Connect with us

Ekonomi Mikro

Enam Program Strategis Kementerian Koperasi Tingkatkan Wirausaha

Published

on

JAKARTA, BursaBisnis.id – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan bahwa pemerintah fokus meningkatkan rasio kewirausahaan untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Peningkatan rasio kewirausahaan saat ini 3,47 persen menjadi 3,55 persen,” ulas Menkop dalam acara Konsolidasi Kewirausahaan dengan Universitas Prasetya Mulya, secara daring sebagaimana dilansir dari laman depkop.go.id.

Menurutnya, perlu sinergi peran dan kontribusi para pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, organisasi masyarakat dan pihak lain dalam mewujudkan hal tersebut.

“Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM dalam pengembangan KUMKM ke depan memiliki enam program strategis,” kata Teten.

Keenam program itu di antaranya mendorong berkembangnya koperasi modern, transformasi usaha mikro dari sektor informal menjadi sektor formal, mendorong pelaku UKM untuk masuk ke pasar ekspor dan transformasi digital serta rantai nilai.

Kemudian, memperkuat penyaluran dana bergulir, yang fokus pada penyaluran koperasi yang menghimpun UKM pada sektor-sektor produktif.

Menteri Teten mengatakan akan mendekatkan akses rantai pasok nasional dan global bagi koperasi dan UKM, melakukan pengembangan kegiatan usaha berbasis klaster, serta digitalisasi Koperasi dan UMKM.

“Dalam mendorong terwujudnya digitalisasi UMKM dan koperasi untuk bersaing secara kompetitif, kami telah melakukan beberapa strategi,” tandas Teten.

Kemenkop tengah berupaya menghadirkan edukukm, penciptaan reseller produk lokal, program
belanja di warung tetangga, mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia melalui laman produk UKM lokal melalui LKPP, Padi, Siplah dan KUKMHub di marketplace.

Teten berharap Universitas Prasetya Mulya menjadi langkah dukungan penumbuhan kewirausahaan di Indonesia, serta menghasilkan wirausaha yang tangguh, inovatif, kreatif, dan berdaya saing.

“Tak lupa juga konsep pendampingan dan pelatihan inovatif sebagai benchmark program nasional,” pungkas Teten.

Laporan : Rustam

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi Mikro

UMK dan Koperasi Bisa Ikut Pengadaan Pemerintah Hingga Rp 15 Miliar

Published

on

By

JAKARTA, BursaBisnis.id – Peran usaha mikro, kecil (UMK) dan koperasi semakin ditingkatkan lagi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sekarang, batasan paket pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk usaha mikro, kecil, dan koperasi meningkat menjadi Rp15 miliar atau naik enam kali lipat dari sebelumnya hanya Rp2,5 miliar.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Perpres No. 12 Tahun 2021 berlaku mulai sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo dan diundangkan pada tanggal 2 Februari 2021.

“Terbitnya Perpres yang merupakan aturan pelaksana dari UU Cipta Kerja akan memberikan kesempatan bagi UMK dan koperasi untuk berperan lebih besar dan luas dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Sabtu (27/2/2021) sebagaimana dilansir dari laman Depkop.go.id.

Batasan nilai Rp15 miliar ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang telah menentukan tentang batasan hasil penjualan tahunan usaha kecil paling banyak Rp15 miliar.

Menteri Teten mengatakan melalui PP No. 7 Tahun 2021 pemerintah mewajibkan Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah mengalokasikan pengadaan minimum 40 persen untuk UMK dan koperasi. Hal yang sama juga dituangkan dalam Perpres No. 12 Tahun 2021.

“Sesuai amanat PP, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib menggunakan produk dan jasa UMK dan koperasi hasil produksi dalam negeri. Amanat PP juga mendorong BUMN dan BUMD mengutamakan produksi UMK dan koperasi,” kata Teten.

Untuk memberikan kemudahan bagi, rencana pengadaan harus masuk dalam katalog elektronik Pemerintah menjamin aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah bagi UMK dan koperasi dikelola dengan transparansi. PP No. 7 Tahun 2021 menyatakan adanya pengawasan dan realisasi pelaksanaan alokasi pengadaan 40 persen tersebut harus dipublikasikan secara transparan kepada masyarakat.

