Connect with us

TECHNO

Akurasi Hampir Sempurna, Menilai Kematangan TBS Sawit Melalui Foto Berbasis Artificial Intelligence

Published

on

Teknologi Artificial Intelligence (AI) mampu mendeteksi tingkat kematangan TBS sawit. -foto:InfoSAWIT.com

JAKARTA, Bursabisnis.id – Sebuah inovasi terbaru dalam industri kelapa sawit menghadirkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu mendeteksi tingkat kematangan tandan buah segar (TBS) sawit serta menghitung jumlah TBS di Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) secara otomatis.

Dikutip InfoSAWIT dari laman Linkedin, Prasetyo Mimboro, Plant Investment, Replanting and GIS, PT.
Perkebunan Nusantara IV (Persero), mencatat selain itu, setiap foto atau dokumentasi lapangan yang dilakukan ter-geotagging, yaitu memiliki informasi lokasi atau koordinat.

Teknologi ini membawa berbagai manfaat signifikan, antara lain, adanya peningkatan efisiensi panen menggunakan teknologi AI, deteksi kematangan buah kelapa sawit dapat dilakukan secara otomatis dan cepat. Hal ini mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia dan mempercepat proses panen, sehingga petani dapat mengidentifikasi tandan yang siap dipanen dengan lebih efisien.

Lantas catat Prasetyo, akurasi tinggi sistem AI mampu mengklasifikasikan buah kelapa sawit berdasarkan tingkat kematangannya dengan akurasi tinggi. Ini membantu mengurangi kesalahan dalam penentuan waktu panen dan memastikan bahwa hanya buah yang matang yang dipanen.

“Optimalisasi produksi dengan memahami kapan buah kelapa sawit mencapai kematangan optimal, manajemen perkebunan dapat merencanakan panen dengan lebih baik. Ini membantu mengoptimalkan produksi minyak kelapa sawit dan mengurangi pemborosan sumber daya,” katanya sebagaimana dilansir dari laman InfoSAWIT.com.

Penggunaan teknologi ini juga diyakini, bisa mengurangi kerugian, lantaran dengan deteksi dini buah yang busuk atau terlalu matang dapat membantu mengurangi kerugian akibat buah yang tidak layak panen. Manajemen dapat mengambil tindakan lebih cepat untuk menghindari pembusukan dan memaksimalkan hasil panen.

Pemetaan Lahan yang akurat, sebab geotagging memungkinkan penandaan lokasi geografis pada data, termasuk informasi tentang tanaman dan kondisi lahan. Dengan menggabungkan data geotagging dengan sistem informasi geografis (SIG), manajemen perkebunan dapat memetakan lahan secara lebih akurat. Informasi ini membantu dalam perencanaan penggunaan lahan, pemantauan, dan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Pemantauan Real-Time Geotagging memungkinkan pemantauan kondisi lahan dan tanaman secara real-time. Dengan menggunakan sensor dan teknologi pemetaan satelit, manajemen dapat mengakses data aktual tentang pertumbuhan tanaman, kelembaban, dan faktor lingkungan lainnya. Ini membantu dalam mengoptimalkan produksi dan mengurangi kerugian.

Verifikasi Pekerjaan di Lapangan Geotagging dapat digunakan untuk memverifikasi pekerjaan di lapangan, seperti sensus populasi dan produksi, pemetaan topografi, dan inventarisasi infrastruktur. Data geotagging memberikan bukti visual yang dapat diverifikasi dan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Terpenting catat Prasetyo, adanya pengurangan kesalahan manusia, melalui geotagging mengurangi kesalahan manusia dalam pelacakan lokasi dan pemantauan. Data yang diberi tanda geografis lebih andal dan akurat. “Monitoring proses angkut memberikan informasi mengenai lokasi TPH yang sudah terkumpul TBS, jumlah, dan lokasi guna memperlancar proses mobilisasi kendaraan angkut serta meminimalkan restan,” katanya.

Tercatat akusari penerapan teknologi ini mendekati sempurna, kata Prasetyo, terakhir di run, akurasi 99,34%. “Sampai dengan saat ini dataset masih kami tambah terus,” katanya.

Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses panen, tetapi juga memberikan manfaat strategis dalam pengelolaan lahan dan produksi secara keseluruhan. Dengan penerapan teknologi AI dan geotagging, industri kelapa sawit dapat mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi dan pengelolaan yang lebih baik.

