Connect with us

UKM

Anton Timbang Berharap Kadin Bombana Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi UMKM

Published

on

Ketua Kadin Sultra Anton Timbang (kanan) menyerahkan SK pengurus Kadin Bombana kepada Irda Siswanto

KENDARI, bursabisnis.id – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sultra, Anton Timbang, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Ketua Kadin Kabupaten Bombana, Irda Siswanto.

“Sebenarnya musyawarah Kadin Bombana sudah dilaksanakan sejak Maret lalu, namun ada proses seleksi untuk menentukan orang yang betul-betul layak ditempatkan sebagai pengurus Kadin Bombana,” kata Anton Timbang saat menyerahkan SK pengurus Kadin Bombana.

Dengan diserahkannya SK pengurus Kadin Bombana, Anton Timbang yang baru saja menerima penghargaan sebagai tokoh investasi di Sultra, berharap agar pengurus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.

“Saya berharap dengan adanya SK ini, teman-teman Kadin Bombana dapat bekerja cepat dan membantu pelaku UMKM di Kabupaten Bombana,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Kadin Bombana, Irda Siswanto mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan pelaku UMKM.

“Nantinya kebijakan-kebijakan itu berdasarkan kondisi di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, pelaku-pelaku UMKM yang akan dibantu sudah terdata beserta solusi yang sudah disiapkan Kadin Bombana.

“Target program kami mulai dari pelaku UMKM, karena boleh dikata Kabupaten Bombana adalah wilayah surga investasi, jadi kami bertugas menjembatani pelaku UMKM seputar investasi di Bombana,” tambahnya.

Ia memaparkan pihaknya telah mendata sekitar 24 pelaku UMKM di Kabupaten Bombana untuk didukung Kadin Bombana dan akan diusungkan ke perusahaan smelther, tambang, maupun Pemda.

“Pelaku UMKM dari bidang usaha tempurung atau batok kelapa, catering, dan lain-lain,” paparnya.

Untuk diketahui, Sebanyak 7 daerah di Wilayah Sulawesi Tenggara telah menerima SK Pengurus Kadin dari Kadin Sultra.

Daerah tersebut yakni, Kadin Kota Kendari, Bau-bau, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka, Kolaka Utara (Kolut), dan Bombana.

Laporan : Rustam

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi Mikro

Rumah BUMN PLN Muna Jadi Narasumber Launching Produk Olahan buah Nenas Desa Walambeno Wite

Published

on

By

Bursabisnis, MUNA – Rumah Badan Usaha Milik Negara (RBUMN) menjadi salah satu narasumber saat launching produk olahan buah nenas yang di ikuti 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desa Walambeno Wite, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu 20 November 2022.

Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang digelar di gedung aula Galampano Kantolalo Raha, mengusung tema Klasterisasi Sektoral Produk Olahan Nenas, Pemasaran Produk Olahan Nenas, Launching Produk Olahan Nenas Desa Walambeno Wite.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Muna, Drs H. Bahrun,M.Si Kordinator Rumah BUMN PLN Muna, Sitti Muzdalifah, SE, Manager Regional PT. PNM (Persero) Baubau, M. Muslim, Pimpinan Cabang PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero Baubau, M. Akbar Rifani, Manager Pemasaran PT. BRI (Persero) cabang Muna, M. Taufiq Syarif, Pimpinan Cabang PT. BRI (Persero) cabang Muna, Lukman Surya dan pimpinan PT. Pegadaian cabang Muna, Andi Muhammad Cakra, SH.

50 UMKM desa Walambeno Wite, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Sultra mengikuti Program Pengembangan Kapasitas Usaha/Foto : Phoyo/Bursabisnis.id

Kordinator RBUMN Muna, Sitti Muzdalifah SE mengatakan, produk olahan buah nenas dari desa Walambeno Wite dijadikan sebagai sirup, slei dan kripik. Makanan yang dihasilkan bukan hanya memiliki rasa yang enak, namun juga dipastikan memiliki nilai gizi yang baik dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Olahan  buah nenas tersebut nantinya akan dipasarkan secara online dan offline. Offline artinya, produk tersebut  akan didisplay di Rumah BUMN PLN Muna.

“Untuk online nya akan didaftarkan di market place Padi UMKM dan mobile PLN sehingga olahan nenas bisa dipasarkan seluruh Indonesia,”jelas Muzdalifah, Minggu 20 November 2022.

Setelah program PKU selanjutnya para pelaku UMKM akan di dampingi dalam hal pengurusan legalitas ijin usaha, sertifikasi produk olahan industri rumah tangga (Pirt) dan sertifikasi halalnya.

“Rumah BUMN PLN Muna berharap output dari kegiatan ini desa Walambeno Wite sebagai desa kreatif olahan nenas di kabupaten Muna,” pungkasnya.

