Connect with us

Entrepreneur

Pertamina akan Evaluasi SPBU Bonggoeya

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.931.05 yang terletak di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, nyaris didemo oleh salah satu forum pemerhati sumberdaya mineral di Kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kantor Depo Pertamina Kendari.

Anggota Polsek Kota Kendari dan anggota Babinsa sudah berjaga-jaga di kantor Depo Pertamina yang terletak di Kelurahan Mata, Kecamatan Kendari, sekira jam 09.10 sampai
pukul 13.45 Wita. Namun peserta aksi tersebut tak kunjung tiba di Depo Pertamina Kendari.

Meski demikian, informasi yang diperoleh forum ini memprotes atas munculnya keresahan masyarakat di sekitar SPBU 74.931.05. Tidak diketahui pasti keresahan yang dimaksud,
namun diduga terkait dengan seringnya mobil truk antrian panjang di ruas Jalan Ahmad Yani untuk mengisi bahan bakar solar. Antrian panjang ini mengakibatkan akses masuk ke
pertokoan, jasa perbengkelan, kantor Imigrasi Kendari, apotik dan rumah warga yang berada di Kelurahan Bonggoeya terganggu.

Antrian mobil truk untuk mengisi BBM solar terlihat panjang, mulai dari depan Transito sampai SPBU yang jaraknya sekitar 700 meter. Antrian ini juga terkadang mengganggu
kelancaran arus lalu lintas yang melewati Jalan Ahmad Yani. Beberapa kali nyaris terjadi tabrakan di simpang empat yang menghubungkan Jalan menuju pasar panjang dengan
Jalan Cempaka.

Menanggapi adanya keluhan masyarakat yang meresahkan itu, H.Anil pemilik SPBU 74.931.05 dengan enteng mengatakan, kenapa Pertamina yang didemo. “Kenapa bukan SPBU
saya, supaya ditau di mana persoalannya,” kata H.Anil melalui WhatsApp, Senin 26 Juli 2020.

Sementara itu, Novi Prasetyo Filter Mineral Manager (Kepala Depo Pertamina Kendari) menegaskan, akan melihat lebih dalam lagi sekaligus mengevaluasi apakah ada kesalahan
yang dilakukan pengelola SPBU, sebagaimana peraturan resmi yang dikeluarkan Pertamina.

“Apakah semua peraturan dipatuhi atau bagaimana. Kita harus berpatokan pada kebijakan peraturan yang dikeluarkan Pertamina pusat. Tidak boleh membuat peraturan sendiri,”
tegas Novi saat dikonfirmasi.

Bila ditemukan ada pelanggaran yang mengakibatkan munculnya keresahan masyarakat, tentu akan ada teguran bahkan sanksi dari Pertamina. “Bisa pertama teguran, bila tetap
tidak diperhatikan maka sanksi tidak dikirimi produk BBM dan terakhir bisa pemutusan hubungan usaha,” jelas Novi kepada awak wartawan.

Laporan : Ichas

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entrepreneur

Warkop Ana Wonua Buka Cabang di Andoolo

Published

on

By

ANDOOLO, bursabisnis.id – Permudah masyarakat memperoleh layanan informasi, Ana Wonua Group kini membuka cabang warung kopi (Warkop) dan resto di Andoolo yang letaknya tak jauh dari kawasan perkantoran bupati Konawe Selatan.

Selain letaknya yang strategis, pengunjung juga dapat menikmati kopi gratis beraroma dengan fasilitas wifi internet gratis. Dengan halaman parkir yang luas membuat anda dapat bersantai bersama kerabat, teman dan keluarga.

Balutan diskusi dan pelatihan kewirausahaan juga menjadi agenda rutin di Warkop Ana Wonua, untuk melatih kaum milenial Konawe Selatan, menjadi intrepreneur atau wirausahawan muda.

Rusmin Abdul Gani selaku pimpinan Ana Wonua Group mengatakan, melalui program rutin gerbang (Gerakan Bangun) muda intrepreneur, tentunya menjadi cita-cita bersama dalam melahirkan kaum milenial yang mampu berdaya saing di era globalisasi saat ini.

“Sembari kami menyediakan fasilitas internet gratis dan kopi gratis, warkop Ana Wonua juga rutin melakukan pelatihan kewirausahaan bagi kaum muda dan masyarakat luas”, ungkapnya.

Nah, bagi masyarakat Konawe Selatan yang ingin menikmati suguhan Kopi khas beraroma dengan layanan internet gratis, ayo segera mampir di Warkop Ana Wonua Andoolo.

Laporan : Rustam Dj

 

Continue Reading

Entrepreneur

Mengenal Lebih Dekat Sandiaga Uno

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Lamaran kerjanya pernah ditolak 25 perusahaan. Itulah kisah dari Sandiaga Uno, pria kelahiran Pekanbaru, Riau ini yang dikenal sangat cerdas.

Hal ini terbukti selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA, ia dapat melanjutkan kuliahnya di luar negeri tepatnya di Wichita State University, Amerika Serikat dan lulus dengan predikat Summa Cumlaude.

