Connect with us

Wisata

Tahun 2024, Diproyeksi Wisman Berkunjung ke Indonesia 14 Juta

Published

on

Konfrensi Pers Bali Beyond Travel Fair 2024. -foto:kemenparekraf.go.id-

BALI, Bursabisnis.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi penyelenggaraan kembali pameran perjalanan wisata “Bali & Beyond Travel Fair (BBTF 2024)” sebagai platform bussiness to bussiness yang diharapkan kian memperkuat capaian target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2024.

“Tahun lalu kita berhasil mencapai 11,7 juta wisman, dan tahun ini kami memproyeksikan 14 juta kunjungan. Kami percaya, dengan dukungan dari semua (BBTF) kita bahkan bisa mencapai kembali angka capaian sebelum pandemi,” kata Menparekraf Sandiaga saat hadir di acara penutupan “Bali & Beyond Travel Fair 2024” sebagaimana dilansir dari laman kemenparekraf.go.id pada Sabtu, 15 Juni 2024.

Tidak sekadar angka kunjungan, Menparekraf berharap wisatawan yang datang adalah wisatawan yang berkualitas. Yakni wisatawan dengan masa tinggal juga nilai pengeluaran yang lebih tinggi.

Sehingga akan memberikan dampak pada peningkatan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja serta peluang usaha masyarakat.

“Bahwa wisatawan yang berkunjung ke Bali dan Indonesia adalah yang menghargai budaya setempat, juga memberikan dampak ekonomi kepada UMKM dan para pelaku ekonomi kreatif lokal,” kata Menparekraf Sandiaga.

Bali Beyond Travel Fair (BBTF) tahun 2024 digelar di Bali Internastional Convention Center (BICC) Nusa Dua, Bali pada 12-14 Juni.

BBTF ke-10 mempertemukan 282 perusahaan sebagai penjual dari 8 negara di dunia yakni, Indonesia, Nepal, Timor Leste, China, Amerika Serikat, Malaysia, Afrika Selatan, dan Iran dengan 460 pembeli dari 45 negara. Jumlah pembeli terbesar berasal dari India, Malaysia, Rusia, Turki, Thailand, Singapura, dan Arab Saudi.

Berdasarkan data yang disampaikan penyelenggara, BBTF 2024 berhasil mengumpulkan potensi transaksi sebesar Rp7,61 triliun. Jumlah ini meningkat dibanding capaian pada BBTF tahun lalu sebesar Rp6,7 triliun.

“Bali and Beyond Travel Fair 2024 benar-benar menunjukkan kolaborasi yang luar biasa,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Terkait sorotan terhadap perilaku wisatawan di Bali yang belakangan banyak melanggar aturan, Kemenparekraf bersama dengan pihak-pihak terkait dikatakan Menparekraf Sandiaga akan terus memberikan pemahaman dan edukasi bagi wisatawan. Termasuk kepada pelaku usaha pariwisata untuk turut memberikan sosialisasi dan pemahaman bagi wisatawan di lapangan.

Sebelumnya pemerintah juga telah menerbitkan tata tertib yang berisikan tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan wisatawan selama di Bali. Baik yang berkaitan dengan hukum maupun budaya Bali.

“Perilaku wisatawan yang melanggar hukum itu bukan hanya terjadi di Bali atau Indonesia. Saya baru pulang dari Barcelona dan Wali Kotanya menyampaikan bahwa hal yang mereka hadapi juga sama. Tentu caranya bukan membatasi kunjungan tapi lebih melakukan sebuah kebijakan yang secara natural akan memastikan wisatawan di Bali atau Indonesia tinggal lebih lama,” kata Sandiaga.

Ketua Panitia BBTF yang juga Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, mengatakan selama dua hari penyelenggaraan, BBTF 2024 mendapat respons yang sangat positif dari semua pihak. Mulai dari seller juga buyer.

“Karenanya kami berkomitmen untuk melanjutkan Bali and Beyond Travel Fair sebagai travel fair tahunan terdepan di Indonesia,” kata Putu Winastra.

