Connect with us

Fokus

Dekri Terpilih Ketua Pokja Wartawan Kolaka Timur

Published

on

Kelompok kerja wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Kolaka Timur.

TIRAWUTA, Bursabisnis.id – Sejumlah wartawan di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mengelar pertemuan di salah satu kedai, Kamis (10/10/2019).

Dalam pertemuan itu wartawan yang berdomisili maupun menjalankan tugasnya di Koltim sepakat membentuk suatu perkumpulan wartawan.

Sejumlah wartawan bersepakat untuk membentuk kelompok kerja wartawan. Dalam kesepakatan tersebut sejumlah wartawan sepakat untuk menyebut organisasi mereka dengan nama Pokja (Kelompok Kerja), wartawan Koltim.

Organisasi wartawan lingkup Kabupaten Koltim tersebut bersepakat menunjuk secara aklamasi Dekri Adriadi sebagai Ketua, sedangkan dalam pertemuan itu, Samrul ditunjuk sebagai Sekretaris dan Iwal Taniapa sebagai Bendahara.

Pokja Wartawan Koltim juga menunjuk Anwar Sofyan sebagai Humas di organisasi tersebut.

Ketua Pokja Wartawan Koltim, Dekri Adriadi mengatakan, dengan terbentuknya wadah tersebut dapat menjadi momentum wartawan dalam mengembangkan kemampuan dan kapasitas masing-masing, utamanya dalam menjalankan profesi jurnalis.

“Kami dari pengurus Pokja Wartawan Koltim berharap dengan terbentuknya Pokja ini dapat menjadi momentum bagi kawan-kawan jurnalis Koltim yang telah terwadahi dalam organisasi Pokja Wartawan. Para jurnalis cetak, elektronik maupun online di Koltim ini dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan mempertajam kapasitasnya masing-masing,” kata Dekri, Kamis (10/10/2019).

Dekri juga meminta pengurus Pokja untuk dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

“Tidak ada yang bisa mengintervensi kita diorganisasi ini, dan organisasi ini tidak dibentuk untuk membentengi atau mengkanter isu terhadap pemerintah. Organisasi ini profesional,” katanya.

Laporan : Rustam

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fokus

Tenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Tenaga pendamping program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai tidak transparan dalam memberikan informasi kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

Pasalnya, bantuan sosial tersebut tak sepenuhnya terealisasi dengan baik. Berbagai permasalahan dialami KPM. Seperti yang saat ini dialami sebagian penerima manfaat di Kecamatan Wuawua.

Nama mereka (penerima bantuan) dari data bayar bank KPM BNPT, sehigga tak lagi menerima bantuan Sembako, karena saldo di rekening nol rupiah.

Bahkan, kondisi tersebut terjadi hingga berbulan-bulan tanpa ada info jelas dari pendamping terkait penyebab persoalan tersebut. Alhasil, masyarakat dibuat bingung dan tak mampu berbuat apa-apa.

Sejumlah warga yang sebelumnya menerima bantuan tersebut mengeluhkan kondisi saldo mereka yang nol rupiah. Para penerima tersebut kebingungan harus mengadu ke mana. Sebab, pendamping kecamatan tak memberikan informasi dan solusi atas perihal tersebut. Begitu pula pihak koordinator pendamping di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, juga tak memberikan informasi yang jelas (tidak transparan).

Bukannya memberikan solusi ataupun informasi, pendamping kecamatan dan koordinator pendamping justru saling lempar tanggung jawab, sehingga masyarakat penerima dibuat semakin bingung.

Dikutip dari laman TenggaraNews.com, salah satu penerima BPNT, Nurjanah mengaku sudah enam bulan lamanya tak menerima bantuan Sembako itu. Setiap bulan saldonya selalu nol rupiah. Saat ibu lima anak ini menanyakan ke pendamping, dirinya malah disuruh menanyakan langsung ke pihak Dinas Sosial.

Anehnya, ketika wanita berstatus janda ini menyuruh anaknya untuk menanyakan perihal tersebut ke pihak Dinsos Kendari, koordinator pendamping malah meminta agar menanyakan langsung ke pendamping PKH, karena nama ibu bercucu tiga tersebut sudah tak ada di BDT.

