Connect with us

KOMODITI

Selama PPKM Darurat, Bulog Siapkan 200 Ribu Ton Beras Bansos

Published

on

JAKARTA, bursabisnis.id – Perum Bulog kembali memperoleh penugasan dari pemerintah untuk penyaluran beras bantuan sosial bagi keluarga penerima manfaat (KPM) selama implementasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Perum Bulog menyiapkan beras hingga 200 ribu ton untuk tambahan bantuan sosial dari Kementerian Sosial kepada penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini sesuai instruksi Presiden pada masa PPKM darurat.

“Bulog siap melaksanakan penugasan menyalurkan tambahan beras untuk bantuan sosial kepada 10 juta penerima Bantuan Sosial Tunai dan 10 juta Program Keluarga Harapan. Masing-masing nanti akan mendapat tambahan bantuan beras sebanyak 10 kilogram,” kata Direktur Utama Bulog Budi Waseso sebagaimana dilansir dari laman Katadata.co.id.

Presiden menggelar rapat internal yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Perdagangan Moh. Lutfi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Dirut Perum Bulog Budi Waseso.

Rapat tersebut secara khusus membahas tentang mekanisme pengaturan cadangan beras pemerintah. Presiden memerintahkan pencairan bansos seiring dengan penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali sejak tanggal 3 – 20 Juli 2021 untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

Bulog berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras yang disalurkan untuk program ini adalah yang terbaik. Menurut Budi, stok beras yang dipegang Bulog saat ini sebanyak 1,4 juta ton. Stok ini tersebar di gudang-gudang Bulog seluruh Indonesia dan semuanya dalam kondisi bagus.

Dengan adanya tambahan bansos beras ini, maka tidak hanya masyarakat penerima bansos saja yang merasakan manfaatnya. Para petani yang juga merupakan kelompok masyarakat terdampak Covid-19, juga merasakan.

“Karena beras Bulog ini berasal dari beras petani yang dibeli saat panen raya sesuai amanah dari Inpres No.5 Tahun 2015”, kata dia. Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan akan segera mengirimkan data penerima BST dan PKH ke Bulog. Kemensos akan menyalurkan beras itu melalui jaringannya di seluruh Indonesia.

“Penerima BST dan PKH akan mendapatkan beras sebanyak 10 kg yang disalurkan oleh pihak Bulog,” kata Risma.

Ini bukan kali pertama Perum Bulog mendapat penugasan menyalurkan beras bansos. Pada 2020, Bulog juga diamanatkan pemerintah untuk menyalurkan beras sebanyak 450 ribu ton kepada 10 juta KPM. Setiap KPM menerima 15 kilogram beras.

Laporan : Leesya

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMODITI

Dua Perusahaan Binaan Kadin Sultra akan Kirim Kopra ke Jatim Sebanyak 28 Ton

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Dua perusahaan dibawah binaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) Dijadwalkan   mengirim komoditi  kopra ke Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Minggu, 4 September 2022 mendatang.

Kedua perusahaan binaan Kadin Sultra ini adalah  CV. Indah Mega Utama dan CV. Navyra Nadira IB.

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang melalui Wakil Ketua Kadin Sultra, Sastra Alamsyah mengatakan pada pelepasan impor kali kedua ini, kedua perusahaan akan mengirimkan kopra sebanyak 28 ton, dengan nilai Rp 266 juta.

“Melanjutkan misi dagang antara Kadin Sultra dengan  Kadin Jawa Timur. Perusahaan binaan Kadin Sultra mengirim komoditi unggulan ke Jatim. Sedangkan agen distributor dari Jatim akan mengirim  konstruksi baja dari Surabaya,” ungkapnya, Sabtu, 3 September 2022.

Alamsyah menjelaskan pengiriman komoditas perkebunan merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) Misi Dagang yang dibangun antara Kadin Sultra dan Kadin Jatim yang telah diteken pada 23 Juni 2022 lalu.

“Pengiriman perdana komoditas ini merupakan permintaan khusus Pemerintah Provinsi Jatim. Sebelumnya pada tahap pertama, telah dilakukan pengiriman sebanyak satu kontainer dengan berat 14 ton,” jelasnya.

