Connect with us

Life Style

Komitmen Telkomsel Cerdaskan Masyarakat Digital Melalui Roadshow #InternetBaik 2018

Published

on

KENDARI – Hoax menjadi penyakit dan momok yang kini mewabah dan merubah kehidupan digital masyarakat Indonesia. Hal ini pula menjadi perhatian bagi seluruh pihak untuk menciptakan aktivitas digital yang santun, sehingga bisa terbentuk kondisi kehidupan masyarakat yang aman dan damai tanpa hoax.

Saat ini media sosial menjadi suatu medium yang banyak digunakan para generasi milenial dan kaum muda, dimana mereka bebas mengekspresikan dirinya melalui konten tulisan, foto dan video.

Sebagai perusahaan provider terbesar di Indonesia, PT. Telkomsel berkomitmen mencerdaskan masyarakat media sosial melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) bertajuk Roadshow #InternetBaik. Kegiatan sosial ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 lalu, dan ditahun 2018 ini, pihak Telkomsel kembali menggelar roadshow yang sama dengan mengusung tema #AntiHOAX, mengajak masyarakat menyebarkan konten positif dan kreatif di dunia maya.

Tema yang diusung merupakan respon pihak Telkomsel dari maraknya penyebaran informasi hoax di Indonesia.

Kegiatan #InternetBaik di tahun ini dilakukan di enam kota, yaitu Karawang, Malang, Bandung, Medan, Banjarmasin, dan Kendari. Roadshow tersebut akan menyasar 300 pelajar, guru, dan kepala sekolah tingkat menengah ke atas sebagai peserta ditiap kotanya.

Untuk di area Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan (Pamasuka) roadshow #InternetBAIK akan dilaksanakan di dua kota, yaitu di kota Banjarmasin dan Kendari.

Di Kota Kendari, pelaksanaan #InternetBaik telah diselenggarakan pada tanggal 13 – 14 Desember 2018 lalu di ruang Ballroom Plaza Inn Kendari, yang melibatkan lebih dari 100 tenaga pendidik (Guru dan Kepala Sekolah) dan 200 pelajar dari berbagai SMA/SMK yang ada di wilayah kota Kendari.

Melalui kegiatan #InternetBaik, Telkomsel ingin mengajak para pendidik dan generasi muda dapat menggunakan media sosial dengan cerdas.

Manager Branch Kendari PT. Telkomsel, Catur Surya Irawan mengatakan, berdasarkan hasil survei tahun 2016 lalu, Kendari merupakan kota kedua di Pulau Sulawesi penyebar hoax tertinggi. Menurut dia, iegiatan ini merupakan bentuk ihktiar untuk membangun iklim digital yang sehat, dan dimulai dari sekolah.

“Dengan menyasar sekolah, kami berharap agar siswa lebih sadar dalam bersosial media, sehingga penyebaran berita hoax di Kendari bisa ditekan,” katanya.

Di tempat yang sama, Manager CSR Environment and Ecosystem PT. Telkomsel, Jowvy Kumala menjelaskan, bahwa Kendari merupakan kota yang cukup memprihatinkan terkait etika bersosial media. Hal ini pula yang menjadi alasan mendasar bagi pihaknya, sehingga memutuskan untuk menggelar roadshow #InternetBaik.

“Secara nasional, Kendari merupakan kota keenam pelaksanaan roadshow ini. Sebelumnya kami sudah menggelar di Karawang, Malang, Bandung, Medan dan Banjarmasin. Kota-kota tersebut merupakan daerah yang teridentifikasi sebagai penyumbang hoax,” bebernya.

Lebih lanjut, Jowvy menambahkan, menghadapi tahun politik, pihaknya mendapatkan informasi terbaru, bahwa tenaga pengajar (Guru) merupakan kalangan yang paling banyak menyebarkan hoax dari kelompok Aparatur Sipil Negara (ASN).

Olehnya itu, Telkomsel memilih untuk menberikan edukasi kepada para guru tingkat SMA, dengan harapan agar tenaga pengajar bisa lebih berani menjadi pengerak utama untuk menyampaikan kepada para orang tua siswa, apabila terdapat suatu berita bohong yang dibagikan di group Sosmed.

“Kenapa juga kami memutuskan untuk menyasar ke pelajar tingkat SMA. Alasannya, mereka akan menjadi orang dewasa yang diharapkan bisa menularkan virus internet baik kepada adik-adiknya, dan mengedukasi orang tua mereka agar tidak menyebarkan hoax,” harapnya.

