Connect with us

INDUSTRI

Politeknik APP Jakarta Hasilkan SDM Industri Kompeten Sektor Industri

Published

on

JAKARTA, Bursabisnis.id – Sektor logistik yang meliputi transportasi dan pergudangan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8,65 persen pada triwulan I tahun 2024.

Untuk mendukung kinerja industri manufaktur dari sisi logistik, Kementerian Perindustrian proaktif menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan vokasi. Salah satunya adalah Politeknik APP Jakarta yang menghasilkan SDM yang bergerak di bidang logistik.

“Penyediaan infrastruktur logistik yang memadai, tentunya akan mendukung aktivitas sektor industri. Hal ini lantaran pergerakan barang atau komoditas dari wilayah penghasil ke konsumen dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari laman kemenperin.go.id pada Kamis, 11 Juli 2024.

Sebagai salah satu politeknik naungan Kemenperin, Politeknik APP Jakarta turut beperan dalam menghasilkan SDM industri yang kompeten di sektor logistik. Terdapat tiga program studi yang dibuka Politeknik APP Jakarta, yakni D-III Manajemen Logistik Industri Elektronika, D-III Perdagangan Internasional Wilayah Asean dan RRT, dan D-III Manajemen Pemasaran Industri Elektronika.

“Mahasiswa politeknik tersebut dibekali berbagai materi dan kemampuan yang aplikatif, sesuai dengan kebutuhan kerja saat ini, selain juga ditantang untuk menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan.

Hebatnya, mahasiswa Politeknik APP Jakarta mampu mengembangkan robot line follower yang banyak digunakan pada industri modern saat ini. Robot line follower adalah robot yang menggunakan sensor untuk mengikuti garis. Dalam konteks industri, robot line follower berhubungan erat dengan otomatisasi, misalnya dalam pemindahan barang dan inspeksi jalur produksi.

“Belum lama, tim robot Politeknik APP Jakarta meraih juara 1 kompetisi line followers di Technocorner UGM 2024. Ini menunjukkan bahwa politeknik naungan Kemenperin memiliki prestasi yang membanggakan,” ungkap Masrokhan.

Robot line follower yang dikembangkan Politeknik APP Jakarta memiliki berbagai keunggulan, di antaranya program yang up-to-date dan mudah untuk pengguna menyusun path planning dengan interface yang user-friendly. Robot tersebut dilengkapi sensor, kendali kontrol, fitur mapping, dan berbagai mode.

Selain itu, robot line follower tersebut juga didesain ringan agar kecepatannya bisa optimal. Dilengkapi dengan komponen terkini, laju robot lebih mengacu ke track yang telah disediakan, sehingga tidak mudah keluar jalur.

Sebelumnya, Politeknik APP Jakarta melalui unit Teaching Factory telah menyelenggarakan kompetisi Robot Line Followers National Contest 2024 pada 2-3 Maret 2024 yang dihadiri oleh 28 tim dari berbagai sekolah dan universitas.

Politeknik APP Jakarta tengah membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS). Jalur JARVIS Mandiri politeknik tersebut dibuka pendaftarannya hingga 31 Juli 2024. Terdapat pula jalur JARVIS Bersama 2 yang pendaftarannya berlangsung hingga 21 Juli 2024.

Untuk peminat Politeknik APP Jakarta, info lengkap pendaftaran bisa dilihat di situs pmb.poltekapp.ac.id.

Sumber : kemenperin.go.id
Penulis : Tam

Continue Reading
Advertisement

INDUSTRI

Kementerian Perindustrian TetapPrioritaskan Pengembangan Industri Tekstil

Published

on

By

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA, Bursabisnis.id – Kementerian Perindustrian tetap konsisten membangkitkan kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri di tengah gempuran dari berbagai lini, baik dampak dari dalam dan luar negeri.

“Meskipun industri TPT sedang menghadapi tantangan, bukan berarti kita harus pesimis. Kementerian Perindustrian tetap konsisten untuk terus menjalankan kebijakan strategis dalam upaya pengembangan industri TPT nasional yang berdaya saing global. Dalam peta jalan dan kebijakan industri nasional, industri TPT merupakan sektor yang mendapat prioritas pengembangan karena memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebagaimana dilansir dari laman kemenperin.go.id pada Senin, 8 Juli 2024.

