Connect with us

Entrepreneur

Santai di Art’z Book and Cafe, Bisa Internetan, Baca Buku Sambil Ngopi

Published

on

Art'z Book And Cafe

KENDARI, Bursabisnis.id– Tempat nonkrong yang menyediakan buku bacaan gratis sambil menikmati soft drink di kursi empuk, tentu jarang ditemui di Kota Kendari. Bisa jadi hanya dijumpai di Art’z Book and Cafe yang terletak di simpang empat Jalan Ahmad Yani-Jalan Khairil Anwar, depan kantor PLN Area Kendari di Wua-wua, Kota Kendari

“Usaha ini dibuka berawal dari banyaknya buku bacaan yang menumpuk di rumah. Saya kemudian terinspirasi membuka perpustakaan pribadi, dimana orang bisa membaca buku-buku koleksi saya,” kata Krisni Dinamita, owner Art’z Book and Cafe.

PW IPEMI Sultra  jadikan  Art’z Book and Cafe sebagai Pusat Jajanan Sehat di Kota Kendari

Agar orang bisa membaca buku dengan santai, sambil menikmati secangkir kopi atau teh, maka muncullah inspirasi untuk menggabungkan perpustakaan dengan cafe. “Ide itu kemudian diaktualisasikan dengan membuka Art’z Book and Cafe. Di sini bisa baca buku, bisa internetan, bisa kerja tugas sekolah atau kuliah sambil ngopi sama teman-teman,” jelas Krisni alumni Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo (UHO) ini.

Meski cafe ini baru buka sekira 1 tahun yang lalu, kini sudah bisa mempekerjakan 3 orang, terdiri 1 pria dan 2 perempuan. “Soal pengunjung, waktu yang paling ramai mulai sore sampai malam. Kebanyakan mahasiswa datang ngopi sambil kerja tugas,” ujarnya.

Keunggulan lain yang bisa ditemui di Art’z Book and Cafe, yakni pengunjung bisa masuk kelas belajar menulis buku. Di tempat ini, ada orang-orang hebat yang sudah berpengalaman menulis dan bukunya sudah beredar luas di Indonesia.

Sebut saja Krisni Dinamita yang sudah menerbitkan 5 judul buku novel. Buku ini terbilang laris manis dicari pembaca. Kemudian penulis novel Arsyad Salam yang lahir di Buton.

Laporan : Rustam

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entrepreneur

Rumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra

Published

on

By

Tenunan khas Sultra tersedia di Rumah Kreatif Hj Nirna

KENDARI, bursabisnis.id – Setelah puas berkeliling di Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), masih terasa kurang bila tak membawa pulang oleh-oleh khas Sultra.

Untuk membeli oleh-oleh khas Sultra, langsung saja ke Rumah Kreatif Hj Nirna yang terletak di Jalan Mayjen S.Parman, Kemaraya, Kota Kendari. Di rumah kreatif, anda bisa membeli tenunan etnis Tolaki, Muna, Buton. Kemudian tenunan khas Bombana dan Bugis.

Soal harga, dapat menyesuaikan sesuai kemampuan. Harga tenunan di bandroll dari Rp Rp 200 sampai Rp 1,2 juta. “Soal harga bervariasi, tergantung pembeli mau yang harga berapa, ” kata Hj Nirna Lachmuddin, S.Pd, owner Rumah Kreatif Hj Nirna.

Di Rumah Kreatif Hj Nirna, juga tersedia oleh-oleh lain seperti kacang mete yang sudah siap saji maupun yang masih perlu diolah kembali. “Supaya tidak penasaran mau beli oleh-oleh khas Sultra, silahkan datang saja di Rumah Kreatif Hj Nirna, ” ajak Hj Nirna.

Hj. Nirna Lachmuddin, owner Rumah Kreatif Hj Nirna

Khusus bagi warga Bugis yang ingin memiliki baju Bodo, di Rumah Kreatif Hj Nirna sudah tersedia. “Kami juga melayani pembeli beli kain tenunan kemudian dijahitkan sesuai model desain yang diinginkan, ” jelasnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Sultra 2 periode ini mendirikan Rumah Kreatif Hj Nirna, terinspirasi untuk membantu pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Sultra dalam memasarkan produk.

“Banyak pelaku UKM, khususnya tenunan khas Sultra yang tidak lagi memproduksi kain tenunan karena kendala pasar. Mereka kebingungan hendak menjual ke mana. Akhirnya saya melihat banyak alat tenunan bantuan pemerintah yang menganggur, tidak berproduksi,” bebernya.

 

Melihat kondisi tersebut, muncul inspirasi untuk membuka Rumah Kreatif sebagai fasilitator yang menghubungkan produsen dengan konsumen. “Konsep utamanya adalah berperan menghidupkan pelaku UKM yang menemui kendala pemasaran, ” ucapnya.

 

Rumah Kreatif Hj Nirna yang terletak di Jalan Mayjen S.Parman, Kota Kendari

Dengan hadirnya Rumah Kreatif Hj Nirna di Kota Kendari, para pelaku UKM dapat menitip produknya untuk dipasarkan. “Produk UKM kreatif, seperti kripik pisang, kerajinan kerang dan lain-lain, bisa dipasarkan melalui rumah kreatif, ” jelasnya.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Entrepreneur

Ayo Berkunjung ke Wisata Kuliner Kendari, Banyak Menu Menarik Ditawarkan

Published

on

By

Tenan Soimah turut meramaikan wisata kuliner KUMKM di PLUT.

KENDARI, Bursabisnis, id – Satu lagi wisata kuliner hadir di Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang recommended dikunjungi bersama keluarga, sahabat ataupun kerabat dekat. Berbagai menu kuliner dengan harga yang sangat terjangkau dapat dicoba.

