Connect with us

Entrepreneur

Warkop Ana Wonua Buka Cabang di Andoolo

Published

on

ANDOOLO, bursabisnis.id – Permudah masyarakat memperoleh layanan informasi, Ana Wonua Group kini membuka cabang warung kopi (Warkop) dan resto di Andoolo yang letaknya tak jauh dari kawasan perkantoran bupati Konawe Selatan.

Selain letaknya yang strategis, pengunjung juga dapat menikmati kopi gratis beraroma dengan fasilitas wifi internet gratis. Dengan halaman parkir yang luas membuat anda dapat bersantai bersama kerabat, teman dan keluarga.

Balutan diskusi dan pelatihan kewirausahaan juga menjadi agenda rutin di Warkop Ana Wonua, untuk melatih kaum milenial Konawe Selatan, menjadi intrepreneur atau wirausahawan muda.

Rusmin Abdul Gani selaku pimpinan Ana Wonua Group mengatakan, melalui program rutin gerbang (Gerakan Bangun) muda intrepreneur, tentunya menjadi cita-cita bersama dalam melahirkan kaum milenial yang mampu berdaya saing di era globalisasi saat ini.

“Sembari kami menyediakan fasilitas internet gratis dan kopi gratis, warkop Ana Wonua juga rutin melakukan pelatihan kewirausahaan bagi kaum muda dan masyarakat luas”, ungkapnya.

Nah, bagi masyarakat Konawe Selatan yang ingin menikmati suguhan Kopi khas beraroma dengan layanan internet gratis, ayo segera mampir di Warkop Ana Wonua Andoolo.

Laporan : Rustam Dj

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entrepreneur

OJK Sultra Gelar Bazar Intermedia

Published

on

By

Kali ini OJK Sultra berkolaborasi dalam kegiatan Bazar Intermediasi: Empower Youth For Work (EYW) yang diselenggarakan oleh Sekretariat Nasional Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil-Mikro (ASPPUK) yang disinergikan melalui program Business Matching TPAKD Sultra dan komunitas binaan OJK Sultra Youth Entrepreuner Solution (YESSultra).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kota Kendari pada 26 Maret 2021 lalu, melibatkan 11 pengusaha muda dari Sulawesi Tenggara.  Kegiatan ini merupakan program fasilitasi pemuda (laki-laki dan perempuan) yang sebelumnya telah terseleksi dari 200 orang calon pengusaha muda yang dilakukan melalui penguatan kapasitas dan potensi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian, selain itu kegiatan ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para pengusaha muda Sultra dalam mempersentasikan prospek bisnisnya serta mempertemukan pengusaha muda yang telah didampingi oleh ASPPUK dengan para mitra potensial.

Kurang lebih 160 undangan yang terdiri dari investor bisnis, komunitas wirausaha muda Sultra, pengusaha perhotelan, took oleh-oleh, pelaku retail, industry perbankan dan non bank, serta pemerintah daerah.

Selain persentasi dan pameran produk, juga diadakan lelang paket usaha, yang terdiri dari produk-produk para pengusaha muda Sultra. Sebanyak 10 paket usaha dilelang kepada para pejabat daerah yang hadir pada kegiatan tersebut dengan kisaran harga antaraRp 200 ribu sampai Rp 500 ribu.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Dr. H. LukmanAbunawas, SH.,MH., M.Si yang hadir membuka kegiatan, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kolaborasi yang melibatkan anak-anak muda Sulawesi Tenggara.

Wakil GubernurSultra menyampaikan melalui business matching TPAKD dan ASPPUK diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan jiwa kewirausahaan/entrepreneurship generasi muda, yang nantinya dapat membantu pemerintah dalam pengurangan angka pengangguran, sehingga kedepannya anak-anak muda ini tidak hanya mengharapkan lapangan pekerjaan yang sudah tersedia, namun dapat berkontribusi untuk membuka lapangan kerja baru.

Pada kesempatan yang sama, kepala OJK Sultra Mohammad Fredly Nasution menyampaikan Business MatchingTPAKD yang tahun ini focus pada Pemulihan Ekonomi Daerah Pasca Pandemi Covid-19.

“OJK menaruh perhatian besar pada upaya peningkatan akses dan literasi keuangan masyarakat di pelosok negeri, berbagai inisiatif telah kami luncurkan dan terus mengembangkankerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan,” katanya.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLKI) ke-tiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03% dan indeks inklusi keuangan 76,19%.