Pengawasan mulai dari pemenuhan kewajiban pengalokasian hingga realisasi yang dilakukan oleh menteri/menteri teknis dan pemda. Pemerintah juga membuka ruang pengaduan (whistleblowing system) dalam rangka pengawasan.

Laporan : Rus

Continue Reading

Ekonomi Mikro

Kelola Sumberdaya Mineral, Pengusaha Dalam Negeri Harus Jadi Pemain Utama

Published

on

By

KENDARI, BursaBisnis.id – Kebijakan pemerintah terhadap hilirisasi merupakan salah satu solusi terbukanya lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Di dirikannya industri di bumi anoa akan menambah nilai pendapatan negara, khususnya pada kesejahteraan masyarakat.

Hal ini di sampaikan Rusmin Abdul Gani (RAG) dalam forum Sultra Lawyers Club bertema Tantangan Sektor Pertambangan Nikel di Era Revolusi Industri 5.0 yang di gelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kendari, di salah satu hotel kendari, pada Selasa (17/02/2021).

Mantan General Manager PT VDNI ini juga menjelaskan, lengusaha domestik atau pelaku usaha dalam negeri harus menjadi pemain utama dalam pengelolaan sumber daya mineral.

Di sisi lain, pemerintah harus memperkuat regulasi terhadap Investasi asing, dengan memberikan transfer keilmuan kepada pekerja lokal.

“Virtue, telah menunjukan kemajuan dengan membuka Politeknik Pertambangan. Harapannya, warga Indonesia terkhusus di daerah bisa di didik oleh tenaga-tenaga asing, sehingga pekerja lokal dapat memiliki kemampuan mengelola industri berteknologi Tinggi. Olehnya itu, stop ekspor mentah nikel, investasi dalam negeri akan berkembang khususnya di Sultra,” tuturnya.

Sebagai pengusaha dalam negeri, Rusmin Abdul Gani berpesan agar pemuda harus lebih mempersiapkan diri menyambut investasi dengan ramah, terlebih kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan diharapkan masyarakat mendukung masuknya investasi dengan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap investor.

Laporan : Rustam

Continue Reading

UKM

Buka Usaha Tapi Lokasi Tak Strategis? Pakai Cara Ini!

Published

on

By

JAKARTA, BursaBisnis.id – Apa salah satu syarat utama untuk memulai bisnis kuliner? Lokasi yang strategis. Rasanya hal ini telah menjadi credo bagi semua pelaku usaha. Namun, di era serba digital seperti sekarang, syarat itu rasanya sudah tidak relevan lagi.

Kita bisa mengintip kisah Sego Sambal Cak Brewok di Makassar. Kesan pertama yang mencuat ketika mengunjungi lokasi tersebut adalah tidak strategis karena harus masuk ke Jalan Gunung Lompobattang yang lebih kecil, hingga sampai bangunan rumah toko nomor 28 dengan spanduk warna kuning bertuliskan “Sego Sambal Cak Brewok” ukuran besar.

“Memang begini, sepi. Meja-meja ini cuma antisipasi, untuk pelanggan yang datang dan ingin bersantap di sini. Selebihnya lebih banyak dari online,” ujar Cieny sang pemilik usaha sebagaimana dilansir dari laman Bisnis.com.

Kata siapa penjualan warung itu sepi sebagaimana penampakannya? Warung Sego Sambal Cak Brewok itu merupakan cabang ketiga, perluasan dari warung sebelumnya yang sudah kewalahan melayani lonjakan pembeli.

“Pertama kami buka di Jalan Tidung III, di sana itu sebenarnya rumah tinggal yang terpaksa dijadikan tempat jualan. Lama kelamaan jadi susah ditinggali karena sudah tidak muat karena penuh dengan bahan makanan dan keperluan warung. Dalam satu hari, wadah makanan bisa sampai tiga ribuan,” kisahnya.

Lokasi warung Sego Sambal Cak Brewok di Jalan Tidung III itu malah lebih unik, berbeda dibandingkan cabangnya. Di lokasi aslinya, Cieny malah tidak menyiapkan meja dan kursi. Di sana tidak melayani pembelian makan di tempat, seluruhnya hanya mengandalkan penjualan online.

Konsep penjualan seperti inilah yang kemudian dikembangkan oleh Cieny dengan warung Sego Sambal Cak Brewok. Cabang keduanya dibuka di Jalan Camba Jawayya, yang letaknya juga tidak strategis; agak jauh dari keramaian jalan utama.