Letak lokasi wisata kuliner ini mudah dijangkau, dilalui angkutan dalam kota (angkot) atau jasa transportasi lainnya dari berbagai arah Kota Kendari. Lokasinya berada di wilayah Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Kawasan wisata kuliner terbaru ini berada di kawasan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) milik Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sultra yang berada di Jalan Sao-sao, tepatnya depan area Taman Budaya Sultra atau sekitar 100 meter arah selatan Alun-alun eks MTQ Kendari.

Grand Opening Wisata Kuliner Kendari kawasan PLUT KUMKM ini berlangsung sekira pukul 20.15 Wita, Senin (9/9/2019) malam. Peresmian kawasan wisata kuliner terkini ini dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, pelaku usaha kuliner, komunitas Kendari Kreatif (KK), perbankan dan sejumlah jurnalis.

Menurut panitia Grand Opening Pusat Kuliner, Jhony, ada 28 tenan yang( ambil bagian di kawasan PLUT KUMKM. Menu menarik yang ditawarkan ke pengunjung sekira 300 varian, dengan harga terbilang murah.

Pusat kuliner ini mulai beroperasi pada pukul 11.00 sampai 22.00 Wita, setiap hari. “Mulai siang sampai malam, pusat wisata kuliner di kawasan PLUT KUMKM dibuka, ” ujarnya.

Kehadiran kawasan pusat kuliner ini digagas Komunitas Kuliner Kendari atau lebih lasim disebut Tripelka, bersama Komunitas Crafter Sultra (KCS), Indonesia Chef Association (ICA) Kendari, dan Pahlawan Darah Kendari.

Sebelum pusat kuliner diresmikan oleh Asisten I Setda Provinsi Sultra, Sarifuddin Safaa, panitia terlebih dulu menggelar kegiatan sosial dan lomba. Kegiatan dimaksud, yakni donor darah tanggal 28 Agustus 2019, Jumat berbagi dengan Pondok Pesantren Darussalam dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Kusuma Bangsa pada tanggal 30 Agustus 2019.

Kemudian ada kegiatan lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan lomba koki cilik pada tanggal 1 September 2019. Lalu workshop crafter digelar 3 September dan lomba rangking satu pada 5 September 2019.

 

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Ekonomi Mikro

Grand Opening Wisata Kuliner KUMKM di Kawasan PLUT

Published

on

By

Asisten I Setda Provinsi Sultra, Sarifuddin Safaa meresmikan Kawasan Wisata Kuliner KUMKM di Kota Kendari

KENDARI, Bursabisnis.id – Pusat Kuliner Kendari yang berada di kawasan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), dibangun tanpa menggunakan alokasi dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sultra.

” Meski tak menggunakan APBD, tapi kami berkeyakinan kawasan wisata kuliner ini mampu menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah untuk Sultra,” kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi Sultra, Hery Alamsyah, saat memberikan sambutan di hadapan undangan grand opening pusat kuliner Kendari, Senin (9/9/2019) malam di kawasan PLUT KUMKM.

Kawasan wisata kuliner ini dibangun Bank Sultra kerjasama dengan pengusaha kuliner di atas lahan PLUT milik Dinas Koperasi UMKM Provinsi Sultra.

“Dinas Koperasi memberikan ruang sekaligus memfasilitasi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Harapan pemerintah, setelah usaha berjalan dengan baik, dapat berkontribusi terhadap PAD, ” harap Hery yang disambut applause hadirin.

Hery mengungkapkan, dari 34 provinsi di Indonesia, hanya ada 17 provinsi yang mendapat program PLUT KUMKM. Sultra, masuk dalam 17 provinsi dimaksud. Untuk kabupaten, baru Wakatobi yang masuk dalam program PLUT KUMKM. “Karena tidak semua provinsi dan kabupaten masuk program PLUT KUMKM, saya berharap agar seluruh fasilitas yang sudah ada dirawat dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Sultra, La Ode Muhammad Mustika, mengatakan kehadiran pusat kuliner di tengah Kota Kendari, dapat membuka lapangan pekerjaan baru sehingga angka pengangguran di Sultra dapat berkurang.

“Bank Sultra hadir untuk berkontribusi terhadap pembangunan di daerah. Seperti halnya kehadiran kami di pusat kuliner Kendari, dalam rangka memfasilitasi pelaku usaha kuliner melalui bantuan dana kemitraan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, fisik bangunan kawasan wisata kuliner yang berada tepat di bagian belakang gedung PLUT KUMKM dibangun atas pembiayaan Bank Sultra. Area bangunan ini mampu menampung 300 orang, dengan 30 tenan kuliner.

Para pelaku kuliner di pusat kuliner ini, menyewa kepada pihak ketiga dalam hal ini PT Satu Tiga Lima Sejahtera yang telah menandatangani kontrak kerjasama dengan Pemda. Pihak ketiga ini selanjutnya berkontribusi PAD kepada Pemda Sultra.

Lain lagi dikemukakan Asisten I Setda Provinsi Sultra, Sarifuddin Safaa saat membuka secara resmi pusat kuliner KUMKM Kendari. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sultra senantiasa memfasilitasi bagi pelaku UMKM.

“Kawasan kuliner ini sangat baik dan nyaman untuk dikunjungi. Saya harapkan agar pelaku usaha kuliner, pengunjung dan pihak pengelola menjaga kawasan ini dengan baik dan tertib. Jaga selalu kebersihan, sebab ini bagian dari icon kota, ” ujarnya.

Grand opening kuliner KUMKM ditandai dengan pemukulan gong yang disaksikan sejumlah pejabat Pemprov Sultra, Bank Sultra dan pihak sponsor.

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.