Connect with us

Fokus

Aksi Tolak Tambang Ilegal Berakhir Ricuh, Pendemo Dipukuli

Published

on

KENDARI – Aksi demonstrasi penolakan aktivitas penambangan ilegal di kawasan Izin Usaha Produksi (IUP) PT Sultra Jembatan Emas (SJM), di Desa Boenaga, Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang dilakukan ratusan aksi masa dari Barisan Mahasiswa Pemerhati Pertambangan (BMPP), Kamis 1 November 2018 di Mapolda Sultra berakhir ricuh.

Kericuhan aksi penolakan tersebut dipicu dari kengototan para demonstran untuk menembus barisan aparat kepolisian yang sedang melakukan pengamanan. Akibatnya, terjadi aksi saling dorong yang berakhir ricuh, dan satu orang pendemo diamankan pihak kepolisian.

Pantauan bursabisnis.id, pendemo yang diamankan digiring ke dalam kantor Mapolda Sultra. Pria berperawakan kecil dan berambut panjang itu nampak mencoba menahan tendangan dan pukulan dari oknum aparat polisi yang sedang melakukan pengamanan.

Dari tuntutan masa aksi, kedatangan mereka ke Mapolda Sultra dengan maksud untuk melaporkan oknum kepolisian yang diduga membekingi aktivitas pertambangan illegal di Kabupaten Konut. Salah satu oknum polisi yang disebut Korlap BMPP turut terlibat membekingi penambangan ilegal dari kurator PT. Konnikel Mitra Jaya (KMJ) sebagai kurator dari PT Sultra Jembatan Mas (SJM) adalah Kompol RM.

Koordinator Lapangan (Korlap) I BMPP, Alfin Pola mengungkapkan, telah terjadi sebuah persoalan besar di Sultra. Pasalnya, terdapat perusahan tambang yang melakukan illegal mining dan illegal loging di Konut.

Parahnya lagi, diduga ada keterlibatan oknum kepolisian dalam kegiatan pertambangan illegal yang dilakukan oleh . Oknum kepolisian tersebut diduga membekingi aktivitas pertambangan ilegal.

“Tiga masyarakat ditahan oleh oknum kepolisian saat melintasi kawasan pertambangan tersebut. Hal ini perlu dipertanyakan, ada apa dengan sikap oknum-oknum kepolisian itu,” ujar Alfin.

Menurut dia, ada dugaan besar bahwa oknum kepolisian tersebut juga membayar gerakan untuk aksi demonstrasi beberapa hari lalu. Olehnya itu, Alfin mendesak pihak Kapolda agar segera menindaklanjuti dugaan keterlibatan oknum kepolisian tersebut.

“Kami mendesak Bapak Kapolda Sultra, agar segera menindaki secara tegas oknum kepolisian yang membekingi aktivitas pertambangan tersebut,” tegas Alfin.

Untuk diketahui, pihak ESDM yang memiliki kewenangan untuk menghentikan operasional perusahan tersebut sudah melayangkan surat pemberhentian operasional. Namun, perusahaan tambang tersebut tidak mengindahkan. Kemudian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Direktorat Jenderal Batubara dalam surat nomor: 1018/30.01/DJB/2018, menjelaskan bahwa IUP OP PT. SJM berakhir demi hukum dan curator harus mengambalikan IUP PT. SJM kepada negara.

Tak hanya itu saja, Ombudsman RI Perwakilan Sultra dalam surat nomor: 0204/SRT/0068.2018/PW-05/VII/2018 yang ditujukan kepada PT. Konnikel Mitra Jaya menjelaskan kepada perusahaan tersebut until menghentikan kerja sama pengelolaan produksi dengan kurator PT. SJM, karena itu merupakan pelanggaran.

PT Sultra Jembatan Mas (SJM) adalah perusahaan adalah pemegang IUP di Kabupaten Konawe Utara (Konut) berdasarkan SK Bupati Konut Nomor 291 Tahun 2011, tanggal 27 Juli 2011, dengan nama direksi Michael Eduard Rumendong. Berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada PN Makassar nomor: 01/PKPu/2014/PN, tanggal 10 Juni 2014, perusahan tersebut telah dinyatakan pailit. (Ikas)

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fokus

Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-Januari 2024 Ditetapkan Tertinggi Rp 2.370,62/Kg

Published

on

By

Hasil panen petani sawit di Desa Toluwonua, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sultra. -foto:rustam-

PONTIANAK, Bursabisnis.id – Merujuk hasil dari Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), telah menetapkan untuk periode I-Januari 2024, harga sawit umur 10 – 20 tahun ditetapkan Rp 2.370,62/Kg.

Berikut harga sawit Provinsi Kalbar berdasarkan penelusuran InfoSAWIT dari Dinas Perkebunan dan Perternakan Kalbar, sawit umur 3 tahun Rp 1.766/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 1.894,34/Kg; sawit umur 5 tahun Rp 2.028,03/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 2.091,72/Kg; sawit umur 7 tahun Rp 2.166,64/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 2.237,54 /Kg. Sawit umur 9 tahun Rp 2.276,72/Kg; sawit umur 10-20 tahun Rp 2.370,62/Kg.

