Wisata
Melihat Kearifan Lokal di Desa Wisata Tertinggi di Indonesia
BURSABISNIS.ID, JAKARTA – Desa wisata selalu menyimpan keunikannya tersendiri. Tak hanya soal kearifan lokal masyarakat setempat, letak geografis dari desa wisata juga bisa menjadi daya tarik wisata. Di Indonesia ada beberapa desa wisata yang terletak di dataran tinggi. Hal ini memberi nilai lebih bagi desa wisata tersebut.
Keindahan alam serta kearifan lokal dari desa wisata tentu menjadi paket wisata lengkap yang dapat menarik kunjungan wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Hebatnya lagi, desa wisata tertinggi di Indonesia pernah dinobatkan sebagai salah satu pemenang dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, sebagaimana dilansir dari laman kemenparekraf.go.id pada Sabtu, 29 April 2023.
Bagi Sobat Parekraf yang ingin melihat dan merasakan langsung kearifan lokal dari desa-desa wisata tertinggi di Indonesia, berikut beberapa rekomendasinya:
Desa Sembungan
Salah satu desa tertinggi di Indonesia, Desa Sembungan, berada di ketinggian 2.300 mdpl. Lokasi desa wisata ini berada di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Memiliki bentang alam indah serta kearifan lokal yang masih terjaga hingga sekarang, membuat Desa Sembungan mendapat Peringkat 1 Desa Rintisan ADWI 2022.
Berlabel Desa Tertinggi di Pulau Jawa, di Desa Sembungan Sobat Parekraf bisa menikmati berbagai destinasi wisata populer yang memesona. Mulai dari Puncak Sikunir, Gunung Pakuwaja, Telaga Cebong, hingga Curug Sikarim. Selain pemandangan alam yang memesona, budaya di Desa Sembungan juga masih dilestarikan.
Satu kearifan lokal yang ada di desa tertinggi di Pulau Jawa ini adalah Ruwat Gimbal, yang diadakan setiap tanggal 1 dalam kalender Jawa Suro. Ruwat Gimbal adalah upacara adat pemotongan rambut pada anak berambut gimbal untuk membersihkan dari hal buruk. Biasanya acara ini digelar antara bulan Agustus-September.
Desa Ranupani
Desa tertinggi di Indonesia berikutnya adalah Desa Wisata Ranupani. Desa wisata ini berada di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Berada di ketinggian 2.100 mdpl, Desa Wisata Ranupani menjadi basecamp resmi pendakian Gunung Semeru.
Daya tarik wisata di desa wisata tertinggi ini adalah Danau Ranupani, yang menjadi danau tertinggi di Indonesia dengan luas sekitar 7.500 meter persegi. Desa wisata ini juga terdapat Rumah Budaya Ranupani, yang kerap digunakan untuk pergelaran tari dan musik tradisional.
Menariknya lagi, Desa Wisata Ranupani masih menjaga adat istiadat leluhur, dengan rutin menggelar tradisi Unan-unan setiap 5 tahun sekali, tepatnya pada tahun “Landung” menurut penanggalan tradisional. Tradisi ini berupa menanam kepala kerbau yang ditujukan untuk membersihkan desa agar selamat dari malapetaka.
Kampung Bena Inire
Desa wisata tertinggi di Indonesia berikutnya berada di Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Desa Tiwu Riwu, Jerebu’u, Ngada: Kampung Bena Inire. Desa wisata ini berada di kaki Gunung Inerie, dengan ketinggian mencapai 2.245 mdpl. Kampung Bena Inire memiliki udara dan hawa sejuk, lengkap dengan rumah-rumah adat yang sudah ada sejak zaman Megalitikum.
Berbeda dengan bangunan rumah pada umumnya, rumah adat di Kampung Bena Inire masih sangat tradisional. Bahkan atap rumah pun terbuat dari alang-alang, dan lantai rumahnya terbuat dari bebatuan gunung. Menariknya, ada kearifan lokal yang terus dijaga hingga saat ini, yakni menenun. Sobat Parekraf pun bisa mencoba pengalam menenun di desa wisata tertinggi satu ini.
