Connect with us

opini

Hilirisasi Industri Nikel, Mimpi Besar Indonesia

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa hilirisasi industri nikel yang tengah dilakukan pemerintah bisa menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dunia baterai lithium.

Hilirisasi industri nikel, hemat Luhut, penting untuk masa depan, sehingga tidak hanya ekspor material mentah. Dalam hal ini memproses dari bijih nikel sampai menjadi baterai dan stainless steel. Namun, Indonesia masih butuh transfer teknologi dari investor asing.

Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah bijih nikel secara signifikan. Jika diolah menjadi sel baterai nilainya bisa meningkat 6 – 7 kali lipat. Sementara itu, jika diolah sampai mobil listrik akan memberikan nilai tambah hingga 11 kali lipat. Peningkatan nilai tambah untuk produksi stainless steel berkisar 14 – 19 kali lipat.

Saat ini, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya mineral. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), untuk produksi tambang sedunia, Indonesia menduduki peringkat ke-1 untuk komoditas nikel. peringkat ke-2 untuk komoditas timah, peringkat ke-3 untuk komoditas batubara, peringkat ke-8 untuk komoditas tembaga, dan peringkat ke-10 untuk komoditas emas.

Kondisi excellent tectonic dan geologi itulah yang membawa Indonesia menjadi satu di antara produsen terbesar emas, tembaga, nikel, dan timah. Dengan profil yang demikian, Indonesia menjadi negara yang sangat menjanjikan bagi kalangan pelaku industri pertambangan untuk bisa berinvestasi di Indonesia.

Pemerintah juga mendorong swasta yang selama ini mengimpor kendaraan listrik untuk segera membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia dengan menggandeng prinsipal dari luar negeri.

Keinginan dan komitmen Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik dituangkan dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Perpres ini menandakan kebangkitan Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik.

Indonesia bisa menjadi pemain rantai pemasok global baterai untuk kendaraan listrik. Rantai pasokan global dalam industri kendaraan listrik diperlukan, di mana sesama negara bisa saling melengkapi suku cadang. Misalnya Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, mengingat nikel bisa menjadi salah satu pembuat baterai mobil listrik.

Hilirisasi dengan teknologi hidrometalurgi (pelindian) menggunakan bijih nikel berkadar rendah (limonit). Produk yang dapat dihasilkan berupa logam nikel murni dan senyawa nikel sulfat (bahan baku manufaktur nickel-based ion lithium battery).

Di samping itu, juga dapat dihasilkan logam kobalt murni dan senyawa kobalt sulfat (bahan baku manufaktur nickel-based ion lithium battery.

Perusahaan yang telah melakukannya adalah Harita Nickel yang saat ini pabrik pengolahan tersebut sudah beroperasi dengan kapasitas pabrik sebesar 8 juta ton bijih pertahun yang menghasilkan produk akhir nikel-kobalt sulfat.

Lokasi pertambangan yang baik harus memiliki potensi mineral yang sesuai target. Wilayah pertambangan itu juga tidak terikat dengan batasan administrasi pemerintah yang sudah menjadi bagian dari tata ruang nasional.

Contohnya seperti Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara dan Pulau Obi, Maluku yang kaya akan sumber nikel.

Disini merupakan surga nikel yang menjadi rumah bagi perusahaan tambang Indonesia seperti PT Gema Kreasi Perdana di Pulau Wawonii, PT Halmahera Persada Lygend dan PT Megah Surya Pertiwi yang mengolah nikel di Pulau Obi. Perusahaan-perusahaan tersebut turut mengembangkan daerah sekitar lingkar tambang.

Nikel dapat digunakan pada berbagai industri, mulai dari konstruksi, kimia, manufaktur alat dapur, manufaktur baterai, bidang otomotif, hingga bidang keuangan.

Semakin banyak hilirisasi nikel di Indonesia diharapkan dapat memberikan kesejahteraan langsung kepada masyarakat Indonesia dengan menjadi negara yang bisa mengekspor produk bangsa berupa baja tahan karat (stainless steel), baterai lithium basis nikel, logam nikel, senyawa kimia nikel, dan produk-produk nikel lainnya.


Oleh : Rofingatun
Penulis adalah Sarjana Teknik Metalurgi ITB

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

opini

Rekor MURI Benteng Kotano Wuna : Penguatan Jati Diri dan Tantangan Pelestarian

Published

on

By

TINGGALAN budaya Benteng Kotano Wuna baru saja mendapatkan rekor Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI) pada 22 Mei 2024 di Jakarta. MURI memandatkan Benteng Kotano Wuna sebagai benteng terluas di dunia saat ini dengan luas 8.073 km. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan dari dunia bahwa di Kerajaan Muna yang kini menjadi Pulau Muna (Kabupaten Muna – Kabupaten Muna Barat) pernah terjadi peristiwa sejarah budaya dalam bentuk perlawanan terhadap kolonial Hindia Belanda dalam upaya merebut kemerdekaan ditandai dengan sistem pembangunan benteng yang terluas.

Pada dasarnya, benteng terdiri dari dua, yaitu tipe benteng tradisional dan benteng kolonial. Benteng tradisional adalah benteng yang dibangun oleh orang lokal atau orang-orang kerajaan di masa pemerintahannya, serta arsiteknya menyesuaikan dengan letak geografis dan kondisi sosial budaya setempat.

Sedangkan benteng kolonial adalah benteng yang dibangun oleh pemerintah kolonial dengan arsitekturnya menyesuaikan dengan ciri khas kolonial. Sehingga secara tipe bahwa Benteng Kotano Wuna merupakan benteng tradisional yang dibangun oleh Raja Muna ke VII yakni Raja Lakilaponto masa pemerintahan 1570 – 1520 M.

Sebagai situs cagar budaya, Benteng Kotano Wuna menunjukkan keunikan dengan peletakan yang berada pada tebing-tebing tinggi dan sistem pertahanan yang terbilang kuat untuk menghalau musuh yang datang dari luar. Dengan posisinya yang berada pada ketinggian memungkinkan para prajurit kerajaan dapat mengintai musuh dengan mudah dalam mendeteksi serangan.