Selepas lulus kuliah ia kemudian bekerja pada perusahaan milik konglomerat Astra, William Soeryadjaya. Kinerjanya yang bagus membuat Sandiaga Uno kemudian diberikan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di George Washington University, Amerika Serikat. Ia menyelesaikannya dengan predikat Summa Cumlaude sebagaimana dilansir dari situs biografiku.com.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia kemudian bekerja di Singapura sebagai manajer investasi. Setelahnya ia pindah ke Kanada dan bekerja di posisi Vice President di NTI Resources Ltd.

Badai krisis moneter 1997, membuat perusahaan tempat Sandiaga Uno gulung tikar. Ia kemudian kembali ke Indonesia dengan status pengangguran.

Sebagai pengangguran, ia terus mencari pekerjaan yang cocok. Ada 25 lamaran yang ia masukkan ke perusahaan, ternyata  ditolak semua. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Sandiaga Uno akhirnya mencoba membuat perusahaan jasa konsultan keuangan bersama temannya Rosan Perkasa Roeslani.

Perlu beberapa bulan hingga ada perusahaan yang menggunakan jasa perusahaan Sandiaga Uno ini. Setelahnya pada tahun 1998, bersama dengan Edwin Soeryadjaya, ia kemudian mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya.

Model bisnis perusahaan Sandiaga Uno ini yakni mengakuissi perusahaan yang memiliki kinerja keuangan buruk. Kemudian memperbaikinya dan setelah kinerjanya bagus kemudian dijual dengan harga yang tinggi.

Perusahaannya ini berkembang pesat sebagai salah satu perusahaan inverstasi terbaik. Nama Sandiaga Uno kemudian mulai dikenal sebagai salah satu pengusaha muda yang sukses.

Ia pernah menjadi CEO di beberapa perusahan yakni Saratoga Capital, PT Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk, PT Adaro Energy Tbk, serta di PT Recapital Advisor.

Pada tahun 2018, Sandiaga Uno masuk dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sebesar 4.3 triliun rupiah menurut majalah Globe Asia.

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Ekonomi Mikro

Seluruh Produk Ekspor Indonesia ke Australia Dihapuskan Tarif Bea Masuknya

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id   Pemerintah Indonesia dengan Australia,  membangun kerjasama dibidang ekonomi, melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA- CEPA) resmi berlaku, sejak Minggu 5 Juli 2020 kemarin.

Kerja keras kedua Pemerintah dalam proses perundingan dan ratifikasi kini terbayarkan, dan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan Indonesia sekarang mulai dapat memanfaatkan IA-CEPA.

Berlakunya IA-CEPA didukung dengan diterbitkannya tiga peraturan pelaksana yaitu Peraturan  Menteri  Perdagangan  Nomor  63  Tahun  2020  tentang  Ketentuan  Asal  Barang Indonesia dan Ketentuan Penerbitan Dokumen Keterangan Asal untuk Barang Asal Indonesia dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia,

Kemudian Peraturan Menteri Keuangan No. 81/PMK.10/2020 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk dalam rangka Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia. Lalu Peraturan Menteri Keuangan No. 82/PMK.04/2020 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor Berdasarkan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia.

IA-CEPA akan memberikan manfaat bagi eksportir Indonesia melalui penghapusan seluruh tarif bea masuk Australia, sehingga seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia akan menikmati tarif 0 persen.

Menteri Perdagangan RI, Agus-Suparmanto

Produk ekspor Indonesia yang berpotensi meningkat ekspornya antara lain adalah otomotif, kayu dan turunannya termasuk kayu dan furnitur, perikanan, tekstil dan produk tekstil, sepatu, alat komunikasi dan peralatan elektronik.

”Seluruh produk ekspor Indonesia ke Australia dihapuskan tarif bea masuknya. Untuk itu tarif preferensi IA-CEPA ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha Indonesia agar ekspor Indonesia meningkat,” tegas Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto sebagaimana dilansir dari situs kemendag.go.id.

Begitu juga sebaliknya, karena sifat perdagangan Indonesia dan Australia yang komplementer, industri nasional juga mendapatkan manfaat berupa ketersediaan sumber bahan baku dengan harga lebih kompetitif karena tarif bea masuk 0 persen. Industri hotel restoran dan katering, serta industri makanan dan minuman akan mendapatkan harga bahan baku yang lebih berdaya saing sehingga konsumen dapat menikmati lebih banyak varian serta harga yang lebih terjangkau.

“IA-CEPA merupakan perjanjian yang komprehensif dengan cakupan yang tidak terbatas pada perdagangan  barang,  namun  juga  mencakup  perdagangan  jasa,  investasi  dan  kerja  sama ekonomi. Cakupan IA-CEPA yang komprehensif akan mendorong Indonesia dan Australia menjadi mitra sejati menciptakan jejaring supply global,” ujar Mendag Agus.