General Manager Sales Regional Sulawesi Telkomsel, Thomas A. Siaga, mengatakan, melalui kampanye #InternetBaik, Telkomsel ingin menciptakan ekosistem masyarakat digital yang aktif dan positif dalam menggunakan internet.

“Roadshow ini merupakan bagian dari kegiatan CSR Telkomsel yang telah memasuki tahun ketiga, dan merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial Telkomsel sebagai penyedia layanan seluler terdepan di Indonesia. Respon yang di dapat dari program ini pun sangat baik, dan hal ini kembali meyakinkan kami untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia, perihal penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang positif dapat memberikan nilai tambah,” ungkapnya.

Konsep kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut berupa seminar dan talkshow, dimana hari pertama kegiatan ini dikhususkan untuk para guru dan kepala sekolah. Dalam sesi ini mereka para Guru dan Kepala Sekolah diberikan materi tentang bagaimana cara pintar menggunakan Sosmed yang disampaikan oleh beberapa para Social Media Expert, Psychology Expert dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang terkait dengan dunia digital.

Sedangkan di hari kedua, kegiatan dikhususkan untuk para pelajar SMA / SMK yang telah ditunjuk oleh sekolahnya masing-masing, sebagai duta untuk ikut dalam kegiatan ini.

“Di mana, dalam sesi tersebut para pelajar akan diberikan ilmu tentang “Digital Creative Content“ untuk menjadi content creator sukses dan terkenal, yang akan diberikan oleh pakar-pakai digital,” pungkasnya.

Telkomsel ingin para pengguna media sosial dapat dengan positif dan cerdas menggunakan media sosial, oleh karenaya, di hari kedua gelaran #InternetBaik ini Telkomsel menghadirkan para konten creator professional, yang terjun langsung didunia penulisan, photography dan videography. (Mirkas)

KOMUNITAS

Komunitas Big Max Owners Kendari Rayakan Anniversary Ke-6

Published

on

By

Pelaku UMKM Kopi Senja turut berpartisipasi dalam perayaan Komunitas Bimo Kendari ke-6 tahun 2026. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Komunitas Big Max Owners (Bimo) Kendari merayakan Anniversary ke – 6 tahun di Kendari Town Square pada Sabtu, 6 Juni 2026 malam.

Perayaan ulang tahun Bimo Kendari tahun 2026 dihadiri dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra), bahkan dari Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Rangkaian kegiatan memperingati hari jadi Bimo Kendari tersebut terdiri dari rolling city. Tujuannya untuk memperkenalkan titik-titik penting yang ada dikendari.

Kemudian dilanjutkan malam puncak kegiatan dengan penyematan pin kepada member yang telah melaksanakan touring dengan jarak 2500 Km serta pemberian hadiah dorprize.

Kegiatan ini bukan hanya sekedar kegiatan anak komunitas saja, tapi berdampak bagi pelaku usaha lainnya seperti perhotelan maupun kuliner.

” Insya Allah dalam waktu dekat Bimo Kendari akan kembali menjadi tuan rumah touring gabungan nasional (Turgabnas) afiliasi Indonesia Max Owners (IMO) serta tahun 2029 akan menjadi tuan rumah pelaksanaan jambore nasional dan musyawarah nasional Indonesia Max Owners (IMO) yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali,” kata Sujatman Panitia Anniversary Big Max Owner’s Kendari 2026.

Dalam perayaan ulang tahun Bimo Kendari, Kapolresta Kendari melalui Kevin Fahri Ramadhan Kasatlantas Polresta Kendari menitipkan harapan, agar selalu memperhatikan tentang tertib berlalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan berkendara di wilayah Kendari dan sultra umumnya.

Sedangkan sambutan Walikota Kendari dibacakan oleh Paminuddin Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada komunitas Bimo Kendari yang telah membantu pemerintah dalam peningkatan pendapatan UMKM.

” Walikota Kendari juga berpesan agar Bimo Kendari bisa terlibat dalam kegiatan sosial lainnya seperti penghijauan,” tutupnya.

Sementara itu, Al Malik owner Kopi Senja yang berpartisipasi dalam perayaan HUT Komunitas Bimo Kendari menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh anggota komunitas.

” Terima kasih kepada seluruh panitia dan anggota komunitas Bimo Kendari, ” ujarnya.

Ucapan terima kasih ini disampaikan, karena saat perayaan ultah komunitas Bimo Kendari, omzet penjualan Kopi Senja sebagai bagian dari pelaku UMKM di Kota Kendari mengalami peningkatan.