“Saya juga ini bingung, karena awalnya saya masih menerima. Tapi, tiba-tiba saja sudah tidak pernah lagi. Bukan hanya saya saja, banyak juga yang seperti itu. Kita tanya ke pendamping, tidak pernah juga dikasih info yang jelas, katanya dia sudah berupaya, tapi saya tetap saja bingung karena tidak ada solusi,” ujarnya, Senin (21/10/2019).

Menurut dia, pihak-pihak terkait harusnya bisa memberikan informasi yang jelas terkait perihal tersebut, bukan malah membuat para penerima makin bingung.

“Kalau memang nama saya sudah dikasih keluar, seharusnya disampaikan seperti itu dan apa penyebabnya sehingga dikasih keluar, bukan malah diam-diam saja dan membuat kita ini berharap,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Pendamping BPNT Kota Kendari, Saidah mengaku, bahwa banyak penerima bantuan Sembako tersebut yang mengalami kondisi saldo nol rupiah.

Khusus untuk penerima atas nama Nurjanah, namanya masih terdaftar dalam BDT. Hanya saja, nama penerima tersebut sudah tidak masuk di data bayar bank untuk KPM BPNT. Solusinya, kata dia, harus dilalukukan pengusulan ulang lagi.

“Memang ada kesalahan data untuk Ibu Nurjanah, seperti NIK dan data yang lainnya. Makanya harus dilakukan perbaikan lagi, baru kita lakukan pengusulan ulang jika diminta oleh pusat. Tapi, untuk saldo yang sudah berbulan-bulan nol rupiah, itu sudah tidak bisa diterima lagi, karena statusnya nanti adalah penerima baru,” ungkapnya.

Ada hal menarik yang ditemukan jurnalis TenggaraNews.com, ternyata ada dugaan permainan dalam pendataan sebelumnya. Sebab, dari data yang diperlihatkan oleh pihak Dinsos nampak sembrawut dan banyak kesalahan, sehingga harus dilalukan perbaikan ulang lagi.

Akan tetapi, selama ini pemerintah kota (Pemkot) Kendari justru tak pernah menyampaikan ke masyarakat, agar melakukan perbaikan data. Artinya, upaya perbaikan data tersebut minim sosialisasi, sehingga warga tak pernah mengetahuinya dan bingung harus mengadu ke mana ketika mendapatkan persoalan di lapangan.

Parahnya lagi, ternyata kesalahan data yang selama ini terjadi bisa berakibat hilangnya sejumlah bantuan sosial seperti PKH dan KIS yang selama ini diterima oleh warga miskin. Hal itu akan terjadi, jika penerima manfaat membiarkan kesalahan data dirinya terus terjadi dan tak melakukan perbaikan.

Di sisi lain, masyarakat tak pernah mendapatkan informasi yang jelas (tak ada sosialisasi) terkait kemungkinan terparah tersebut, jika kesalahan data tak segera diperbaiki.

Liputan: Ikas

Continue Reading

BUDAYA

Sambut HSN, Raja Dan Sultan Nusantara Silatuhrami Ke Ponpes Nurul Ibad

Published

on

By

JAKARTA, Bursabisnis.id – Dalam rangka Menyambut peringatan Hari Santri Nasional ( HSN ) 2019, Raja Dan Sultan Nusantara bersilaturamih dengan Para Panitia Pelaksana HSN 2019 di Pondok Pesantren Nurul Ibad Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).

Kedatangan Raja dan Sultan kepondok Pesantren Nurul Ibad sebagai bentuk dukungan para raja dan sultan agara HSN 2019 ini bisa berjalan dengan sukses.

Sekjen Dewan Adat Nasional.DYM.Nuzujludin Sah, Sultan Kesultanan Ternate Ke XXXXIX .dalam kata sambutanya mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan HSN 2019 tersebut, dan memberikan perhatian baik secara tenaga,pikiran dan materi.

Selain mengajak masyarakat ikut berpartisipasi menyukseskan HSN 2019 DYM.Nuzujludin Sah, juga berpesan kepada para santri agar para santri tidak mudah diadu domba dengan beritazberita hoax. “Saya berharap kepada adik – adik santri agar menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, jangan mau dipengaruhi berita berita hoax yang memecah belah bangsa , dari Sabang sampai Merauke ,dan berbagai macam agama , kita adalah satu , satu bangsa , satu tanah air, satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Untuk itu saya sangat berharap kepada adik-adik santri agar dapat menciptakan keamanan di negara kita tercinta ini,” harapnya.

