ADVETORIAL/PARIWARA
Total Investasi di Sulawesi Tenggara Tahun 2023 Sebesar Rp 14,36 Triliun
KENDARI, Bursabisnis.id – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat realisasi investasi yang terjadi di seluruh wilayah Sultra sepanjang tahun, terhitung sejak Januari sampai Desember 2023, sebesar Rp 14,36 Triliun.
Menurut Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si, pencapaian realisasi investasi itu terdiri dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi Penanaman Modal Asing (PMA).
Rinciannya, investasi PMDN dengan total nilai Rp 7,73 Triliun dan investasi PMA sebesar Rp 6,63 Triliun.
“Ini merupakan pencapaian investasi yang membanggakan bagi masyarakat Sultra. Hasil ini berkat kerjasama semua pihak,” kata Parinringi yang juga pernah menjabat Kepala Kesbangpol Provinsi Sultra.
Dari total investasi Rp 14,36 Triliun tahun 2023, Parinringi menjelaskan secara detail jumlah perusahaan dan jumlah proyek yang berhubungan dengan investasi tersebut.

Proses perekrutan tenaga kerja. -foto:tenggaranews.com-
Jumlah perusahaan PMA sebanyak 118 perusahan dan jumlah proyek PMA sebanyak 465 proyek.
Sedangkan PMDN sebanyak 558 perusahaan dan 4.136 proyek PMDN yang tersebar di Sultra.
Realisasi Investasi di Kabupaten/Kota
1. Kabupaten Kolaka Rp 4,439 Triliun
2. Kabupaten Konawe Rp 3,852 Triliun
3. Kabupaten Konawe Utara Rp 1, 928 Triliun
4. Kabupaten Konawe Selatan Rp 1,381 Triliun
5. Kota Kendari Rp 777,197 Milyar
6. Kabupaten Bombana Rp 767, 893 Milyar
7. Kota Baubau Rp 607,417 Milyar
8. Kabupaten Kolaka Utara Rp 311,605 Milyar
9. Kabupaten Buton Rp 105,891 Milyar
10. Kabupaten Konawe Kepulauan Rp 100,303 Milyar
11. Kabupaten Wakatobi Rp 35,705 Milyar
12. Kabupaten Muna Rp 32,306 Milyar
13. Kabupaten Buton Utara Rp 13,619 Milyar
14. Kabupaten Buton Tengah Rp 7,658 Milyar
15. Kabupaten Muna Barat Rp 4,817 Milyar
16. Kabupaten Kolaka Timur Rp 1,955 Milyar
17. Kabupaten Buton Selatan Rp 1,921 Milyar
Dari nilai investasi itu, jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap totalnya 10.172 orang, dengan rincian jumlah tenaga kerja Indonesia yang diserap 9.848 orang dan tenaga kerja asing (TKA) 324 orang.

Investasi PT Karya Alam Perdana dengan membangun pabrik minyak kelapa sawit di Konawe Selatan. -foto:istimewa-
Realisasi Investasi PMA dan PMDN Berdasarkan Negara
Parinringi yang juga pernah menjabat Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) menerangkan realisasi investasi berdasarkan negara dan nilainya.
1. Indonesia Rp 7,734 Triliun
2. Hongkong RRT Rp 2,774 Triliun
3. RR Tiongkok Rp 1,487 Triliun
4. Singapura Rp 1,296 Triliun
5. Kanada Rp 952,359 Milyar
6. Korea Selatan Rp 57,304 Milyar
7. Malaysia Rp 23,397 Milyar
8. British Virgini Island Rp 14,222 Milyar
9. India Rp 12,226 Milyar
10. Jepang Rp 11,916 Milyar
11. Amerika Rp 1,010 Milyar
12. Swiss Rp 3,119 Milyar
13. Belanda Rp 939 Juta
14. Jerman Rp 629 Juta
Sedangkan realisasi investasi berdasarkan tiga sektor, yakni :
1. Sektor primer Rp 4,806 Triliun
2. Sektor sekunder Rp 4,886 Triliun
3. Sektor tersesier Rp 4,676 Triliun
(Advetorial/Pariwara)
ADVETORIAL/PARIWARA
Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama
Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.
Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072
Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.
I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama, sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.
“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga
Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.
HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,
Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.
Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.
“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.
Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.
Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro
Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.
Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.
“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.
Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.
“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.
Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.
Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.
Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)
-
ENTERTAINMENT6 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR6 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur6 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus10 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
