun selain memiliki pantai yang indah, negeri ini juga menyimpan banyak gua yang unik. Tak kalah dengan wisata pantai, menjelajahi gua akan memperkaya pengalaman traveling Anda.
Bukan traveler sejati jika Anda masih pilih-pilih destinasi wisata. Agar pengalaman traveling Anda terasa lengkap jelajahi pula destinasi yang ada di perut bumi, seperti gua misalnya. Banyak gua tersebar di seluruh wilayah di nusantara dengan keunikan masing-masing. Dari sekian banyak berikut 7 diantaranya yang paling unik sebagaiamna dilansir dari laman Travelingyuk.com.
1. Gua Parat, Pangandaran
Dari luar gua ini tidak terlihat keistimewaannya. Sama seperti gua-gua lainnya nampak gelap dan lembab. Namun penjelasan di papan nama sebelum masuk ke gua memberikan dorongan tersendiri untuk menjelajahi gua. Keunikan Gua Parat di Kabupaten Pangandaran berada pada struktur batu di dalam yang memiliki bentuk menyerupai alat kelamin manusia.
Batu tersebut diberi nama Batu Kelamin. Ada dua batu yang dinamakan demikian, yang satu karena mirip dengan kelamin pria dan satunya wanita. Penamaan batu ini tidak ada hubungannya dengan hal-hal mesum, namun barang siapa yang memegang batu ini konon dipercaya dapat mengentengkan jodoh. Tak pelak banyak pengunjung yang datang hanya untuk membuktikan mitos tersebut.
Keunikan lain terletak pada penghuni gua. Gua ini bukanlah lubang di perut bumi yang kosong begitu saja namun ada hewan yang menghuni di dalamnya. Di atap gua wisatawan bisa menjumpai kelelawar yang lazim ditemukan di dalam gua, namun satu binatang lain juga tinggal di permukaan gua yaitu landak. Wisatawan yang datang bisa memotret binatang ini di sarangnya langsung.
2. Gua Jomblang, Gunungkidul
Gunungkidul yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas pegunungan kapur memungkinkan wilayah ini memiliki banyak gua. Dari sekian banyak gua yang terdapat di wilayahnya terselip satu yang paling unik yaitu Gua Jomblang. Gua vertikal sedalam 80 meter ini kabarnya terbentuk karena permukaan tanah amblas dan masuk ke dalam bumi.

Gua Jomblang terkenal dengan “cahaya surga”-nya yaitu fenomena cahaya matahari yang masuk ke dalam gua melalui lubang di atasnya. Namanya kian terkenal setelah digunakan sebagai lokasi syuting iklan sebuah produk rokok beberapa tahun lalu.
Keunikan lain yang dimiliki gua ini adalah adanya hutan purba yang tumbuh subur di dalam gua. Meski begitu suasana di dalam gua terasa sangat mistis karena kabarnya dulu gua ini pernah digunakan sebagai lokasi untuk mengeksekusi anggota PKI.
3. Gua Gong, Pacitan
Berikutnya adalah Gua Gong yang terletak tidak jauh dari Gunungkidul. Gua ini berada di Kabupaten Pacitan yang merupakan kampung halaman Presiden RI ke-6 yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Gua Gong menjadi salah satu primadona wisata di kota tersebut selain pantai, tak heran jika setiap hari baik musim libur atau pun hari biasa kawasan ini selalu ramai dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai daerah.

Memasuki ruangan utama di dalam gua sepanjang 300 meter ini akan membuat Anda kagum. Dengan bantuan efek lampu warna-warni menyulap stalagtit dan stalagmit gua menjadi sangat indah namun bukan itu letak keunikan gua ini. Pada bagian tertentu, gua ini memiliki stalagtit dan stalagmit yang bisa mengeluarkan bunyi menyerupai alat musik tradisional Jawa yaitu Gong saat dipukul. Dari situlah kemudian penamaan Gua Gong tersebut berasal.
4. Gua Akbar, Tuban
Gua Akbar berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Jika menilik lokasinya gua ini sudah memiliki keunikan dibanding gua-gua lainnya di Indonesia. Pada umumnya gua ditemukan di tempat terpencil, namun Gua Akbar berada tepat di bawah pasar rakyat yang ramai dengan aktivitas jual beli. Nama Akbar sendiri dipercaya diambil dari slogan kabupaten tersebut yakni Aman, Kreatif, Di dalam ruangan utama gua ini terdapat berbagai batu dengan bentuk yang unik. Beberapa diantaranya berbentuk spesies hewan. Yang paling terkenal adalah batu berbentuk anjing yang berada di dekat pagar besi.