Di tempat yang sama, KH. Ibnu Mulkan As Syakirin, S.Sos.I Selaku pimpinan pondok Pesantren mengatakan bahwa acara ini terlaksana karena adanya dukungan, support baik dari pemerintah, swasta dan teman-teman media. Ditanya soal rencana HSN yang digelar di TMII, ibnu mengatakan acara ini bisa dikatakan Nasional atau Sejabotabek tergantung cara pandang masing- masing. “Kalau dikatakan nasional iya , karna beliau akan menghadirkan para hafidz dari tiap tiap propinsi untuk menghatamkan alquran serentak di setiap anjungan,” ucapnya.

Muhkam selaku Sekjen HSN 2019 juga berharap acara ini sudah dipersiapkan matang-matang baik dari tempat dan lain sebagainya, karena memang melibatkan EO besar yang sudah terbiasa menangani event besar seperti ini. Sekitar 10.000 santri akan hadir. 400 both bazar juga tersedia, bagi yang ingin mengisi both silahkan menghubungi panitia.

Tampak hadir dalam rombangan para raja dan sultan adalah DYM Nuzujludin Sah,Sultan Kesultanan Ternate ke XXXXIX yang juga menjabat Sekjen Dewan adat nasional. DYM. Putri Dewi Surya Rahmah Ayu binti Sultan Zaenal Rizalsyah Mustapura Sultan Inayatsyah Firmansyah, Sultanah Kesultanan Inderapura Kota Indera Pura Kabupaten Pesisir Selayan, Propinsi Sumatera Barat, DYM HJ,ABDUL SALAM, Raja Wawonii dan Ratu Kerajaan Turikale Sulawesi Selatan.

Acara tersebut ditutup dengan Doa Anak Bangsa Para Santri Ponpes Nurul Ibad.

Sumber : Rilis Panitia HSN

Continue Reading

Entrepreneur

Hj Sitti Salma Dachri, Mengelola Bisnis dan Mengurus Keluarga Harus Balance

Published

on

By

Hj Sitti Salma Dachri

KENDARI, Bursabisnis.id – JANGAN pikirkan modal, tapi lakukanlah. Jangan berpikir karena tidak punya modal, lalu tidak mau berusaha. Lakukanlah asal tekun dan ulet, pasti ada jalan. Itulah kalimat yang diucapkan Hj. Sitti Salma Dachri, sosok pengusaha tangguh di Kendari Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat menyambangi kantor media online Bursabisnis.id (Tenggara Media Perkasa Group) yang berada di bilangan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kota Kendari.

Di sela-sela kesibukannya mengurusi perusahaan Dachtraco Raya Group, Ibu Hj Salma begitu sapaan akrabnya masih menyempatkan diri berkunjung, menjalin silaturahim, membangun komunikasi dengan pihak lain. “Walaupun sibuk di kantor dan di rumah, menjaga hubungan sosial dengan masyarakat tetap diperhatikan, sebab manusia itu mahluk sosial,” ujarnya.

Hj Sitti Salma Dachri bersama suami H.Dachri Pawakkang

Dilahirkan dari keluarga besar TNI, Hj Salma merasakan gemblengan pendidikan ala militer. Hidup dialam serba disiplin. Kedisiplinan inilah yang kemudian mengantarkan Hj Salma bersama suami tercinta H.Dachri Pawakkang, sukses membangun corporate bisnis di Kota Kendari.

Perjalanan panjang dan suka duka Hj Salma dikisahkan kepada TenggaraNews.com, bagaimana membagi waktu kuliah sambil belajar menawarkan bisnis jasa, lalu bekerja di perusahaan orang. Sampai kemudian Tuhan mempertemukan jodoh sebagai pasangan hidup, H.Dachri Pawakkang.

Hj Salma yang lahir di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, sempat menempuh pendidikan di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Kota Makassar, Ibukota Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 1979.