Selain digunakan untuk pertahanan, benteng tersebut juga digunakan sebagai pusat kerajaan oleh raja-raja Muna saat itu. Hal ini ditandai dengan banyak makam para raja yang berada di dalam benteng yang masih sampai saat ini masih disakralkan dan banyak di ziarah oleh masyarakat Muna.

Penyematan MURI terhadap benteng tersebut patut di apresiasi apalagi statusnya telah menjadi situs cagar budaya yang patut dilestarikan guna kepentingan masyarakat. Selain itu, identitas budaya lokal semakin menguat dan mengartikan jiwa kesatuan dan persatuan masyarakat setempat yang semakin solid. Hal ini pula turut serta mendukung upaya kolaborasi berbagai stakeholder untuk menjaga dan melestarikan benteng tersebut.

Ditinjau dari perspektif Cultural Resource Management atau manajemen sumberdaya budaya situs cagar budaya Benteng Kotano Wuna merupakan aset budaya yang harus dikelola secara bijak. Nilai dari benteng ini telah memenuhi aspek penting seperti nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, dan agama. Nilai itulah yang menjadi landasan benteng tersebut sehingga ditetapkan sebagai situs cagar budaya tingkat daerah. Meskipun demikian, status dan penghargaan yang telah diperoleh tak cukup sampai disitu, melainkan harus ada upaya-upaya lanjutan untuk terus melestarikannya. Salah satunya adalah dengan kegiatan konservasi atau revitalisasi.

Upaya konservasi perlu dilakukan guna merawat dengan cara melakukan perbaikan-perbaikan maupun mengantisipasi kerusakan situs. Konservasi dilakukan dengan tidak merubah keotentikan atau keaslian benteng dari segi materialnya. Terdapat tiga metode dalam upaya konservasi, yakni pengamanan, pembersihan, dan perbaikan.

Pengamanan adalah langkah untuk mengamankan material situs yang bersifat sementara, kemudian direkomendasikan kepada pemerintah setempat untuk memperoleh penanganan secara tuntas.

Pembersihan adalah merujuk pada pembersihan secara tradisional maupun secara kimia, namun untuk kasus Benteng Kotano Wuna, lebih tepat pada pembersihan tradisional, dengan cara membersihkan pepohonan dan semak belukar yang berpotensi merusak struktur benteng.

Kemudian untuk perbaikan adalah perekatan, penyambungan, maupun penggantian bahan-bahan material benteng dengan material sejenisnya dan kualitas bahan yang sama. Dalam artian, tidak boleh ditambahkan dengan bahan-bahan baru yang tidak sesuai dengan keotentikan situs yang dapat menghilangkan keaslian benteng.

Disisi lain upaya konservasi diupayakan agar tetap mempertahankan keaslian letak, bentuk, teknik pengerjaan, daya tahan, efektif dan efisien dan aman dari lingkungan sekitarnya, sehingga nilai-nilai arkeologisnya tidak hilang sebagai situs cagar budaya.

Sementara upaya revitalisasi adalah upaya untuk menghidupkan kembali kawasan yang terdapat pada kawasan Benteng Kotano Wuna. Mengingat kawasan benteng tersebut yang dulunya dijadikan sebagai pusat kerajaan sekarang menjadi pemukiman yang sepi dan akses yang belum memadai. Dimana benteng yang terletak di Desa Unit Pemukiman Kotano Wuna tersebut belum memiliki akses jaringan seluler, maupun sarana dan prasarana lain yang mendukung pelestarian, semisal toilet, kebersihan situs maupun sumber air yang masih sulit.

Oleh sebab itu, upaya revitalisasi merupakan alternatif lain untuk menata kembali tentang kawasan tata ruang, nilai sosial budaya dan lanskap nya melalui kajian yang matang. Pada prinsipnya upaya revitalisasi didorong dengan kesiapan yang matang dengan mempertimbangkan hal-hal tadi serta diusahakan agar memberikan manfaat dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana seperti yang tercantum dalam Undang-Undang tentang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 .

Situs cagar budaya Benteng Kotano Wuna adalah bukti dari peradaban masyarakat Muna pada zaman kolonial hingga zaman kemerdekaan yang memperlihatkan kepada kita semua bahwa di Pulau Muna terdapat ketangguhan, keberanian, kekuatan dan teknologi yang tergolong bagus dalam sistem pemerintahannya saat itu. Hal ini dapat dibuktikan dengan kemegahan benteng dengan tinggi rata-rata 4 meter dan lebar 3 meter tersebut.

Hadirnya Benteng Kotano Wuna sebagai salah satu situs cagar budaya yang ada di Pulau Muna adalah peluang yang harus dilihat sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat identitas jati diri masyarakat dan semakin menumbuhkan kepeduliannya terhadap pelestarian warisan budaya terutama pada kalangan generasi muda saat ini.

Penulis : Saswal Ukba, S.Sos, M. Hum
Alumni Pasca Sarjana Jurusan Arkeologi Universitas Indonesia

 

Continue Reading

opini

Ini 6 Jenis Instrumen Investasi Yang Cocok Bagi Generasi Muda

Published

on

By

Ilustrasi investasi. -foto:pinterest.com-

SAAT ini investasi menjadi salah satu hal yang populer bahkan di kalangan generasi muda. Investasi sendiri adalah sebuah aktivitas menyimpan atau menempatkan dana pada periode tertentu dengan harapan penyimpanan tersebut akan menimbulkan keuntungan atau peningkatan nilai dari investasi itu sendiri.

Ketika kebutuhan utama dan cadangan dana darurat kita telah terpenuhi, tak ada salahnya kita melakukan investasi. Dengan investasi banyak manfaat yang akan kita terima, antara lain meningkatkan aset, melindungi aset dari kemungkinan inflasi, mencapai financial freedom dan lainnya. Saat ini jenis investasi sangat beragam. Jika kamu mengganggap investasi hanya saham, kamu tak sepenuhnya benar. Lalu apa saja jenis investasi itu?

Ini dia beberapa contoh instrumen investasi yang bisa kamu pilih.

1. Logam Mulia atau Emas

Logam mulia atau emas adalah bentuk investasi yang paling mudah yang bisa kamu pilih. Investasi klasik satu ini cocok untuk kamu yang menginginkan nilai intrinsik yang jelas. Investasi dalam bentuk fisik ini punya risiko yang lumayan rendah. Nilainya cenderung stabil dan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya, bahkan di beberapa bulan terakhir, nilai emas mengalami penguatan yang cukup tinggi.

