Connect with us

UKM

Bantuan UMKM Bocor Rp 1,18 Triliun

Published

on

JAKARTA, bursabisnis.id – Masalah kebocoran dana program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang mencapai Rp1,18 triliun perlu ditangani segera. Potensi kerugian tersebut terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas Keuangan (BPK).

Wakil ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Dewan Perwakilan Rakyat (BAKN DPR) Anis Byarwati mengatakan bahwa sangat prihatin dengan hal tersebut. Pemerintah pusat seharusnya menggandeng pemerintah daerah untuk melakukan pendataan secara serius dan berkala.

“Langkah ini harus secara konkret dilaksanakan mengingat urgensi dan situasi penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi, khususnya untuk UMKM bangkit saat ini sangat bergantung pada ketersediaan data yang terintegrasi,” katanya melalui pesan instan, Jumat (25/6/2021) seperti dilansir dari laman Bisnis.com.

Anis menjelaskan bahwa program bantuan langsung tunai (BLT) untuk UMKM memang membuat mereka merasa terbantu. Namum, bantuan tersebut belum cukup untuk membuat pelaku usaha bangkit lagi.

“Bantuan produktif itu hanya mengatasi salah satu masalah UMKM. Selain memberikan BLT, pemerintah juga harus membantu UMKM dalam berbagai hal, baik fiskal maupun nonfiskal,” jelasnya.

Beberapa di antaranya adalah mempermudah akses pasar melalui digital platform dan memudahkan akses bahan baku UMKM. Oleh karena itu, pemerintah harus menjembatani komunikasi perusahaan besar dengan pelaku usaha kecil agar terjalin

“Misalnya, UMKM memasok bahan baku ke perusahaan besar. Lalu perusahaan besar menjual produknya ke pasar lebih luas. Pola kemitraan seperti ini yang harus dikembangkan oleh Pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya, BPK menemukan beberapa permasalahan terkait dengan pelaksanaan program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) pada kementerian atau lembaga. Salah satunya dalam program BPUM. Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II/2020, disebutkan terdapat kebocoran penyaluran BPUM sebesar Rp1,18 triliun. Ini karena ada penerima BPUM yang tidak sesuai kriteria sebanyak 418.947.

Laporan : Leesya

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi Mikro

Dorong Gerakan Peduli Pangan Lokal, ISMI Muda Gelar Silabis Bersama Komunitas Sepeda di Kendari

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id — Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) dan ISMI Muda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengkampanyekan gerakan peduli pangan lokal asli Indonesia menuju kemerdekaan dan ketahanan pangan, dengan pemanfaatan bahan lokal.

Dalam rangka mendorong gerakan tersebut, ISMI dan ISMI Muda Sultra bersama beberapa komunitas sepeda menggelar silaturahmi bisnis (Silabis) menyambut HUT RI ke-76, Minggu (15/8/2021), di Cafe Langit, Jalan Martandu nomor 99, Anduonohu. Dimana pemilik cafe tersebut merupakan salah satu pengurus ISMI Sultra, Rachmi Nurma SP (Owner Angkasa Nikmat).

Agenda tersebut diawali dengan bersepada bersama komunitas sepeda di Kendari. Ketua ISMI Sultra, Hugua nampak hadir dalam Silabis menyambut HUT RI itu.

Ketua ISMI Muda Sultra, Agung Hari Bowo mengatakan, sebagai organisasi yang menaungi pengusaha muslim, ISMI Muda terus bergerak dalam mendorong eksistensi para pelaku usaha.

Lebih lanjut, alumni SMAN 1 Kendari ini menjelaskan, ISMI Muda terus memikirkan dan berupaya mendorong sinergitas antara pengurus dan masyarakat umum, untuk saling mendapatkan pelatihan upgrade produk sehingga mendapatkan nilai lebih yang dapat bersaing dengan produk lain di pasaran.

“Dan tak kalah pentingnya, anggota (pengurus ISMI Muda) dapat sambil belajar bisnis dengan konsep ekonomi Islam untuk menjalankan bisnisnya, sebagai konsep anti krisis dalam segala kondisi. Apalagi saat ini kita semua menghadapi pandemi Covid-19, dimana konsep ini pastinya membawa dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat umum,” ujar pria berkaca mata itu, saat ditemui disela-sela kegiatan Silabis.

Agung Hari Bowo juga mengungkapkan, gerakan peduli pangan lokal asli Indonesia menuju kemerdekaan dan ketahanan pangan dengan pemanfaatan bahan lokal merupakan salah satu program yang menjadi andalan kedepannya. Salah satunya yaitu menciptakan produk unggulan mie asli Kendari yang menyehatkan, dan terbuat dari bahan tepung singkong atau sagu.

Untuk menunjang pemasarannya, kata Agung, pihaknya juga merancang pembuatan galeri produk-produk ISMI yang disertai logo ISMI pada setiap tempat yang menjadi usaha anggota.

Co-Founder PT Vision Idea Synergy Kendari ini berharap, ISMI Muda Sultra dapat membawa pengurusnya untuk amanah. Menurutnya, hancurnya sebuah bisnis berawal dari tidak amanah.

