Connect with us

Ekonomi Mikro

ASENSI Dukung Ratusan UMKM Go Digital Lewat Indonesia Local Brands Expo 2020

Published

on

JAKARTA, BursaBisnis.id – Pemerintah berharap agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat memaksimalkan potensi digital seiring dengan infrastruktur pendukungnya mulai memadai.

Dalam catatan pemerintah sebagaimana disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta, Jumat, (20/11/2020), sebanyak 160 juta penduduk di Indonesia aktif berdagang online di e-commerce. Dengan angka tersebut, nilai penjualan di tahun 2020 mencapai Rp446,7 juta triliun.

“Nominal ini meningkat 400 persen dibandingkan tahun 2017 di posisi Rp124,9 triliun. Sebanyak 63 persen, atau 168,3 juta populasi penduduk Indonesia aktif menggunakan internet,” kata Agus Suparmanto, saat memberikan sambutan pembukaan Pameran Virtual Indonesia Local Brands Expo 2020 (ILBE 2020), yang digagas oleh Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI).

Menurut Agus, pameran Indonesia Local Brands Expo 2020 akan sangat membantu para pelaku UMKM, lisensi dan waralaba menuju  digitalisasi. Terlebih platform bagi pelaku UMKM, waralaba dan lisensi telah disediakan oleh penyelenggara pameran.

Agus Suparmanto mengatakan, terkait pola usaha lisensi yang mengajarkan para pelaku UMKM untuk mengerti dan memahami sekaligus menghargai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sebagai dasar skema bisnis lisensi atau waralaba.

“Perbedaan jelas yang mendasari skema bisnis lisensi dan waralaba, di mana lisensi berfokus pada Hak Kekayaan Intelektual, para pelaku usaha dapat memakai aset yang dimiliki pemilik lisensi dengan metode dan cara mereka sendiri untuk memaksimalkan penjualan sesuai dengan perjanjian lisensi.  Sedangkan waralaba fokus pada sistem bisnis yang dimiliki pemilik waralaba dan waralaba memiliki peraturan yang sangat ketat, di mana ada jaminan kualitas barang dan jasa di setiap gerai harus sama,” jelas Agus.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menambahkan digitalisasi menjadi opsi yang tepat bagi para pelaku UMKM ditengah pandemi covid-19.

“Karena bagaimana pun saat ini semua sektor harus terhubung dengan sistem digital, untuk itu kita mengapresiasi penyelenggaraan event Indonesia Digital Trade Show-Indonesia Local Brand,” kata Teten.

Event tersebut menurut Ketua Umum ASENSI yang juga dinobatkan sebagai Ratu Waralaba dan dianugrahi Ratu Lisensi Kuliner Indonesia, Susanty Widjaya mengatakan bahwa kehadiran Indoensia Digital Trade Show in conjunction with Indonesia Local Brands Expo 2020 ini dapat membangkitkan semangat para pelaku UMKM diberbagai sektor, serta bisa mendukung percepatan digitalisasi produk-produk pelaku UMKM yang selama ini masih belum dimaksimalkan.

“Dengan begitu, kita berharap pelaku usaha nasional ini mampu menembus pasar digital menuju persaingan global. Karena kita ketahui bersama bahwa potensi pasar digital ini sangatlah besar dan ditengah pandemi Covid-19 ini sangat terasa bahwa pelaku usaha sangat butuh itu,” kata Susanty Widjaya.

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Hilman, mewakili Menparekraf, memberi dukungan kepada para pelaku usaha industri kreatif.

“Kami memfasilitasi 24 jenama binaan kami. Kami hadirkan para jenama dari sub sektor kuliner, fashion, dan kriya di Pavillion Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  Kami berharap pameran Indonesia Digital Trade Show in conjunction with Indonesia Local Brands Expo (ILBE) ini  dapat turut menjadi bagian dalam pemulihan perekonomian nasional, peningkatan tingkat konsumsi domestik, serta memperkuat program pemerintah yakni gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI),” kata Muhammad Neil.

Sebagaimana diketahui, penyelenggaan “Indonesia Digital Trade Show” in Conjunction With “Indonesia Local Brands Expo (ILBE) 2020”, akan berlangsung pada 20 November – 7 Desember 2020.

Kegiatan ini merupakan  terobosan untuk mempercepat digitalisasi produk merek lokal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) anak bangsa, sekaligus membangkitkan usaha yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Pameran yang diberi label Indonesia Local Brands Expo (ILBE) ini adalah yang pertama kali digelar ASENSI setelah ASENSI mengadakan Gerakan Support Local Brands beberapa waktu lalu dan akan menjadi event rutin untuk mendukung program pemerintah memajukan perekonomian bangsa melalui penguatan merek lokal dan kapasitas Usaha Mikro Kecil Menengah di Indonesia.

