Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Visi RPJMD Sultra Terwujudnya Indonesia Maju, Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong

Published

on

Pemerintah Provinsi Sultra berhasil membangun sejumlah fasilitas umum untuk kepentingan rakyat. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Parinringi SE,M.Si memberikan penjelasan tentang visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra yang akan dicapai hingga tahun 2025.

Menurutnya, visi dari RPJMD Sultra yaitu “Terwujudnya Indonesia Maju, yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian yang Berlandaskan Gotong Royong.”

” Untuk mewujudkan visi tersebut dalam konteks tumbuhnya nilai investasi di bumi anoa setiap tahun, maka hal yang perlu diperhatikan, diantaranya menciptakan kondisi aman, maju. sejahtera dan bermartabat,” jelas Parinringi.

Secara rinci Parinringi yang pernah menjabat Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) ini menjelaskan, kondisi aman yang dimaksud adalah kondisi dinamis keamanan teritorial dan tertib sosial.

Dimana masyarakat terbebas dari kejahatan, kekerasan dan situasi- situasi kritis yang berasal dari sumber eksternal maupun internal. Serta masyarakat dapat menggunakan pilihan-pilihannya dengan bebas dan bertanggungjawab.

Kondisi aman yang dimaksud mempunyai tujuh pilar, yaitu :

1. Aman ekonomi, yakni aman dari kemiskinan dan pengangguran yang berkepanjangan.

2. Aman pangan, yakni aman dari kelaparan.

3. Aman Kesehatan, yakni terbebas dari penyakit menular yang mematikan, makanan yang tidak aman, kekurangan    gizi, dan kekurangan akses terhadap perawatan kesehatan dasar

4. Aman lingkungan, yakni aman dari degradasi lingkungan, berkurangnya sumber daya alam, bencana alam, dan polusi.
5. Aman pribadi, yakni aman dari kekerasan fisik, kejahatan, terorisme, kekerasan dalam rumah tangga, dan pekerja anak.

6. Aman komunitas, yakni aman dari ketegangan berbasis antar etnis, agama dan identitas lainnya.

7. Aman politik, yakni aman dari penindasan politik dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Sedangkan maju, kata Parinringi, menunjuk pada pola pengelolaan pemerintahan didalam melaksanakan pembangunan, memberikan pelayanan masyarakat, dan mendorong pemberdayaan masyarakat tidak lagi bersifat komplementer. Tetapi mengedepankan pola manajemen inovasi sektor publik, sesuai prinsip-prinsip good governance.

Kemudian dari sejahtera, menunjuk pada ketersediaan sumber-sumber daya dan kondisi-kondisi untuk kehidupan rakyat yang berkecukupan.

Jalan menuju obyek wisata Bokori yang dibangun Pemerintah Provinsi Sultra. -foto:rustam-

Sejahtera bertumpu pada pilar fisik-material, seperti :

1. Lapangan kerja dan pendapatan.
2. Ekonomi lokal yang kuat.
3. Transport publik.
4. Akses terhadap sumber daya alam terbuka.
5. Terpenuhi kebutuhan dasar.
6. Terkendalinya kemiskinan dan ketimpangan dan bebas dari kemelaratan, kebodohan, dan kemalasan.
7. Bebas dari penyakit yang mematikan.

” Sejahtera juga bertumpu pada pilar sosial berupa integrasi dan koherensi sosial, kontribusi sosial,
penyembuhan sosial, perlindungan sosial dan pemberdayaan sosial,” kata Parinringi mantan Wakil Bupati Konawe ini.

Bermartabat, menurut Parinringi, selalu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tolak ukur utama.
Selain itu, dalam pembangunan tidak hanya menitikberatkan pada infrastruktur fisik sebagai penyedian sarana dan prasarana, namun juga pengembangan pratata sosial untuk menempatkan manusia sebagai aktor utama dalam pembangunan.

Sedangkan untuk misi RPJMD Provinsi Sultra, yaitu:

1. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat,  agar dapat berdaulat dan aman dalam bidang ekonomi, pangan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, politik, serta iman dan taqwa.

2. Memajukan daya saing wilayah melalui penguatan ekonomi lokal dan peningkatan investasi.

3. Mendorong birokrasi pemerintahan provinsi yang modern, tata kelola pemerintahan desa yang baik (good village governance) serta memberikan bantuan kepada kecamatan dan kelurahan sebagai pusat pelayanan pemerintahan.

4. Meningkatkan konektivitas dan kemitraan antar pemerintah, swasta dan masyarakat dalam rangka peningkatan daya saing daerah melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur dan aspek- aspek sosial ekonomi.

Advetorial/Pariwara

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.

“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.

Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.

“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.

Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.

Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.

Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)

Continue Reading

Trending