Desa Argosari
Berada di ketinggian 2.000 mdpl, Desa Argosari termasuk dalam desa tertinggi di Indonesia. Sobat Parekraf bisa menemukan desa ini di kaki Gunung Bromo. Tepatnya ada di Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Desa Argosari terkenal dengan pemandangan “Negeri di Atas Awan” yang mampu memukau siapa saja yang berkunjung.
Menjadi salah satu tempat tinggal Suku Tengger, warga Desa Argosari juga masih sangat kental dengan adat istiadat. Salah satunya adalah Upacara Karo yang diadakan pada bulan ke-2 Tahun Saka Hindu Tengger. Upacara Karo bertujuan untuk mengembalikan kesucian dan penghapusan dosa warga Suku Tengger. Tentunya kearifan lokal satu ini menjadi daya tarik wisata bagi Desa Wisata Argosari.
Desa Kete Kesu
Berada di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Desa Kete Kesu termasuk salah satu desa tertinggi di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi. Berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Sanggalangi, Toraja Utara. Lokasi Desa Kete Kesu berada di lereng-lereng pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.400 mdpl.
Selain menikmati pemandangan perbukitan, Sobat Parekraf bisa menyaksikan budaya leluhur yang masih terawat sampai saat ini. Salah satu kearifan lokal yang masih lestari hingga sekarang adalah pemakaman adat yang diletakkan di gua-gua atas tebing. Selain pemakaman adat, Sobat Parekraf bisa melihat rumah tradisional Toraja, Tongkonan. Sebuah rumah panggung yang memiliki atap seperti tanduk kerbau menjulang, lengkap dengan keseharian masyarakat setempat.
Bagaimana, tertarik merasakan dan melihat langsung kearifan lokal dari desa-desa wisata tertinggi di Indonesia, Sob?
Laporan : Rustam
BAHARI
Kapal Penumpang KM. Napoleon Rugikan Daerah Karena Bongkar Muat di Pelabuhan Ilegal
WAKATOBI, Bursabisnis. Id – Kapal Penumpang KM. Napoleon dengan Trayek Kendari – Wd. Buri – Wanci dan sebaliknya, dinilai melakukan kesalahan oleh pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi.
Pasalnya, KM. Napoleon melakukan penurunan penumpang dan pembongkaran muatan di pelabuhan yang tidak resmi dan tidak memiliki izin operasi kepelabuhanan.
Kepala Dinas Perhubungan melalui Bidang Kepelabuhanan dan Angkutan Pelayaran Rustam mengungkapkan, pembongkaran dan penurunan penumpang diluar pelabuhan resmi yang dilakukan pihak KM. Napoleon itu sudah salah.
” Nyatanya mereka melanggar kenapa dia tiba-tiba pindah disitu, kami sudah sampaikan keagenya, mereka itu tidak sesuai aturan dan sudah melenceng dari kesepakatan bersama, ” ungkap Kabid Kepelabuhan dan Angkutan Pelayaran Rustam. Senin, 13 April 2026.
Ia juga menegaskan kepada pihak KM. Napoleon tidak boleh melakukan tindakan seperti itu, sebab selain pelabuhan daerah yang tersedia ada juga Pelabuhan Pengulubelo yang berstatus sebagai pelabuhan Nasional yang bisa di lakukan bongkar muat dan penurunan penumpang.
Selain itu, aktifitas penurunan penumpang di pelabuhan yang tidak resmi itu sudah merugikan daerah, sebab tak ada lagi penarikan Retribusi PAD yang masuk kedaerah.
“Tidak bisa di pungut restribusi, kan pelabuhanya tidak memenuhi syarat belum ada juga perizinanya dari pihak-pihak terkait,” ujar Rustam.
Laporan : Ful
Editor : Tam
KOMUNITAS
Jangan Sampai Lengah! Ini Tips Cari Aman Saat Berkendara di Bulan Puasa
MAKASSAR, Bursabisnis. Id – Memasuki bulan suci Ramadhan, pola aktivitas masyarakat mengalami perubahan, mulai dari waktu istirahat hingga jam mobilitas di jalan raya. Kondisi tubuh yang sedang berpuasa, ditambah perubahan ritme harian, berpotensi menurunkan konsentrasi saat berkendara.
