Connect with us

Perbankan

Keputusan Pemerintah Perpanjang Subsidi Bunga Disambut Baik BRI

Published

on

JAKARTA, BursaBisnis.id – Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyambut baik keputusan pemerintah untuk memperpanjang subsidi bunga dan menaikkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan BRI sebagai bank penyalur KUR terbesar menyambut baik kebijakan tersebut. Harapannya tentu semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pembiayaan KUR.

Adapun syarat pengajuan KUR di BRI adalah memiliki usaha yang layak, tetapi agunan tambahan belum mencukupi, bertujuan untuk menambah modal kerja atau investasi.

Selain itu debitur KUR BRI adalah debitur eksisting atau calon debitur yang tidak sedang menerima kredit selain KPR, KKB, kartu kredit.

“Sektor yang dibiayai pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi, pertambangan garam rakyat, pariwisata, jasa dan perdagangan ” ujar Aestika, Selasa (4/5/2021) sebagaimana dilansir dari laman Bisnis.com.

Relaksasi itu ditetapkan pada Rapat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Senin (3/5/2021). Rapat tersebut untuk menindaklanjuti arahan Presiden pada rapat sidang terbatas mengenai peningkatan porsi perbankan untuk Usaha Mikro dan Kecil pada 5 April kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini porsi kredit UMKM baru mencapai 18,8 persen terhadap total kredit perbankan. Porsi untuk UMKM tersebut perlu ditingkatkan secara bertahap setidaknya menjadi lebih dari 30 persen pada 2024.

Dalam rapat tersebut pemerintah menetapkan beberapa perubahan kebijakan KUR, salah satunya yaitu perubahan skema KUR tanpa jaminan yang awalnya tertinggi adalah Rp50 juta menjadi Rp100 juta.
Pemerintah juga memutuskan untuk memperpanjang tambahan subsidi pada bunga KUR sehingga menjadi 3 persen selama 6 bulan, 1 Juli 2021 sampai dengan 31 Desember 2021. Pemerintah pun menyediakan anggaran sebesar Rp4,39 triliun untuk perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR selama jangka waktu tersebut. Adanya tambahan ini membuat total kebutuhan anggaran tambahan subsidi bunga KUR tahun 2021 menjadi Rp7,84 triliun.

Laporan : Ibi

Continue Reading
Advertisement

Perbankan

OJK Terbitkan Peraturan Tata Kelola Bank Perekonomian Rakyat

Published

on

By

Momen salah satu kegiatan OJK.

JAKARTA, Bursabisnis.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK Nomor 9 Tahun 2024 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (POJK Tata Kelola).

POJK ini diterbitkan untuk terus m​endorong agar Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah dapat tumbuh dan berkembang menjadi lembaga keuangan yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing dalam menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat terutama pelaku usaha mikro dan kecil di wilayahnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae berharap penerbitan POJK ini dan upaya penguatan yang dilakukan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR atau BPR Syariah.

“Ketentuan ini penting dalam rangka menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal yang semakin kompleks. Berdasarkan hasil pengawasan yang kami lakukan, kegagalan dalam penerapan Tata Kelola yang Baik pada BPR dan BPR Syariah seringkali menjadi salah satu penyebab utama kegagalan BPR dan BPR Syariah.” kata Dian sebagaimana dilansir dari laman ojk.go.id pada Rabu, 17 Juli 2024.

Penguatan tata kelola ini juga sejalan kebijakan konsolidasi bagi BPR dan BPR Syariah yang berada dalam kepemilikan pemegang saham pengendali (PSP) yang sama sehingga dapat menjadi industri yang lebih efisien dan berkontribusi bagi perekonomian dan masyarakat.

POJK Tata Kelola yang berlaku sejak diundangkan pada 1 Juli 2024 secara umum mengatur mengenai kewajiban bagi BPR dan BPR Syariah untuk menerapkan Tata Kelola yang baik dalam penyelenggaraan kegiatan usaha dalam seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

Hal itu antara lain diwujudkan dalam bentuk penyempurnaan atau penguatan struktur dan proses tata kelola yang meliputi aspek pemegang saham, pelaksanaan tugas Direksi, Dewan Komisaris dan komite, penerapan fungsi kepatuhan, fungsi audit intern, fungsi audit ekstern, manajemen risiko dan anti fraud, penanganan benturan kepentingan, integritas pelaporan dan sistem teknologi informasi, serta rencana bisnis BPR dan BPR Syariah.