Jika ingin memilih investasi ini, pilihlah emas batangan, bukan perhiasan. Emas batangan ini murni dihitung dari beratnya. Yang perlu diperhatikan adalah kamu harus memiliki penyimpanan yang aman untuk emas yang kamu miliki. Kamu bisa menggunakan brankas di rumah atau bisa menyewa deposit box di bank.

2. Properti

Investasi bentuk fisik lainnya adalah properti. Investasi ini tergolong investasi jangka Panjang karena kamu harus menahannya dalam waktu yang cukup lama untuk mendapatkan return. Cara investasi ini juga ada beragam, mulai dari membeli tanah, kemudian membangun properti di atasnya dan menjualnya ketika harga sudah cukup tinggi. Atau kamu bisa menyewakan properti tersebut sehingga kamu mendapatkan penerimaan dari hasil sewa tersebut.

Investasi ini termasuk yang memiliki risiko rendah karena harga yang cenderung terus naik. Namun yang menjadi perhatian adalah aset seperti bangunan bisa rusak, sehingga perawatan sangat penting untuk dilakukan agar nilai properti tetap terjaga.

3. Deposito

Deposito hampir sama dengan kita menabung di bank, namun terdapat perbedaan pada tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan Tabungan. Bahkan semakin tinggi uang yang kamu depositokan, biasanya bunganya juga akan makin tinggi. Selain itu, ada waktu jatuh tempo yang tidak dimiliki pada tabungan. Tenor deposito beragam, dengan maksimal 12 bulan, bahkan beberapa bank yang menawarkan hingga 24 bulan.

Meski memiliki suku bunga yang lebih tinggi, uang tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu hingga tenor yang telah ditentukan sebelumnya terpenuhi. Jadi pikirkan dengan matang, berapa tenor yang tepat jika kamu ingin memilih investasi ini.

4. Saham

Instrumen ini adalah salah satu bentuk investasi yang paling populer. Saham sendiri merupakan bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Return investasi ini berupa dividen dan pertumbuhan nilai saham itu sendiri ketika diperjualbelikan kembali. Namun perlu diingat bahwa tidak semua perusahaan membagikan dividen kepada investornya.

Instrumen ini bisa dibilang sangat potensial, namun memiliki risiko yang lumayan tinggi. Calon investor instrumen ini perlu memahami dengan seksama dan mendalam sebelum memilih investasi ini. Analisa yang detail juga dibutuhkan dalam perdagangan surat berharga ini.

5. Reksa Dana

Reksa dana adalah instrumen investasi di mana dana dari beberapa investor dikumpulkan ke dalam satu wadah untuk kemudian diinvestasikan ke instrumen investasi yang ada di pasar modal dalam portofolio manajer investasi. Instrumen ini sangat cocok untuk investor pemula yang memiliki keterbatasan dana. Sebelum membeli reksa dana, pastikan dahulu untuk memilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko, kebutuhan, dan preferensi pasar yang diinginkan.

6. Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa dibilang paling aman karena risikonya yang rendah. Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia, yang kemudian ditawarkan kepada masyarakat secara perseorangan.

Beberapa jenis obligasi pemerintah ini hanya bisa dibeli dalam periode waktu tertentu. Selain itu, tidak semua obligasi ini juga bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. Jangka waktu obligasi ini bervariasi.

Jenis obligasi pemerintah bermacam, mulai dari Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SR), Sukuk Tabungan (ST), Saving Bond Ritel (SBR) dan lain-lain. Pilihlah obligasi yang sesuai dengan kebutuhan dan jumlah dana yang kamu miliki. Karena beberapa jenis hanya ditawarkan pada waktu tertentu jadi pastikan kamu tidak ketinggalan informasi jika kamu akan memanfaatkan investasi ini.

Sebelum kita mulai berinvestasi, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Seperti pendapatan yang sudah stabil, telah terpenuhinya kebutuhan, kesiapan dana darurat, serta pengetahuan yang telah cukup tentang instrumen dan risiko investasi yang akan kita pilih. Karena jika investasi tidak dilakukan dengan cermat maka yang ada hanya kerugian besar yang menanti di depannya. Seraplah sebanyak mungkin informasi dan ilmu yang ada. Jangan takut untuk berinvestasi agar kamu lebih untung.

 

Penulis : Irfan Bayu

Sumber : mediakeuangan.kemenkeu.go.id

Continue Reading

opini

Bahaya di Balik Goda Minuman

Published

on

By

Ilustrasi. Minuman yang mengandung pemanis. -foto: mediakeuangan.kemenkeu.go.id-

Manusia sudah mengenal si manis gula sejak ribuan tahun lalu. Namun, konsumsi gula berlebih mulai terjadi sejak beberapa dekade terakhir. Rasa manis memang bisa menjadi adiksi bagi manusia. Gula sebagai sumber utama rasa manis dapat memicu pelepasan dopamin di otak. Dopamin ini menghasilkan perasaan senang dan bahagia, yang membuat manusia ingin kembali mengonsumsi. Saat ini banyak sekali varian makanan dan minuman manis, antara lain berbentuk minuman berpemanis dalam kemasan.

Di Indonesia, data Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menyatakan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan di Indonesia naik 15 kali lipat dalam 20 tahun terakhir (1996-2014). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 2018 juga menyebutkan sebanyak 61,27 persen masyarakat Indonesia berusia tiga tahun ke atas mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali per hari. Data ini memperlihatkan tingginya konsumsi masyarakat Indonesia terhadap gula.

Fakta lain menunjukkan saat ini ketersediaan minuman berpemanis dalam kemasan terus meningkat. Masyarakat dengan sangat mudah membeli dan mengonsumsi, terutama anak-anak dan remaja yang sering menjadi target iklan produk minuman berpemanis dalam kemasan. Bahkan, mereka bisa membeli sendiri di toko terdekat rumah dan mengonsumsi dengan bebas tanpa adanya pengawasan yang cukup dari orang tua.

