Connect with us

Ekonomi Mikro

Rumah BUMN PLN Muna Jadi Narasumber Launching Produk Olahan buah Nenas Desa Walambeno Wite

Published

on

Bursabisnis, MUNA – Rumah Badan Usaha Milik Negara (RBUMN) menjadi salah satu narasumber saat launching produk olahan buah nenas yang di ikuti 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desa Walambeno Wite, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu 20 November 2022.

Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang digelar di gedung aula Galampano Kantolalo Raha, mengusung tema Klasterisasi Sektoral Produk Olahan Nenas, Pemasaran Produk Olahan Nenas, Launching Produk Olahan Nenas Desa Walambeno Wite.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Muna, Drs H. Bahrun,M.Si Kordinator Rumah BUMN PLN Muna, Sitti Muzdalifah, SE, Manager Regional PT. PNM (Persero) Baubau, M. Muslim, Pimpinan Cabang PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero Baubau, M. Akbar Rifani, Manager Pemasaran PT. BRI (Persero) cabang Muna, M. Taufiq Syarif, Pimpinan Cabang PT. BRI (Persero) cabang Muna, Lukman Surya dan pimpinan PT. Pegadaian cabang Muna, Andi Muhammad Cakra, SH.

50 UMKM desa Walambeno Wite, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Sultra mengikuti Program Pengembangan Kapasitas Usaha/Foto : Phoyo/Bursabisnis.id

Kordinator RBUMN Muna, Sitti Muzdalifah SE mengatakan, produk olahan buah nenas dari desa Walambeno Wite dijadikan sebagai sirup, slei dan kripik. Makanan yang dihasilkan bukan hanya memiliki rasa yang enak, namun juga dipastikan memiliki nilai gizi yang baik dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Olahan  buah nenas tersebut nantinya akan dipasarkan secara online dan offline. Offline artinya, produk tersebut  akan didisplay di Rumah BUMN PLN Muna.

“Untuk online nya akan didaftarkan di market place Padi UMKM dan mobile PLN sehingga olahan nenas bisa dipasarkan seluruh Indonesia,”jelas Muzdalifah, Minggu 20 November 2022.

Setelah program PKU selanjutnya para pelaku UMKM akan di dampingi dalam hal pengurusan legalitas ijin usaha, sertifikasi produk olahan industri rumah tangga (Pirt) dan sertifikasi halalnya.

“Rumah BUMN PLN Muna berharap output dari kegiatan ini desa Walambeno Wite sebagai desa kreatif olahan nenas di kabupaten Muna,” pungkasnya.

 

Laporan : Phoyo

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMODITI

Kadin Sultra Bersama Kadin Kolaka Kirim Beras ke Toko Alfamidi

Published

on

By

Pengiriman perdana beras 47 ton ke Toko Alfamidi

KENDARI, bursabisnis.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kadin Kolaka, mengirin  beras sebanyak 47 ton ke Toko Alfamidi yang ada di wilayah Sultra dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sumber beras yang masuk ke Alfamidi ini merupakan  beras lokal hasil pertanian Kabupaten Kolaka.

Wakil Ketua Umum Bidang Pasar Modal Kadin Sultra, Sastra Alamsyah menjelaskan pengiriman perdana beras lokal dari Kabupaten Kolaka akan masuk ke toko Alfamidi yang berada di Pulau Sulawesi.

“Beras lokal masuk ke Alfamidi. Beras ini diambil dari petani-petani lokal di Kolaka Raya,” ungkapnya pada Jumat, 18 November 2022.

Hal tersebut sebagai salah bentuk misi dagang yang dibangun oleh Kadin Sultra, melalui perusahaan binaannya dari Kabupaten Kolaka CV. Zalva berhasil melakukan pengiriman sebanyak satu kontainer dengan berat 47 ton.

“Ini adalah salah satu misi dagang Kadin Sultra yang berkolaborasi bersama Kadin Kolaka. Ini juga sebagai bentuk sinergi bersama Kadin daerah dan pengusaha lokal untuk bisa masuk ke retail marketing,” jelasnya.

Dalam pengiriman beras lokal tersebut, dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra, terkhusus di sektor pertanian.

“Pengiriman beras lokal ini akan menjangkau Wilayah Sulawesi Tenggara dan Wilayah Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Laporan : Rustam 

Continue Reading

UKM

Anton Timbang Berharap Kadin Bombana Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi UMKM

Published

on

By

Ketua Kadin Sultra Anton Timbang (kanan) menyerahkan SK pengurus Kadin Bombana kepada Irda Siswanto

KENDARI, bursabisnis.id – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sultra, Anton Timbang, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Ketua Kadin Kabupaten Bombana, Irda Siswanto.

“Sebenarnya musyawarah Kadin Bombana sudah dilaksanakan sejak Maret lalu, namun ada proses seleksi untuk menentukan orang yang betul-betul layak ditempatkan sebagai pengurus Kadin Bombana,” kata Anton Timbang saat menyerahkan SK pengurus Kadin Bombana.

Dengan diserahkannya SK pengurus Kadin Bombana, Anton Timbang yang baru saja menerima penghargaan sebagai tokoh investasi di Sultra, berharap agar pengurus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.

“Saya berharap dengan adanya SK ini, teman-teman Kadin Bombana dapat bekerja cepat dan membantu pelaku UMKM di Kabupaten Bombana,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Kadin Bombana, Irda Siswanto mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan pelaku UMKM.

“Nantinya kebijakan-kebijakan itu berdasarkan kondisi di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, pelaku-pelaku UMKM yang akan dibantu sudah terdata beserta solusi yang sudah disiapkan Kadin Bombana.