Sejumlah perusahaan BUMN, merek ternama dan lisensi lokal pun yang sebagian besar menjadi member ASENSI turut berpartisipasi dan bangga mendukung pameran virtual expo Indonesia Digital Trade Show In conjunction with Indonesia Local Brands Expo 2020. Diantaranya Bank BCA, TBK selaku Official Bank Partner, Blibli, Sicepat, Mustika Ratu,  Alleira Batik, Dialogue, LinkAja, MyAdsTelkomsel, Oxygen, Pertamina, Rumah BUMN, KA Wisata dan Garuda Indonesia selaku airlines partner di dalam event tersebut.

Laporan : Ibi

Continue Reading

UKM

Lily Tenun Kendari Partisipasi DMI Expo 2025 di Belanda

Published

on

By

Trinop Tijasari Owner Lily Tenun Kendari (kiri) saat di Belanda. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dibawah kepemimpinan Anton Timbang kembali menegaskan peranannya sebagai motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah untuk menembus pasar global.

Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam ajang bergengsi Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 yang berlangsung di Jaarbeurs, Utrecht, Belanda, pada 30 Oktober hingga 2 November 2025.

Kadin Sultra sukses bertindak sebagai agregator utama, memperkuat diplomasi ekonomi serta mempromosikan perdagangan, pariwisata, investasi, dan kebudayaan nasional di Eropa.

Salah satu produk unggulan dari Sultra yang mendapat sorotan di panggung internasional adalah Lily Tenun Kendari, milik Owner Trinop Tijasari, yang juga merupakan bagian dari Kadin Sultra.

Kain Tenun Lily Kendari tampil memukau setelah dipadupadankan dan ditampilkan sebagai model Coat ala Eropa oleh desainer Julie Kaimuddin dari Juka Studio.

Owner Lily Tenun Kendari, Trinop Tijasari, menyambut baik keikutsertaan ini dan melihat DMI Expo 2025 sebagai peluang emas untuk ekspansi.

“Ini bukti bahwa Kadin Sulawesi Tenggara hadir memberikan kesempatan ekspansi bagi para anggotanya yang memiliki produk siap untuk menjajaki pasar Eropa. Dengan produk yang memiliki identitas budaya ataupun khas dari Indonesia,” ujar Trinop Tijasari.

Peran Kadin Sultra sebagai Agregator Krusial
Ketua Penyelenggara DMI Expo 2025, DT Yunanto (Dicki), menjelaskan bahwa peran Kadin Sultra sebagai agregator sangat krusial.
Banyak UMKM Indonesia menghadapi kendala dalam promosi global dan akses pasar.

Dengan membawa Lily Tenun Kendari dan produk UMKM unggulan lainnya, Kadin Sultra membantu menjamin suplai dan kurasi produk agar benar-benar siap bersaing dan dapat memanfaatkan regulasi yang lebih terbuka di Belanda.

Dalam rangkaian DMI Expo 2025 ini, Kadin Sultra tidak hanya berpromosi, tetapi juga memperkuat jaringan bisnisnya di Eropa dengan menandatangani kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (ASPINA).

Kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan memfasilitasi kemitraan bisnis bagi UMKM Sultra di Benua Biru.

Selain di Belanda, perwakilan pelaku usaha dari Sulawesi Tenggara ini juga melanjutkan misi dagang ke KBRI di Prancis.

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah, khususnya Kain Tenun Tolaki karya Lily Tenun Kendari, kepada stakeholder di jantung Eropa.

DMI Expo 2025, yang didukung sebagai acara tahunan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Den Haag, dirancang sebagai platform strategis yang meliputi Promosi Perdagangan & Ekspor, Showcase Pariwisata & Budaya, Forum Investasi, serta Program Diplomasi Kuliner & Budaya.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Kadin Sultra berharap partisipasi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat citra positif dan daya saing Indonesia, khususnya produk Sultra, di tingkat global.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

KOMODITI

Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Konawe Buka Temu Wicara Jadwal Tanam

Published

on

By

Bupati Konawe Yusran Akbar. -foto:ist-

KONAWE, Bursa bisnis. Id – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, secara resmi membuka kegiatan Temu Wicara Penyusunan Jadwal Tanam, Pola Tanam, dan Rencana Pemberian Air (RPA) Daerah Irigasi Kabupaten Konawe untuk musim tanam I, II, dan III Tahun 2026 Zona 3 dan 4. Kegiatan ini berlangsung di Bendung Ameroro, Kecamatan Uepai pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Komisi Irigasi Kabupaten Konawe, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, para kepala OPD, unsur TNI/Polri, pengurus P3A/GP3A, kelompok gapoktan, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran Akbar menjelaskan bahwa Komisi Irigasi merupakan forum koordinasi multi-pihak yang terdiri atas unsur pemerintah, Petani Pemakai Air (P3A), dan pengguna jaringan irigasi lainnya. Forum ini berperan dalam membantu kepala daerah merumuskan kebijakan pengelolaan jaringan irigasi secara efektif dan berkelanjutan.