Harga yang murah, pemasaran yang agresif, serta varian produk yang beragam, menjadi beberapa pemicu kenaikan tajam konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan, baik itu berupa minuman ringan, jus buah, minuman energi, teh atau kopi siap minum, maupun susu. Kadar gula di dalam setiap kemasan standar pun biasanya sangat tinggi, hingga mencapai 10 sendok teh. Padahal, ada implikasi serius dari konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan ini bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Ada bahaya mengintai di balik minuman berpemanis dalam kemasan, khususnya bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Gula berlebih berdampak ke semua organ

Minuman berpemanis dalam kemasan dengan kadar gula yang sangat tinggi memberi dampak buruk bagi kesehatan. Hal tersebut ditekankan oleh Dokter Spesialis Anak dari Mayapada Kuningan Hospital dan Klinik KiDi Pejaten dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp,A atau yang biasa dikenal dengan nama dr. Denta. Ia menjelaskan, pada dasarnya tubuh manusia tidak dirancang untuk memetabolisme atau mengolah gula-gula yang berlebih.

“Gula itu bermacam-macam. Karbohidrat dalam nasi itu juga ada gulanya. Cuma kalau kita bicara dalam konteks minuman berpemanis dalam kemasan, yang kita bicarakan adalah gula tambahan atau sering disebut dengan sukrosa. Nah, tubuh manusia tidak dirancang untuk mengolah sukrosa tersebut. Kalau karbohidrat, kita bisa mengolahnya dengan baik. Kalau sukrosa, ketika dia berlebihan, itu bisa membebani tubuh kita,” jelas dr. Denta.

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut menjelaskan ketika manusia mengonsumsi gula berlebih, maka livernya akan terbebani. Gula tambahan tidak bisa langsung diubah menjadi energi. Sebagian besar gula tambahan dimetabolisme oleh hati dan berujung disimpan sebagai lemak. Lama-kelamaan, lemak itu akan menumpuk di liver manusia, lalu melebar ke berbagai organ tubuh manusia lainnya.

“Lemak di perut meningkat, lemak di pembuluh darah juga meningkat, akhirnya nanti akan terjadi gangguan metabolisme. Efeknya macam-macam, mulai dari berat badan berlebih, obesitas, resisten insulin, diabetes, gagal jantung, gagal ginjal, sampai kanker, stroke, gangguan cemas, bahkan demensia, itu bisa disebabkan oleh konsumsi gula berlebih,” tegas dr. Denta.

Saat ini prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Indonesia juga meningkat. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, satu dari tiga (35 persen) orang dewasa di atas 18 tahun, satu dari lima (20 persen) anak-anak berusia 5-12 tahun, dan satu dari tujuh (15 persen) remaja berusia 13-18 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kejadian tersebut turut meningkatkan risiko penyakit tidak menular di tengah masyarakat, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Tak hanya itu, kelebihan berat badan dan obesitas juga mengakibatkan dampak psikologis dan sosial, seperti stigma berat badan, pengucilan dari masyarakat, depresi, kepercayaan diri yang rendah, dan kurangnya pencapaian akademik. Di sisi lain, anak-anak dan orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas juga dapat lebih rentan terkena penyakit menular.

Lebih lanjut, dr. Denta menjelaskan tidak ada satu organ pun di dalam tubuh manusia yang bisa bebas dari komplikasi akibat konsumsi gula berlebih. Sebagai contoh, ia menyebut bagaimana kulit manusia berpotensi mengalami jerawat, gampang kering, serta gampang luka akibat konsumsi gula berlebih. Kemudian, ia menerangkan bagaimana mata berpotensi mengalami kebutaan akibat pembuluh darah di sekitarnya gampang pecah pada penderita diabetes.

“Ginjal juga begitu. Kebanyakan gula, tidak bisa diolah, merusak ginjal, terus gagal ginjal. Semuanya. Hati, jantung, pembuluh darah, otak, sistem pencernaan, semua sistem dalam tubuh kita itu tidak ada yang bebas dari komplikasi konsumsi gula berlebih,” dr. Denta menerangkan.

Ia menyadari saat ini dunia industri memahami dengan baik bagaimana minuman berpemanis dapat menimbulkan adiksi, khususnya pada anak-anak. Menurut dr. Denta, semakin muda usia seseorang terpapar minuman berpemanis, semakin mudah dia kecanduan.

“Makanya, kalau minuman berpemanis dalam kemasan buat anak-anak kebanyakan warnanya bagus, kemasannya lucu, warna-warni segala macam. Akhirnya membuat anak jadi lebih mudah untuk minta ke orang tuanya dan diberikan ke orang tuanya, dan sekali diberikan dia langsung kecanduan dan lebih susah untuk lepas dari kecanduan gulanya,” ujar dr. Denta prihatin.

Solusi pembatasan konsumsi

Edukasi tentang bahaya konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan sudah sering dilakukan oleh kalangan medis dan pemerintah. Namun, dr. Denta mengatakan edukasi tersebut menjadi lebih menantang karena sudah banyak masyarakat yang mengalami masalah adiksi gula. “

“Begitu seseorang menjadi adiksi, sudah kecanduan, kita lebih susah mau memberikan pemahaman ke mereka. Mau sepintar apapun latar belakang pendidikan mereka, kalau sudah kecanduan gula, mau kita bilang bagaimana pun mereka akan sulit. Kenapa? Kalau orang kecanduan itu kan otaknya sudah kena. Mereka sudah tidak bisa berpikir dengan jernih. Ini sama juga terjadi dengan adiksi-adiksi yang lain, seperti rokok, tembakau, alkohol, dan lain sebagainya,” tutur dr. Denta.

Dokter spesialis anak yang juga aktif memberikan edukasi kesehatan melalui media sosial tersebut menilai edukasi saja tidak cukup untuk menurunkan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan di Indonesia. Menurutnya, akses terhadap minuman berpemanis dalam kemasan di Indonesia sangat gampang dan konsumsi masyarakat juga sangat tinggi.

“Jadi kesulitannya ada di situ. Kesulitannya adalah lingkungan kita atau ekosistem di Indonesia itu masih sangat mendukung konsumsi berlebih dari minuman berpemanis dalam kemasan atau atau produk-produk gula berlebih lainnya,” ungkapnya.

Menurut dr. Denta, solusi yang bisa dilakukan saat ini adalah pemerintah harus berani untuk membatasi akses terhadap minuman berpemanis dalam kemasan. Pembatasan ini sudah dilakukan oleh banyak negara lain di dunia. Tidak hanya oleh negara maju, tetapi juga negara-negara berkembang, sama halnya seperti Indonesia.

