ADVETORIAL/PARIWARA
Permudah Konektivitas Transportasi Investasi, Sultra Didukung 6 Bandar Udara
KENDARI, Bursabisnis.id – Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan, sehingga sarana dan prasarana perhubungan, baik darat, laut dan udara menjadi sangat prioritas untuk dibangun oleh pemerintah.
“Menjadi prioritas bagi pemerintah guna memberikan pelayanan kepada masyarakat Sultra, terutama demi mobilitas dan distribusi barang lintas kabupaten dan kota,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.
Menurut Parinringi yang saat ini juga menjabat Pj Bupati Buton Selatan (Busel), bahwa tidak hanya pemenuhan kuantitas sarana dan prasarana saja.
Namun peningkatan kualitas yang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, dalam memanfaatkan sarana dan prasarana perhubungan secara maksimal.

Parinringi SE,M.Si
Berdasarkat data, berikut ini ketersediaan sarana angkutan udara dan laut dan pemanfaatannya dalam mobilitas penumpang dan distribusi barang lintas daerah.
Bidang Urusan/ Indikator Capaian Tahun 2018 2019 2020 2021 2022
Arus kedatangan Transportasi Darat 26.660 27.266 27.871 27.266 14.996
Arus keberangkatan Transportasi Darat 26.098 26.605 27.110 26.605 14.633
Arus kedatangan Transportasi Laut 819,01 819,01 819,00 819,01 450,45
Arus keberangkatan Transportasi Laut 870,06 886,78 803,00 886,78 487,73
Arus kedatangan Transportasi Udara 781,87 797,50 985,63 804,25 284,58
Arus keberangkatan Transportasi Udara 816,83 833,16 106,91 812,81 474,24
Untuk ketersediaan bandara, Provinsi Sultra baru memiliki 6 lokasi sejak tahun 2018 sampai sekarang. Ke lima lokasi bandara itu adalah :
1. Bandar Udara Halu Oleo di Kabupaten Konawe Selatan
Bandar udara Halu Oleo yang dulu bernama Wolter Monginsidi terletak di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Bandar udara kebanggaan masyarakat Sultra ini disinggahi pesawat berbadan lebar, seperti pesawat Boeing 737 milik maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Garuda Citylink.
2. Bandar Udara Matahora di Kabupaten Wakatobi
Untuk mendukung arus wisatawan domestik dan mancanegara, Pemda Wakatobi pada tahun 2007 membangun Bandar udara Matahora yang terletak di Pulau Wanci, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi.
3. Bandar Udara Sugimanuru di Kabupaten Muna Barat
Bandar Udara Sugimanuru terletak di Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar).
Bandar udara yang memiliki ukuran landasan pacu 1600 × 23 meter ini melayani rute Muna ke dan dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Terminal Betoambari Baubau.-foto:ist-
4. Bandar Udara Betoambari di Kota Baubau
Bandar Udara Betoambari terletak di Katobengke, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau.
5. Bandar Udara Sangia Nibandera di Kabupaten Kolaka
Bandar Udara Sangia Nibandera berada di Desa Tanggetada, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.
Bandara Sangia Nibandera dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Sangia Nibandera, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, kementerian Perhubungan berdasarkan PM 40 tahun 2014.
Sejak tahun 2013 Bandara Sangia Nibandera sudah beroperasi untuk penerbangan komersial dengan beroperasinya pesawat Wings Air type ATR 72 seri 500/600, rute Makassar (UPG) – Kolaka (PUM) pulang pergi.
6. Bandar Udara Maranggo di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi
Bandar Udara Maranggo berada di Patipelong, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi.
Bandara Maranggo dikelola oleh manajemen Wakatobi Dive Resort, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kepariwisataan.
Bandara ini lebih banyak dikunjungi wisawatan mancanegara yang terbang langsung dari Bali. Mereka datang ke Pulau Tomia untuk menikmati panorama surga bawah laut di Pulau Tomia dan sekitarnya.
Jumlah orang/barang melalui dermaga/ bandara/ terminal per tahun
Tahun 2018 2019 2020 2021 2022
Arus penumpang melalui dermaga 1.689,07 1.705,79 1.622,00 1.705,79 938,18
Arus penumpang melalui Bandara 1.598,69 1.630,66 1.092,54 1.617,06 758,81
Arus penumpang lewat transpor darat 52.758,00 53.871 54.981,00 53.870,81 29.628,95
Menurut Parinringi, pada Bandara Halu Oleo Kendari sejak tahun 2018 hingga 2022 jumlah lalu lintas pesawat udara terus meningkat.
Demikian pula halnya jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara Halu Oleo yang dulu dikenal dengan nama Bandar Udara Wolter Monginsidi.
“Adanya peningkatan penumpang, ini disebabkan sarana dan prasarana bandara semakin baik,” ungkap mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Sultra ini.
Demikian halnya dengan bandara lainnya di Sultra, terus berbenah dalam meningkatkan pelayanannya. Misalnya saja Bandar Udara Betoambari Betoambari yang menambah fasilitas bandaranya.