IA-CEPA dibentuk dengan konsep “Economic Powerhouse” yaitu kolaborasi antara Indonesia-Australia dengan memanfaatkan keunggulan negara masing-masing untuk menyasar pasar di kawasan atau di negara ketiga, contohnya pada industri makanan olahan berbahan dasar daging, yang didatangkan dari Australia dan diolah di Indonesia untuk tujuan Timur Tengah.

Demikian juga gandum seperti mi instan yang dengan bahan baku gandum Australia akan mendapatkan ongkos produksi yang lebih rendah sehingga dapat bersaing di pasar global. Konsep ini juga dapat diterapkan  pada  industri  lainnya  seperti  industri  software,  perfilman,  efek  dan  animasi, dan lainnya.

Konsep Economic Powerhouse juga didukung dengan pembukaan akses dan perlindungan investasi yang lebih baik dalam IA-CEPA, sehingga mendorong masuknya investor Australia ke Indonesia terutama di sektor-sektor yang diminati Australia seperti pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, kesehatan, industri, konstruksi, energi, pertambangan, dan pariwisata. Di sisi lain, dengan adanya IA-CEPA, investor Indonesia juga akan lebih terlindungi dalam melakukan ekspansi usaha dengan melakukan penanaman modal di Australia.

Sedangkan dari segi people to people dan pembangunan sumber daya manusia, Indonesia juga akan mendapatkan program kerja sama ekonomi seperti pendidikan vokasional dan program magang yang disusun  berdasarkan kebutuhan sektor Industri Indonesia, juga tersedianya visa magang di sembilan profesi di sektor prioritas yaitu pendidikan, pariwisata, telekomunikasi, pengembangan   infrastruktur,   kesehatan,   energi,   pertambangan,   jasa   keuangan,   teknologi informasi dan komunikasi dan peningkatan kuota work and holiday visa.

Salah  satu  pendekatan  konkret  saat  ini  adalah  rencana  dibukanya  Universitas  Australia  di Indonesia, yang dipercaya akan berdampak positif bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Mendag Agus mengajak seluruh pelaku usaha Indonesia, pemerintah daerah, akademisi, investor bersama-sama memanfaatkan perjanjian ini semaksimal mungkin, agar memberi manfaat bagi ekonomi Indonesia.

“Covid-19 membuat hampir seluruh negara di dunia mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi, sehingga IA CEPA dapat dijadikan momentum dan dorongan untuk  menjaga kinerja perdagangan dan meningkatkan daya saing Indonesia,” tegas Mendag Agus.

Untuk memperoleh informasi lebih dalam atas IA-CEPA dan cara untuk memanfaatkannya, pelaku usaha dapat berkonsultasi langsung dengan Free Trade Agreement (FTA) Center yang dikoordinasi Kementerian Perdagangan yang terdapat di lima kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan.

 

Sekilas Perdagangan Barang/Jasa dan Investasi Kedua Negara dan Perundingan IA-CEPA

 

Total perdagangan barang Indonesia-Australia pada 2019 mencapai USD 7,8 miliar. Ekspor Indonesia tercatat senilai USD 2,3 miliar dan impor sebesar USD 5,5 miliar, sehingga Indonesia mengalami defisit sebesar USD 3,2 miliar. Namun demikian, dari sepuluh besar komoditas impor Indonesia dari Australia mayoritas merupakan bahan baku dan penolong industri, seperti gandum, batubara, bijih besi, alumunium, seng, gula mentah, serta susu dan krim.

Furniture produk Indonesia.

Sementara dari sisi perdagangan jasa menurut statistik Australia, pada periode 2018—2019 ekspor jasa Indonesia mencapai AUD 4,4 miliar dan impor jasa sebesar AUD 1,7 miliar yang menjadikan Indonesia suplus AUD 2,7 miliar. Sektor penyumbang surplus Indonesia adalah sektor jasa pariwisata  dan  transportasi,  sementara  Indonesia  mengimpor  jasa  terkait  pendidikan  dari Australia.

Adapun investasi Australia di Indonesia pada 2019 mencapai USD 264 juta dengan 740 proyek di sektor pertambangan, industri logam, tanaman pangan, hotel dan restoran, listrik, gas dan air, industri makanan, industri kimia dan farmasi serta perdagangan dan reparasi.

Perundingan IA-CEPA diluncurkan pada 2 November 2010 oleh Presiden RI dan Perdana Menteri Australia. Perundingan pertama dan kedua diselenggarakan pada September 2012 dan Juli 2013, tetapi terhenti selama 3 tahun. Pada Maret 2016, Indonesia dan Autralia sepakat melanjutkan kembali perundingan dan setelah melalui 12 putaran perundingan dan 5 pertemuan tingkat Ketua Perunding, kedua negara berhasil menyelesaikan perundingan secara substansial pada 31 Agustus 2018.

IA-CEPA kemudian ditanda tangani oleh Menteri Perdagangan RI dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia di Jakarta, pada 4 Maret 2019. IA-CEPA telah disahkan oleh DPR dan Pemerintah melalui Undang-Undang nomor 1 tahun 2020 pada 28 Februari 2020.

 

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.