Melihat hal tersebut, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) membagikan sejumlah tips berkendara aman agar masyarakat tetap nyaman dan selamat selama menjalani ibadah puasa.
Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, mengingatkan bahwa kondisi fisik saat berpuasa membutuhkan perhatian ekstra, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.
Berikut beberapa tips berkendara aman saat bulan puasa:
1. Pastikan tubuh tetap fit dan fokus saat berkendara
Kurang tidur akibat bangun sahur atau aktivitas malam hari dapat menurunkan konsentrasi. Pastikan waktu istirahat cukup agar tetap fokus di jalan. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya menepi dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
2. Hindari berkendara terburu-buru menjelang waktu berbuka
Salah satu momen rawan kecelakaan adalah saat menjelang magrib, ketika banyak pengendara ingin segera sampai tujuan untuk berbuka puasa. Jangan memacu kendaraan secara berlebihan atau melanggar aturan lalu lintas demi mengejar waktu. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.
3. Gunakan helm berwarna cerah saat berkendara malam atau subuh
Mobilitas saat bulan puasa sering terjadi di waktu malam atau dini hari ketika sahur. Penggunaan helm berwarna cerah dapat membantu meningkatkan visibilitas pengendara sehingga lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.
4. Lakukan safety check sebelum berangkat
Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dengan memeriksa rem, lampu, tekanan ban, dan bahan bakar. Safety check sederhana dapat mencegah risiko gangguan teknis di tengah perjalanan.
5. Tetap gunakan perlengkapan berkendara lengkap, meski jarak dekat
Perlengkapan berkendara lengkap seperti jaket, sarung tangan, sepatu, dan terutama helm, tetap wajib digunakan walaupun hanya berkendara jarak dekat, misalnya untuk membeli takjil atau menuju masjid terdekat.
Habib Permadi menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi bagian dari komitmen pribadi, terlebih saat kondisi tubuh sedang berpuasa.
“Bulan Ramadhan adalah momen untuk menahan diri, termasuk dalam berkendara. Jangan sampai karena terburu-buru berbuka atau kurang istirahat, kita justru mengabaikan keselamatan. Terapkan selalu prinsip #Cari_Aman agar ibadah tetap lancar dan perjalanan tetap selamat,” ujar Habib.
Melalui tips ini, Asmo Sulsel berharap masyarakat dapat menjalani aktivitas selama bulan puasa dengan lebih aman dan nyaman, serta menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan yang konsisten diterapkan setiap hari.
Laporan : Kas
Editor : Tam
Wisata
Imigrasi Wakatobi Sosialisasi Desa Binaan
WAKATOBI, Bursabisnis. Id – Imigrasi Kabupaten Wakatobi menggelar Sosialisasi Desa Binaan di Villa Nadila, Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kepala Imigrasi Kabupaten Wakatobi Khairil menjelaskan, Program Desa Binaan Imigrasi merupakan salah satu bentuk penguatan fungsi keimigrasian di tengah masyarakat, khususnya dalam aspek pelayanan, pengawasan, serta pencegahan pelanggaran keimigrasian.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dalam membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat hingga ke tingkat desa.
” Sebagaimana kita ketahui, wilayah Kabupaten Wakatobi memiliki karakteristik strategis, baik dari sisi pariwisata internasional, keberadaan warga negara asing, maupun potensi lalu lintas orang melalui jalur laut, ” jelas Khairil, Kepala Imigrasi Wakatobi.
lanjutnya, Kondisi ini menuntut adanya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
Melalui desa binaannya, Imigrasi mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya dokumen perjalanan dan izin tinggal yang sah, peran aktif dalam melaporkan keberadaan orang asing, Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), Perlindungan terhadap anak berkewarganegaraan ganda dan isu kewarganegaraan lainnya.
” Kami menyadari bahwa pengawasan keimigrasian tidak dapat dilaksanakan sendiri oleh aparat Imigrasi. Dibutuhkan kolaborasi, partisipasi, dan kepedulian dari pemerintah desa, perangkat desa, serta masyarakat sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini, ” imbuhnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut imigrasi berharap adanya pemahaman yang sama, komunikasi yang lebih intensif, serta komitmen bersama untuk menjadikan desa sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi keimigrasian.
Laporan : Ful
Editor : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