Secara khusus di Sulawesi Tenggara, Indeks Literasi Keuangan (ILK) sebesar 36,75% dan Indeks Inklusi Keuangan (IIK) mencapai 75,07% (di bawah target nasional). Pemerintah, OJK, Kementerian/lembaga terkait, Industri Jasa Keuangan dan berbagai pihak lain, terus meningkatkan edukasi di masyarakat yang disinergikan dengan program TPAKD.

Kegiatan ini juga dirangkaika ndengan dialog publik, yang diinisiasi oleh komunitas binaan OJK Sultra yaitu YESSultra yang diketuai oleh Cedrik Elcid Wurara, dengan menghadirkan narasumber dari berbaga ikalangan, diantaranya Ridhony MH Hutasoit Kepala Subbagian Edukasidan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Salmiah Ariyana Ketua ASPPUK dan Andi YantoSaputra Owner/ Pengusaha Kuliner di Kota Kendari.

Dialog public ini melibatkan berbagai komunitas pemuda di Sultra seperti, RumGas, GenBISultra, Wirausaha Muda Nasional, MahasiswaWirausaha UHO, Komunitas Learning Center dan Komunitas Wira usaha lainnya di Kota Kendari.

Melalui kegiatan ini para milenial Sultra diharapkan dapat mengembangkan jiwa entrepreneurship dan implementasi peran penting penerapan kesetaraan gender dalam upaya peningkatan ketahanan ekonomi daerah.

Kegiatan kolaborasi antara OJK, TPAKD Sultra, ASPPUK dan YESSultra dapat menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi daerah dan nasional dengan membuka dan memberikan peluang kepada entrepreneur muda Sultra, sebagai bagian dari pendorong roda ekonomi di daerah.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Entrepreneur

Pengusaha Keturunan Tolaki Dirikan Organisasi HIPTI

Published

on

By

KENDARI, BursaBisnis.id – Pengusaha keturunan Tolaki mendeklarasikan berdirinya Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) di salah satu hotel di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada rabu (11/02/2021). 

Organisasi ini berorientasi pada pendidikan, pelatihan, pengembangan kapasitas dan pendampingan kepada para pengusaha berketurunan tolaki untuk meningkatkan kualitas dan daya saing baik dalam maupun luar negeri.

Rusmin Abdul Gani, selaku deklarator mengatakan, tujuan perhimpunan tersebut yakni untuk mengakomodir para pengusaha ataupun wiraswasta untuk saling bertukar informasi dalam memajukan pengusaha muda.

“Kita berharap dengan terbentuknya HIPTI para pengusaha keturunan tolaki dapat menunjukkan eksistensinya, saling supor dan utamanya dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan melakukan kerjasama untuk membuka lapangan kerja,”tuturnya.

Tidak hanya itu, pendiri deklarator  Muhammad Kobar juga menjelaskan, organisasi ini menjadi wadah bagi para pengusaha untuk saling menguatkan dan bersinergi bersama pemerintah pusat maupun daerah dalam memajukan perekonomian daerah.

“Alhamdulillah organisasi ini sudah terbentuk, dan di sini para pengusaha tolaki bahu membahu dan mengajak pemerintah pusat maupun daerah untuk bersama-sama memajukan ekonomi daerah, sehingga pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dapat di lakukan dengan baik,” ujarnya.

Sementara deklarator lainnya, Bobi Togala mempertegas HIPTI merupakan organisasi non politik dan siap bermitra kepada para pengusaha yang akan berinvestasi di Sulawesi Tenggara.

“Organisasi kita ini non politik. Kami siap kawal investasi bagi teman-teman pengusaha yang mau berinvestasi di Sultra,” jelasnya.

Sambung Muhammad Ilham, salah satu pendiri, hadirnya perhimpunan para pengusaha tolaki ini menjadi perekat dalam mensikapi pesatnya pembangunan di sultra, baik di bidang konstruksi, pariwisata, pertambangan dan lainnya.

Dalam deklarasi tersebut, turut  hadir mantan Wali Kota Kendari Mahsyur masie Abunawas, mantan anggota DPRD Sultra Sabaruddin Labamba, Anton dan beberapa pengusaha lainnya.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Entrepreneur

Terdampak Corona, Pramugari Kini Beralih Profesi

Published

on

By

JAKARTA, BursaBisnis.id – Imbas pandemi Corona menyebabkan berbagai sektor perekonomian mengalami penurunan. Salah satunya industri pariwisata yang mengalami penurunan wisatawan dan juga rute penerbangan.

