Connect with us

Investasi

Saat Ini PT Tiran Mineral Menata Lokasi Pembangunan Smelter di Konawe Utara

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – PT Tiran Mineral saat ini sedang fokus menata lokasi pembangunan smelter di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Humas PT Tiran Mineral, La Pili menjelaskan, dalam perencanaan kegiatan membangun smelter, diawali dulu dengan kegiatan penataan lokasi, seperti pembukaan jalan penghubung di lokasi, penataan lokasi pelabuhan.

Termasuk meratakan gunung yang ada di dalamnya bila diperlukan. Dan bila di dalam aktifitas tersebut ada bahan galian atau kandungan mineral yang ditemukan, maka atas perintah undang-undang bisa mengambilnya untuk dilakukan penjualan sesuai Izin Usaha Pertambangan.

“Untuk penjualan hasil kandungan mineral yang telah diberikan kepada PT Tiran Mineral, dan pihak Tiran komitmen membayarkan pajaknya ke negara,” terang La Pili melalui rilisnya.

Berkaitan dengan aktifitas pembanguan smelter tersebut, La Pili mengaku semua legalitas PT Tiran Mineral seperti IUP, Izin Industri, IPPKH, IUPKI, dan segala izin lainnya semuanya sudah ada dan telah lengkap dipenuhi.

“Kalau masih ada pihak-pihak yang mempersoalkan atas Izin dan legalitas lainnya, maka itu sudah masuk kategori pidana karena sama dengan menghalang-halangi proses pembangunan yang sedang berjalan. Dan bila itu terus-terusan dilakukan, bahkan mengarah kepada tindakan menghasut, maka bisa jadi akibatnya tidak hanya berurusan dengan pihak perusahaan, malah nanti juga akan berurusan dengan pihak penegak hukum,” jelas mantan anggota DPRD Provinsi Sultra ini.

Menurut La Pili, PT Tiran dan Groupnya adalah perusahaan yang sungguh-sungguh mau membangun di Sultra.

Menjadi tidak adil kiranya kalau ada pihak-pihak yang terus menerus mempersoalkan aktifitas Tiran, padahal didukung dengan semua kelengkapan legalitas. Sementara yang lainnya tidak jelas legalitasnya, seolah didiamkan saja.
Smiley face

PT Tiran Group sudah memberi bukti di Sultra dengan adanya pendirian pabrik gula, perkebunan, peternakan, dan pertambangan serta unilever. Tiran Group dengan segala unit usahanya, telah mempekerjakan masyarakat di daerah ini lebih dari 10.000 orang.

Di khusus di Konut, PT Tiran telah mempekerjakan 800 orang lebih dan mayoritas masyarakat lokal. “Insya Allah kalau sudah berdiri smelter yang dilakukan oleh PT Tiran Mineral di Waturambaha saat ini, maka kedepannya akan dilakukan rekruitmen ribuan karyawan disana. Sehingga bisa menjadi lapangan kerja baru lagi bagi masyarakat lokal kita di sana,” jelas La Pili lagi.

Oleh karena itu, tentu pihak Tiran sangat berharap akan dukungan full dari semua pihak atas pembangunan smelter ini La Pili juga menepis, bahwa tidak benar kalau ada pandangan bahwa Tiran hanya berkedok seolah-olah membangun smelter.

Padahal dibalik itu hanya mau menambang saja, ini adalah fitnah yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak ingin smelter berdiri di daerah Konawe Utara.

Karena segala legalitas yang dikeluarkan kepada pihak Tiran untuk aktifitas di Waturambaha ini, adalah legalitas yang berkaitan dengan pendirian smelter, dan semua itu butuh biaya besar dalam kepengurusannya.

“ Lagi pula kalau hanya sekedar menambang, pihak Tiran sudah punya lahan tambang berlokasi di Lameruru Langgikima Konawe Utara seluas 1.400 Hektar yang diperkirakan di tambang sampai 20 tahun ke depan pun tidak akan habis,” ungkapnya.

Jadi kalau PT Tiran tujuannya hanya sekedar menambang, tentu tidak perlu lagi ke Waturambaha. Cukup memaksimalkan saja yang di Lameruru Langgikima tersebut. Tapi karena kita ingin supaya daerah Konawe Utara ini punya smelter sendiri, sehingga pihak Tiran dengan segala ikhtiar melalui PT Tiran Mineral bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya.

“ Maka Insya Allah dengan dukungan penuh dan kerja sama dari semua pihak semoga tahun 2022 dan 2023 nanti, di Desa Waturambaha wilayah Lasolo Kepulauan Konawe Utara sudah bisa berdiri smelter,” tutup La Pili.