Pada triwulan I tahun 2024, industri TPT mampu menyumbang sebesar 5,84 persen terhadap PDB sektor manufaktur serta memberikan andil terhadap ekspor nasional sebesar USD11,6 miliar dengan surplus mencapai USD3,2 miliar.

Industri TPT juga sebagai sektor padat karya dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 3,98 juta tenaga atau memberikan kontribusi sebesar 19,47 persen terhadap total tenaga kerja di sektor manufaktur pada tahun 2023.

Sebagai sektor padat karya, industri TPT terus membutuhkan tenaga kerja dengan jumlah banyak dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan saat ini. Dalam hal ini, Kemenperin melalui satuan kerja di bawah binaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), yakni Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta yang fokus menyelenggarakan Diklat 3in1 untuk memenuhi kebutuhan industri TPT.

“Diklat ini kami dorong untuk bisa menjalin kerja sama dengan industri. Contohnya adalah BDI Jakarta berkolaborasi dengan PT Globalindo Intimates,” ungkap kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Masrokhan pada Penutupan Diklat Operator Sewing di PT Globalindo Intimates, Klaten, Jawa Tengah. Melalui diklat ini, diharapkan pula para peserta dapat menjadi tenaga kerja yang siap pakai dan mampu mengisi peluang kerja di industri TPT. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan produktivitas dan daya saing industri tersebut.

PT Globalindo Intimates adalah produsen pakaian dalam wanita yang telah menembus pasar ekspor. Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2008 ini memiliki luas pabrik sekitar 32.000 m2 dengan total karyawan mencapai 3.600 orang.

Pada tahun 2018, PT Globalindo Intimates memulai proses transformasi digital sebagai langkah strategis untuk meningkatkan operasi dan kapasitas produksi dengan melakukan upgrade mesin menggunakan teknologi berbasis 4.0. Transformasi perusahaan berjalan dengan baik, dan pada tahun 2019 ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia melalui Kemenperin sebagai proyek Lighthouse Industry.

Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Globalindo Intimates karena telah proaktif terlibat dalam program Diklat 3in1 yang diinisiasi oleh BDI Jakarta. Pada Diklat untuk Operator Sewing angkatan VI, perusahaan ini menerima 50 peserta dari masyarakat sekitar PT Globalindo Intimates.

“Diklat ini merupakan bagian dari komitmen PT Globalindo untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme karyawannya. Dalam diklat ini, peserta mendapatkan pelatihan mengenai berbagai hal, seperti teknik menjahit, pemeriksaan mutu jahitan dan budaya kerja di industri garmen,” ujar Kepala BDI Jakarta, Ali Khomaini.

Kepala BPSDMI menambahkan, pihaknya mengajak seluruh pelaku industri untuk berkomitmen bersama dalam upaya pengembangan SDM industri yang unggul, demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. “Menyambut era bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif di Indonesia akan semakin meningkat, diklat ini menjadi semakin penting. Bonus demografi ini harus dioptimalkan dengan baik, salah satunya dengan menyiapkan SDM yang terampil dan kompeten,” jelasnya.

Direktur Operasional (COO) PT. Globalindo Intimates Teti Yani Hartono menyampaikan, pihaknya berharap dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, industri tekstil di Indonesia dapat kembali bangkit dan berkembang. Perusahaan ini juga berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekspor.

“Kami pun telah melakukan beberapa langkah untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan, seperti meningkatkan efisiensi produksi, berinovasi, membuka pasar baru dan meningkatkan kualitas SDM,” ujarnya. Meskipun di tengah kondisi yang sulit, PT Globalindo tetap berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya. “Kami terus berupaya untuk lebiuh meningkatkan kompetensi karyawannya melalui berbagai program pelatihan seperti Diklat ini,” imbuhnya.

Sumber : kemenperin.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

 

Continue Reading

INDUSTRI

PT Semen Indonesia Group Ikut Berkontribusi Bangun Ibu Kota Nusantara

Published

on

By

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Y Manurung mengapresiasi kontribusi yang dilakukan PT SIG.-fot:dpr.go.id-

BALIKPAPAN, Bursabisnis.id – PT Semen Indonesia Group (Persero) Tbk (PT SIG) beberapa waktu ini melakukan ekspansi bisnis melalui konsorsium PT Karya Logistik Nusantara (KLN) dengan penyertaan modal sebesar Rp22,5 Miliar. Ekspansi ini dilakukan PT SIG untuk turut berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam hal pemasokan bahan baku seperti semen dan beton serta pengelolaan logistik.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Y Manurung mengapresiasi kontribusi yang dilakukan PT SIG. Namun, ia juga meminta pada PT SIG untuk memastikan prosesnya untuk prudent atau bijak dan hati-hati. Sehingga kinerja perusahaan dapat terus terjaga.

