Connect with us

OTOMOTIF

Ada Lima Penyebab Setir Tak ke Posisi Normal Usai Belok

Published

on

JAKARTA, bursabisnis.id – Setir mobil yang tidak nyaman bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan. Seperti setir mobil yang tidak kembali ke posisi normal usai berbelok.

Roda kemudi yang tidak kembali normal usai berbelok bisa disebabkan berbagai hal. Untuk itu pengemudi atau pemilik mobil perlu mengetahui penyebabnya. Berikut penyebab roda kemudi tak kembali normal setelah belok sebagaimana dilansir dari laman CNNIndonesia.com.

Sudut Caster Berubah

Sudut caster merupakan ukuran jarak ke depan dan belakang sumbu kemudi terhadap sumbu vertikal yang dilihat dari sisi samping kendaraan. Sumbu ini menghubungkan titik pivot bawah dengan atas dan membentuk sudut dengan garis vertikal melewati titik pivot bawah. Sudut caster sangat menentukan kemudahan dalam mengarahkan roda kemudi dan stabilitas kendaraan. Kalau sudut caster berubah, bisa jadi ini penyebab setir mobil tidak kembali setelah belok.

Belum Spooring

Selain sudut caster, keselarasan roda yang berubah juga bisa jadi salah satu penyebab setir mobil tidak bisa otomatis lurus setelah dipakai belok ke kanan atau kiri.

Keselarasan roda sebenarnya sudah diatur sesuai dengan standar pabrik. Akan tetapi, benturan keras atau penggantian tie rod dan long tie rod bisa menyebabkan perubahan pada arah dan sudutnya.

Oleh karena itu, apabila kita baru saja melakukan penggantian tie rod dan long tie rod, maka sebaiknya langsung dilakukan spooring dan balancing untuk meluruskan setir. Di samping itu, spooring dan balancing juga perlu dilakukan rutin untuk menjaga roda agar selaras.

Menggunakan Suku Cadang Bukan Original

Jika kita tidak menggunakan suku cadang bukan asli atau bawaan pabrik, hal itu bisa menjadi penyebab setir mobil tidak kembali setelah belok. Sebab, kualitas suku cadang asli dengan yang tidak resmi sudah pasti berbeda meskipun tidak menutup kemungkinan bentuk fisiknya sama persis.

Salah satu pembedanya adalah berat produk. Rata-rata suku cadang non resmi jauh lebih berat daripada yang asli dan resmi. Terlebih lagi suku cadang tak resmi semakin lama pasti akan memberatkan kerja mobil. Maka tak heran kalau setir sampai tak bisa kembali ke posisi semula setelah belok.

Pembongkaran Rack Steer

Apa pun bentuk pembongkaran pada kendaraan, efek sesudahnya bisa saja merambat ke bagian lain. Contohnya pembongkaran part rack steer dan membuka baut penyetelnya. Kalau setelah pembongkaran baut dipasang terlalu kencang, maka setir tidak dapat lurus setelah belok.

Jika memang kita baru membongkar rack steer, maka bisa dicek ulang bagian baut dan melonggarkannya sebanyak 90 derajat. Setelah itu, lakukan test drive.

Kebocoran Fluida Power Streering

Kita dapat melakukan pengecekan pada setir mobil. Pertama apa masalah kemudi yang tidak bisa kembali hanya terjadi di salah satu sisi saja? Misalnya, belok penuh ke kanan setir bisa kembali lurus, tapi belok ke kiri penuh tidak bisa kembali?

Kalau iya, maka kemungkinan penyebab adalah kebocoran di salah satu seal rack steer sehingga gaya tekan besar sebelah, mengutip Auto2000.

Untuk mengatasi hal ini, maka Anda bisa melakukan pembongkaran rack steer dan mengganti oil seal-nya. Setelah itu, lakukan test drive untuk mengecek apakah masalah tersebut sudah dapat teratasi.

Kalau masih sama, itu tandanya kebocoran sudah parah dan harus dilakukan penggantian komponen power steering.

Laporan : Leesya

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OTOMOTIF

All New Toyota Raize Mengaspal di Sultra, Tampil Lebih Garang dan Sporty

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id — Toyota kembali menghadirkan produk mobil terbaiknya. All New Toyota Raize adalah persembahan terbaru yang menghadirkan aura berbeda dibandingkan mobil-mobil lainnya.