Laporan : Muh Beni

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Investasi

PMKRI Dukung PT Tiran Bangun Smelter di Konawe Utara

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Rencana pembangunan pabrik pemurnian nickel (smelter) PT Tiran di Konawe Utara, terus mendapatkan dukungan dari elemen masyarakat dan mahasiswa.

Terbaru, perusahaan yang fokus pada  pemanfaatan sumberdaya lokal ini mendapat apresiasi dari Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PP PMKRI).

Pembangunan smelter dipercaya akan membuka lapangan kerja seluas- luasnya bagi tenaga kerja lokal.  Hal ini akan mengurangi angka pengangguran yang terus meningkat.

“Prinsipnya selama untuk kepentingan masyarakat lokal dan tujuannya baik, kita akan dukung langkah yang dilakukan oleh PT Tiran,” ujar Karlianus Poasa Ketua Lembaga Energi  dan Sumberdaya  Alam PP PMKRI pada  Sabtu 10 Juli 2021.

Secara tegas, Alumni Fakultas Hukum Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) ini meminta kepada PT Tiran untuk lebih fokus pada pemberdayaan tenaga lokal.

“Kita menolak jika tenaga kerja asing yang diutamakan atau diistimewakan. Sudah waktunya masyarakat pribumi menjadi tuan di negaranya sendiri, kita yang punya sumberdaya alamnya, dan kita percaya masyarakat kita punya kemampuan yang tidak kalah dengan tenaga kerja asing,”  tegasnya.

Mantan Ketua PMKRI Kendari ini, selaku Tokah Pemuda yang berasal dari Sulawesi Tenggara yang saat ini berkiprah ditingkat nasional, mengatakan jika hal tersebut terlaksana maka pasti akan berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi daerah.

“PT Tiran harus menjadi pembeda, dan kami yakin semua pihak akan menyambut baik rencana yang baik untuk mendirikan pabrik ini,” lanjut pria yang disapa Charli ini.

Terkait izin pembangunan pabrik ini sendiri telah dilengkapi dan tertuangbahwa izin PT.Tiran lengkap dan tertuang dalam  IPPKH No SK.301/KLHK/Setjen/PLA.0/6/2021. Dan izin IUP P No. 255/I/IUP/2021.

Demikian dibenarkan oleh Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dinas ESDM Sultra menegaskan bila kelengkapan izin PT. Tiran Mineral sudah ada dan lengkap.

Sebagai informasi Tiran Grup telah melakukan investasi besar-besaran dalam suatu Kawasan Industri berbasis smelter nikel. Sebagai tahap pertama, perusahaan rising star yang sedang tumbuh pesat di wilayah timur Indonesia ini telah menandatangani kontrak pembangunan satu dari empat line smelter senilai Rp 4,9 Triliun, antara PT Andi Nurhadi Mandiri (ANDM) dengan Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd asal China.

 

Laporan : Leesya

Continue Reading

Investasi

Ketua IMM Sultra, Marsono : Investasi Smelter PT Tiran Group Perlu Diapresiasi

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mendukung rencana pembangunan smelter yang dilakukan PT Tiran Group di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra.   Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum DPD IMM Sultra, Marsono.

“Pembangunan smelter adalah langkah strategis untuk meningkatkan nilai guna dari sumber daya alam yang kita miliki, sebab selama ini cadangan nikel kita yang melimpah hanya dikeruk sampai habis,  lalu dijual mentah dengan nilai yang sangat murah ke luar daerah,” ujar  Marsono, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya, ini sama saja menggali lubang raksasa untuk mengubur hidup – hidup masyarakat sekitar.  “Seharusnya ada perusahaan yang berpikir bagaimana membangun smelter agar nilai jual nikel kita semakin meningkat di pasaran. Dan langkah yang dilakukan Tiran Group, ini sudah menjawab keresahan sebagian besar masyarakat Sultra yang menginginkan nikel Sultra dapat melalui tahap pemurnian dengan hadirnya pabrik yang memiliki smelter,” terangnya.

Hadirnya smelter yang akan dibangun PT Tiran Group, menurut  Marsono, ini dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta mengupgrade nilai ekonomi, utamanya pendapatan masyarakat sekitar yang sudah barang pasti akan ada penyerapan tenaga kerja lokal ribuan, bahkan belasan ribu.

“Rencana investasi membangun  smelter oleh Tiran Group pasti bakal membawa dampak ekonomi yang masif bagi masyarakat di lingkar tambang secara khusus, maupun Masyarakat Sultra pada umumnya. Sebab akan ada penyerapan tenaga kerja lokal secara terbuka oleh Tiran Group, dan ini semestinya dimanfaatkan dengan serius oleh masyarakat lingkar tambang serta masyarakat lokal pada umumnya.” tambahnya.