Dalam pengiriman komoditas tersebut, dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra dan Jatim terkhusus di sektor perkebunan.

“Ke depannya, bukan hanya komoditas perkebunan, pengiriman ini akan meliput berbagai sektor mulai dari perikanan, pertanian dan lainnya,” pungkasnya.

Laporan : Rustam 

Continue Reading

KOMODITI

Kadin Sultra Antarpulaukan Komoditi Kopra ke Jawa Timur

Published

on

By

Kadin Sultra kirim komoditi kopra ke Jawa Timur

KENDARI, bursabisnisKamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengantarpulaukan komoditi kopra sebanyak 14 ton  ke Kadin Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Rabu, 17 Agustus 2022.

Pengiriman komoditi kopra itu sebagai tindak lanjut kerjasama Kadin Sultra dengan Kadin Jatim yang diteken pada  Jumat, 24 Juni 2022 lalu di Kota Kendari.

Pengiriman perdana itu, merupakan kado  Bangsa Indonesia merayakan HUT RI ke 77 tahun 2022.

Menurut Wakil Ketua Kadin Sultra Bidang Pasar Modal, Sastra Alamsyah,  pengiriman perdana komoditi kopra ini merupakan hasil perkebunan Sultra.

“Hasil komoditi perkebunan yang dikirim yaitu kopra sesuai permintaan dari pemerintah provinsi Jawa Timur,”  ujar Sastra.

Untuk tahap pertama, Kadin Sultra mengantarpulaukan kopra sebanyak 1 kontainer   atau  berat 14 ton.

“Setiap minggu kami akan selalu melakukan pengiriman, ini akan berlanjut secara terus menerus sesuai dengan permintaan dari misi dagang Kadin Jawa Timur,”  jelasnya.

Sementara penanggung jawab dalam proses pengiriman perdana tersebut, yaitu pihak CV. Navya Nadira IB yang merupakan perusahaan dari Konawe Selatan (Konsel) dibawah binaan Kadin Sultra.

Sastra berharap pengiriman perdana tersebut bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra dan Jatim.

“Tak hanya perkebunan, kedepannya pengiriman ini akan meliput berbagai sektor mulai dari perikanan, pertanian dan lainnya” harapnya.

Laporan : Rustam 

Continue Reading

KOMODITI

Best Farmer Indonesia Ekspor Jagung 50 Ton ke Singapura

Published

on

By

Best Farmer Indonesia mengekspor komoditi jagung ke Singapura

KENDARI, bursabisnis.id – Setelah sukses mengekspor komoditi mente ke Tiongkok, kini CV Best Farmer Indonesia yang dipimpin  Steven Stenly kembali mengekspor jagung.

Kali ini tujuan ekspor ke Negara Singapura pada Kamis, 21 Juli 2022.

Perusahaan yang berada di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara itu mengirim dua kontainer jagung dengan berat total kurang lebih 50 ton.

“Hari ini kami melakukan pengiriman jagung sebanyak dua kontainer dengan berat masing-masing sebesar 24,2 ton,” ujar Steven.

Steven merincin nilai dari dua kontainer jagung yang dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini mencapai Rp400 juta.

“Nilai dalam rupiah itu kurang lebih Rp200 jutaan per kontainernya. Ke depannya akan ada sekitar sepuluh kontainer yang akan dikirim lagi ke luar negeri,” bebernya.

Dalam menjalankan roda bisnisnya, CV Best Farmer Indonesia bekerja sama dengan CV Sengkang Duta Comoditi selaku suplayer.

“Jadi memang kami bersama Pak Kama, selaku suplayer yang membantu saya selama ini untuk suplai. Jika yang sebelumnya kacang mete, yang kali ini adalah jagung. Nanti beberapa kontainer kita akan suplai ke Surabaya. Ke depannya, kami akan melakukan ekspor ke Singapura,” imbuhnya.

Dalam perdagangan ini, CV Best Farmer Indonesia bekerja sama dengan Kadin Sultra karena perusahaan ini berada di bawah naungan Kadin Sultra yang dipimpin oleh Anton Timbang.

Laporan : Leesya 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.