Berbagai cara dilakukan oleh pihak penerbangan untuk bertahan di tengah pandemi dan menutup biaya operasional. Yang mereka lakukan diantaranya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga mengakhiri kontrak para pekerja karyawan. Nasib para awak penerbangan pun mau tidak mau harus menelan pil pahit akibat pandemi Corona.

Pramugari yang terkena dampak Corona ini kini beralih profesi tak lagi menjalani pekerjaan yang sesuai keahlian mereka. Sebagian besar dari para pramugari ini memilih banting setir mencoba berjualan atau berbisnis sebagaimana dilansir dari laman Wolipop.Detik.com.

Wolipop berbincang dengan tiga orang pramugari yang terkena dampak virus Corona. Tak menyerah begitu saja, mereka mencoba bangkit dan membangun bisnis. Ada yang berjualan sate taichan, kue brownies dan juga usaha baju anak.

Ialah Martha Puri yang dulu bekerja sebagai pramugari, kini alih profesi jualan sate taichan dan tahu. Martha mengunggah video di Tiktok yang memperlihatkan perbedaan pekerjaannya dulu saat menjadi pramugari dan masa sekarang saat dia berjualan.

Kisah pramugari yang kini bisnis sate taichan dan tahu krispiKisah pramugari yang kini bisnis sate taichan dan tahu krispi. Martha mengaku sudah tak bekerja lagi sebagai pramugari sejak awal Corona menghantam Indonesia.

Dia yang merupakan pegawai kontrak, tak mendapat kontrak lanjutan dari maskapai tempatnya bekerja. Martha kini memilih merintis usaha berjualan sate taichan, pancong lumer dan juga tahu krispi. Saat kisahnya di TikTok viral, Martha mengaku terkejut karena tak sedikit warganet yang mendatangi lokasi usahanya di Food Corner, Cibinong, Bogor. Ia menjelaskan jika penjualannya saat ini mengalami peningkatan.

Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID-19 Foto: dok. pribadi

Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID- 19Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID-1.

Selain Martha, wanita yang bernama Josephine Wulandari atau akrab disapa Jojo ini memutar otak agar bisa bertahan di tengah pandemi. Perusahaan tempatnya bekerja sebagai pramugari, tiba-tiba tidak melanjutkan kontrak kerjanya. Selama dua bulan pertama Jojo hanya bisa pasrah dan struggling dengan dirinya sendiri.

“Sampai turning point aku adalah ketika aku mikir ‘Fix kalau gini terus aku bisa gila selama bertahun- tahun.’ Tapi di situ pun juga masih gak bikin aku bergerak karena totally bingung harus ngapain lagi.

Bulan puasa kemarin, aku kasih brownies ke temen-temen aku, ke saudara dan seketika ada yang kasihtau aku ‘Kenapa ga coba jualan aja?’ Disitu aku mulai coba, walaupun aku bener-bener mikir keras kayak ‘Nggak mungkin ada yang mau, pasti nggak enak, pasti mahal, pasti pada nggak suka, pasti bohong bilang enak dan lainnya.’ Tapi aku mikir kalau kebanyakan mikir ya nggak gerak-gerak, jadi jalanin dulu deh,” ungkap Jojo kepada Wolipop.

Tak jauh berbeda dengan Martha dan Jojo, pemutusan hubungan kerja juga dialami oleh Risa Kurniawati. Kepada Wolipop, Risa berbagi kisah pada Februari 2014 dia menjalani training selama empat bulan sebelum mendapatkan lisensi sebagai awak kabin. Pada November 2016, ia memutuskan resign karena menikah. Dan Juli 2017 ia mendapatkan tawaran mengajar di suatu lembaga pendidikan pramugari.

Namun sejak April 2020, lembaga pendidikan pramugari tempat ia mengajar tidak mempunyai murid karena status lockdown diberlakukan oleh pemerintah. Hingga ia harus memutar otak agar bisa bertahan di tengah pandemi. Risa pun kini berjualan pakaian.

Eks Pramugari jadi Penjual GasEks Pramugari jadi Penjual Gas Foto: Facebook Maurice Maureen Avila Selain Risa, Martha dan Jojo, ada kisah para pramugari lainnya yang terdampak Corona dan banting setir berjualan setelah terkena PHK. Misalnya saja cerita seorang pramugari asal Filipina yang viral karena memilih profesi yang tidak biasa ketika dirumahkan karena Corona. Mantan pramugari Cebu Pacific

bernama Maurice Maureen Avila itu kini berjualan tabung gas dan mengantarkan gas tersebut sendiri ke rumah pelanggannya.

laporan : Rus

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.