Lantas sawit umur 21 tahun 2.325,85,/Kg; sawit umur 22 tahun Rp 2.314,41/Kg; sawit umur 23 tahun Rp 2.255,85/Kg; sawit umur 24 tahun Rp 2.175,45/Kg dan sawit umur 25 tahun Rp 2.100,02/Kg. Minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 10.967,58/Kg, Kernel (inti sawit) Rp 5.201,00/Kg, serta Indeks K 90,50%.

Penulis : Rustam

Sumber : infosawit.com

Continue Reading

Fokus

Masyarakat  Berharap Ir Burhanuddin Pimpin Bombana ke Depan

Published

on

By

Masyarakat Bombana menemui Ir Burhanuddin. -foto: tam

BOMBANA, Bursabisnis.id  – Masa kepemimpinan Ir H Burhanuddin M.Si sebagai Pi Bupati Bombana hanya berlangsung sekitar 15 bulan lamanya. Tetapi  masyarakat Bombana sangat merasakan dampak pembangunan yang sudah dilakukan.

Bahkan ada yang membandingkan waktu kepemimpinan 10 tahun dengan 15 bulan, lebih dirasakan dampaknya  kepemimpinan Burhanuddin.

” Masa kepemimpinan Pak Burhanuddin sebagai penjabat Bupati Bombana terbilang singkat, hanya sekitar 15 bulan, tapi programnya sangat menyentuh masyarakat Bombana,” kata Andi Hardi, tokoh masyarakat Kassipute, Bombana pada Sabtu, 16 Desember 2023.

Program yang menyentuh masyarakat yang dimaksud Hardi, diantaranya membenahi jalan yang rusak menuju wilayah Kecamatan Mataoleo. Walaupun jalan dicor jaraknya sekitar 2 Kilometer, namun ini sangat dirasakan dampaknya.

” Setelah ada perbaikan jalan di Mataoleo, langsung dirasakan betul masyarakat setempat,” ujarnya.

Kemudian Burhanuddin memperhatikan kebutuhan listrik masyarakat yang mendiami Pulau Kabaena.

” Sejak Indonesia merdeka, nanti masa jabatan Pj Burhanuddin listrik di Kabaena menyala 24 jam. Sebelumnya kan belum ada yang memperhatikan listrik di Kabaena menyala 1 kali 24 jam,” ungkap Andi Hardi.

Selain berhasil melakukan percepatan pembangunan, Burhanuddin yang juga pernah menjabat sebagai Pj Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) dikenal sangat dekat dengan masyarakat.

Seperti saat Burhanuddin berkunjung ke Pasar Tadoha Mapacing. Para pedagang berebutan berjabat tangan.

Para pedagang mengaku, baru Pj Bupati Bombana Burhanuddin yang bisa berjabat tangan langsung.

” Jabat tangan langsung dengan Pj Bupati ternyata  sangat menyentuh hati masyarakat,” jelas Hardi.

Melihat hasil pembangunan dalam kurun waktu 15 bulan dan pendekatan kemasyarakatan yang sangat menyentuh, kini masyarakat Bombana mengharapkan Burhanuddin kembali memimpin Bombana.

” Masyarakat Bombana sangat berharap ke depan Pak Burhanuddin dapat memimpin Bombana,”  harap Andi Hardi..

Laporan : Rustam

Continue Reading

Fokus

Aksi Solidaritas : Forbes Wartawan Kendari Geruduk Kantor Bank Sultra

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes) Wartawan Kendari berunjuk rasa di Kantor BPD Sulawesi Tenggara (Sultra) alias Bank Sultra, Kamis 9 November 2023.

Kedatangan awak media itu untuk memprotes kebijakan bank milik Pemda Sultra tersebut, yang dinilai bagian dari upaya menghalang-halangi kerja-kerja jurnalistik.

Pantai awak media, aksi demontrasi tersebut sempat diwarnai aksi saling dorong antar pengunjuk rasa dan pihak pengamanan.

Adapun kebijakan Bank Sultra yang dinilai bagaian dari upaya membatasi ruang kerja wartawan dalam peliputan adalah pengisian form khusus yang telah disiapkan.

Menurut massa aksi, kebijakan tersebut tak lazim dan pihak Bank Sultra tak memiliki kewenangan untuk mengambilalih tugas Dewan Pers (verifikasi).

Koordinator Aksi, La Ode Kasman Angkosono mengatakan, demonstrasi yang dilakukan Forbes Jurnalis Kendari untuk mendesak Pj Gubernur Sultra segera mencopot Direktur Bank Sultra.

“Sebagai pemegang saham pengendali (PSP) di Bank Sultra, seharusnya bisa langsung mencopot Abdul Latif hari ini juga. Itu desakan kami, tapi kami hanya ditemui oleh Sekda. Padahal Sekda bukan pengambil kebijakan, sehingga kami menolak berdialog,” kata Kasman usai demonstrasi.

Kasman meminta Mendagri Tito Karnavian, untuk mencopot Pj Gubernur Sultra, karena tak bisa bersikap atas dugaan korupsi besar-besaran yang terjadi di Bank Sultra.***

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.