Connect with us

Entrepreneur

Terdampak Corona, Pramugari Kini Beralih Profesi

Published

on

JAKARTA, BursaBisnis.id – Imbas pandemi Corona menyebabkan berbagai sektor perekonomian mengalami penurunan. Salah satunya industri pariwisata yang mengalami penurunan wisatawan dan juga rute penerbangan.

Berbagai cara dilakukan oleh pihak penerbangan untuk bertahan di tengah pandemi dan menutup biaya operasional. Yang mereka lakukan diantaranya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga mengakhiri kontrak para pekerja karyawan. Nasib para awak penerbangan pun mau tidak mau harus menelan pil pahit akibat pandemi Corona.

Pramugari yang terkena dampak Corona ini kini beralih profesi tak lagi menjalani pekerjaan yang sesuai keahlian mereka. Sebagian besar dari para pramugari ini memilih banting setir mencoba berjualan atau berbisnis sebagaimana dilansir dari laman Wolipop.Detik.com.

Wolipop berbincang dengan tiga orang pramugari yang terkena dampak virus Corona. Tak menyerah begitu saja, mereka mencoba bangkit dan membangun bisnis. Ada yang berjualan sate taichan, kue brownies dan juga usaha baju anak.

Ialah Martha Puri yang dulu bekerja sebagai pramugari, kini alih profesi jualan sate taichan dan tahu. Martha mengunggah video di Tiktok yang memperlihatkan perbedaan pekerjaannya dulu saat menjadi pramugari dan masa sekarang saat dia berjualan.

Kisah pramugari yang kini bisnis sate taichan dan tahu krispiKisah pramugari yang kini bisnis sate taichan dan tahu krispi. Martha mengaku sudah tak bekerja lagi sebagai pramugari sejak awal Corona menghantam Indonesia.

Dia yang merupakan pegawai kontrak, tak mendapat kontrak lanjutan dari maskapai tempatnya bekerja. Martha kini memilih merintis usaha berjualan sate taichan, pancong lumer dan juga tahu krispi. Saat kisahnya di TikTok viral, Martha mengaku terkejut karena tak sedikit warganet yang mendatangi lokasi usahanya di Food Corner, Cibinong, Bogor. Ia menjelaskan jika penjualannya saat ini mengalami peningkatan.

Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID-19 Foto: dok. pribadi

Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID- 19Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID-1.

Selain Martha, wanita yang bernama Josephine Wulandari atau akrab disapa Jojo ini memutar otak agar bisa bertahan di tengah pandemi. Perusahaan tempatnya bekerja sebagai pramugari, tiba-tiba tidak melanjutkan kontrak kerjanya. Selama dua bulan pertama Jojo hanya bisa pasrah dan struggling dengan dirinya sendiri.

“Sampai turning point aku adalah ketika aku mikir ‘Fix kalau gini terus aku bisa gila selama bertahun- tahun.’ Tapi di situ pun juga masih gak bikin aku bergerak karena totally bingung harus ngapain lagi.

Bulan puasa kemarin, aku kasih brownies ke temen-temen aku, ke saudara dan seketika ada yang kasihtau aku ‘Kenapa ga coba jualan aja?’ Disitu aku mulai coba, walaupun aku bener-bener mikir keras kayak ‘Nggak mungkin ada yang mau, pasti nggak enak, pasti mahal, pasti pada nggak suka, pasti bohong bilang enak dan lainnya.’ Tapi aku mikir kalau kebanyakan mikir ya nggak gerak-gerak, jadi jalanin dulu deh,” ungkap Jojo kepada Wolipop.

Tak jauh berbeda dengan Martha dan Jojo, pemutusan hubungan kerja juga dialami oleh Risa Kurniawati. Kepada Wolipop, Risa berbagi kisah pada Februari 2014 dia menjalani training selama empat bulan sebelum mendapatkan lisensi sebagai awak kabin. Pada November 2016, ia memutuskan resign karena menikah. Dan Juli 2017 ia mendapatkan tawaran mengajar di suatu lembaga pendidikan pramugari.

Namun sejak April 2020, lembaga pendidikan pramugari tempat ia mengajar tidak mempunyai murid karena status lockdown diberlakukan oleh pemerintah. Hingga ia harus memutar otak agar bisa bertahan di tengah pandemi. Risa pun kini berjualan pakaian.

