Connect with us

INDUSTRI

Kemenperin dan BPOM Jalin Program Pengawasan Pangan Olahan Sektor IKM

Published

on

JAKARTA, BursaBisnis.id – Industri pangan menjadi salah satu sektor andalan dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini juga ditetapkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

“Jaminan keamanan, perlindungan konsumen, dan peningkatan daya saing produk agro merupakan isu penting Terkait industri makanan dan minuman yang perlu didukung dengan standarisasi bahan baku, produk, dan proses,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi di Jakarta sebagaimana dilansir dari laman kemenperin.go.id.

Untuk itu, keberadaan laboratorium pengujian memiliki peran yang strategis sebagai infrastruktur mutu penunjang standarisasi dan pengawasan keamanan pangan. Selain dilengkapi dengaan fasilitas yang memadai dan personil yang kompeten, laboratorium pengujian juga perlu diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sehingga hasil ujinya dapat diakui di tingkat nasional maupun regional.

“Kami memiliki Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor, yakni satuan kerja yang berada di bawah BSKJI Kemenperin, yang telah ditetapkan sebagai Laboratorium Rujukan Produk Pangan,” ungkap Doddy.

BBIA diharapkan dapat lebih berperan aktif sebagai penghubung antar institusi nasional dalam membantu penyelesaian permasalahan teknis dan transfer ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pengujian pangan di Indonesia, serta membentuk jejaring dengan laboratorium-laboratorium rujukan regional dan internasional.

“BBIA telah ditetapkan oleh Keputusan Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (KLPPI) Nomor 1 tahun 2018 sebagai Laboratorium Rujukan Pengujian Mikotoksin Dalam Bahan Baku dan Bahan Antara Pangan dan sebagai Laboratorium Rujukan Pengujian Cemaran Logam Dalam Bahan Baku dan Bahan Antara Pangan,” papar Doddy.

Peran BBIA dalam bidang pengujian dan jaminan keamanan pangan diperkuat dengan kolaborasi dengan pemangku kepentingan pelaksana jaminan mutu pangan olahan di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Pengadaan melalui swakelola antara BBIA dengan BPOM pada 8 Februari 2021.

“BBIA menyambut baik dan mendukung BPOM dengan menyediakan infrastruktur laboratorium pengujian yang diakreditasi oleh KAN sehingga hasil ujinya dapat diakui di tingkat nasional maupun regional,” imbuhnya. Di samping itu, dengan dilengkapi personel yang kompeten serta inovasinya dalam pengembangan metode uji, Kemenperin yakin BBIA dapat mendukung regulasi yang dikeluarkan BPOM terkait jaminan pangan produk pangan yang dihasilkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kolaborasi ini sejalan dengan program Kemenperin dalam mengakselerasi peningkatan daya saing industri kecil menengah (IKM) pangan di tanah air, khususnya terkait jaminan keamanan pangan,” jelas Doddy. Selanjutnya, BBIA ditugaskan untuk aktif menjadi unit kerja penyedia layanan standardisasi dan jasa industri yang unggul di bidang pangan, terutama di masa pandemi Covid-19.

“Industri pangan merupakan sektor yang diharapkan terus tumbuh positif dan secara sinergis harus mampu mempertahankan kinerja sektor IKM dan UMKM pangan melalui berbagai program dan layanan teknis,” tegas Doddy.

Kepala BBIA Siti Rohmah Siregar menyampaikan, pihaknya siap dalam mendukung berbagai program Kemenperin dalam memperkuat daya saing IKM pangan nasional. “Tahun ini, bersama dengan BPOM, kami akan bekerjasama dalam hal pengujian pangan olahan yang diproduksi UMKM, yaitu untuk sekitar 260 produk dari tiga jenis produk, yaitu pangan olahan, minuman teh, dan makanan pengganti air susu ibu (MPASI),” tuturnya.

Siti menjelaskan, sebagai tindaklanjut Nota Kesepahaman dengan BPOM, BBIA telah menandatangani kontrak swakelola untuk melaksanakan jasa pengujian pangan olahan dalam rangka penyusunan dan revisi peraturan, standar, pedoman dan code of practice di bidang pangan olahan tertentu.

“Ke depannya, BBIA akan terus berbenah meningkatkan kompetensi sebagai pusat standarisasi dan jaminan keamanan pangan dan juga penyedia jasa teknis unggulan untuk industri mamin seperti pengujian bromat, pengujian nutrisi dan kontaminan, uji profisiensi, dan pendugaan umur simpan produk agro,” sebut Siti. Saat ini, BBIA telah mendapatkan akreditasi jasa layanan berbasis ISO 17025, ISO 17065, ISO 17043, ISO 17021, dan ISO 17020 dari KAN.