 

Sumber : InfoSAWIT.com.
Penulis : Rustam

Continue Reading

TECHNO

Kisah Handi Sutriyan Sukses Bantu BMKG Atasi Noise dan Anomali Data

Published

on

By

IDCamp Indosat. -foto:ist-

KEBUMEN, Bursabisnis. Id – Salah satu kisah sukses datang dari Handi Sutriyan asal Kebumen, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang kini bekerja di Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) .

Menyadari pentingnya beradaptasi dengan teknologi terbaru, Handi bergabung dengan IDCamp sejak masa kuliah dan memilih jalur Data Scientist yang relevan dengan pekerjaannya di bidang pemrosesan data.

Setelah lulus, ia berhasil mengatasi noise dan anomali pada data observasi BMKG sehingga kualitas data meningkat.

Hasil ini sangat penting bagi keselamatan transportasi dan sistem peringatan dini bencana di Indonesia.

Kisah Handi menunjukkan bagaimana ilmu yang diperoleh dari IDCamp mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Pendaftaran IDCamp 2025 sudah dibuka, dan jangan sampai terlewat. Masa depan digital Indonesia membutuhkan talenta seperti Anda dan IDCamp ada untuk mewujudkannya.

Saatnya anak muda Indonesia mengambil peran, tingkatkan keterampilan, dan siapkan diri untuk masa depan digital bersama IDCamp 2025.

Indosat Ooredoo Hutchison Digital Camp (IDCamp) merupakan program beasiswa untuk mencetak developer muda Indonesia yang siap saing di dunia ekonomi digital.

Laporan : Kas

Editor ; Tam

Continue Reading

TECHNO

Satelit Nusantara Lima Mengangkasa Menuju Orbit di Atas Wilayah Timur Indonesia

Published

on

By

Peluncuran Satelit Nusantara Lima oleh Roket Falcon 9 SpaceX di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. -foto:dok.indonesia.go.id-

JAKARTA, Bursabisnis.id – Peluncuran Satelit Nusantara Lima (N5) dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat dengan roket Falcon 9 milik SpaceX disambut meriah ratusan orang yang menonton momen bersejarah ini secara langsung via daring dari tanah air pada Jumat pagi, 12 September 2025 atau Kamis malam, 11 September 2025  waktu Amerika Serikat.

Satelit yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Satelit Nusantara Lima (SNL), anak perusahaan dari PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini akan menempati slot orbit 113° Bujur Timur, dikenal sebagai “golden spot” karena mencakup wilayah Indonesia secara menyeluruh dan memberikan konektivitas kencang khususnya di Indonesia Timur.

Direktur Jenderal (Dirjen) Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Wayan Toni Suprapto, turut hadir langsung menyaksikan peluncuran tersebut dari fasilitas rocket Space X, perusahaan rocket swasta terbesar Amerika Serikat (AS). Ia mengapresiasi langkah peluncuran satelit canggih ini karena akan bermanfaat bagi transformasi digital nasional.

“Dengan peluncuran Nusantara Lima, kami berharap bermanfaat untuk bangsa dan negara,” ujar Wayan, seperti dilansir dari laman indonesia.go.id.

Berdasarkan data yang diterima InfoPublik, satelit ini diproyeksikan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026 dengan didukung kerja sama antara Boeing Satellite Systems sebagai pabrikan satelit, Hughes Network Systems untuk segmen darat, dan SpaceX perusahaan roket peluncurnya.

Sementara, pemerintah melalui Kemkomdigi memastikan registrasi slot orbit dan kedaulatan satelit nasional.

Satelit Nusantara Lima ini memiliki berbagai keunggulan dibanding sebelumnya, yakni mencapai 160 gigabyte per second (Gbps), yang menjadikannya satelit komunikasi terbesar di kawasan ASEAN.

Dengan hadirnya Satelit Nusantara Lima, total kapasitas satelit Indonesia saat ini mencapai hampir 400 Gbps atau terbesar di Asia Pasifik dengan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) yang menyediakan bandwidth besar dan kecepatan data tinggi.

Selain itu, Satelit Nusantara Lima memiliki sistem propulsi XIPS (Xenon-Ion) yang 10 kali lebih efisien dan ringan dibandingkan teknologi konvensional, sehingga memungkinkan daya angkut muatan lebih besar dan 101 spot beam untuk menjangkau seluruh pelosok Indonesia hingga negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia.