“Kita memberikan apresiasi untuk SIG yang sudah ikut berkontribusi bersama dengan BUMN Karya masuk ke IKN ya dan juga menjadi frontliner. Tapi kami juga memberikan masukan agar betul-betul dipastikan prosesnya itu betul-betul prudent, agar tidak di kemudian hari berpengaruh kepada kinerja perusahaan. Jadi itu yang kami selalu ingin jaga,” ujarnya kepada Parlementaria saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balikpapan, Kalimantan Timur sebagaimana dilansir dari laman dpr.go.id.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap produk PT SIG yakni green cement yang akan digunakan untuk mendukung pembangunan IKN. Green cement ini merupakan produk semen yang ramah lingkungan yang dapat mengurangi penggunaan karbon yang juga sesuai dengan konsep IKN yang akan menjadi percontohan kota berkelanjutan di Indonesia.

“Satu produk dari SIG yang dalam proses pembuatannya lebih rendah penggunaan karbon sehingga emisi karbonnya juga lebih rendah. Saya rasa ini satu inisiatif yang baik di tengah pasar semen Indonesia yang menurut pantauan kami masih jenuh ya karena excess supply,” tutur Politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Penulis : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

INDUSTRI

ASPABI Menggugah Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah Gunakan Aspal Buton, Termasuk di IKN

Published

on

By

Ketua ASPABI Dwi Putranto (tengah) bersama produsen aspal Buton.-foto:tam-

KENDARI, Bursabisnis.id – Komitmen pemerintah pusat akan menggunakan aspal Buton untuk pembangunan jalan di Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), hingga sekarang ini masih dipertanyakan.

Meski belum ada surat resmi yang dapat dilihat publik, terkait tidak digunakannya aspal Buton, namun faktanya hingga akhir Juni 2024, belum ada aspal Buton yang dipakai untuk mengaspal di jalan-jalan utama IKN.

Padahal publik mengetahui bahwa pada tanggal 17 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo akan melakukan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 79 di IKN.

Di mana pada puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI itu akan dihadiri pejabat negara Indonesia dan juga tamu undangan dari luar negara. Sehingga ini menjadi momentum bagi Presiden Joko Widodo untuk memperkenalkan produk aspal Buton kepada luar negeri, dengan memperlihatkan jalan yang akan dilalui kepada para tamu undangan.

“Ya bagaimana menjawabnya. Kami tidak melihat atau belum melihat bukti legalitas atau surat menyurat tentang penggantian aspal Buton. Namun faktanya bahwa hingga sekarang belum ada aspal Buton yang dipakai di IKN ,” kata Ketua Asosiasi Pengembang Aspal Buton Indonesia (ASPABI), Ir Dwi Putranto,MA kepada wartawan saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Kajian Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Mineral dan Batu Bara yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kendari pada Jumat, 28 Juni 2024.

Rakorda  ini dilaksanakan oleh Kementerian Investasi/BKPM dengan menghadirkan para ahli, guna mendengarkan permasalahan, menganalisis aspek finansial, legal teknis dan mengindentifikasi faktor-faktor yang dapat mempercepat dan memperlambat realisasi investasi dalam peta jalan Hilirisasi Investasi Strategis (HIS) pada aspek finansial, legal dan teknis.

Hadir juga DPMPTSP Provinsi Sultra, DPMPTSP Kabupaten/Kota seSultra, para investor aspal Buton, HIPMI Sultra, Kadin Sultra, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Provinsi Sultra.

Padahal sebelumnya, kata Dwi Putranto, pemerintah sudah menyatakan komitmennya untuk menggunakan aspal Buton di ruas jalan sisi barat dan timur Istana Negara di IKN.