“Komisi Irigasi menjadi wadah untuk menyelaraskan program pemerintah dan masyarakat pengguna irigasi, sekaligus merumuskan pola tanam serta rencana tahunan penyediaan air. Selain itu, komisi ini menjadi jembatan bagi petani dalam menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak mereka,” ujar Yusran.

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memperkuat ketahanan nasional dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen penuh dalam mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah. Penerapan jadwal tanam, pola tanam, dan RPA yang terencana dan adaptif dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas, menjaga keberlanjutan lahan, mengoptimalkan penggunaan air, serta menekan risiko gagal panen akibat hama maupun perubahan iklim.

“Sebagai ujung tombak ketahanan pangan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, peran petani sangat vital. Keberhasilan pembangunan pertanian juga bergantung pada partisipasi aktif P3A/GP3A dan gapoktan dalam mengelola serta memelihara jaringan irigasi tersier,” tambahnya.

Yusran menegaskan, Pemerintah Kabupaten Konawe akan terus memberikan dukungan penuh kepada para petani melalui kolaborasi dengan penyuluh pertanian dan berbagai pihak terkait.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan petani, saya yakin Konawe dapat menjadi lumbung pangan yang mandiri dan sejahtera sesuai harapan kita bersama,” tutupnya.

Laporan : Ulfa
Editor : Tam

Continue Reading

UKM

UMKM Indonesia Diyakini Bisa Masuk Pasar Eropa Tahun 2027

Published

on

By

Anggota DPR RI Ade Rossi Khoerunnisa. -foto:dok.dpr-

TANGSEL, Bursabisnis.id — Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ade Rossi Khoerunnisa, menilai pemberlakuan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) pada Januari 2027 akan menjadi momentum penting bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar Eropa.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya kesiapan kualitas, sertifikasi, dan pendampingan berkelanjutan agar produk-produk lokal mampu memenuhi standar tinggi yang diberlakukan Uni Eropa.

“Melalui I-EU CEPA, kita memiliki peluang besar untuk memperluas ekspor ke Uni Eropa. Saya yakin UMKM Indonesia bisa masuk pasar Eropa asalkan kita dampingi dari segi kualitas, sertifikasi, hingga kemasan produk. Ini bukan sesuatu yang mustahil, asalkan kita disiplin dan memenuhi standar,” ujar Ade Rossi sebagaimana dikutip dari laman dpr.gi.id.

Dikatakan, salah satu hal yang paling penting adalah peningkatan kemampuan UMKM dalam memenuhi persyaratan ekspor, termasuk packaging dan sertifikasi halal.

Menurutnya, perguruan tinggi seperti UIN Syarif Hidayatullah bisa berperan besar dalam pendampingan UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Ade menyebut bahwa sektor ekspor pangan seperti kopi, bumbu rempah, dan makanan olahan khas Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan di pasar Eropa.

“Kopi dan rempah kita itu punya nilai jual tinggi di Eropa. Kalau kita bantu dari segi sertifikasi dan kemasan, saya yakin produk Indonesia bisa punya tempat tersendiri,” jelasnya.

Meski begitu, Ade tidak menutup mata terhadap tantangan pendanaan dan permodalan yang dihadapi UMKM.

Ia menilai diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pelaku usaha kecil mendapatkan dukungan nyata. “Tantangan utama memang di pembiayaan dan modal kerja. Karena itu, perlu ada sinergi antara BKSAP, kementerian terkait, dan perguruan tinggi agar ada tim teknis yang memberikan masukan konkret dalam implementasi IEU-CEPA,” katanya.

Lebih lanjut, Ade menekankan bahwa BKSAP DPR RI akan berkoordinasi dengan Komisi I, Komisi VI, dan Komisi XI DPR RI serta kementerian terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk memperkuat kesiapan nasional dalam menjalankan kesepakatan tersebut.

“IEU-CEPA ini bukan hanya kerja pemerintah atau parlemen, tapi kerja bersama semua pemangku kepentingan,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Dengan pemberlakuan tarif 0 persen untuk 80 persen produk ekspor Indonesia ke Uni Eropa, Ade meyakini perjanjian ini dapat memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, serta membuka lapangan kerja baru.

Sumber : dpr.go.id
Laporan : Tam

Continue Reading

Trending