 

Laporan : Phoyo

Continue Reading

Ekonomi Mikro

RBUMN PLN Muna Selenggarakan Seminar Pengembangan UMKM dan Pentingnya Legalitas Usaha

Published

on

By

Bursabisnis.id, MUNA-Rumah Badan Usaha Milik Negara (RBUMN) PLN Muna menyelenggarakan seminar terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pemula yang ada di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa 25 Oktober 2022.

Beberapa materi umum dibawakan seperti kiat promosi di media sosial, membangun jaringan reseller, pemanfaatan media sosial untuk menjual produk UMKM.

Koordinator Rumah BUMN PLN Muna, Sitti Muzdalifah, SE mengatakan, dalam pengembangan usaha, salah satu hal yang penting adalah legalitas usaha. Pelaku UMKM yang telah memiliki legalitas usaha akan memperoleh kepastian dan perlindungan hukum dalam berusaha dilokasi yang sudah ditetapkan.

Legalitas usaha dapat memicu tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk-produk yang dihasilkan. Selain itu, dapat digunakan untuk menjalankan bisnis agar menjangkau target pemasaran yang lebih luas.

“Diseminar ini kami memberikan solusi kepada UMKM pemula untuk bisa bergabung di Rumah BUMN PLN Muna, yang tadinya mereka belum memiliki brand bisa dibantu. Hal itu, untuk meningkatkan profit produk bisnis mereka. Brand itu adalah image,”kata Muzdalifah.

Koordinator RBUMN, Sitti Muzdalifah SE, saat membawakan materi pengembangan UMKM dan pentingnya legalitas usaha/Foto : Phoyo/Bursabisnis.id

Selain ilmu, peserta juga akan mendapatkan keuntungan lain seperti jaringan baru, fasilitas UMKM pendampingan sehingga usaha mereka dapat berkembang.

Ia berharap kedepan pelaku UMKM yang bergabung di Rumah BUMN PLN Muna bisa go global, go moderen, go digital dan go online, sehingga UMKM binaan Rumah BUMN PLN Muna bisa naik kelas dan bisa menjadi produk unggulan UMKM di kabupaten Muna.

“Nantinya di rumah BUMN PLN Muna ini kita jadikan Base camp milenia untuk menjadi enterpreneur sehingga menciptakan talenta millenia yang unggul, kreatif dan inovasi. Kita ibaratkan saja, kalau ada orang sakit larinya pasti ke dokter tapi kalau mau konsultasi terkait pengembangan UMKM centernya disini,” pungkasnya.

 

Laporan : Phoyo

 

 

 

Continue Reading

FASHION

Ada 20 UMKM Pemasok Merchandise KTT G20 di Bali

Published

on

By

Official Merchandise KTT G20 di Bali

JAKARTA, bursabisnis.id – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menetapkan sekitar 20 UMKM sebagai pemasok atau official merchandise resmi ajang Konferensi Tingjat Tinggi (KTT) G20 di Bali yang akan berlangsung pada 15-16 November 2022 mendatang.

Mereka yang terpilih merupakan hasil kurasi 1.024 UMKM yang dilakukan Kemenkop UKM bersama Smesco dan terdiri dari UMKM sektor kerajinan (ekonomi kreatif), fashion, makanan, kosmetik, hingga wellness.

EthneeQ dari PT Lima Menara Sejahtera dan Faber Instrument Indonesia adalah dua di antara yang terpilih sebagai pemasok official merchandise.

Keduanya punya kisah menarik tentang pengalaman saat mengikuti seleksi, mulai persiapan hingga proses pengerjaan produknya di even KTT G20 Bali.

Padu Padan Kain Lokal dan Goni, Persembahan Indonesia untuk Dunia

Bagi EthneeQ kebahagiaan haruslah berbagi. Kebahagiaan adalah melihat penenun, pengukir, dan pengrajin ikut merasakannya. Nah, melalui misi ini juga yang mendasari kelahiran Garjita. Mini Purse (dompet mini) Garjita menjadi salah satu official merchandise gelaran G20 yang merupakan produksi EthneeQ dari PT Lima Menara Sejahtera.

Menggunakan bahan baku kain goni atau jute dipadankan dengan kain endek khas Bali menjadikan Garjita sangat elegan. Perpaduan yang memiliki kisah menarik hingga menghasilkan produk bergaya elegan, Garjita.

Demikian diungkap Co Founder EthneeQ, Nadia Aqmarina saat dihubungi sebagaimana dilansir dari laman maritim.go.id.

Menurut Nadia, produk Garjita merupakan lahir di tengah keresahan tim EthneeQ menyaksikan para penenun kain endek di Klungkung Bali yang lesu diterjang badai pandemi.