“Cabang kedua ini juga rumah tinggal, bukan ruko. Lokasinya agak masuk ke dalam,” terangnya.

Kendati selalu memilih lokasi tidak strategis dan selalu mengandalkan penjualan online, jerih payah Cieny membuahkan hasil yang besar. Warung Sego Sambal Cak Brewok laris manis, bahkan ia mengatakan sekarang berniat untuk membuka dua cabang baru di lokasi berbeda.

Sekarang usaha Sego Sambal Cak Brewok yang didirikan Cieny sudah berusia 3 tahun. Selama itu pula dia telah bergabung sebagai mitra GrabFood. Kemudian sekitar 4 bulan lalu, dia meningkatkan statusnya menjadi Merchant Restoran Pilihan dan usahanya semakin melejit.

Pada bulan pertama Cieny mampu membukukan omzet besar dengan kenaikan dua kali lipat. Demikian pula di bulan kedua, hingga kemudian pada bulan keempat warung Cieny berhasil meraih predikat sebagai Restoran Pilihan. Sego Sambal Cak Brewok pun mampu menghasilkan omzet tiga kali lebih tinggi dibanding pertama kali membuka usaha.

Seiring dengan meningkatnya omzet dan permintaan, Cieny juga menambah karyawan. Sekarang usahanya telah mempekerjakan 11 karyawan. Sebelum bergabung sebagai Restoran Pilihan, dia hanya mempekerjakan 5 orang. Dia merasa senang bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain lewat usahanya.

Selain itu, Cieny juga menargetkan pembukaan dua cabang baru di kawasan timur Kota Makassar dan di Kabupaten Gowa. Kedua lokasi itu dipilih untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar yang mulai berkembang.

Jika Cieny sejak awal langsung menempatkan kepercayaan pada GrabFood, beda lagi kisah dari pengelola pusat jajanan Aiola Eatery di Surabaya yang banyak menampung pedagang kaki lima. Manajer Aiola Eatery Julyanto Adrianes menceritakan bahwa semula menghindari penjualan online.

“Selama ini yang ingin makan makanan di sini kan ya harus ke sini. Kami pantau, dengan adopsi teknologi GrabFood membantu menambahkan orang atau malah switching. Jujur kita bertahan cukup lama untuk tidak online, bahkan kepikiran untuk membuat jasa delivery sendiri. Tapi setelah dipikir lebih jauh lagi dan lebih matang, mulai banyak pelanggan yang menanyakan kok nggak ikut GrabFood? Dari situ, akhirnya kami bergabung dengan GrabFood di tahun 2016,” tuturnya.

Rupanya keputusan manajemen disambut baik oleh para PKL. Apalagi ada beberapa momen ketika orang yang datang justru lebih sedikit dibandingkan mitra pengantaran GrabFood untuk membelikan pesanan pelanggannya.

“Di bulan-bulan Oktober-November biasanya, Surabaya lagi panas-panasnya, ini ditolong banget oleh GrabFood,” ujarnya. Menurutnya, dari total pengunjung yang datang ke Aiola Eatery, sebanyak 20 persennya merupakan mitra pengemudi GrabFood.

Dengan bergabungnya Aiola Eatery menjadi mitra GrabFood ini, Adri berharap, ke depan Aiola masih akan terus berkembang dengan konsep yang sama. Pasalnya, selain bisa membuka lapangan pekerjaan Aiola juga ingin mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin makan nikmat dengan tetap hemat. “Ingin mempertahankan itu. Meskipun harga sekarang dan dulu jelas berbeda dari segi bahannya, jadi mau tidak mau menyesuaikan,” pungkasnya.

Cieny dan para pedagang di Aiola Eatery merupakan bagian dari jutaan wirausahawan mikro yang diberdayakan oleh teknologi Grab. Saat ini, Grab menyediakan layanan dari Sabang hingga Merauke di Indonesia.

Mereka sudah menunjukkan bukti bahwa lokasi tak strategis bukan merupakan suatu hambatan utnuk mendulang cuan. Semua itu berkat teknologi Grab yang memberikan ruang bagi pelaku usaha UMKM untuk terus eksis menyapa konsumen agar bisa naik kelas.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.