Laporan : Rustam

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INDUSTRI

Nonton Yuk, Film Horor Kendari “Bekas Rumah Sakit”  

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id– Sebuah film horor yang diangkat dari kisah nyata “Urban Legend” di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal segera menyapa pecinta film nasional.

Kisah nyata yang dimaksud disini adalah fenomenanya saat itu, saat media ramai-ramai memuat beritanya, tapi filmnya sendiri tidak membenarkan apakah cerita tentang ibu dan anak itu benar-benar nyata atau hanya isu belaka. Fenomena pro dan kontra inilah yang difilmkan.

Karena kondisi pandemic Covid-19 saat ini, maka pemutaran film berjudul “Bekas Rumah Sakit” ini akan dimulai dari Kota Kendari, pada 6 Agustus mendatang.

Film berdurasi 80 menit ini digarap oleh Irham Acho Bahtiar, yang juga menyutradarai film Molulo.

Irham Acho Bahtiar mengungkapkan, bahwa proses syuting film tersebut dilakukan sejak 2017 lalu, namun baru akan diputar tahun ini.

Lebih lanjut, Acho menjelaskan, bahwa film garapannya itu diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada 2013 lalu. Dan kisah tersebut merupakan fenomena horor yang paling populer di Kendari.

“Teman-teman di Kendari saat itu kasi ide. Yah, saya bilang bagus ini, karena waktu kejadian itu pada 2013 lalu, kebetulan saya ada di sana. Fenomenanya itu sampai d TV,” jelasnya.

Hanya saja, kata Acho, ketika hendak dilakukan shooting, ternyata bangunan RSUD Provinsi itu sudah tidak ada lagi, karena sudah dihancurkan, sehingga tim mencari rumah sakit pengganti.

Alhasil, ditemukan sebuah rumah sakit yang ternyata suasana angkernya juga tak kalah dengan bekas RSUD Provinsi.

Selain dari kisah nyata yang populer itu, Acho juga terinspirasi dari salah satu karakter lokal yang juga nyata, kemudian diangkat dalam cerita film tersebut.

“Jadi, ada salah satu karakter youtuber yang diperankan Ayoel. Dia ingin poluler, sehingga dia memutuskan untuk menghadirkan hantu dalam kontennya, dan dia berfikir itu pasti akan banyak yang nonton. Dari situlah kisah-kisah horor itu berlanjut,” cerita Acho.

Dia juga menambahkan, proses shooting dilalukan selama 20 hari lebih. Diakuinya, selama poses pengambilan gambar itu dilakukan, tim dan para pemeran dalam film tersebut banyak mengalami hal-hal aneh.

Ditanya soal konteks horor yang dikemas dalam film garapannya itu, Acho enggan menjelaskan secara detail. Dia hanya memastikan, bahwa akan banyak kejutan-kejutan horornya.

“Suasananya nanti akan membawa penonton seperti benar-benar berada di rumah sakit itu,” pungkasnya sembari mengajak masyarakat Sultra untuk menonton film tersebut.

 

Laporan : Rustam Dj

 

Continue Reading

INDUSTRI

Menperin Inginkan 100 Persen Sepeda Produksi Indonesia

Published

on

By

 JAKARTA, bursabisnis.id – Kementerian Perindustrian sedang berupaya memperdalam struktur manufaktur pada sektor industri sepeda di dalam negeri. Hal ini guna mendorong tumbuhnya produsen komponen sehingga dapat lebih mengoptimalkan penggunaan produk lokal dalam mata rantai produksi sepeda.

“Kami akan koordinasikan dengan berbagai pihak, terutama sektor industrinya itu sendiri untuk bisa mengembangkan sepeda dengan komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di sela kegiatannya bersepeda di Jakarta sebagaimana dilansir dari situs kemenperin.go.id.

Menperin melihat, potensi pasar domestik untuk industri sepeda sangat besar sehingga peluang bisnisnya juga masih terbuka lebar. Apalagi, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat banyak yang memilih olahraga dengan bersepeda untuk bisa menjaga kesehatannya.

“Kami lihat tren penggunaan dan penjualan sepeda lagi naik. Kenaikan ini tidak akan sebentar, dan kami juga lihat kalaupun Covid-19 sudah selesai, naik sepeda sudah jadi lifestyle, sehingga demand-nya dalam jangka menengah tidak akan menurun, bahkan masih akan naik,” paparnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Guna memacu daya saing industri sepeda di tanah air, Agus menyatakan, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan beberapa prinsipal sepeda serta mengkaji penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Kami ingin nantinya sepeda yang dipakai masyarakat Indonesia adalah 100% produksi industri di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier menyampaikan, pihaknya tengah memacu penguatan rantai suplai bagi industri sepeda di dalam negeri. “Kami akan berupaya tingkatkan TKDN-nya, selama ini rata-rata telah mencapai 40%,” ujarnya.