Dari sini kemudian EthneeQ membuka tangan untuk berkolaborasi dan mengampanyekan kain endek khas Pulau Dewata.

EthneeQ memulai kegiatan usahanya di akhir 2019 dengan hanya menjual sesuai pesanan pembeli. UMKM ini berani menerabas pandemi. Januari 2020 EthneeQ meluncurkan produk perdananya “Akusara,” sebuah tas berbahan goni dengan ornamen ukiran pada material kulit.

Kata Akusara memiliki arti kesuksesan

Sejak meluncurkan Akusara, EthneeQ kembali bersiasat. Selain memantapkan fokus perusahaan di bidang fashion bag, juga menyediakan waktu setahun untuk mempelajari banyak hal dengan bergabung dalam program inkubasi bisnis oleh Kementerian Perindustrian.

“Pikiran kami bisnis enggak mungkin langsung divalidasi pasar secepat itu. Dan perkiraan kami selama setahun lebih berbenah dan menyiapkan segala hal, hingga 2021 baru kami serius berjualan,” ungkap Nadia.

Lulus dari inkubasi bisnis, EthneeQ tidak serta merta menggenjot produksi. Maret 2021 mereka memilih kegiatan pemberdayaan. Masih dengan dukungan dari Kementerian Perindustrian, UMKM ini melatih 25 penjahit, para ibu rumah tangga yang tergabung dalam komunitas Bali Loves Handmade. 25 SDM tambahan inilah yang menyokong produksi, termasuk persiapan menuju gelaran G20 November mendatang.

“Kami berterimakasih dan bersyukur karena terpilih sebagai official merchandise G20,” kata Nadia yang di awal proses seleksi bersikap proaktif di semua portal media dari pemerintah, termasuk kementerian koperasi dan SMESCO.

Desain Radio Kayu dengan Sentuhan Indonesia di KTT G20 2022

Jika EthneeQ mewakili provinsi Bali, dari Jawa Barat, Faber Instrument Indonesia punya cerita dan pengalaman menarik hingga lolos kurasi menuju G20.

“Saya menawarkan dengan 15 desain radio, hingga Smesco dikurasi kembali menjadi empat model yang memang sama dengan best seller kami,” kata Founder dan CEO Faber Instrument Indonesia, Helmi Suana Permanahadi.

Adapun empat produk radio kayu itu adalah model Gede Pangrango, Wijaya Kusuma, Joglo, dan Cipanas. Pilihan nama produk Faber Instrument Indonesia merupakan kegelisahan Helmi atas kondisi ekonomi kreatif di kampung halamannya, Cianjur, yang terus menurun. Harapan Helmi melalui nama produknya mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Cianjur.

“Mereka itu lebih bangga dengan kota tetangga, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Bandung. Padahal di situ (Cianjur) banyak. Makanya saya ada di sini untuk membangun ekosistem dan inovasi,” kata Helmi.

Selama proses seleksi G20, Helmi optimistis lolos kurasi. Sebab dalam gelaran Ina Craft 2020, Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil jika produk radio kayu layak menjadi suvenir G20.

Pertanda ini kemudian mewujud saat Helmi menerima kabar terpilih menjadi 20 UMKM penyedia suvenir G20.

Faber Instrument Indonesia adalah UMKM pengolah limbah kayu yang memulai produksinya pada 2013. Produk pertamanya adalah gitar akustik dan cajon. UMKM ini kini lebih dikenal dengan produk radio kayunya yang khas; vintage dan kekinian.

Para Delegasi KTT G20 Bisa Belanja dan Berinvestasi Produk UMKM Indonesia

Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong pengenalan dan penjualan produk UMKM dalam ajang memeriahkan KTT G20.

Menko Luhut mengatakan, “Pada pasar di ajang KTT G20 ini, Indonesia akan menggencarkan terus tentang UMKM Tanah Air. Tentu saja harapannya supaya para delegasi yang hadir baik saat Side Event, B20 dan KTT G20 dapat berbelanja produk lokal.
Bahkan juga bisa berinvestasi pada UMKM Indonesia,” ujar Menko Luhut.

Kemudian Menko Luhut berpesan bagi UMKM yang diberikan kesempatan untuk berpromosi di ajang besar perlu senantiasa memperhatikan kualitasnya.

Sehingga dapat meninggalkan kesan positif bagi dunia internasional.Bahkan Menko Luhut menegaskan, “Kegiatan ini merupakan peluang emas untuk mengenalkan produk UMKM lokal kepada seluruh delegasi G20 dari mancanegara,” kata Menko Luhut.

Menko Luhut juga menyatakan UMKM Indonesia telah menjadi backbone atau tulang punggung ekonomi Indonesia. Menko Luhut juga optimis target percepatan digitalisasi 30 juta UMKM masuk digital di tahun 2030 dapat tercapai.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.