Ada pula batu yang menyerupai kuda yang sedang duduk, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk yang lain. Di dalam sana juga terdapat sebuah ruangan yang bisa digunakan pengunjung untuk salat.
5. Gua Susu, Lombok
Mendaki Gunung Rinjani merupakan salah satu kegiatan seru yang bisa dilakukan di Lombok. Namun untuk melakukannya kita musti memiliki fisik yang prima dan tubuh yang sehat. Nah, di rute pendakian ini terdapat gua yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan membuat tubuh menjadi sehat dan prima kembali. Gua yang dimaksud ini bernama Gua Susu.
Gua Susu terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, NTB. Gua ini memiliki dinding yang berwarna putih seperti susu, uniknya di dalam gua terdapat sauna alami yang berasal dari panas bumi yang keluar perut gua ini. Mungkin jika Anda sedang berencana mendaki Gunung Rinjani bisa sekalian mampir ke gua ini untuk relaksasi memulihkan energi.
6. Gua Batu Cermin, Labuan Bajo
Flores yang selama ini dikenal wisatawan karena memiliki Pantai Pink dan juga Komodo nyatanya menyimpan permata lainnya di pedalaman. Adalah Gua Batu Cermin yang kini mulai dikenal luas oleh traveler dunia. Gua ini terletak di Labuan Bajo yang merupakan pintu masuk terdekat menuju Pulau Komodo maupun Rinca.

Menurut cerita dari penemunya, Gua Batu Cermin dipercaya dulunya berada di dasar laut. Hal ini merujuk pada penemuan koral dan fosil binatang laut seperti kura-kura yang menempel di dinding gua. Selain itu pada satu ruangan terdapat dinding yang membentuk seperti patung Bunda Maria tanpa ada seorangpun yang mengukirnya alias ini terbentuk secara alami. Saat musim hujan dasar gua akan digenangi air dan ketika ada cahaya matahari masuk maka akan merubah suasana di dalam gua bak kristal yang berkilauan.
7. Gua Lakasa, Baubau
Gua Lakasa ada dalam daftar gua unik berikutnya. Ini merupakan gua yang bisa Anda temukan saat berkunjung ke Baubau, Sulawesi Tenggara. Di sanalah Anda akan menemukan gua yang dipenuhi dengan kristal berkilauan seperti gua-gua yang ada di luar negeri.

