Connect with us

Investasi

Terkait Jalan Kendari-Toronipa, Gubernur Kerjasama dengan PT SMI

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra)  telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero,  untuk pembangunan jalan yang menghubungkan Kota Kendari menuju Pantai Toronipa, Kabupaten Konawe.

“ Perjanjian ditanda tangani Gubernur Ali Mazi dengan Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad sekira jam 11.40 WIB di Hotel Borobudur Jakarta,” kata Kepala Bappeda Provinsi Sultra, Robert,  Rabu 22 Juli 2020.

Direktur Utama  PT SMI Edwin Syahruzad dengan Gubernur Ali Mazi, sepakat atas obyek pembangunan jalan akses pariwisata dari Kota Kendari – Toronipa, panjang jalan 11, 145 Km dengan plafond biaya Rp. 799.258.216.000, grace periode 20 bulan, lama pinjaman (tenor) 5 tahun terhitung dari penarikan pertama sampai tahun 2025.

PT SMI adalah salah satu Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak dibidang pembiayaan dan penyiapan proyek infrastruktur.

“ Didirikan pada tahun 2009, PT SMI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang seluruh modal sahamnya dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan,”  ujar Edwin Dirut PT. SMI.

Gubernur Ali Mazi, pinjaman pembiayaan ini sangat di tunggu-tunggu oleh pemerintah dan masyarakat Sultra, guna percepatan pembangunan khususnya sektor pariwisata.

 

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Provider

Telkomsel Berikan Bantuan Paket Data ke Relawan Covid-19

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Telkomsel menghadirkan paket data khusus untuk para tenaga medis di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program corporate social responsibility (CSR) terbaru perusahaan. Inisiatif ini juga menjadi upaya Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk terus bergerak maju memperkuat perannya dalam membantu masyarakat melewati masa-masa sulit akibat dari pandemi COVID-19.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Telkomsel dalam memaknai usia ke-25 untuk menghadirkan perubahan nyata di setiap fase kehidupan bangsa termasuk para relawan melalui solusi yang mampu memenuhi kebutuhan komunikasi masyarakat dari waktu ke waktu.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengatakan, peran para relawan di tengah penyebaran virus corona di Indonesia menjadi sangat krusial sebagai benteng pertahanan terakhir dalam mengupayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Telkomsel mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan termasuk para tenaga medis di Tanah Air yang telah rela berkorban nyawa dan waktu berkumpul bersama keluarga demi menjalankan tugas mulia tersebut. Maka dari itu, Telkomsel menyediakan paket data khusus ini membantu mereka tetap terhubung dengan orang-orang tercinta di tengah masa yang sulit ini.

Inisiatif khusus dari Telkomsel yang diperuntukkan bagi para relawan ini merupakan paket khusus berisi kuota sebesar 25 GB dengan masa aktif selama 30 hari senilai Rp. 10,-. Telkomsel memastikan program CSR ini hanya dapat dinikmati oleh para relawan dan tenaga medis yang telah terdaftar melalui sistem whitelist.

Telkomsel berharap inisiatif ini mampu menjangkau sekitar 10.000 relawan yang secara khusus dialokasikan ke 249 titik Rumah Sakit di seluruh penjuru negeri selama program ini berjalan tiga bulan ke depan. Bagi tenaga medis yang ingin melakukan aktivasi paket data khusus tersebut dapat mengunjungi USSD Menu Browser (UMB) di *363*102#.

Paket data khusus ini sebagai kelanjutan dari kontribusi nyata Telkomsel yang terus menghadirkan program CSR terarah untuk pemenuhan berbagai macam kebutuhan dari berbagai elemen bangsa, termasuk selama pandemi COVID-19 di Indonesia. CSR Telkomsel untuk memberikan paket data khusus kepada tenaga medis ini senilai lebih dari Rp 4,5 Miliar.