Ia memastikan tahun depan BBTF akan dilangsungkan pada 4 hingga 6 Juni dengan mengusung tema terkait pariwisata berkelanjutan yang sejalan dengan cita-cita pariwisata Indonesia yakni pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Raden Wisnu Sindhutrisno; serta Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Dwi Marhen Yono; Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf, Itok Parikesit; Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani; serta Direktur Utama Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja.

Sumber : Kemenparekraf.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

Continue Reading
Advertisement

Wisata

Desa Wisata Osing Kemiren Diharapkan Jadi Destinasi Kelas Dunia

Published

on

By

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Desa Wisata Osing Kemiren. -foto:kemenparekraf.go.id-

JATIM, Bursabisnis.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Desa Wisata Osing Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Kunjungan tersebut sebagai rangkaian visitasi 50 besar desa wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Dalam kunjungan itu, Sandiaga menyampaikan bahwa Desa Wisata Osing Kemiren merupakan salah satu dari 6.016 desa wisata yang tergabung di jadesta, dengan pengalaman world class tourism.

“Ini pengalaman yang luar biasa, saya berharap ke depan, alam, seni, dan budayanya dijaga. Produk ekrafnya juga harus diperhatikan, produknya sangat baik. Tadi saya sudah belanja, semoga bisa ditingkatkan untuk jadi suvenir, dan jadi bagian dari pariwisata hijau. Saya ucapkan selamat, dan saya nyatakan Desa Wisata Osing Kemiren menjadi desa wisata Indonesia terbaik 2024,” kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga menyampaikan, Desa Wisata Osing Kemiren memiliki landscape pedesaan dengan dikelilingi hamparan persawahan, dengan udara sejuk karena masih memiliki banyak pepohonan, sumber mata air, dan sungai.

Desa wisata yang terkenal dengan Suku Osing dan memiliki budaya dan bahasa tersendiri yang disebut bahasa (Jawa) Osing ini diharapkan Menparekraf bisa berprestasi menjadi desa terbaik dunia.

“Saya melihat bahwa ini adalah bagian produk pariwisata kita yang bisa ditawarkan kepada dunia, semoga Desa Wisata Osing Kemiren bisa kita tawarkan kepada UN Tourism Village,” kata Menparekraf.

Ia juga berharap Desa Wisata Osing Kemiren bisa menjadi destinasi yang memperkaya ekosistem wisata Banyuwangi – Bali Barat.

“Ini yang sedang kita kembangkan obyek wisatanya. Jadi nanti ada paket wisata, sehingga menarik kunjungan wisatawan yang selama ini tertumpuk di Bali Barat,” kata Sandiaga sebagaimana dilansir dari laman kemenparekraf.go.id pada Minggu, 14 Juli 2024.

Jika baru pertama kali berkunjung ke Desa Wisata Osing, wisatawan akan menemukan tradisi mereka yang paling terkenal, namanya Tradisi Gedhogan. Tradisi di salah satu desa wisata Banyuwangi ini turun-temurun dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas panen yang diterima. Di musim panen, para perempuan di wilayah ini menampilkan sebuah pertunjukan seni unik dengan memukulkan lesung dan alu diiringi alunan angklung dan tabuhan gendang yang merdu.

Wisatawan juga akan menjumpai rumah-rumah adat Suku Osing di kedua sisi jalan dengan pintu ukiran kayu dan bentuk atap yang khas. Ada tiga jenis desain atap yang dikenal di tiap rumah di antaranya tikel balung (atap empat sisi), baresan (atap tiga sisi), dan crocogan (atap dua sisi).

Turut mendampingi Menparekrat, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraft/Baparekraf, Hariyanto; Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Florida Pardosi; dan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Dwi Marhen Yono.