Penerapan Tata Kelola yang Baik pada BPR dan BPR Syariah diharapkan dapat mendorong pertumbuhan BPR dan BPR Syariah yang stabil dan berkelanjutan serta memberikan manfaat kepada nasabah atau masyarakat sekitar dan para pemangku kepentingan.

Secara khusus, penguatan penerapan tata kelola pada BPR dan BPR Syariah diharapkan dapat mengiringi perkembangan layanan, inovasi produk dan teknologi informasi perbankan serta dapat memitigasi kemungkinan terjadinya tindak kecurangan atau permasalahan lainnya.

OJK meyakini rangkaian kebijakan dan ketentuan tata kelola bagi BPR dan BPR Syariah ini dapat menjadikan industri BPR dan BPR Syariah lebih berdaya saing dan semakin berkontribusi bagi perekonomian dan masyarakat.

Sumber : ojk.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

Perbankan

Bank Indonesia Gelar Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia

Published

on

By

Pembukaan FESyar KTI di The Park Kendari. -foto:bi.go.id-

KENDARI, Bursabisnis.id – Bank Indonesia (BI) melalui 19 Kantor Perwakilan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) bersama mitra strategis, menggelar Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2024.

Event ini digelar untuk memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi syariah melalui sejumlah program ekonomi syariah di KTI. Program ini fokus menyasar pada peningkatan pembiayaan syariah dan pembentukan ekosistem halal.

Program ini terwujud melalui penyaluran pembiayaan syariah sebesar Rp171 miliar bagi UMKM Halal di KTI dan upaya mendorong pertumbuhan industri halal, di antaranya Gerakan UMKM Halal dengan 1375 UMKM telah disertifikasi halal dan 28 kali pelaksanaan Gerakan Sadar Wakaf termasuk sertifikasi 40 nazhir.

Puncak FESyar KTI berlangsung 7-10 Juli 2024 di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). FESyar ini merupakan kegiatan pendahulu menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024.

Pada pembukaan FESyar KTI, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menyampaikan empat tantangan pengembangan eksyar.

Pertama, masih tingginya ketergantungan bahan baku halal dari luar negeri seperti bahan pangan yang belum bersertifikasi halal.

Kedua, inovasi keuangan syariah masih terbatas pada basis investor yang belum kuat.

Ketiga, potensi pasar yang besar dari dalam negeri belum tergarap dengan baik di tengah potensi Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.

Kempat, masih rendahnya tingkat literasi produk dan ekonomi syariah yang baru mencapai 28%. Ke depan di tahun 2025, BI berupaya untuk meningkatkan literasi hingga 50%.

Guna menjawab tantangan pengembangan eksyar, Bank Indonesia memiliki enam fokus, yaitu pengembangan ekosistem makanan halal melalui akselerasi sertifikasi halal, pengembangan modest fashion dengan mendorong desainer dan pengusaha, pengembangan ekonomi pesantren, pengembangan keuangan syariah melalui kebijakan dan instrumen pasar keuangan, pengembangan digitalisasi eksyar salah satunya melalui aplikasi Satu Wakaf Indonesia, dan penguatan literasi dan edukasi eksyar.

“Kehadiran FESyar ini bukan hanya sebagai ajang refleksi dan diskusi, tetapi juga sebagai platform sinergi, kolaborasi, aksi konkrit pengembangan eksyar di KTI,” pungkas Deputi Gubernur Juda.

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Sultra diwakili oleh Sekretaris Daerah, Asrun Lio, memandang perlunya memberdayakan potensi ekonomi syariah untuk peluang baru meningkatkan kesejahteraan.

Prinsip berkeadilan dan berkelanjutan menjadi solusi efektif bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Hal ini perlu sejalan dengan prinsip bagi hasil, tolong menolong, dan keadilan sosial. Keberadaan sebanyak 124 pesantren di Sultra menjadi salah satu modal yang berharga untuk eksyar.

Penerapan eksyar di Sultra haruslah mencerminkan nilai keadilan, inklusivitas, universalitas, kesejahteraan, pemerataan dan keberlangsungan lingkungan. Pemerintah berharap FESyar menjadi momentum untuk kebangkitan ekonomi syariah di KTI, untuk masyakat yang adil, makmur dan berkelanjutan.

Bank Indonesia memiliki empat program unggulan yang dikhususkan bagi pengembangan Eksyar KTI, yaitu Gerakan Sadar Wakaf KTI, Gerakan Halal UMKM KTI, Inisiasi Ekosistem Halal dan akselerasi literasi eksyar se-KTI.