Kristal-kristal ini berwarna putih, jika tersorot cahaya akan berkerlap-kerlip. Kristal Gua Lakasa ini bisa Anda temukan di dinding gua yang membentuk menjadi sebuah bilik. Pengunjung bisa masuk ke dalam bilik tersebut namun harus bergantian sebab kristal tersebut bisa hancur jika diinjak oleh banyak orang.
Laporan : Ibi
BUDAYA
Pro-Kontra Festival Budaya Muna di Kendari, Djohan Boy : Perbedaan Pendapat Itu Wajar
BURSABISNIS.ID : MUNA – Rencana pergelaran Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya Muna yang diinisiasi oleh Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) memicu gelombang pro dan kontra di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026, bertempat di Kawasan Eks MTQ dan Tugu Religi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menanggapi perbedaan pandangan tersebut, tokoh masyarakat Kabupaten Muna, La Ode Djohan Boy, angkat bicara. Ia menilai dinamika pro-kontra dalam sebuah pergelaran besar adalah hal yang lumrah terjadi.
”Dalam negara demokrasi, perbedaan pendapat adalah hal wajar yang dijamin oleh undang-undang, asalkan tidak bersentuhan dengan perbuatan atau tindakan melawan hukum,” ujar Djohan Boy saat memberikan keterangannya kepada sejumlah awak media, pada Sabtu 18 Juli 2026.
Selain persoalan tempat, rencana pemberian penghargaan kepada Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka oleh pihak KKMM juga sempat menjadi pemantik diskusi hangat. Namun, Djohan Boy memandang apresiasi tersebut sebagai bentuk penghargaan yang objektif.
”Pemberian gelar atau penghargaan bagi warga negara Indonesia yang berprestasi, saya kira juga merupakan hal yang wajar,” imbuhnya.
Ia kemudian meluruskan alasan pemilihan Kota Kendari sebagai pusat lokasi festival, alih-alih diselenggarakan langsung di Pulau Muna. Faktor struktural organisasi yang masih seumur jagung menjadi alasan utama panitia pelaksana.
“Struktur organisasi, KKMM tingkat Provinsi Sultra baru saja terbentuk. Jadi belum ada pengurus daerah. Kepengurusan KKMM di tingkat II (Kabupaten/Kota) saat ini belum resmi dikukuhkan,”jelasnya.
“Rencana kedepan jika jajaran pengurus tingkat kabupaten/kota sudah rampung, agenda silaturahmi berikutnya sangat terbuka untuk digelar di Kabupaten Muna atau daerah lainnya di Sultra berdasarkan kesepakatan bersama,”tambahnya.
Di akhir penyataannya, Djohan Boy berharap agar polemik yang terjadi saat ini tidak menyurutkan esensi dari tujuan besar KKMM. Sebaliknya, momentum ini harus dijadikan batu pijakan untuk mempererat persatuan.
“Saya optimistis kehadiran KKMM mampu memberikan nilai tambah serta kontribusi pemikiran yang konstruktif demi kemajuan pembangunan di Sulawesi Tenggara, sekaligus membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Muna di mana pun berada,”tandasnya.
Untuk diketahui, pergelaran Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya Muna oleh KKMM menargetkan 20.000 peserta dan memecahkan rekor MURI penyajian ribuan dulang tradisional. (Py)
Wisata
Pengusaha Hotel di Wakatobi Bisa Kena Sanksi jika Tak Lakukan Hal Ini
WAKATOBI, Bursabisnis. Id – Imigrasi Wakatobi lakukan sosialisasi kewajiban pelaporan tamu warga negara asing melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) bagi pemilik penginapan yang di gelar di Aula Luna Garden, Kecamatan Wangi-wangi Selatan.
Sosialisasi ini penting bagi para pengusaha perhotelan, penginapan maupun homestay, sebab bisa mendapat sanksi jika tak memberikan informasi atau pelaporan orang asing, baik melalui aplikasi atau secara lansung kepada petugas berwenang.
Sosialisasi tersebut diikuti lansung oleh Perwakilan Kantor Wilayah Imigrasi Sulawesi Tenggara (Sultra), pihak pemerintah daerah, Ketua Pengadilan Negeri Wakatobi, Kejaksaan dan para pelaku pengusa hotel yang ada di Kabupaten Wakatobi.
Melalui sosialisasi tersebut juga, Kepala Imigrasi Wakatobi Khairil Amsal mengungkapkan, peran serta masyarakat dalam pengawasan atau pelaporan Warga Negara Asing (WNA) sangatlah penting untuk diketahui.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan pengawasan orang asing tidak dapat dilakukan oleh Imigrasi sendiri, maka diperlukan energi dan kolaborasi antara penegak hukum, pemerintah daerah serta para pelaku usaha penginapan sebagai pihak yang terintegrasi langsung dengan orang asing,” ungkap Khairil pada Kamis 18 Juni 2026.
Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 pasal 117 menyebutkan pemilik atau pengurus penginapan yang tidak memberikan data orang asing setelah diminta oleh pejabat Imigrasi, dapat dikenakan kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak Rp 25 juta.
Data Orang Asing yang perlu dilaporkan oleh para pengusaha perhotelan dan penginapan maupun homestay adalah nama lengkap, kewarga negaraan, Nomor Paspor, Tanggal Check-in. dan tanggal Check-Out mrlalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).
Pelaporan Orang Asing ini sangat penting guna mendukung pengawasan keberadaan orang asing, menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, membantu Imigrasi memperoleh data keberadaan orang asing secara cepat dan akurat, serta bentuk partisipasi pemilik penginapan dalam pengawasan orang asing.
Laporan : Ful
Editor : Tam
Sosialisasi Imigrasi di Aula Luna Garden, Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. – foto:Ful –
BAHARI
Kapal Penumpang KM. Napoleon Rugikan Daerah Karena Bongkar Muat di Pelabuhan Ilegal
WAKATOBI, Bursabisnis. Id – Kapal Penumpang KM. Napoleon dengan Trayek Kendari – Wd. Buri – Wanci dan sebaliknya, dinilai melakukan kesalahan oleh pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi.
Pasalnya, KM. Napoleon melakukan penurunan penumpang dan pembongkaran muatan di pelabuhan yang tidak resmi dan tidak memiliki izin operasi kepelabuhanan.
Kepala Dinas Perhubungan melalui Bidang Kepelabuhanan dan Angkutan Pelayaran Rustam mengungkapkan, pembongkaran dan penurunan penumpang diluar pelabuhan resmi yang dilakukan pihak KM. Napoleon itu sudah salah.
” Nyatanya mereka melanggar kenapa dia tiba-tiba pindah disitu, kami sudah sampaikan keagenya, mereka itu tidak sesuai aturan dan sudah melenceng dari kesepakatan bersama, ” ungkap Kabid Kepelabuhan dan Angkutan Pelayaran Rustam. Senin, 13 April 2026.
Ia juga menegaskan kepada pihak KM. Napoleon tidak boleh melakukan tindakan seperti itu, sebab selain pelabuhan daerah yang tersedia ada juga Pelabuhan Pengulubelo yang berstatus sebagai pelabuhan Nasional yang bisa di lakukan bongkar muat dan penurunan penumpang.
Selain itu, aktifitas penurunan penumpang di pelabuhan yang tidak resmi itu sudah merugikan daerah, sebab tak ada lagi penarikan Retribusi PAD yang masuk kedaerah.
“Tidak bisa di pungut restribusi, kan pelabuhanya tidak memenuhi syarat belum ada juga perizinanya dari pihak-pihak terkait,” ujar Rustam.
Laporan : Ful
Editor : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus1 year agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN11 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