Ketua ASPABI, Dwi Putranto. -foto:tam-

“Kebayang dong, kalau ruas jalan utama IKN menggunakan aspal Buton. Saat presiden berjalan bersama para tamu undangan, lalu memperkenalkan bahwa jalan ini menggunakan aspal Buton,” bebernya.

Pentingnya jalan utama sisi barat dan sisi timur Istana Negara di IKN diaspal menggunakan aspal Buton,  menurut Dwi Putranto, karena ini menjadi etalase Indonesia.

Dwi Putranto juga mengungkapkan bahwa sebagai bentuk komitmen akan menggunakan aspal Buton, ini dibuktikan dengan kunjungan rombongan IKN melihat langsung stok aspal Buton di pabrik.

“Dari hasil kunjungan itu, bahwa stok aspal Buton untuk jalan di IKN cukup tersedia dan memenuhi syarat. Spek aspal Buton masuk,” ujar Dwi Putranto.

Untuk menguji bahwa aspal Buton itu memenuhi spek yang dipersyaratkan di IKN, aspal Buton sudah pernah diuji di laboratorium sebanyak 6 kali. Bahkan sudah ada Standar Nasional Industri (SNI).

Setelah jalan sisi barat dan sisi timur Istana Negara di IKN diganti dengan aspal lain, bukan aspal Buton, para produsen aspal Buton dijanjikan lagi bahwa jalan-jalan lingkungan lainnya akan menggunakan aspal Buton.

Untuk menagih janji dan komitmen pemerintah pusat bahwa akan menggunakan aspal Buton, anggota ASPABI telah mengirim 1 tongkang aspal Buton murni dari Pelabuhan Nambo di Lawele, Kabupaten Buton menuju Balikpapan, Provinsi Kaltim.

Aspal Buton murni itu diperkirakan mencapai 3000 ton. “Diperkirakan minggu ke dua Juli 2024, aspal Buton murni dari Lawele sudah tiba di Balikpapan. Sehingga tidak ada alasan lagi bahwa pasokan aspal Buton lama tiba,” tegas Dwi Putranto.

Dwi Putranto juga menggugah semua pihak terkait dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atas penggunaan barang, jasa atau gabungannya dalam proyek yang menggunakan dana APBN dan APBD.

Bila melihat aspal Buton menjadi bagian produk industri dalam negeri yang penting diberdayakan, maka perlu diketahui bahwa aspal Buton TKDN-nya mencapai 82,39 persen.

Kendati aspal Buton sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda pada tahun 1924 hingga tahun 2024 atau sudah 100 tahun yang lalu, namun aspal Buton yang belum bisa menjadi tuan di negeri sendiri.

Aspal Buton belum mampu bersaing dengan gempuran aspal impor yang sudah mendarah daging di kalangan pemenang tender proyek pemerintah.

Padahal Presiden Joko Widodo sudah berkali-kali menegaskan agar aspal Buton digunakan untuk mengaspal jalan-jalan yang ada di Indonesia.

Tak cukup dengan statemen, pemerintah kemudian menerbitkan piranti-piranti hukum yang berhubungan dengan pentingnya hilirisasi industri dalam negeri. Dengan harapan bahwa industri dalam negeri diberdayakan.

Seperti yang dipaparkan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Provinsi Sultra, Dr.Ir.H. Pahri Yamsul, M.Si.

Pemerintah sudah menerbitkan payung hukum, berkaitan dengan TKDN dalam hal ini pemanfataan aspal Buton.
Seperti :

1. Permendagri Nomor 27 Tahun 2021, tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2022,

2. Permen PUPR Nomor 18 Tahun 2018, tentang Penggunaan Aspal Buton Untuk Pembangunan dan Preservasi               Jalan

3. Permen PUPR Nomor .5 Tahun 2021, tentang Petunjuk Operasional Pengelolaan DAK Infrastruktur

PUPR     TA.2021

4. Perda Prov. Sultra Nomor 2 Tahun 2016, tentang Pemanfaatan Aspal Buton Untuk Pembangunan dan  Pemeliharaan Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten/Kota

6. SK Gubernur Sultra Nomor 412 Tahun 2020, tentang Penggunaan Asbuton Untuk Pembangunan dan Pemeliharan Jalan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Sultra.

Pahri Yamsul yang banyak berhubungan pengerjaan proyek jalan, berharap kepada produsen aspal Buton agar senantiasa menjaga kualitas produknya.

Advetorial/Pariwara

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.