“Target program kami mulai dari pelaku UMKM, karena boleh dikata Kabupaten Bombana adalah wilayah surga investasi, jadi kami bertugas menjembatani pelaku UMKM seputar investasi di Bombana,” tambahnya.

Ia memaparkan pihaknya telah mendata sekitar 24 pelaku UMKM di Kabupaten Bombana untuk didukung Kadin Bombana dan akan diusungkan ke perusahaan smelther, tambang, maupun Pemda.

“Pelaku UMKM dari bidang usaha tempurung atau batok kelapa, catering, dan lain-lain,” paparnya.

Untuk diketahui, Sebanyak 7 daerah di Wilayah Sulawesi Tenggara telah menerima SK Pengurus Kadin dari Kadin Sultra.

Daerah tersebut yakni, Kadin Kota Kendari, Bau-bau, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka, Kolaka Utara (Kolut), dan Bombana.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Ekonomi Mikro

Langkah Akseleratif Pengendalian Inflasi, TPID se-Sultra Studi Banding ke Pulau Jawa

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id –Sebagai upaya akseleratif dalam penanganan inflasi, Bank Indonesia (BI) Sultra bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Sultra, studi banding ke Jawa Timur dan Kabupaten Blitar pada tanggal 2-3 November 2022.

TPID Jawa Timur dan Blitar diketahui tengah mendorong program-program unggul dalam upaya pengendalian inflasi.

TPID se-Sulawesi Tenggara  dalam studi banding kali ini  bertujuan memahami lebih lanjut Program Pengendalian Inflasi TPID Provinsi Jawa Timur yang dinilai mampu memanfaatkan alokasi anggaran pengendalian inflasi dengan bekerja sama dengan BUMD secara efektif.

TPID Kabupaten Blitar diketahui  berhasil memperoleh TPID Award 2021 sebagai salah satu Kabupaten/Kota berprestasi melalui program ketahanan pangan pada komoditas telur ayam ras.

“TPID se-sultra mengunjungi klaster telur ayam di Kabupaten Blitar untuk memahami best practice proses bisnis klaster telur ayam dari hulu hingga hilir yang potensial untuk diadopsi di Sulawesi Tenggara,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Doni Septadijaya, dalam rilis pers BI Sultra, Rabu, 2 November 2022.

Selanjutnya, sebagai tindak lanjut studi banding tersebut, TPID se-Sultra akan menggelar diskusi terbuka dengan beberapa OPD anggota TPID terkait  optimalisasi penggunaan alokasi anggaran oleh pemerintah pusat untuk pengendalian inflasi daerah, serta diskusi terbuka terkait isu pemenuhan stok komoditas beras dan bawang merah menjelang akhir tahun.

Diketahui, Inflasi Sulawesi Tenggara per 1 Oktober 2022 mencapai 6,23 persen (ytd).

Inflasi  banyak didorong oleh kenaikan harga komoditas dari komponen atau harga yang diatur pemerintah, seperti bensin dan angkutan udara.

Capaian inflasi itu sudah berada di atas target inflasi tahunan tahun 2022, yakni sebesar 3 persen + (-1) persen,  sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, komponen volatile food saat ini juga mendorong inflasi yang lebih tinggi dengan catatan inflasi sebesar 1,87 (ytd), yang didorong oleh komoditas pangan seperti bawang merah dan telur.

Menindaklanjuti sumbangan inflasi yang tinggi, demi menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Daerah Provinsi Sultradengan didukung oleh pemerintah pusat melalui berbagai alokasi dana pengendalian inflasi, terus berupaya untuk dapat melakukan realokasi subsidi BBM melalui berbagai bantuan sosial dengan tata kelola yang baik.

Sementara itu, dalam menangani inflasi komponen Volatile Food, diperlukan berbagai upaya pengendalian harga sesuai dengan strategi 4K.

“Melalui kerangka TPID Sultra, Pemprov Sultra beserta Bank Indonesia telah melakukan strategi pengembangan komoditas strategis seperti telur ayam ras dan bawang merah,” kata Doni.

Pada _launching_ GNPIP Sultra  di Kota Baubau pada 18 Oktober 2022 yang lalu, dilaksanakan pula Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas telur ayam antara pedagang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dengan produsen dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dan KAD bawang merah antara Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan, sebagai upaya memastikan ketersediaan pasokan komoditas dimaksud dalam Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga harga dapat lebih terkendali.

Selain itu, perluasan implementasi GNPIP di Provinsi Sulawesi Tenggara juga diwujudkan dalam Gerakan TABE DI (TAnam caBE kenDalikan Inflasi) yang dikolaborasikan dengan berbagai program strategis lainnya di berbagai daerah, yang juga melibatkan petani millenial, Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN), Program Pengembangan Kebun Pekarangan (P2KP), Kampung Hortikultura, dan komunitas bisnis lainnya.

Namun demikian, kata Doni, upaya ini masih perlu dipertajam dengan program jangka menengah dan panjang agar gejolak harga dapat diminimalisir secara konsisten.

“Hal ini salah satunya dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan alokasi anggaran penanganan inflasi oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah, dan mengembangkan program yg efektif dan partisipatif demi mencapai ketersediaan pangan yg baik dengan harga yg stabil,” ungkap Doni.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, TPID se-Sultra akan hadir terdepan dalam merespon inflasi daerah melalui berbagai program yang akseleratif dan sinergis.

Ke depan, dengan komitmen yang dibarengi dengan langkah yang strategis dan inovatif, maka diharapkan TPID Provinsi Sultra dapat menjadi salah satu pemenang TPID Award 2022.


Penulis: Ikas
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.