Beberapa waktu lalu, dalam rangka mendukung proses belajar mengajar secara daring di masa pelaksanaan imbauan beraktivitas dari rumah oleh Pemerintah RI, bersama dengan sejumlah Kemendikbud RI, ratusan pengurus Perguruan Tinggi, serta penyedia aplikasi layanan belajar online, Telkomsel juga menyediakan paket khusus kuota sebesar 30GB serta gratis akses ke ratusan situs e-learning Perguruan Tinggi serta situs e-learning yang dikelola Kemendikbud RI.

Telkomsel juga telah memberikan donasi lebih dari 100.000 unit alat medis senilai lebih dari Rp 25 Miliar yang meliputi ventilator, thermogun infrared, masker, dan alat pelindung diri (APD) seperti baju hazmat. Bantuan tersebut telah disalurkan secara langsung kepada beberapa Rumah Sakit Darurat (RSD) dan rumah sakit rujukan COVID-19 yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, serta melalui pihak ketiga seperti Yayasan BUMN.

Telkomsel pun sudah melakukan penguatan jaringan di seluruh rumah sakit rujukan serta Rumah Sakit Darurat penanganan COVID-19 di seluruh Indonesia. Hal tersebut dilakukan sesuai arahan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengenai peran operator seluler untuk memastikan jaringan telekomunikasi yang prima. Selain itu, Telkomsel juga terus memperkuat upaya kolaboratif bersama pemerintah, mitra strategis, karyawan, dan pelanggan untuk berada di garis terdepan terkait penanganan COVID-19 di Indonesia melalui inisiatif #DiRumahTerusMaju, yang turut membantu seluruh elemen bangsa untuk beradaptasi terhadap kenormalan baru di Tanah Air.

“Penanggulangan pandemi COVID-19 harus dilakukan dengan kontribusi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk saling bergandengan tangan. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para tenaga medis, relawan, pemerintah, pelaku bisnis, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat luas yang telah memaksimalkan perannya masing-masing dan bergotong royong dalam upaya menuntaskan pandemi ini. Kami mengajak seluruh elemen bangsa agar terus bersama-sama menjaga Indonesia dengan menguatkan inisiatif yang bersifat kolektif, sehingga kita semua dapat melewati situasi yang penuh tantangan ini dengan baik,” tutup Setyanto.

 

Laporan : Rustam Dj

 

 

Continue Reading

FINANCE

Hati-hati! Ada Ribuan Layanan Pinjaman Ilegal Berseliweran di Dunia Maya

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Satgas Waspada Investasi (SWI) dalam melakukan pencegahan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, khususnya Kepolisian RI guna mempercepat penindakan berbagai laporan investasi ilegal dan fintech ilegal yang ditemukan oleh SWI.

“Pihak Kepolisian sudah tergabung dalam SWI, semua temuan SWI juga selalu kami teruskan kepada pihak Kepolisian untuk segera dilakukan penindakan sesuai ketentuan. Penindakan yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah para pelaku investasi ilegal dan fintech ilegal beroperasi kembali yang bisa merugikan masyarakat,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam jumpa pers virtual bersama pihak Bareskrim Polri.

Dalam penindakannya pada Juni, SWI berhasil menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal (layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi) yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat di telepon genggam.

105 fintech peer to peer lending ilegal itu tidak terdaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan otoritas perizinan, pengaturan dan pengawasan layanan fintech peer to peer lending.

Maraknya fintech peer to peer lending ilegal itu sengaja memanfaatkan kondisi melemahnya perekonomian masyarakat, akibat pandemi Covid 19.

“Mereka mengincar masyarakat yang saat ini kesulitan ekonomi dan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif. Padahal pinjaman fintech ilegal ini sangat merugikan masyarakat karena mengenakan bunga yang tinggi, jangka waktu pinjaman pendek dan mereka selalu meminta untuk mengakses semua data kontak di handphone. Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan,” kata Tongam.

Jumlah total fintech peer to peer lending  ilegal yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 sampai dengan Juni 2020 sebanyak 2.591 entitas.