Laporan : Tam

Continue Reading

KOMUNITAS

AMSI Dorong Karya Jurnalistik Diakui Secara Eksplisit dalam Revisi UU Hak Cipta

Published

on

By

Saat berada di studio RRI Pro 1 Kendari. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) terus mendorong agar karya jurnalistik memperoleh pengakuan dan perlindungan hukum yang lebih tegas dalam revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Perlindungan tersebut dinilai penting mengingat karya jurnalistik merupakan hasil kerja intelektual yang memiliki nilai ekonomi dan sosial, namun hingga kini belum disebut secara eksplisit dalam regulasi yang berlaku.

Dorongan tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Timur AMSI, M. Djufri Rachim, dalam dialog interaktif Literasi Digital bertema Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual Digital yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Kendari pada Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Djufri, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 memang mengatur berbagai jenis ciptaan yang memperoleh perlindungan hak cipta. Namun, karya jurnalistik belum disebut secara khusus dalam Pasal 40 yang mengatur daftar ciptaan yang dilindungi.

“Secara normatif, UU Nomor 28 Tahun 2014 tidak menyebut istilah karya jurnalistik secara eksplisit. Yang disebut adalah kategori umum seperti buku, karya tulis, ceramah, fotografi, sinematografi, basis data, dan sebagainya,” kata Djufri.

Padahal, lanjutnya, karya jurnalistik merupakan hasil kegiatan jurnalistik yang dilakukan wartawan pada perusahaan pers dengan mematuhi kode etik jurnalistik dan standar profesi.

“Karya jurnalistik dapat berupa tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, data maupun grafik yang dihasilkan melalui proses peliputan, verifikasi, dan penyuntingan yang memiliki karakteristik berbeda dengan karya kreatif lainnya,” ujarnya.

Djufri yang juga dosen Program Studi Jurnalistik Universitas Halu Oleo menilai pengakuan yang lebih tegas terhadap karya jurnalistik akan memberikan kepastian hukum bagi wartawan dan perusahaan pers di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

Dialog tersebut juga menghadirkan Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, Linda Fatmawati Saleh, dengan dipandu presenter senior RRI Kendari, Sunarti Mayessi.

Dalam kesempatan itu, Linda menjelaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta hasil harmonisasi Badan Legislasi DPR RI membawa sejumlah perubahan mendasar dalam tata kelola hak cipta di Indonesia.

Menurutnya, perlindungan hak cipta tidak lagi hanya berfokus pada hubungan antara pencipta dan pengguna karya, tetapi mulai mengatur ekosistem digital secara menyeluruh.

“RUU ini mulai mengakomodasi perkembangan teknologi digital dengan mengatur peran platform digital, mesin pencari, agregator berita, hingga sistem kecerdasan artifisial,” kata Linda.

Salah satu isu strategis yang mendapat perhatian dalam revisi tersebut adalah pengaturan karya yang dihasilkan dengan bantuan AI.

Linda yang juga doktor hukum menjelaskan, RUU Hak Cipta mengatur bahwa karya yang dibuat menggunakan AI tetap dapat memperoleh perlindungan hukum sepanjang terdapat kontribusi intelektual manusia dalam proses penciptaannya, baik melalui gagasan kreatif, kurasi, maupun pengambilan keputusan estetika. Sebaliknya, penggunaan AI untuk membuat deepfake, voice cloning, maupun peniruan gaya khas pencipta tanpa izin akan dilarang.

TANGGUNG JAWAB PLATFORM DIGITAL DIPERKUAT

Selain isu AI, revisi UU Hak Cipta juga memperkuat tanggung jawab platform digital dalam mencegah pelanggaran hak cipta melalui mekanisme notice and takedown atau sistem pelaporan dan penghapusan konten yang melanggar hak cipta.

Pengaturan tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar pelanggaran hak cipta saat ini terjadi di ruang digital, mulai dari pengunggahan film secara ilegal, penggunaan foto tanpa izin, siaran langsung tanpa hak, hingga penyebaran berbagai karya digital tanpa persetujuan pemilik hak cipta.

Para narasumber menilai perlindungan hukum yang lebih kuat diperlukan tidak hanya untuk karya seni dan hiburan, tetapi juga untuk berbagai produk pengetahuan yang dihasilkan lembaga pemerintah, akademisi, dan peneliti.
Di antaranya mencakup hasil kajian, naskah akademik, peta potensi daerah, sistem informasi, aplikasi layanan publik, basis data, dokumentasi budaya, hingga hasil riset yang memiliki nilai kekayaan intelektual.