Selama kuliah, Hj Salma tak mau berpangku tangan menunggu pemberian biaya dari orang tua. Dia kemudian membuka jasa translate (penerjemah) dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. “Dulu saya memang rajin ikut kursus, termasuk kursus bahasa asing. Alhamdulillah selalu saja ada yang minta diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Apalagi dulu, literatur kebanyakan berbahasa Inggris,” jelas Hj Salma yang tercatat sebagai alumni salah satu SMP di Kabupaten Bone, Sulsel.

Hj Salma juga mengajar membaca bagi kaum ibu rumah tangga yang buta huruf. “Ada seorang ibu rumah tangga, istri pejabat salah satu bank di Makassar, pemilik rumah kost tempat saya ngekos, ternyata belum bisa baca tulis. Pelan-pelan saya ajar menulis dan membaca, sampai akhirnya bisa dan lancar. Wah itu suprisenya luar biasa, saya sampai di kasih rumah BTN dan rumah tersebut sampai sekarang masih ada,” ungkap alumni SMA Kartika Kota Makassar ini.

Hj Sitti Salma Dachari bersama anak

Meski sudah berjuang dengan bekerja paruh waktu ketika itu, ternyata tetap saja belum cukup untuk memenuhi biaya pendidikan. Akhirnya kuliah Hj Salma di Kampus Unhas terhenti. Kemudian memilih bekerja di sebuah perusahaan milik pengusaha etnis China di Kota Makassar.

“Di sinilah banyak hal positif yang bisa saya petik, bagaimana kedisiplinan pengusaha keturunan China membangun bisnis. Mulai semangat kerja, kedisiplinan, kejujuran dan ketekunan serta trik bisnis. Banyak pengalaman yang saya peroleh,” kata pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sultra ini.

Dalam perjalanannya kemudian, tahun 1987 Hj Salma dipertemukan jodohnya dengan H Dachri Pawakkang, pria kelahiran Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulsel. Ia kemudian menikah di Makassar dan pindah ke Kota Kendari tahun 1990, untuk mengembangkan sayap bisnis.

Sosok H.Dachri memang dikenal sebagai pengusaha yang tumbuh sejak zaman Orde Baru (Orba) hingga sekarang masuk era millenial. Di bawah naungan management Dachtraco Raya Group, coor bisnis yang dikembangkan meliputi jasa kontraktor, jasa Bongkar Muat Barang (PBM), distributor semen Tonasa, distributor bahan bangunan dan jasa transportasi taksi.

Hj Salma yang juga menjabat direktris PT Bua Poleang, mengungkapkan sejak Dachtraco Raya Group eksis, sudah banyak orang yang dipekerjakan. “Alhamdulillah kami bisa membuka lapangan kerja. Mereka ada yang berstatus karyawan organik dan ada karyawan lepas. Jumlahnya lebih 100 orang,” tuturnya.

Dari lebih 100 orang itu, khusus untuk karyawan organik ada yang masa kerjanya 10 tahun, 15 tahun sampai 25 tahun. Bahkan ada karyawan yang resign, lalu membuka usaha sendiri. “Sudah ada yang punya toko sendiri. Kami semua suport bagi karyawan yang berani memulai usaha sendiri,” jelas Hj Salma yang juga aktif di organisasi Muslimat NU Kota
Kendari.

Di balik kesibukan mengelola Dachtraco Raya Group, Hj Sitti Salma Dachri masih bisa membagi waktu di organisasi PW IPEMI Sultra.

Ada yang lebih unik lagi, saat piknik di sebuah kolam pemancingan. Ternyata yang buka bisnis jasa rekreasi adalah siswa SMK yang pernah magang di Dachtraco Raya Group. “Wah saya senang sekali. Dia masih ingat saya. Dia menceritakan waktu magang mendapat inspirasi membuka usaha,” kata Hj Salma yang ayahnya berasal dari Jawa Tengah dan ibu berasal dari Sulawesi Utara.

Hj Salma kemudian membagi tips membuka bisnis. Harus berani bertindak, tanpa harus memikirkan modal financial. Mulailah usaha sesuai potensi sumberdaya yang dimiliki. Kelola dengan tekun, ulet, berlaku jujur kepada orang, bangun link kemitraan, Hj Salma memastikan akan sukses usaha yang dirintis.