Eks Pramugari jadi Penjual GasEks Pramugari jadi Penjual Gas Foto: Facebook Maurice Maureen Avila Selain Risa, Martha dan Jojo, ada kisah para pramugari lainnya yang terdampak Corona dan banting setir berjualan setelah terkena PHK. Misalnya saja cerita seorang pramugari asal Filipina yang viral karena memilih profesi yang tidak biasa ketika dirumahkan karena Corona. Mantan pramugari Cebu Pacific

bernama Maurice Maureen Avila itu kini berjualan tabung gas dan mengantarkan gas tersebut sendiri ke rumah pelanggannya.

laporan : Rus

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entrepreneur

Pengusaha Keturunan Tolaki Dirikan Organisasi HIPTI

Published

on

By

KENDARI, BursaBisnis.id – Pengusaha keturunan Tolaki mendeklarasikan berdirinya Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) di salah satu hotel di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada rabu (11/02/2021). 

Organisasi ini berorientasi pada pendidikan, pelatihan, pengembangan kapasitas dan pendampingan kepada para pengusaha berketurunan tolaki untuk meningkatkan kualitas dan daya saing baik dalam maupun luar negeri.

Rusmin Abdul Gani, selaku deklarator mengatakan, tujuan perhimpunan tersebut yakni untuk mengakomodir para pengusaha ataupun wiraswasta untuk saling bertukar informasi dalam memajukan pengusaha muda.

“Kita berharap dengan terbentuknya HIPTI para pengusaha keturunan tolaki dapat menunjukkan eksistensinya, saling supor dan utamanya dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan melakukan kerjasama untuk membuka lapangan kerja,”tuturnya.

Tidak hanya itu, pendiri deklarator  Muhammad Kobar juga menjelaskan, organisasi ini menjadi wadah bagi para pengusaha untuk saling menguatkan dan bersinergi bersama pemerintah pusat maupun daerah dalam memajukan perekonomian daerah.

“Alhamdulillah organisasi ini sudah terbentuk, dan di sini para pengusaha tolaki bahu membahu dan mengajak pemerintah pusat maupun daerah untuk bersama-sama memajukan ekonomi daerah, sehingga pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dapat di lakukan dengan baik,” ujarnya.

Sementara deklarator lainnya, Bobi Togala mempertegas HIPTI merupakan organisasi non politik dan siap bermitra kepada para pengusaha yang akan berinvestasi di Sulawesi Tenggara.

“Organisasi kita ini non politik. Kami siap kawal investasi bagi teman-teman pengusaha yang mau berinvestasi di Sultra,” jelasnya.

Sambung Muhammad Ilham, salah satu pendiri, hadirnya perhimpunan para pengusaha tolaki ini menjadi perekat dalam mensikapi pesatnya pembangunan di sultra, baik di bidang konstruksi, pariwisata, pertambangan dan lainnya.

Dalam deklarasi tersebut, turut  hadir mantan Wali Kota Kendari Mahsyur masie Abunawas, mantan anggota DPRD Sultra Sabaruddin Labamba, Anton dan beberapa pengusaha lainnya.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Entrepreneur

Fajar Hasan : Kadin akan Dorong Investasi Memihak ke Daerah

Published

on

By

KENDARI, BursaBisnis.id – Berdasarkan sejarah, Kadin dibentuk melalui UU Nomor 1 tahun 1987. Tujuan pemerintah membentuk Kadin untuk menjembatani kepentingan pengusaha Indonesia dan pengusaha asing.

Hal ini dikemukakan Muh. Fajar Hasan salah satu calon Ketua Kadin Sultra. “Secara organisasi Kadin ini merupakan wadah pengusaha dan inkubator bisnis,” ujarnya.

Di Sultra, Kadin harus menjadi pemain utama, menjadi jembatan antara pemerintah dengan pengusaha dan masyarakat lokal dengan investasi.

“Dekade ini arus modal ke Sultra baik PMA maupun PMN deras sekali,” katanya.

Menurut BKPM, Sultra menjadi salah satu daerah tujuan investasi prioritas di Kawasan Timur Indonesia. Posisi Kadin harus memastikan investasi tersebut berwatak lokalisme atau memihak kepentingan daerah.

“Itu sebabnya, pengusaha kita tidak boleh menjaga jarak, harus aktif dan menjadi bagian atau inner circle investasi, tentu saja dengan kepentingan ideologis mempercepat pembangunan ekonomi Sulawesi Tenggara,” urainya.