“Ketersediaan sarana dan prasarana yang memenuhi kelayakan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, ini menjadi garansi bagi pihak maskapai dan penumpang untuk memanfaatkan bandara tersebut untuk kebutuhan mobilitas penumpang dan distribusi barang,” beber Parinringi.
Sementara, untuk distribusi barang bongkar maupun muat akan semakin bertambah seiring dengan meningkatnya lalu lintas pesawat udara yang mereduksi rentan waktu pendistribusian.
Namun demikian, distribusi barang masih didominasi melalui angkutan darat dan laut karena selain kapasitas angkut yang lebih besar juga besaran biaya distribusi yang lebih minim.
Parinringi juga mengungkapkan bahwa terminal penumpang yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2014-2034, ada 2 terminal penumpang, yaitu Terminal Penumpang Tipe A yang berlokasi di Kota Kendari, dan Terminal Penumpang Tipe B yang masih dalam proses perencanaan pembangunan dengan lokasi di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu di Kabupaten Konawe, Muna, Buton, Wakatobi, Kolaka Utara, Konawe Selatan, Konawe utara, Kolaka Timur, Buton Utara dan Kota Baubau.
Selain itu, direncanakan juga akan dibangun terminal barang berupa terminal truk angkutan barang yang lokasinya dekat pergudangan, pelabuhan laut, dan pelabuhan penyebarangan yaitu direncanakan di Kota Kendari, Baubau, Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Muna, Buton dan Buton Utara.
Advetorial/Pariwara
ADVETORIAL/PARIWARA
Belajar dari Aqua Dwipayana: Kekuatan Silaturahim Membuka Jalan Hidup yang Bermakna
YOGYAKARTA, bursabisnis.id – Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri), Yogyakarta menjadi lokasi istimewa yang mempertemukan puluhan wartawan asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan seseorang yang luar biasa, yakni pakar komunikasi, Dr Aqua Dwipayana, Selasa 25 Agustus 2026.
Pertemun tersebut diinisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, dibawah kepemimpinan Edwin Permadi.
Dibalut konsep sharing komunikasi dan motivasi, Aqua Dwipayana yang juga merupakan motivator nasional memberikan penguatan kepada puluhan wartawan ekonomi mitra Bank Indonesia Sulawesi Tenggara.
The Power of Silaturahim, menjadi judul besar dari materi yang dipaparkan sang wartawan senior itu.
Denga keahlian membangun komunikasi, Aqua Dwipayana menyampaikan bagaimana kekuatan silaturahim dapat mengantarkan seseorang ke arah kesuksesan.
Kisah perjalanan hidupnya hingga berada di titik saat ini menjadi bukti bagaimana kekuatan silaturahmi bisa membuka jalan, dan menjadikan hidup yang berkah
serta bermakna.
”Menjaga hubungan baik dengan orang lain dengan merawat silaturahim membuka jalan menuju kesuksesan,” ujar mantan wartawan Suara Indonesia itu.
Jejak kebaikan yang dibangun saat dirinya menekuni profesi wartawan di masa muda, mengantarkan dirinya dikenal dan terus diingat para narasumber yang pernah diwawancarainya. Dengan kesan baik yang ditinggalkan, tak jarang pula memudahkan rutinitas dan usaha yang dilakoni.
”Pertemanan saya dengan narasumber yang pernah saya wawancara saat jadi wartawan masih berlanjut sampai sekarang. Itu karena konsep silaturahim yang saya bangun selama ini. Saya itu paling sering silaturahim, bahkan saya sudah agendakan siapa yang saya harus temui. Bukan untuk meminta sesuatu ya, tapi sekadar bertemu, bercerita dan mengetahui situasi mereka, apabila ada permasalahan dan kesulitan, terkadang bisa saling memberikan wejangan. Itulah yang saya sebut The Power of Silaturahim,” jelas Aqua Dwipayana, mengenang masa-masa keaktifannya menjadi wartawan.
Aqua Dwipayana yang kini telah melahirkan banyak karya melalui tulisannya itu juga tak lupa mengingatkan para wartawan untuk terus membangun diri.
”Dan yang paling penting, jangan lupa untuk tetap mengupgrade, terus belajar, jangan cepat puas. Bentuklah karakter dengan kredibilitas, komitmen dan konsisten,” ungkap wartawan senior itu.
Aqua Dwipayana juga menyampaikan, bahwa kerja itu ibadah, soal rezeki itu bersifat jatah, sudah ada takarannya yang ditentukan sang pencipta. Olehnya itu, bekerja dengan baik sesuai koridornya, kerja keras dan ikhlas, maka tuhan akan memberikan yang terbaik.
Tak hanya itu, Aqua Dwipayana juga memberikan empat kartu AS untuk mencapai kesuksesan yakni kerja ikhlas, cerdas, keras dan tuntas.
”Kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas tidak hanya mudah diucapkan, tetapi sesungguhnya juga gampang dilaksanakan. Hanya saja, perlu konsistensi yang tinggi untuk dapat menerapkannya,” pungkas Aqua Dwipayana.
laporan: mirkas
ADVETORIAL/PARIWARA
Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama
Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.
Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072
Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.
I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama, sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.
“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga
Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.
HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,
Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.
Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.
“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.
Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.
Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus1 year agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN12 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