Dengan mengusung segmen Sport Utility Vehicle (SUV), All New Toyota Raize hadir menjawab kebutuhan dan selera customer.

Setelah resmi dilaunching secara nasional pada April 2021 lalu, kini produk terbaru Toyota ini sudah mengaspal di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kalla Toyota Raize memperkenalkan All New Raize dalam acara media gathering dan tes drive, di Kendari, Kamis (3/6/2021).

Marketing Manager Kalla Toyota, Mifta Farid S. Putra mengatakan, selain hadir dengan tampilan yang sporty, Raize juga nampak lebih terlihat garang.

Lebih lanjut, Mifta menambahkan, Toyota Raize juga didukung fitur interior dan safety yang modern serta lengkap di kelasnya.

Marketing Manager Kalla Toyota, Mifta Farid S. Putra (tengah) dan Branch Head Kalla Toyota Kendari, Abdul Wahab Ramli (kiri) memberikan penjelasan terkait keunggulan all new toyota raize. Foto: Ikas.

Mifta menjelaskan, Toyota Raize menawarkan mobilitas pemiliknya terasa hidup dan menghibur, gesit dan lincah di jalan perkotaan serta adaptif untuk segala kebutuhan seperti bekerja dan rekreasi.

“Eksterior dan interior Toyota Raize didesain untuk menghidupkan perjalanan penggunanya dalam konsep kombinasi bold and active’ pada tampilan luar dan comfort and utility pada bagian dalam,” ujar Mifta.

Toyota Raize mempunyai dimensi kompak dengan panjang 4.030 mm, lebar 1.710 mm, dan tinggi 1.635 mm. Meski begitu, Raize tetap terlihat proporsional berkat wheelbase mencapai 2.525 mm dan ground clearance setinggi 200 mm.

“Seluruh tipe Toyota Raize sudah dilengkapi fitur keamanan berupa rem dengan Anti-lock Braking System atau ABS, Vehicle Stability Control VSC, Hill Start Assist (HSA), Seatbelt Warning, Rear Parking Sensor, Rear Parking Camera, serta Alarm + Immobilizer,” jelas Mifta.

Ditanya soal alasan Toyota memilih segmen SUV pada produk baru tersebut, Mifta mengungjapkan, bahwa market share SUV saat ini memang menunjukan trend positif.

“Artinya, konsep SUV ini memang banyak diminati,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Branch Head Kalla Toyota Kendari, Abdul Wahab Ramli mengatakan, Kalla Toyota berhasil memimpin market share di Sultra. Sesuai data periode April 2021, Kalla Toyota berhasil meraih market share 35,40 persen.

Total market share khusus segmen SUV pada periode Januari-April 2021 Kalla Toyota sudah berhasil meraih market share sebesat 56,8 persen.

“Mengalahkan merek-merek lainnya. Mungkin karena medan di Sultra cukup cocok dengan mobil-mobil SUV,” jelas Wahab.

Ia berharap, kehadiran unit baru Toyota Raize dapat mendongkrak penjualan Kalla Toyota di Sultra secara signifikan di 2021.

Untuk diletahui, Toyota Raize hadir dengan berbagai varian, dimulai dari Raize 1.0T G M/T (One Tone) seharga Rp244.200.000 serta Raize 1.0T G M/T (Two Tone) seharga Rp246.600.000.

Kemudian Raize 1.0T G CVT (One Tone) seharga Rp258.100.000 serta Raize 1.0T G CVT (Two Tone) seharga Rp260.600.000.

Raize 1.0T GR Sport CVT (One Tone) seharga Rp270.300.000, Raize 1.0T GR Sport CVT (Two Tone) seharga Rp272.700.000. Lalu Raize 1.0T GR Sport CVT TSS (One Tone) seharga Rp290.500.000 serta Raize 1.0T GR Sport CVT TSS (Two Tone) seharga Rp293.100.000.

 

Liputan : Ikas

Continue Reading

OTOMOTIF

Kolaborasi Fisker-Raksasa Teknologi Taiwan Buat Mobil Listrik

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Raksasa teknologi Taiwan Foxconn mengumumkan kerja sama dengan perusahaan rintisan atau startup mobil listrik Amerika Serikat (AS) Fisker untuk membangun pabrik di Amerika Serikat. Pabrik yang hendak dibangun ditargetkan mulai beroperasi akhir 2023.