Pengusaha lokal kita, haruslah berdaya, tidak boleh tertatih. Strateginya, peran Kadin harus lebih maksimal lagi dalam menjembatani kepentingan pengusaha terhadap investasi, pemerintah dan perbankan. Saya amati, peran strategis ini belum maksimal diperankan oleh Kadin sebagai akselelator lintas sektor.

Oleh karenanya, menurut Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Unhalu ini, untuk merespons dinamika dunia usaha yang begitu cepat, maka Kadin Sultra harus lebih progresif lagi. Misalnya digitalisasi data pengusaha lokal, membangun mutual strategis antara pengusaha dan dunia perbankan, serta menempatkan sektor UMKM menjadi link sektor atau terkoneksi dengn investasi.

Lebih lanjut CEO beberapa IUP ini mengatakan, kedepannya secara reguler Kadin Sultra akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta menjadikan Kadin Kab/Kota sebagai lumbung informasi dunia usaha dan mitra strategis pemerintah daerah.

Kadin ini anak kandung pemerintah, tidak boleh menjaga jarak dengan kekuasaan. Misalnya pada tingkat tertentu, idealnya setiap kunjungan kepala daerah ke luar negeri, wajib mengikutsertakan perwakilan Kadin selaku organisasi penting dunia usaha, karena Kadin secara kelembagaan berjejaring dengan Kadin di seluruh dunia. Bersama-sama pemerintah daerah mempromosikan potensi investasi di daerah.

Misalnya Presiden Jokowi ketika menghadiri Forum Ekonomi Multilateral pasti menyertakan perwakilan Kadin Pusat.

Laporan : Ikas

Continue Reading

Entrepreneur

Budidaya Udang Sistem Supra Intensif Lebih Menguntungkan

Published

on

By

BOMBANA, bursabisnis.id – Kelompok Tambak SP Community mengembangkan  budidaya udang vanamay dengan sistem  supra intensif skala rumah tangga di Kelurahan Puulemo, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Menurut Ketua Kelompok Tambak “Anca” SP Community, Supriansyah Yusuf, sistem tambak udang ini dikembangkan sejak awal tahun 2019 dan sampai sekarang masih berjalan dengan baik.

“Ini bermula saat berkunjung ke orang tua angkat di Jawa. Saya melihat cara budidaya udang di kolam buatan berbentuk bundaran dengan menggunakan terpal. Lalu saya lihat dan bandingkan lagi sistem budidaya ikan lele dengan menggunakan media terpal atau gentong besar,” kata Anca panggilan akrab Supriansyah Yusuf.

Anca yang juga saat ini aktif sebagai youtuber muda melalui chanel Ancha sp, lalu mencoba membuat kolam budidaya udang vanamai berukuran 8×8 meter. Setelah melihat peluangnya sangat bagus, kini kolamnya sudah berjumlah 18 kolam.

“Menurut info dari teman-teman, bahwa sistem budidaya ini yang terbesar di Kawasan Indonesia Timur. Di Pulau Jawa saja baru 6 kolam,” kata youtuber muda asal Sultra ini.

Supriansyah Yusuf

Anca yang sudah lama menekuni bisnis ekspor udang vanamai, akan mengembangkan sistem budidaya Supra intensif berskala rumah tangga hingga 36 kolam sampai akhir tahun 2020.

Menurutnya, keunggulan sistem supra intensif jauh lebih menguntungkan, efisien dan lebih mudah bila dibandingkan sistem tambak konvensional ala cetak sawah.

Diungkapkan, kelebihan sistem supra intensif, antara lain lebih murah biayanya, mudah sistem pemeliharaan udangnya, siklus air gampang dipantau. Kemudian sistem pembersihan kolam, jauh lebih mudah.

Dari sisi hasil produksi, kata Anca, jauh lebih menguntungkan. Misalnya 1 hektar tambak udang konvensional menghasilkan 700 sampai 800 Kilogram. Sedangkan sistem supra intensif, dengan 18 kolam bisa menghasilkan 24 ton.

Kelebihan lain, sistem supra intensif dapat dikembangkan di lahan-lahan sempit. “Bisa dikembangkan di halaman rumah warga. Tidak perlu lahan luas, yang penting dijaga sirkulasi air lautnya dengan cara pompanisasi, ” tutupnya.

Laporan : Rustam Dj

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.