“Maka dari itu, mari kita saling mempererat kekeluargaan dengan semangat keagamaan dan menyuburkan keimanan, agar senantiasa diberikan jalan benar dan diridhai Allah SWT dalam menjalankan roda perekonomian di Sultra,” pungkasnya.

 

Liputan : ikas

Continue Reading

KOMUNITAS

Pelaku Usaha Terdampak Kebijakan PPKM Mikro, Arokap Bakal Layangkan Surat Keberatan

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id — Asosiasi Rumah Makan, Karaoke dan PUB (Arokap) Kota Kendari mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, yang mulai dilaksanakan tanggal 6 hingga 20 Juli 2021.

Kendati demikian, Ketua Arokap Kota Kendari, Amran mengaku, bahwa pihaknya akan melayangkan surat keberatan kepada Mendagri, Menko Perekonomian dan Tim Satgas Covid pusat, atas kebijakan PPKM di Kota Kendari.

Pasalnya, penerapan kebijakan tersebut dilakukan di saat Kota Kendari masih berstatus zona kuning. Padahal, PPKM itu seharusnya diberlakukan pada daerah yang masuk pada kategori zona orange dan merah.

“Wacana PPKM ini kan diawali pada tanggal 4 Juli, kemudian mulai diterapkan pada 6 Juli. Sedangkan pada tanggal 5 hingga 6 Juli, Kendari masih berstatus zona kuning. Hal itu dikuatkan dengan data yang diperoleh sari website resmi Pemkot Kendari, (www.kendarikota.go.id),” ungkap Amran, Kamis (8/7/2021), saat malakukan press conference didampingi dua anggota Arokap yakni Parmin dan Rahmat Efendi.

Selain itu, lanjut mantan anggota DPRD Kabupaten Konkep ini, melalui surat keberatan itu, pihaknya meminta kepada pemerintah pusat agar mencabut kebijakan PPKM, apabila dalam beberapa hari kedepan, kasus Covid di kota lulo mengalami penurunan dan status zona berubah menjadi kuning.

Pasalnya, PPKM Mikro ini sangat memberikan dampak yang besar di sektor usaha. Seperti perumahan sejumlah karyawan serta penurunan omzet.

Terkait dukungan Arokap terhadap instruksi pemerintah, Amran mengungkapkan, bahwa seluruh sektor usaha yang berada di bawah naungan Arokap akan taat dan patuh terhadap instruksi pemerintah melalui Surat Keputusan Gubernur Sultra dan Surat Keputusan Wali Kota Kendari.

“Arokap mendukung PPKM. Semua item yang disebutkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri dan Menko Perekomomian akan dilaksanakan. Kami juga mengapresiasi kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan atas kebijakan tersebut, Amran memastikan seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) siap mematuhi segala ketentuan dalam instruksi Mendagri, Menki Perokonomian dan surat edaran Gubernur Sultra dan Wali Kota Kendari. Salah satunya terkait batas operasional yang ditentukan hingga pukul 20.00 Wita.

Olehnya itu, GM Inul Vista ini mengimbau kepada seluruh anggota Arokap agar taat dab patuh terhadap ketentuan PPKM tersebut. Apabila masih terdapat pengusaha yang melanggar ketentuan kebijakan tersebut, maka pihaknya menyerahkan ke aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan secara sentra.

“Kalau masih ada yang buka di atas batas ketentuan jam operasional, yah itu menjadi tanggung jawab pribadi pengusahannya,” tegasnya.

 

 

Liputan: ikas

Continue Reading

Entrepreneur

Usai Dilantik, ISMI Muda Sultra Fokus Lakukan Hal ini

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id — Pengurus Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Muda Orwil Sulawesi Tenggara (Sultra) telah resmi dilantik. Pelantikan tersebut dilakukan pada rangkaian kegiatan Silabis ke 12 yang digelar di Banda Aceh, pada 15-16 Juni 2021 lalu.

Usai dilantik, kini Orwil ISMI Muda Sultra tengah fokus untuk menindaklanjuti hasil Silabis di Aceh.

Ketua Orwil ISMI Muda Sultra, Agung Hari Bowo mengatakan, Silabis memberikan banyak manfaat dalam pengembangan potensi daerah.

Bahkan, lanjut Agung, melalui agenda silaturahmi tersebut, pihaknya memaparkan potensi bumi anoa di hadapan Ketua Umum DPP ISMI, Ilham Habibie dan pengusaha se-Indonesia yang menghadiri kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Co-Founder PT. Vision Idea Sinergy Kendari ini menyebutkan, adapun yang menjadi fokus organisasi yang dipimpinnya itu saat ini adalah mewujudkan MoU antara Kemenkop dengan ISMI berupa UKM Teknosa.

Kemudian, kata Agung, mewujudkan program one village one industri kerjasama dengan Pemkab dan PemKot masing masing Orwil, membantu koperasi ISMI untuk mendapatkan kemudahan permodalan dari LPDB, membantu para pengurus dan anggota ISMI untuk mendapatkan kemudahan dalam
erizinan usaha dan bantuan dan akses permodalan upgrade produk UKM anggota ISMI.

“Tentu untuk mewujudkan semua program tersebut, kita akan melibatkan departemen departemen terkait yang ada di ISMI Muda Sultra, ” ujar alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, Rabu (30/6/2021).

 

 

Liputan: ikas

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.