RUU Hak Cipta juga dinilai memiliki relevansi kuat bagi pemerintah daerah karena memuat pengaturan mengenai repositori digital nasional, basis data ekspresi budaya tradisional, metadata karya, serta perlindungan dokumen digital yang dipublikasikan melalui platform elektronik.

Dalam konteks Sulawesi Tenggara, isu perlindungan hak cipta menjadi perhatian Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara. Pada Mei 2026, instansi tersebut telah mengundang kalangan akademisi dan jurnalis untuk memberikan masukan terhadap revisi UU Hak Cipta yang sedang dibahas di tingkat nasional.

Salah satu poin yang mendapat perhatian khusus dalam dialog tersebut adalah pengaturan mengenai publisher’s right atau hak ekonomi perusahaan pers.
Konsep ini mengatur hak perusahaan media untuk memperoleh kompensasi atas penggunaan karya jurnalistik oleh mesin pencari, agregator berita, platform digital, maupun sistem AI yang memanfaatkan konten berita sebagai bahan machine learning dan pelatihan kecerdasan artifisial.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh konsep Digital Rights Management (DRM) yang mencakup pemanfaatan metadata, watermark, sertifikat digital, serta teknologi pengamanan lainnya guna menjaga identitas pencipta dan mencegah penyalahgunaan karya di internet.

Para narasumber menilai sedikitnya terdapat empat isu utama yang menjadi fondasi revisi UU Hak Cipta, yakni Platform Governance, AI Governance, Digital Rights Management (DRM), dan Publisher’s Right.

Keempat isu tersebut menunjukkan upaya Indonesia untuk menyesuaikan sistem perlindungan hak cipta dengan perkembangan ekonomi digital yang semakin kompleks.

Revisi UU Hak Cipta diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan hak pencipta, kepastian hukum bagi platform digital, perlindungan karya akademik dan hasil riset, serta dukungan terhadap inovasi dan transformasi digital nasional.

Laporan : Tam

Continue Reading

Life Style

MCN Fun Padel 2026 Jadi Pemanasan Seru Jelang Honda Makassar Culinary Night

Published

on

By

MAKASSAR, Bursabisnis. Id — Honda Makassar Culinary Night (MCN) menghadirkan rangkaian pra-event bertajuk MCN Fun Padel yang melibatkan seluruh tenants dan sponsor sebagai bagian dari pemanasan menuju gelaran utama.

Kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang seru bagi para peserta untuk bergerak aktif, saling terkoneksi, sekaligus menikmati energi baru dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.

MCN Fun Padel dilaksanakan di Rebound Padel Makassar pada Kamis, 9 April 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh total 46 pasangan tim yang terbagi ke dalam dua kategori pertandingan, yaitu Mix Double dan Woman Double, yang masing-masing mempertandingkan kemampuan serta kekompakan para peserta di lapangan.

Pertandingan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh peserta. Selain memperebutkan gelar juara di masing-masing kategori, panitia juga memberikan penghargaan khusus berupa kategori Best Team bagi tim yang menunjukkan performa terbaik selama pertandingan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antar tenants dan sponsor yang akan terlibat dalam gelaran MCN 2026. Suasana keakraban dan kebersamaan terasa kuat sepanjang acara, mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi ciri khas dari Honda Makassar Culinary Night.

Sebagai salah satu partner setia MCN, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) turut memberikan dukungan penuh terhadap rangkaian kegiatan ini.

Keterlibatan Asmo Sulsel menjadi bagian dari komitmen untuk terus hadir dan berkontribusi dalam berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat, khususnya di Kota Makassar.

Marketing Manager Asmo Sulsel, Kresna Murti Dewanto, menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan seperti MCN merupakan wujud nyata kedekatan Honda dengan masyarakat.

“Kami selalu berkomitmen untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan gaya hidup mereka. MCN menjadi salah satu event yang sangat positif karena mampu menghadirkan kebersamaan sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi banyak pihak,” ujarnya.

MCN Fun Padel sendiri merupakan salah satu dari rangkaian pra-event yang akan terus berlanjut menjelang acara utama. Nantinya, akan ada berbagai kegiatan lain seperti fun run, talkshow, dan aktivitas menarik lainnya yang dapat diikuti oleh masyarakat.

Sebagai informasi, Honda Makassar Culinary Night merupakan event kuliner terbesar di Kota Makassar yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Tahun ini, MCN akan digelar di Benteng Rotterdam pada 17 hingga 19 April 2026 dengan mengusung tema “Green Culture Festival”.

Melalui rangkaian kegiatan ini, MCN tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan menikmati berbagai pengalaman menarik yang dikemas dalam satu event yang meriah dan berkesan.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Trending