Lanjut Marsono, sebagai putra asli Sultra, kita mesti mensyukuri dan berbangga terhadap daerah ini yang melimpah akan potensi sumber daya alamnya. Sehingga jika ada niat seperti yang dilakukan Tiran Group ini, maka perlu kita apresiasi dan dukung secara penuh agar roda ekonomi di Sultra bisa laju dan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas SDM di Sultra.

“Selama proses pembangunan smelter Tiran Group di Konawe Utara, kami akan terus melihat dan mengawasi segala prosesnya apakah berjalan dengan lancar atau ada banyak benturan yang dihadapi dari pihak – pihak luar. Yang pasti, selama Tiran Group serius dan tulus membangun smelter dengan tujuan memberdayakan masyarakat, dan menaikkan nilai guna sumber daya alam kita di Konawe Utara maka hal tersebut wajib kita support,” tutup Marsono.

 

Laporan : Ibi

Continue Reading

Investasi

Izin PT Tiran Mineral Sudah Lengkap

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – PT. Tiran Mineral telah memiliki izin yang lengkap sebagaimana release yang sudah disampaikan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Wakapolda Sultra berdasarkan hasil investigasi dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra.

Wakapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Waris Agono menegaskan bahwa izin PT Tiran Mineral lengkap.

Dia mengakui telah memerintahkan personil untuk melakukan pengecekan dikawasan tersebut. Dari sisi UU Kehutanan ( P3H) sudah aman dari dugaan menambang dalam kawasan hutan. Artinya Perusahaan telah memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

“Dari sisi UU minerba sudah aman dari dugaan menambang tanpa IUP,” tegasnya.

Dia menyebutkan dalam lokasi PT Tiran Mineral, tidak terjadi penambangan namun kegiatan pematangan lahan untuk pembangunan kawasan industri smelter.

“Sudah saya cek ke team, hasilnya juga mengenai penjualan ore nikel telah memiliki izin penjualan dari menteri,” katanya.

Sementara itu, Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara (Sultra) juga meluruskan mengenai isu penambangan Ilegall yang menimpa PT Tiran Mineral. Aktivitas penambangan dalam Desa Lasolo Kabupaten Konawe Utara (Konut), telah mendapat persetujuan dari Menteri dan rekomendasi Gubernur Sultra.

Kabid Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, Beni Rahardjo mengatakan izin IPPKH dalam penggunaan kawasan PT Tiran Mineral sudah tuntas dan tak ada persoalan.

“Sudah lengkap kok izinnya kalau di Kehutanan Sultra. Ini sudah melalui analisis Fungsi dari Balai Kawasan Hutan, dan Biro Hukum dan ini mendapat rekomendasi dari Gubernur lalu izinnya ke Menteri. Jadi ini sudah prosedural,” katanya.

Beni mengungkapkan bahwa PT Tiran Mineral memang sedang menggarap Smelter pabrik industri. Berkaitan dengan izin di Kehutanan sudah tuntas. Dia juga telah mendengar kabar bahwa izin-izin lain sudah juga diselesaikan. Karena tak mungkin izin lainnya tak keluar, dan kemudian akan mendapat IPPKH.

“Saya pikir memang sudah resmi PT Tiran Mineral ini. Karena disana kan akan dibangun Smelter,” ujarnya. Dilain pihak Kadis Kehutanan Sultra mengatakan hal serupa bahwa izin PT.Tiran lengkap.

Hal ini juga dibenarkan oleh Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dinas ESDM Sultra menegaskan bila kelengkapan izin PT. Tiran Mineral sudah ada dan lengkap.

Izin operasi PT. Tiran Mineral tertuang dalam IPPKH No SK.301/KLHK/Setjen/PLA.0/6/2021. Dan izin IUP P No. 255/I/IUP/2021.

“Perlu dijelaskan bahwa sesuai regulasi yang ada adalah menambang di areal tambang biasa, seperti wilayah kawasan hutan maupun Apl, maka nama izinnya adalah IUP, sedangkan kalau penambangan mineral di areal kawasan industri maka nama izinnya adalah IUP P,” tutup Andi Asis

Sebagai informasi Tiran Grup telah melakukan investasi besar-besaran dalam suatu Kawasan Industri berbasis smelter nikel. Sebagai tahap pertama, perusahaan rising star yang sedang tumbuh pesat di wilayah timur Indonesia ini telah menandatangani

kontrak pembangunan satu dari empat line smelter senilai Rp4,9 triliun antara PT Andi Nurhadi Mandiri (PT.Tiran Group ) dengan Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd asal China.

Laporan : Leesya

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.