Untuk mengakses Satelit Nusantara Lima, terdapat delapan stasiun bumi (gateway) yang memperkuat kontrol, kapasitas, dan jalur komunikasi satelit di Banda Aceh, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

Walau diproduksi dengan dukungan mitra internasional, desain, pengelolaan, dan pemanfaatan Satelit Nusantara Lima sepenuhnya untuk kepentingan Indonesia, sehingga menjadi adalah bukti nyata karya anak bangsa Indonesia melalui Grup PSN, pionir industri satelit nasional.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya konsumen, tetapi juga produsen dan pengelola teknologi satelit untuk kepentingan rakyat.

Satelit Nusantara Lima juga akan mempercepat pemerataan internet hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), menopang transformasi digital nasional dan memperkuat ekonomi digital, menjadi simbol kemandirian satelit nasional, menjaga kedaulatan data dan ketahanan komunikasi Indonesia, dan mengembalikan posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin satelit di Asia.

Selain itu, satelit ini menjadi tonggak sejarah baru setelah Satelit Palapa A1 yang diluncurkan pada 1976, Satelit Nusantara Satu yang diluncurkan pada 2019, dan SATRIA-1 yang diluncurkan pada 2023.

sumber : indonesia.go.id
Laporan : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

TECHNO

Komdigi Tengah Merancang Peta Jalan dan Tata Kelola Artificial Intelligence 

Published

on

By

Wamen Komdigi Nezar Patria memimpin rapat. -foto:dok.komdigi-

JAKARTA, Bursabisnis. id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini tengah merancang peta jalan dan tata kelola pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang bersifat inklusif dan multisektor.

Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, regulasi mengenai AI akan dibuat dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) untuk memperkuat tata kelola lintas sektor.

“Akan ada dua produk, yaitu peta jalan dan regulasi AI. Lalu Peraturan Presiden yang dapat berlaku di seluruh lembaga. Jadi, dengan melakukan itu, kami memperkuat regulasi kami tentang AI,” jelasnya dalam pertemuan dengan Wakil Duta Besar Singapura untuk Indonesia Terrence Teo di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta sebagaimana dilansir dari laman komdigi. go. id.

Menurut Nezar, Indonesia telah memiliki sejumlah perangkat hukum yang relevan dengan pengembangan AI, seperti UU ITE, UU Pelindungan Data Pribadi, KUHP, serta sejumlah peraturan kementerian dan surat edaran etika AI.

Regulasi-regulasi tersebut menjadi pijakan dalam memitigasi risiko dan menjadi panduan dalam memanfaatkan teknologi.

“Dengan seperangkat peraturan ini, saya pikir kami dapat memiliki referensi bagi semua pemangku kepentingan yang ingin mengembangkan teknologi AI. Bagi masyarakat yang ingin menggunakan teknologi ini, kami juga dapat menavigasi dan memitigasi risikonya,” jelasnya.

Selain regulasi, Kementerian Komdigi juga tengah merancang peta jalan AI nasional.

Nezar Patria menyatakan penyusunan draf peta jalan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan didukung  pula oleh oleh kolaborasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) serta konsultan dari Boston Consulting Group (BCG).

“Kami sedang menyusun peta jalan nasional untuk AI yang melibatkan kolaborasi quadhelix, dari pelaku usaha dan industri, akademisi, kelompok masyarakat sipil dan pemerintah. Proses ini telah berjalan secara marathon selama hampir dua bulan ini. Pemerintah mengapresiasi komitmen semua pihak untuk mewujudkan peta jalan ini. Untuk mendukung proses tersebut pemerintah dengan dukungan JICA juga melakukan kajian pendukung perumusan peta jalan dengan melibatkan Boston Consulting Group (BCG) dan drafnya masih dibahas oleh banyak pemangku kepentingan. Semoga kami dapat menyelesaikan drafnya pada akhir bulan ini,” tuturnya.

Peta jalan AI ini dirancang sebagai panduan prinsipil bagi kementerian dan lembaga terkait untuk mengadopsi teknologi AI di berbagai sektor, seperti transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga layanan keuangan.

“Ini seperti panduan untuk semua kementerian yang terkait dengan adopsi AI. Kami hanya memberikan prinsip-prinsip bagaimana mengadopsinya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta apa yang perlu diwaspadai terkait risikonya,” jelas Nezar Patria.

Pemerintah berharap peta jalan dan Perpres AI ini menjadi dasar pengembangan AI yang etis, adaptif, dan tanggap terhadap dinamika global.

Kedua dokumen ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan publik, serta menjadi rujukan dalam membangun ekosistem AI nasional yang aman, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

Sumber :komdigi.go.id

Laporan : Icha

 

 

Continue Reading

Trending