“Saya rasa kebijakan cukai bisa membatasi konsumsi terhadap minuman berpemanis dalam kemasan. Kebijakan itu bisa jadi salah satu pilihan utama,” dr. Denta berpendapat.

Sejumlah negara di dunia telah berhasil menurunkan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan di negaranya melalui kebijakan cukai. Pemerintah Meksiko memperkenalkan cukai sebesar satu peso per liter (10 persen) untuk semua minuman berpemanis pada Januari 2014. Akibatnya, pada tahun 2014 penjualan berpemanis turun rata-rata 6-8 persen. Kebijakan ini berdampak paling besar pada rumah tangga dengan status sosial ekonomi rendah, berada di perkotaan, dan rumah tangga dengan anak-anak.

Negara tetangga Filipina juga telah memperkenalkan cukai minuman berpemanis pada Januari 2018. Mereka menaikkan harga minuman berpemanis sebesar 14 persen, salah satunya untuk mengurangi tingkat obesitas pada masyarakat. Sementara itu, Inggris mengenakan retribusi pada industri minuman ringan pada April 2018. Kebijakan tersebut diumumkan pada tahun 2016. Salah satu tujuan kebijakan itu yakni mengurangi tingkat obesitas pada anak-anak di Inggris.

“Sudah ada beberapa negara (yang menerapkan cukai pada minuman berpemanis dalam kemasan), seperti di Australia, Filipina, Malaysia juga ada. Dan impact-nya cukup positif ya,” kata dr. Denta.

Selain pengenaan cukai pada minuman berpemanis dalam kemasan, dr. Denta juga mengusulkan pemerintah membuat regulasi agar ada transparansi informasi dari produk-produk minuman berpemanis dalam kemasan yang ada di pasaran. Salah satu praktik penerapan transparansi informasi kadar gula ini misalnya dengan pemberian label pada kemasan.

“Misalnya kalau gulanya tinggi nanti ada levelnya merah, kalau gulanya oke dia hijau, dan lain sebagainya. Aturan untuk transparansi informasi itu juga bisa salah satu kunci. Jadi masyarakat juga bisa memilih dengan baik apa yang dikonsumsi,” usulnya.

Lindungi anak-anak dan ciptakan masa depan sehat

Saat ini dr. Denta menilai sudah banyak anak-anak Indonesia yang mengalami adiksi minuman berpemanis dalam kemasan. Ia berharap, selain adanya kebijakan dari pemerintah yang mampu membatasi konsumsi gula berlebih, keluarga dan lingkungan di sekitar anak-anak pun mampu memberikan contoh yang baik tentang apa asupan yang baik bagi kesehatan anak-anak.

“Sebenarnya diawali dari lingkungannya. Dari contoh yang mereka lihat dari bapak ibunya, dari pengasuhnya, dari paman, kakek, neneknya. Anak kita akan punya kebiasaan hidup yang tidak sehat kalau rumahnya punya kebiasaan yang tidak sehat. Kalau ingin anak kita hidup sehat, berarti kita harus memiliki gaya hidup yang sehat juga. Jika ingin generasi penerus kita lebih sehat, kita harus memberikan contoh yang baik,” saran dr. Denta.

Selain membatasi konsumsi minuman berpemanis, ia juga merekomendasikan agar orang tua membiasakan anak-anaknya untuk makan real food, buah-buahan, makanan yang dibuat sendiri di rumah, dan menghindari makan makanan yang ada dalam kemasan. Lebih lanjut, ia menyarankan orang tua untuk benar-benar membatasi konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan pada anak-anaknya. Dampak buruk minuman berpemanis dalam kemasan bagi kesehatan anak-anak sangatlah nyata. Apalagi, gula dapat menimbulkan adiksi, sementara anak-anak belum memiliki kemampuan pengendalian diri yang baik atas apa yang ia konsumsi.

“Orang dewasa itu lebih gampang mengendalikan diri. Anak lebih susah. Kalau anak sudah melihat orang tuanya minum minuman berpemanis sekali, walau besoknya orang tuanya tidak minum pun dia akan tetap minta, besoknya lagi dia akan tetap minta lagi. Karena anaknya sudah kecanduan, karena sudah adiksi. Jadi harus hati-hati sekali,” pungkas dr. Denta.

 

Sumber : mediakeuangan.kemenkeu.go.id

Penulis : Reni Saptati D.I.

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.