Sumber : kemenparekraf.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

Wisata

Perkuat Sinergi Antar Industri Kreatif, Kemenparekraf Gelar Forum Koordinasi Industri Pariwisata 2024

Published

on

By

Forum Koordinasi Industri Pariwisata 2024. -foto:kemenparekraf.go.id-

JAKARTA, Bursabisnis.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan “Forum Koordinasi Industri Pariwisata 2024” sebagai upaya untuk memperkuat sinergi antar industri parekraf guna mendorong daya saing industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang inklusif dan berkelanjutan, serta mengidentifikasi dan menemukenali peluang dan strategi usaha parekraf dalam membangkitkan pertumbuhan ekonomi.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi penyelenggaraan Forum Koordinasi Industri Pariwisata 2024 yang mengusung tema “Membangun Sinergitas Industri Pariwisata untuk Meningkatkan Daya Saing” dan dihadiri oleh perwakilan dari 49 asosiasi industri pariwisata serta kementerian/lembaga terkait.

“Ini adalah forum yang penting, apalagi kita sedang dalam proses transisi pemerintahan baru. Semoga stakeholders pariwisata bisa semakin kompak,” kata Wamenparekraf Angela dalam sambutannya saat membuka “Forum Koordinasi Industri Pariwisata 2024” sebagaimana dilansir dari laman kemenparekraf.go.id pada Sabtu, 13 Juli 2024.

Industri pariwisata memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Sebelum pandemi, pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar kedua setelah CPO. Pariwisata juga merupakan sektor yang trickle down effectnya sangat besar bagi masyarakat.

“Pariwisata adalah sektor yang padat karya, yang jika benar-benar dijaga ini bisa diwariskan dari generasi ke generasi. Manfaat ekonominya bahkan bisa lebih besar lagi ke depannya. Pariwisata juga sektor yang bisa mendukung pemerataan ekonomi di Indonesia karena usaha pariwisata bisa dilakukan di hampir di mana saja di seluruh Indonesia,” ujar Angela.

Data terkini dari World Economic Forum (WEF) juga menyebutkan, peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) naik 10 peringkat ke posisi 22 besar dunia. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode Januari hingga Mei 2024 mencapai 5,2 juta kunjungan. Meningkat 23 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Jadi ini sudah ada perbaikan-perbaikannya. Sampai akhir tahun, kita cukup yakin bisa tercapai target 12 juta sampai 14 juta kunjungan,” ujar Angela.

Kendati demikian, Angela menekankan, ke depan tantangan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia juga akan semakin besar. Negara-negara ASEAN memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi.

“Tentunya masih banyak PR (pekerjaan rumah), tapi ini adalah momentum yang pas untuk kita mendorong kembali sektor pariwisata menjadi kunci ekonomi Indonesia. Saya mengajak semua yang hadir pada forum ini untuk kita bersama-sama mendorong kembali pariwisata kita,” ujar Angela.

Beberapa hal yang dapat menjadi bahan diskusi, ujar Angela, di antaranya adalah mengenai aksesibilitas dan konektivitas laut yang kemungkinan besar akan lebih ekonomis dari konektivitas udara.

“Ini perlu dipertimbangkan matang-matang pengembangannya ke depan secara masif. Saya juga titip bagaimana kita mulai bicara soal pembangunan ekosistem pariwisata yang lebih sustainable, juga berpihak kepada industri,” kata Angela.

“Indonesia sebagai negara dengan populasi sebesar ini, bagi mereka (negara ASEAN) kita adalah kunci pertumbuhan mereka. Jadi kita harus bisa cerdas dalam melihat hal ini,” ujar Angela.

Deputi Bidang Manajemen Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, menjelaskan forum ini akan berlangsung dalam konsep diskusi yang terbagi menjadi dua sesi. Pertama adalah “Menuju Industri Pariwisata Nasional yang Berdaya Saing Tinggi” dan sesi kedua akan membahas tema “Sinergi Pentahelix Wujudkan Industri Pariwisata Tumbuh dan Berkelanjutan”.