Satgas Waspada Investasi juga menyampaikan informasi bahwa Koperasi Sigap Prima Astrea telah diberikan normalisasi, karena tidak melakukan kegiatan pinjaman online di luar anggota dan memiliki legalitas badan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ada 99 Kegiatan Usaha Tanpa Izin

Selain kegiatan fintech peer to peer lending ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 99  kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Tongam mengatakan penawaran usaha ilegal ini sangatlah mengkhawatirkan dan berbahaya bagi masyarakat, karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar. Selain itu banyak juga kegiatan yang menduplikasi website entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah website tersebut resmi milik entitas yang memiliki izin.

Dari 99 entitas tersebut di antaranya melakukan kegiatan sebagai berikut 87 perdagangan berjangka/Forex Ilegal, 2 penjualan langsung (Direct Selling) Ilegal, 3 Investasi Cryptocurrency Ilegal, 3 Investasi uang, dan 4 lainnya.

Selanjutnya Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memahami hal-hal sebagai berikut, memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 (WA 081157157157), email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Investasi

Menteri PUPR Tinjau Jembatan Sei Alalak Kalsel

Published

on

By

BANJARMASIN, bursabisnis.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono,  meninjau progres pembangunan Jembatan Sei Alalak sepanjang 850 meter di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam tinjauan tersebut, Menteri Basuki mengingatkan untuk memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri untuk bahan material jembatan.

“Utamakan menggunakan produk dalam negeri, jangan terlalu cepat untuk mengimpor bahan material jika masih ada produk dalam negeri walaupun harganya lebih mahal,” pesan Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Jembatan Sei Alalak pada Rabu malam 8 Juli 2020 sebagaimana dilansir dari situs kementerian PUPR di pu.go.id.

Dalam tinjauan tersebut Menteri Basuki juga mengingatkan dalam pembangunannya dilaksanakan sesuai protokol Kesehatan COVID-19, antara lain dengan menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan menghindari kerumunan. Menurutnya kondisi sekarang ini, disebut sebagai “The New Normal”, dimana harus bisa survive melewati pandemi ini dengan baik dan dapat mengantisipasinya dalam pelaksanaan pekerjaan.

Jembatan Sei Alalak akan menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama yang menghubungkan Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Penyelesaian jembatan tersebut diharapkan juga dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi Pasca Pandemi COVID-19.

Bentang utama jembatan Sei Alalak dirancang dengan menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung dan pertama di Indonesia. Pekerjaan Jembatan Sei Alalak mengunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 278 miliar dengan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, KSO dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan Syauqi Kamal mengatakan, saat ini progres konstruksinya telah mencapai 67% dengan memasuki tahap pekerjaan bentang utama yaitu struktur pylon, backspan, abutment, dan jalan pendekat.

Di tengah Pandemi Covid-19 proses konstruksi diupayakan tetap berlangsung agar pelaksanaan Penggantian Jembatan Sei Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin-Kabupaten Barito Kuala sekaligus menjadi ikon baru Provinsi Kalimantan Selatan ini dapat diselesaikan sesuai target pada bulan Maret 2021 mendatang.

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Kalsel Rifqinizamy Karsayuda yang juga hadir dalam tinjauan tersebut mengatakan, selesainya Jembatan Sei Alalak sudah ditunggu oleh masyarakat Kalsel yang akan menjadi kebanggaan. “Ini bukan sekedar jembatan, tapi akan merubah wajah kota Banjarmasin lebih baik ke depannya,” ujar Rifqi.

Jembatan Sei Alalak didesain untuk dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang dari 8 ton. Selain itu, juga telah diperhitungkan kekuatan jembatan ini dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layan hingga 100 tahun.

Selama pekerjaan Jembatan Sei Alalak, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Kayu Tangi 2 dan seiring dengan diselesaikannya pembangunan jembatan tersebut, direncanakan juga akan dilakukan penghapusan (demolisi) Jembatan Kayu Tangi 1.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Kepala BBWS Serayu Opak Dwi Purwantoro, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Palangkaraya Dwi Cahyo Handono, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja. (Jay)

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.