http://49.128.176.141:8080/dashboard/sm/ http://110.232.83.101:88/-/slot-pulsa/ http://103.147.76.34:8003/dashboard/slot-maxwin/ http://103.154.123.19:8452/tmp/ http://103.154.137.116/dashboard/sm/ http://103.164.98.164/-/slot-deposit-pulsa/ http://103.165.37.189:8686/-/judi-slot-triofus/ http://103.169.39.88:90/dashboard/-/slot-zeus/ http://103.167.107.33:8001/bo-slot/ http://akpk.bkpsdm.ternatekota.go.id/img/slothoki/ http://103.244.36.101:8000/img/slotdeposit5000/ http://103.244.36.101:8000/dashboard/-/slot-gacor-maxwin/ http://103.231.114.84:8080/cache/ http://103.244.36.101:8000/dashboard/kr/ http://103.231.114.84:8080/dashboard/sm/ http://116.254.112.167:8080/sdepo10k/ http://111.67.73.26:83/dashboard/sdepo5000/ http://111.67.73.26:83/img/gacor4d/ http://114.30.83.211:88/janjit/cache/ http://114.30.83.211:88/img/bo/ http://116.254.112.167:8080/restricted/kamboja/ https://smkyasda.sch.id/assets/fonts/ http://103.113.49.54/moyan/assets/sdepo5k/ https://siakad.sttberitahidup.ac.id/laporan/ https://siakad.sttberitahidup.ac.id/staf/data/ https://perpus.sttberitahidup.ac.id/lib/tmp/ https://perpus.sttberitahidup.ac.id/images/icon/ https://repository.sttberitahidup.ac.id/doc/data/ https://univ.sttberitahidup.ac.id/theme/styles/ http://182.23.111.26:8081/cache/ http://222.124.248.91:8104/sigat/resmi/ http://203.142.77.219:98/dashboard/kr/ http://123.108.100.83:90/tmp/ http://123.108.100.83:89/xampp/cache/ https://smkyasda.sch.id/assets/fonts/ http://180.250.177.155:8181/portal/depo5k/ http://110.232.64.40:88/ http://103.10.63.134:3306/xampp/boslot/ http://101.255.94.155:85/ http://103.231.114.19:8081/apkeu/dana/ http://data.titaninfra.com/ http://sipenjor.ddns.net:8001/E-Klaim/js/ http://103.18.46.251/language/bo/ http://36.93.94.123/E-Klaim/dana/ http://103.4.167.30/E-Klaim/library/5k/ http://223.25.99.172/library/garansi/ http://103.136.163.130/E-Klaim/js/ http://36.93.142.202:81/E-Klaim/dana/ http://103.169.40.136/E-Klaim/garansi/ http://36.93.94.126/E-Klaim/language/depo5k/ http://bapenda.situbondokab.go.id:81/epajak/images/ http://103.165.156.165:81/epajak/pdf/ http://103.169.200.20:90/E-Klaim/language/sdepo5k/ https://dishub.payakumbuhkota.go.id/wp-content/upgrade/ http://transmedic.co.id:8181/E-Klaim/js/ http://203.142.75.180:1080/lib/ http://103.4.167.33/E-Klaim/js/ http://103.148.100.42:8087/xampp/js/ http://114.9.17.34/E-Klaim/sgcr/ http://203.80.9.158/E-Klaim/library/mpo/ http://lsp.ppm-manajemen.ac.id/img/depo-5k/ http://66.96.240.130:8080/tes/gacor/ http://lsp.ppm-manajemen.ac.id/dist/garansi-kekalahan/ https://cm.rsipati.com/language/slot-receh/ http://202.158.77.197:2082/sdm/img/ http://103.212.211.246/uploads/depo5k/ http://202.52.12.219:81/dis/depo-5k/ http://202.78.202.232:8866/mod/garansi-kekalahan/ http://202.148.25.150:8080/-/slot-deposit-5000/ http://117.102.75.166:8185/themes/slotdepo5k/ https://rsudbnm.parigimoutongkab.go.id/themes/ http://117.102.65.3:8181/img/ https://rsudbnm.parigimoutongkab.go.id/lib/garansi/ https://eklaim.pkusampangan.com/E-Klaim/styles/ http://117.102.65.3:8181/sim/garansi/ http://103.115.164.36:8888/themes/ http://103.115.164.36:8888/images/garansi/ http://arsip.webdemoku.my.id/-/bo/ http://202.78.202.232:8866/srvrestespay/data/ http://103.110.184.109:8787/lib/img/ http://103.110.184.109:8787/images/styles/ http://103.110.184.109:8787/dist/db/ https://103.172.120.101/style/tmp/ http://103.11.96.229/lib/slotgaransi/ https://103.172.120.101/rsa/slotdepo5k/ https://journal.fateta.unipa.ac.id/pages/article/5k/ http://103.11.99.126:1234/fonts/gacor/ http://103.11.99.126:1234/images/slot-depo-5k/ http://103.110.184.109:8787/application/dashboard/bo/ http://103.110.184.109:8787/upgrade/gcr/ http://103.110.184.109:8787/lib/mpo/ http://103.164.215.108/lib/5k/ https://hris.uai.ac.id/thai/ https://hris.uai.ac.id/hris/depo-5k/ https://microcredentials.unjani.ac.id/upload/depo5k/index.html https://birokerjasama.unjani.ac.id/medias/666/index.html http://103.80.88.42:81/upgrade/garansi/ http://116.206.233.250:86/images/depo5k/ http://117.102.97.194/garansi/ http://103.155.246.27:7500/lib/receh/ https://kelurahankarangmanyar.purbalinggakab.go.id/wp-includes/Requests/src/slot-depo-5k/ http://182.253.107.234/upgrade/depo-5k/ http://202.52.58.2:8081/lib/pulsa/ http://182.253.107.234/lib/img/ http://182.253.107.234/assets/bo/ http://182.253.107.234/dist/scatter-hitam/ https://slotdepo5k.tumblr.com/ http://elearning.balikpapan.go.id:8871/image/depo-5k/ https://dinda.balikpapan.go.id/images/scatter-hitam/ https://elearning.balikpapan.go.id/lang/depo-5k/ https://elearning.balikpapan.go.id/thai/ https://dinda.balikpapan.go.id/simbio2/receh/ https://dinda.balikpapan.go.id/m/anti-rungkad/ https://kelurahankarangmanyar.purbalinggakab.go.id/wp-includes/Requests/src/slot-depo-5k/ https://boslotqris.tumblr.com/ http://presensi.slbnlasem.sch.id/ujian/js/ http://103.212.211.246/uploads/mpo/ https://dinda.balikpapan.go.id/app/system/5k/ https://elearning.balikpapan.go.id/group/templates/mpo/ https://dinda.balikpapan.go.id/template/mpo/ http://lilian.ternatekota.go.id/assets/vendors/bo/ http://presensi.slbnlasem.sch.id/cbt/thumbs/S/ http://presensi.slbnlasem.sch.id/skl/upload/bet100/ https://absensi.smanju.sch.id/upload/slot-depo-5k/ https://cbt.smanju.sch.id/media/receh/ http://ilmukomunikasi.fisip.radenfatah.ac.id/wp-includes/fonts/css/ http://ilmupolitik.fisip.radenfatah.ac.id/wp-content/fonts/arial/ http://ilmupolitik.fisip.radenfatah.ac.id/wp-content/languages/mpo/ https://smkplusmelati.sch.id/vendor/anti-rungkad/ https://sia2.smkplusmelati.sch.id/public/-/5k/ https://lp.smkplusmelati.sch.id/wp-content/upgrade/ https://shop.smkplusmelati.sch.id/styles/ https://simpeg.stmikdumai.ac.id/aset/scttr-htm/ https://siakad.stmikdumai.ac.id/images/icon/ https://siakad.stmikdumai.ac.id/images/icon/ http://36.67.148.181:8080/themes/ http://36.89.41.50:8910/images/themes/ https://dbdc.haiduong.gov.vn/frontend/views/site/5k/index.html http://202.77.96.195/lib/spulsa/ https://smkyasda.sch.id/assets/fonts/ http://103.182.48.36/setup/5k/ http://103.182.48.36/config/5000/ http://36.91.98.247:8081/lib/s777/ http://103.182.48.36/fonts/store/garansi-kekalahan/ http://210.210.163.222:22022/dist/5k/ http://210.210.163.222:22022/lib/garansi/ http://117.102.118.186:6080/Temp/5k/ http://36.91.115.125:3020/profile/stpslt/ http://36.91.115.125:3020/images/mpo/ https://bantaragung.desa.id/themes/garansi-kekalahan/ http://62.72.27.159/assets/stpslt/ https://e-pustaka.smkn1cluwak.sch.id/content/gmpng/ http://117.102.118.186:6080/surat/db/shk/ http://117.102.118.186:6080/surat/img/slot-gampang-menang/ https://admkek.palukota.go.id/kekpalu/berita/5000/ https://admkek.palukota.go.id/kekpalu/slides/spulsa/ https://admin.gtlogistik.co.id/img/icon/ https://admkek.palukota.go.id/kekpalu/js/8/ http://36.67.148.181:8080/application/stpslt/ https://saka.lamemba.or.id/img/ https://api.lamemba.or.id/storage/data/ http://36.93.225.18/phpMyAdmin/img/ http://123.231.184.140:84/stpslt/ http://103.154.137.116/img/stpslt/ http://103.179.73.92/sikrang/templates/5k/ http://103.179.73.92/smart/5000/ http://202.52.58.2:8081/dist/gacor/ http://103.84.194.44/Marketing/stpslt/ http://103.210.35.104:8080/master/stpslt/ http://103.210.35.104:8080/dashboard/5000/ http://103.181.129.14/produk/stpslt/ http://36.89.41.50:8910/profile/stpslt/ http://202.77.96.195/dist/hoki/ http://103.182.48.36/lib/ http://103.182.48.36/products/slot-gacor-5000/ http://103.182.48.36/css/depo-5k/ http://202.152.150.220/img/5k/ http://203.160.59.157:7777/include/query/ http://202.152.150.220/template/stpslt/ http://36.95.173.195:5555/sipepeng/css/themes/bo/ https://dinnaker.purbalinggakab.go.id/wp-includes/blocks/block/ http://202.148.8.102/phpmyadmin/js/editor/ http://202.148.8.102/img/stpslt http://103.184.52.66:85/img/stpslt/ http://202.148.8.102/phpmyadmin/js/editor/ http://43.225.184.118/cbd/img/ http://202.157.185.65/img/slot-deposit-5000/ https://bapenda.jombangkab.go.id/simpadu/modul/5k/ https://bapenda.jombangkab.go.id/web/layout/bo/ http://36.94.222.209:10888/libs/slot-depo-5k/ http://36.64.115.18/etle/img/bet-100/ http://36.64.115.18/etle/bin/File/ https://hris.uai.ac.id/hris/image/old/ http://36.66.194.45/application/language/css/ http://36.66.194.45/application/libraries/pdf/ http://36.67.11.90/common/lib/depo5k/ http://202.157.185.65/dashboard/stpslt/ http://43.225.184.118/finance/stpslt/ http://36.90.146.60/forum/stpslt/ http://36.66.194.45/system/stpslt/ http://202.77.96.195/profile/stpslt/ http://103.123.175.102/jurnal/pdf/ http://103.123.175.102/appsurat/img/receh/ https://hris.uai.ac.id/hris/js/styles/ http://202.152.48.10/lib/depo-5k/ https://saintek.universitaskarimun.ac.id/assets/tema/mpo/ http://139.255.108.92:89/dashboard/stp/ http://103.164.98.164/img/stpslt/ http://103.154.137.116/produk/stpslt/ http://103.154.137.116/produk/stpslt/ https://www.alsyarifiyah.web.id/vendor/scatter-hitam/ http://sionlap.fkip.ulm.ac.id/application/models/s777/ http://sionlap.fkip.ulm.ac.id/landing/products/5k/ http://sionlap.fkip.ulm.ac.id/vendor/psr/ http://180.250.123.51/img/slot-depo-5k/ http://180.250.123.51/js/bo/ http://ropbj.jatimprov.go.id/web/layout/5k/ http://ropbj.jatimprov.go.id/motorbaja/bo/ https://lp2m.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/blocks/list/5000/ https://informatika.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/blocks/scatter/ https://pgmi.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/blocks/bo/ https://perpustakaan.syekhnurjati.ac.id/wp-content/upgrade/thailand/ https://humas.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/fonts/pulsa/ https://ppid.syekhnurjati.ac.id/wp-content/upgrade/ https://febi.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/images/pulsa/ https://siber.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/pomo/garansi/ https://mpi.syekhnurjati.ac.id/wp-content/plugins/Redirection/ https://siak.syekhnurjati.ac.id/assets/img/thai/ https://kpi.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/pomo/scatter-hitam/ https://fua.syekhnurjati.ac.id/wp-content/upgrade/ https://pjj.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/js/styles/ https://ilfa.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/blocks/table/5k/ https://pjj.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/widgets/shk/ https://mail.madolong.skom.id/img/slot-depo-5k/ https://bki.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/fonts/s10k/ https://afi.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/pomo/s100/ https://lph.