“Narasumber akan menghadirkan perwakilan dari kementerian/lembaga terkait. Karena kita tahu bahwa kepariwisataan Indonesia tidak bisa lepas dari dukungan kementerian-kementerian terkait. Isu-isu mengenai tenaga kerja, keselamatan, pajak, pemasaran, konektivitas, semua ini juga ada di kementerian lain. Kemenparekraf ingin mendukung agar industri yang ada ini bisa tumbuh berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Rizki Handayani.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani, menyambut baik hadirnya forum ini sebagai ruang untuk membahas berbagai upaya juga tantangan yang dihadapi industri pariwisata dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

“Seperti isu tentang pengawasan dan penegakan regulasi pariwisata, ini juga kami tidak henti-hentinya selalu memberikan input untuk pemerintah daerah. Sebagai contoh sekarang di Bali begitu banyak bertumbuh vila dan ini termasuk out of radar, mereka (pengelola vila) tidak bayar pajak namun bisa melakukan aktivitas hingga akhirnya mengganggu dan membuat keresahan di kalangan masyarakat,” ujar Hariyadi.

Sumber : kemenparekraf.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

INDUSTRI

Politeknik APP Jakarta Hasilkan SDM Industri Kompeten Sektor Industri

Published

on

By

JAKARTA, Bursabisnis.id – Sektor logistik yang meliputi transportasi dan pergudangan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8,65 persen pada triwulan I tahun 2024.

Untuk mendukung kinerja industri manufaktur dari sisi logistik, Kementerian Perindustrian proaktif menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan vokasi. Salah satunya adalah Politeknik APP Jakarta yang menghasilkan SDM yang bergerak di bidang logistik.

“Penyediaan infrastruktur logistik yang memadai, tentunya akan mendukung aktivitas sektor industri. Hal ini lantaran pergerakan barang atau komoditas dari wilayah penghasil ke konsumen dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari laman kemenperin.go.id pada Kamis, 11 Juli 2024.

Sebagai salah satu politeknik naungan Kemenperin, Politeknik APP Jakarta turut beperan dalam menghasilkan SDM industri yang kompeten di sektor logistik. Terdapat tiga program studi yang dibuka Politeknik APP Jakarta, yakni D-III Manajemen Logistik Industri Elektronika, D-III Perdagangan Internasional Wilayah Asean dan RRT, dan D-III Manajemen Pemasaran Industri Elektronika.

“Mahasiswa politeknik tersebut dibekali berbagai materi dan kemampuan yang aplikatif, sesuai dengan kebutuhan kerja saat ini, selain juga ditantang untuk menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan.

Hebatnya, mahasiswa Politeknik APP Jakarta mampu mengembangkan robot line follower yang banyak digunakan pada industri modern saat ini. Robot line follower adalah robot yang menggunakan sensor untuk mengikuti garis. Dalam konteks industri, robot line follower berhubungan erat dengan otomatisasi, misalnya dalam pemindahan barang dan inspeksi jalur produksi.

“Belum lama, tim robot Politeknik APP Jakarta meraih juara 1 kompetisi line followers di Technocorner UGM 2024. Ini menunjukkan bahwa politeknik naungan Kemenperin memiliki prestasi yang membanggakan,” ungkap Masrokhan.

Robot line follower yang dikembangkan Politeknik APP Jakarta memiliki berbagai keunggulan, di antaranya program yang up-to-date dan mudah untuk pengguna menyusun path planning dengan interface yang user-friendly. Robot tersebut dilengkapi sensor, kendali kontrol, fitur mapping, dan berbagai mode.

Selain itu, robot line follower tersebut juga didesain ringan agar kecepatannya bisa optimal. Dilengkapi dengan komponen terkini, laju robot lebih mengacu ke track yang telah disediakan, sehingga tidak mudah keluar jalur.

Sebelumnya, Politeknik APP Jakarta melalui unit Teaching Factory telah menyelenggarakan kompetisi Robot Line Followers National Contest 2024 pada 2-3 Maret 2024 yang dihadiri oleh 28 tim dari berbagai sekolah dan universitas.

Politeknik APP Jakarta tengah membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS). Jalur JARVIS Mandiri politeknik tersebut dibuka pendaftarannya hingga 31 Juli 2024. Terdapat pula jalur JARVIS Bersama 2 yang pendaftarannya berlangsung hingga 21 Juli 2024.

Untuk peminat Politeknik APP Jakarta, info lengkap pendaftaran bisa dilihat di situs pmb.poltekapp.ac.id.

Sumber : kemenperin.go.id
Penulis : Tam

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.