Program tersebut berpusat pada gelaran Sharia Fair (8 – 10 Juli) di Kendari. Kegiatan menghadirkan sejumlah UMKM dan modest fashion karya desainer lokal KTI, lengkap dengan berbagai forum ekonomi syariah untuk mendorong peran produktif ZISWAF, serta peresmian Zona Kuliner Aman Halal dan Sehat (Zona KHAS) di Masjid Al-Alam Sulawesi Tenggara sebagai wilayah percontohan penerapan standar halal dan higienis di Sulawesi Tenggara.

Hingga akhir tahun 2024, untuk KTI Bank Indonesia menargetkan tercapainya business matching senilai Rp176 miliar, Gerakan Halal untuk 1000 UMKM dan 28 Gerakan Sadar Wakaf di Kawasan Timur Indonesia.

Hingga saat ini yang telah melebihi target adalah Gerakan Halal UMKM dan Sadar Wakaf. Program tersebut bermanfaat bagi peran keuangan sosial syariah pada pembangunan ekonomi yang inklusif.

Capaian FESyar KTI 2024 ini menjadi wujud nyata Bank Indonesia untuk terus bersinergi dengan mitra strategis termasuk Perbankan, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta pihak lainnya dalam upaya akselerasi pengembangan Ekosistem Halal, Pembiayaan Syariah serta Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Kawasan Timur Indonesia.

Sumber : bi.go.id
Penulis : Tam

Continue Reading

Perbankan

Sembilan perusahaan BUMN Indonesia Tembus Forbes Global 2000 tahun 2024

Published

on

By

Kantor BRI.-foto:dok.bri-

JAKARTA, Bursabisnis.id – Forbes Internasional baru saja merilis daftar perusahaan terbesar di dunia, dan kabar baik datang dari Indonesia.

Dari total 2000 perusahaan yang masuk dalam daftar Forbes Global 2000, sembilan di antaranya adalah perusahaan asal Indonesia.

Adapun empat di antara sembilan perusahaan tersebut merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni BRI, Bank Mandiri, Telkom Indonesia, dan BNI.

BRI bahkan sukses mengalahkan sejumlah nama-nama besar di dunia.

Sebagai informasi, The Global 2000 dipilih berdasarkan empat kriteria utama: penjualan (sales), keuntungan (profit), aset, dan nilai pasar.

BRI yang menempati peringkat ke-308 berhasil unggul atas beberapa perusahaan global seperti Starbucks yang berada di peringkat 319.

Kemudian Repsol di peringkat 332, Renault di peringkat 340, Uber di peringkat 346, Vodafone di peringkat 349, dan HP di peringkat 362.

Pencapaian ini menandakan kemampuan perusahaan-perusahaan BUMN Indonesia untuk bersaing di kancah internasional.

Secara lebih lengkap, berikut adalah daftar perusahaan Indonesia yang masuk dalam Forbes Global 2000 tahun 2024 beserta peringkatnya:

BRI – Peringkat 308
Bank Mandiri – Peringkat 373
BCA – Peringkat 457
Telkom Indonesia – Peringkat 912
BNI – Peringkat 944
Bayan Resources – Peringkat 1.194
Chandra Asri Petrochemical – Peringkat 1.591
Amman Mineral – Peringkat 1.605
Adaro Energy – Peringkat 1.738

Masuknya perusahaan-perusahaan BUMN dalam daftar Forbes Global 2000 menunjukkan bahwa BUMN tidak hanya mampu memberikan dampak positif di tingkat nasional, tetapi juga di level global.

Pencapaian ini juga menegaskan bahwa BUMN terus memberikan manfaat signifikan bagi negara dan masyarakat.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia, terutama BUMN, memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional dan terus berkembang menjadi pemain utama di berbagai sektor.

Dengan kinerja yang kuat dan komitmen untuk terus berinovasi, perusahaan-perusahaan ini diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia dan masyarakat luas.

Atas pencapaian ini, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasinya.

“Alhamdulillah empat perusahaan BUMN yaitu BRI, Bank Mandiri, Telkom Indonesia dan BNI berhasil masuk dalam Forbes Global 2000 tahun 2024. Forbes Global 2000 adalah daftar 2.000 perusahaan publik dengan penjualan, laba, aset dan nilai pasar terbesar dari seluruh dunia yang dikeluarkan oleh majalah Forbes,” ujar Erick Thohir, dikutip Kabar BUMN dari Instagram resminya pada Rabu, 19 Juni 2024.

“Ini adalah pengakuan dunia internasional yang membuktikan BUMN bisa menjadi perusahaan yang mendunia,” imbuhnya.

“Semangat terus membangun Indonesia,” tandas Erick Thohir.

Sumber : kabarbumn.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.