Taufiek menjelaskan, industri sepeda di dalam negeri juga perlu memanfaatkan teknologi terkini sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mampu menghasilkan produk berkualitas dengan lebih efisien. “Bagian yang saat ini perlu didukung terutama penerapan teknologi nano untuk bahan rangka sepeda yang terbuat dari carbon karena secara material lebih ringan. Industri ini yang harus dibangun di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan para produsen. Selain itu, rata-rata komponen lain sudah bisa dibuat di dalam negeri,” tuturnya.

Bahkan, Kemenperin juga mendorong pengembangan sepeda listrik. Hal ini karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam berupa nikel untuk kebutuhan bahan baku baterainya. “Jadi, kami akan optimalkan pabrik-pabrik baterai di dalam negeri untuk mengembangkan sepeda listrik. Inovasi menjadi sangat penting, termasuk desain sepeda yang sesuai dengan tipe atau kebutuhan konsumen Indonesia, karena untuk kenyamanan bersepeda itu sendiri,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo mengaku optimistis, industri sepeda nasional bisa bangkit dengan dukungan pemerintah terutama dalam upaya membenahi infrastruktur penunjangnya. Apalagi kehadiran sepeda bukan lagi sekadar alat rekreasi, tetapi saat ini untuk kebutuhan dalam menjaga kesehatan.

tren penjualan sepeda mengalami peningkatan

“Dengan adanya perubahan gaya hidup, pengembangan industri sepeda nasional juga akan terdongkrak. Oleh karena itu, komponen impor harus disubstitusi dengan produk dalam negeri agar menciptakan 100 persen karya anak bangsa,” terangnya.

Menurut Eko, pemerintah harus mendorong masyarakat menggunakan transportasi ramah lingkungan dengan infrastruktur yang baik, salah satunya melalui penggunaan sepeda. “Jadi, pemerintah harus fokus menangani industri ini, sehingga kalau upaya ini diseriuskan bisa sebagai goodwill dari pemerintah untuk mendukung masyarakat memilih sepeda sebagai alat transportasi,” tandasnya.

 

Laporan : Rustam Dj

 

Continue Reading

INDUSTRI

Astra Motor Main Dealer Makassar Gelar Kontes Berhadiah Jutaan

Published

on

By

MAKASSAR, bursabisnis.id  – Memasuki transisi PSBB dan tatanan kehidupan baru (new normal), Astra Motor Makassar selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sulselbartra dan Ambon menggelar beragam kontes online berhadiah jutaan rupiah dalam tajuk New Normal BersamaHonda.

Acara ini akan diadakan sejak 7 sampai dengan 31 Juli 2020 yang akan melombakan tiga kategori yaitu yaitu Lomba Foto Outfit, lomba video review sepeda motor Honda, dan Tiktok Contest Cuci sepeda motor Honda.

Manager Marketing Astra Motor Makassar untuk wilayah Sulsel dan Sulbar Gangga Nanda Adi mengatakan,  di masa transisi normal yang baru ini semakin banyak aktivitas yang dilakukan secara virtual, oleh karena itu Honda terus berupaya menemani masyarakat dengan beragam kegiatan menarik. Kali ini Astra Motor Makassar menggelar kontes online melalui sosial media Instagram.

“Sesuai dengan tema New Normal Bersama Honda, kami ingin menjadikan kontes ini sebagai wadah masyarakat khususnya bagi para pecinta sepeda motor Honda untuk tetap menunjukkan kreativitasnya di tengah era new normal saat ini,” ujar Gangga.

Kompetisi ini dibuka untuk masyarakat umum dan dapat mengupload karyanya melalui instagram paling lambat tanggal 31 Juli 2020, dimana tiap peserta akan berkesempatan mendapat hadiah jutaan rupiah.

Untuk Lomba Foto Outfit New Normal BersamaHonda, akan dipilih 4 orang pemenang dengan hadiah pemenang utama akan mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp. 1 juta dan 3 pemenang hiburan akan mendapatkan sneakers kece dari Honda.

Sedangkan untuk kontes video review motor kesayangamu #BersamaHonda  akan dipilih 3 orang pemenang dengan hadiah  juara pertama akan mendapatkan uang tunai senilai Rp. 2 juta, juara kedua akan mendapatkan uang tunai senilai Rp. 1 juta, dan juara ketiga akan mendapatkan uang tunai seninai Rp. 500 ribu.

Lalu untuk Tiktok Contest Cuci Motor BersamaHonda  akan dipilih 4 orang pemenang dengan hadiah pemenang utama akan mendapatkan uang tunai senilai Rp. 750 ribu serta 3 pemenang hiburan akan mendapatkan seneakers dengan brand lokal Indonesia.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.