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/js/css/ https://sibuker.cilegon.go.id/cronjob/slot-garansi/ https://ppid.cilegon.go.id/vendor/thai/ https://puskesmaspurwakarta.cilegon.go.id/asset/img/ https://puskesmaspulomerak.cilegon.go.id/asset/data/ https://puskesmasjombang.cilegon.go.id/asset/counter/ http://103.149.224.37/img/slot-depo-5k/ https://piaud.syekhnurjati.ac.id/wp-includes/widgets/depo-5k/ http://36.88.245.209:8087/dashboard/images/kayaraya/ http://103.184.52.66:85/dashboard/kayaraya/ http://223.25.108.21/img/kayaraya-slot/ http://103.150.117.159:9900/img/KAYARAYA/ http://103.232.33.202:2121/xampp/img/kayaraya/ http://103.149.224.37/img/slot-depo-5k/ http://36.94.79.155:9999/e-library/kayaraya/ http://36.88.17.170:54321/-/kayaraya/ http://139.255.108.92:89/dashboard/kry/ http://36.91.98.247:8081/upgrade/kry/ http://103.164.212.178:444/sikasper/images/kry/ http://103.164.116.30:1985/hrs/kry/ http://202.78.202.231:2022/hra/kry/ http://36.94.98.162/laporan/kry/ http://36.94.222.209:10888/modul/kry/ http://202.157.185.65/yiibaru/kry/ http://202.52.58.2:8081/upgrade/kry/ http://103.116.210.23/assets/data/ https://beasiswa.umpwr.ac.id/dist/data/ https://tracerstudy.umpwr.ac.id/includes/xthai/ https://siomas.umpwr.ac.id/dist/fonts/ https://siomas.umpwr.ac.id/config/scatter-hitam/ http://sim-epk.akbidyo.ac.id/epk/ https://kecamatanbojongsari.purbalinggakab.go.id/wp-includes/fonts/styles/ https://kecamatankarangjambu.purbalinggakab.go.id/wp-content/languages/styles/ http://sim-epk.akbidyo.ac.id/sim-epk-kepk/uploads/sgcr/ http://103.105.252.150/img/s777/ http://mlibrary.poltekkes-denpasar.ac.id/plugin/table/ http://mlibrary.poltekkes-denpasar.ac.id/js/depo-5k/ http://sim-epk.poltekkes-denpasar.ac.id/pdf/slot777/ http://sim-epk.poltekkes-denpasar.ac.id/css/dana/ http://diklat.poltekpelsulut.ac.id/img/scatter-hitam/ http://lms.poltekpelsulut.ac.id/kambo/ http://admisi.stitmadani.ac.id/lib/ http://admisi.stitmadani.ac.id/img/ http://sso.poltekpelsulut.ac.id/assets/vendors/lib//a> http://siakad.poltekpelsulut.ac.id/-/5k/ http://ereport.poltekpelsulut.ac.id/-/depo5k/ http://siakad.saburai.ac.id/js/SLOT777/ http://billing.poltekpelsulut.ac.id/src/data/ http://sim.ihdn.ac.id/ukt/sgcr/ http://ukt.uhnsugriwa.ac.id/temp/bonus-100/ http://wisuda.ihdn.ac.id/fonts/bo/ http://sso.poltekpelsulut.ac.id/app/images/ http://siakad.poltekpelsulut.ac.id/css/ http://148.135.68.232/-/sgcr/ https://beasiswa.umpwr.ac.id/js/depo10k/ https://kecamatankarangreja.purbalinggakab.go.id/wp-includes/pomo/sthai/ https://kecamatanbojongsari.purbalinggakab.go.id/wp-includes/js/css/ http://103.105.252.150/dashboard/kr/ http://ereport.poltekpelsulut.ac.id/assets/canvas/10k/ http://ereport.poltekpelsulut.ac.id/assets/elite/pgs/ http://siakad.poltekpelsulut.ac.id/storage/status/rgkt/ http://siakad.poltekpelsulut.ac.id/vendor/composer/grnsi/ http://repository.saburai.ac.id/assets/vendor/5k/ http://repository.saburai.ac.id/assets/img/10000/ http://repository.saburai.ac.id/backup/bo/ https://student.nationstaracademy.sch.id/img/ http://repository.ihdn.ac.id/application/hooks/bo/ https://sis.nationstaracademy.sch.id/-/bo/ https://sas.nationstaracademy.sch.id/img/ https://student.nationstaracademy.sch.id/application/css/ https://sis.nationstaracademy.sch.id/images/ https://sas.nationstaracademy.sch.id/doc/ http://diklat.poltekpelsulut.ac.id/-/s777/ http://bkk.smkn1sidayu.sch.id/library/pdf/ http://smkdiponegoroploso.sch.id/elearning/images/bo/ https://repository.widyagama.ac.id/plugins/Select1/ https://rps.widyagama.ac.id/fonts/s10k/ https://rps.widyagama.ac.id/img/s777/ https://repository.widyagama.ac.id/themes/smart/ http://www.ppdb.smktaq-wsb.sch.id/smp/img/ http://www.ppdb.smktaq-wsb.sch.id/img/ http://sso.poltekpelsulut.ac.id/assets/vendors/slt/ http://sso.poltekpelsulut.ac.id/app/modules/profile/ http://sso.poltekpelsulut.ac.id/engine/libraries/bo/ http://smkdiponegoroploso.sch.id/wp-includes/blocks/column/10k/ http://smkdiponegoroploso.sch.id/wp-includes/blocks/table/5k/ http://smkdiponegoroploso.sch.id/wp-includes/Text/kamb/ https://student.nationstaracademy.sch.id/template/build/scss/10k/ https://student.nationstaracademy.sch.id/application/libraries/live/ https://rps.widyagama.ac.id/css/bo/ https://rps.widyagama.ac.id/uploads/files/small/5k/ https://rps.widyagama.ac.id/js/locale/kmbja/ http://ppdb.smktaq-wsb.sch.id/pages/bo/ http://ppdb.smktaq-wsb.sch.id/img/5000/ http://ppdb.smktaq-wsb.sch.id/img/10000/ http://www.kantor.sman1talun.sch.id/laporan/ https://student.nationstaracademy.sch.id/lib/ https://elearning.balikpapan.go.id/blog/sqris/ https://siapdukcapil.jemberkab.go.id/wp-contents/upgrade/ https://siapdukcapil.jemberkab.go.id/piak/lib/ https://siapdukcapil.jemberkab.go.id/lib/ https://siapdukcapil.jemberkab.go.id/pleno/to/ https://sip.pasuruankota.go.id/img/s5k/ https://sip.pasuruankota.go.id/sip/img/ https://sip.pasuruankota.go.id/dashboard/to/ https://sip.pasuruankota.go.id/siappakrt/lib/ https://sip.pasuruankota.go.id/pandawa/css/ http://retribusi.gorontalokota.go.id/landing/assets/lib/ http://retribusi.gorontalokota.go.id/apps/code/ http://retribusi.gorontalokota.go.id/qris-dlh/data/ http://sked.fk.unjani.ac.id/ofas/assets/content/