Soal membina karyawan yang berada di bawah naungan Dachtraco Raya Group, tantangan yang paling berat dihadapi Hj Salma, terkait etika dan kualitas sumberdaya manusia (SDM).

Membina hubungan komunikasi sebagai relasi salah satu perbankan menjadi faktor penting dalam membangun corporate bisnis.

Sebelum mereka masuk bekerja, sudah dijelaskan tentang ketentuan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan yang harus ditaati bersama. Semua berlaku sama, mulai manager, personalia, asisten, staf karyawan dan karyawan lepas lainnya. Tetapi faktanya, tetap saja ada karyawan yang melanggar. “Sudah dijelaskan berkali-kali, tapi masih saja dilanggar. Sudah diberi sanksi pelanggaran, kemudian masuk kerja lagi, tapi beberapa hari kemudian dilanggar lagi. Inilah suka dukanya membina karyawan organik dan karyawan lepas,” tandas alumni Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo (UHO) ini.

Meski demikian, Hj Salma tak patah arang. Secara perlahan-lahan, dan dengan pola pendekatan kekeluargaan, karyawan dibina mulai dari adab budi pekerti, kesopanan, akhlak, kejujuran dan tanggungjawab.

Karyawan juga dibukakan pintu untuk mengembangkan diri. Misalnya ada karyawan yang hendak melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. “Justru kalau ada karyawan yang mau kuliah, kami beri kesempatan. Asalkan tugas dan tanggungjawabnya di kantor tetap jalan, silahkan kuliah. Toh manfaatnya kembali ke perusahaan,” kata Hj Salma yang juga aktif di organisasi majelis taklim.

Lalu bagaimana menyiasati pergeseran pola bisnis dari pola konvensional ke zaman now ? Itu juga menjadi tantangan tersendiri kata Hj Salma. Dari zaman mesin ketik berpindah ke komputer program WS ke microsoft dan sekarang berada di era digital. Hampir semua pekerjaan dapat dikendalikan melalui mobile phone android.

Di zaman dulu, orang mencari perusahaan yang memiliki legalitas sesuai spek pekerjaan. “Dulu untuk mendapatkan pekerjaan, justru orang yang ke kantor. Misalnya butuh perusahaan jasa konstruksi atau jasa PBM. Pasti orang ke kantor. Sekarang sudah berubah, kalau tidak promosi, kita tidak bersosialisasi justru malah tertinggal. Nah inilah bentuk perubahan yang kami rasakan saat ini,” ungkapnya.

Kalau perusahaan tidak mengikuti perkembangan teknologi, Hj Salma memastikan Dachtraco Raya Group akan tertinggal. “Kita harus mengikuti perkembangan, dari cara konvensional ke pola digital. Inilah zaman yang berkembang begitu pesat yang harus diikuti,” bebernya.

Menempuh jalur musyawarah, salah satu strategi Hj Sitti Salma Dachri menjaga kualitas proyek yang dikerjakan.

Di balik kesibukan mengurus management bisnis, Hj Salma tidak melupakan kodratnya sebagai ibu rumah tangga. Untungnya kantor Dachtraco Raya Group berada satu kompleks dengan kediamannya, sehingga memudahkan mengontrol karyawan. “Tugas sebagai ibu rumah tangga, mengurus keluarga dan mengontrol perusahaan tetap balance. Dimudahkan dengan bantuan teknologi CCTV, saya bisa melihat kerja-kerja karyawan di kantor,” jelasnya.

Di sela-sela kesibukan mengendalikan management perusahaan, Hj Salma juga berperan aktif di beberapa organisasi, seperti PD Muslimat NU Kota Kendari, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sultra, PW IPEMI Sultra. Aktif juga sebagai pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sultra, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sultra dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kendari.

Diakhir perbincangan, Hj Salma menegaskan kehadiran Dachtraco Raya Group di Kota Kendari, telah membantu pemerintah daerah menciptakan lapangan pekerjaan. Perusahaan swasta ini bisa memberikan kontribusi terhadap daerah dan masyarakat sekitar. “Intinya lebih banyak kerja keras daripada istirahatnya, pasti membuahkan hasil yang maksimal. Apalagi menghadapi tuntutan hidup yang makin keras, dibutuhkan keuletan dan kerja keras untuk bisa survive,” tutup Hj Salma.

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.