Foxconn sepakat menandatangani perjanjian kolaborasi dengan Fisker dalam pengembangan mobil listrik. Kerja sama ini untuk merespons tren positif mobil listrik dalam beberapa tahun terakhir. Ke depannya mobil listrik akan dijual dengan harga terjangkau, sebagaimana dilansir dari laman CNNIndonesia.com.

Foxconn merupakan pembuat elektronik kontrak terbesar di dunia dan punya tugas merakit iPhone dan gadget Apple. Namun akhir-akhir ini perusahaan begitu tertarik dengan kendaraan listrik.

Sebelumnya Foxconn mengumumkan usaha patungan dengan produsen mobil China, Zhejiang Geely Holding Group pada Januari untuk menyediakan layanan produksi dan konsultasi bagi pembuat mobil.

Ketua Foxconn Liu Young-way mengatakan perusahaan telah mengalokasikan sekitar US$355 juta (Rp5 triliun / US$1 = Rp14.294) untuk pengembangan mobil listrik mulai 2020.

Sementara Fisker merupakan salah satu dari sejumlah perusahaan rintisan mobil elektronik berbasis di AS yang memiliki berharap bisa bersaing dengan mobil-mobil listrik besutan Tesla.

Ketua dan CEO Fisker Henrik Fisker mengatakan mobil listrik akan datang saatnya mendominasi jalanan di setiap negara, dikutip dari AFP.

Perusahaan sendiri membidik segmentasi mobil listrik di bawah US$30 ribu (Rp428 juta) untuk pasar otomotif AS, dengan prediksi penjualan tahunan lebih dari 250 ribu unit.

Sejauh ini belum ada ada detail terkait jenis mobil listrik yang direncanakan.

Dimulai di AS, selanjutnya perusahaan akan mempelajari negara-negara lain yang dijadikan pusat produksi mobil listrik mereka dan dibidik untuk target pasar mobil listrik besutan Foxconn dan Fisker.

Negara-negara di Eropa, China, dan India sudah tercatat menjadi agenda perusahaan untuk mendongkrak penjualan mobil listrik di bawah perusahaan Foxconn dan Fisker.

Laporan : Rustam

Continue Reading

OTOMOTIF

Baru Sepekan Diluncurkan, Tipe Toyota Raize Paling Laris di Indonesia

Published

on

By

JAKARTA, BursaBisnis.id – Toyota Raize telah mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat Indonesia. Meski baru sepekan diluncurkan, mobil SUV ini sudah laris sebanyak 1.269 unit hingga 6 Mei 2021.

Dari berbagai macam tipe mobil yang dikeluarkan oleh Toyota Raize, tentunya ada yang paling menonjol dan memikat hati konsumen, sebagaimana dilansir dari laman Tempo.co.

Tipe Toyota Raize 1.0T GR Sport CVT menjadi yang paling laris dengan mencatatkan komposisi sebesar 43 persen. Sedangkan jenis 1.0T GR Sport CVT TSS dipesan sebanyak 40%.

Hasil itu membuat Toyota Raize model GR Sport menjadi komponen yang paling laris dengan menorehkan penjualan sebesar 83 persen.

Sementara itu, Toyota Raize tipe 1.0T G CVT dan untuk 1.0T G M/T turut menyumbangkan 11 penjualan pada tahun ini. Masing-masing mampu membukukan SPK 11 persen dan 5 persen.

Jenis mobil 1.2 G CVT dan 1.2 G M/T yang baru akan diluncurkan pada semester kedua tahun ini pun sudah laris 1 persen. Ini menunjukkan betapa besarnya antusias publik terhadap Toyota Raize.

“Kami bersyukur Toyota Raize mendapat respons positif dari customer yang terlihat dari angka SPK yang cukup baik walaupun baru diluncurkan satu pekan yang lalu.”

“Terima kasih atas atensi dan antuasiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia terhadap Toyota Raize,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor.

Sejauh ini pembeli Toyota Raize didominasi oleh penduduk Pulau Jawa. Itu terbagi menjadi tiga, yakni DKI Jakarta (24%), Jawa Barat (19%) dan Jawa Timur (11%).

Laporan : Ibi

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.