Connect with us

OTOMOTIF

Baru Sepekan Diluncurkan, Tipe Toyota Raize Paling Laris di Indonesia

Published

on

JAKARTA, BursaBisnis.id – Toyota Raize telah mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat Indonesia. Meski baru sepekan diluncurkan, mobil SUV ini sudah laris sebanyak 1.269 unit hingga 6 Mei 2021.

Dari berbagai macam tipe mobil yang dikeluarkan oleh Toyota Raize, tentunya ada yang paling menonjol dan memikat hati konsumen, sebagaimana dilansir dari laman Tempo.co.

Tipe Toyota Raize 1.0T GR Sport CVT menjadi yang paling laris dengan mencatatkan komposisi sebesar 43 persen. Sedangkan jenis 1.0T GR Sport CVT TSS dipesan sebanyak 40%.

Hasil itu membuat Toyota Raize model GR Sport menjadi komponen yang paling laris dengan menorehkan penjualan sebesar 83 persen.

Sementara itu, Toyota Raize tipe 1.0T G CVT dan untuk 1.0T G M/T turut menyumbangkan 11 penjualan pada tahun ini. Masing-masing mampu membukukan SPK 11 persen dan 5 persen.

Jenis mobil 1.2 G CVT dan 1.2 G M/T yang baru akan diluncurkan pada semester kedua tahun ini pun sudah laris 1 persen. Ini menunjukkan betapa besarnya antusias publik terhadap Toyota Raize.

“Kami bersyukur Toyota Raize mendapat respons positif dari customer yang terlihat dari angka SPK yang cukup baik walaupun baru diluncurkan satu pekan yang lalu.”

“Terima kasih atas atensi dan antuasiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia terhadap Toyota Raize,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor.

Sejauh ini pembeli Toyota Raize didominasi oleh penduduk Pulau Jawa. Itu terbagi menjadi tiga, yakni DKI Jakarta (24%), Jawa Barat (19%) dan Jawa Timur (11%).

Laporan : Ibi

Continue Reading
Advertisement

OTOMOTIF

Aturan Cepat Berubah, Investor Mobil Listrik Galau

Published

on

By

Mobil listrik Wuling. -foto: otomotif.bisnis.com-

Bisnis.com, JAKARTA– Sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019 tentang pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai (EV) dan turunannya, pemerintah telah bongkar pasang kebijakan beberapa kali.

Dalam waktu relatif singkat, aturan berubah cepat, membuat komitmen investasi jangka panjang gamang. Pada mulanya, aturan terkait pengembangan EV memberikan iming-iming yang menyasar pabrikan dengan investasi tertentu.

Kebijakan itu sepaket dengan ketentuan TKDN, hingga peta jalan pengembangan. Namun belakangan, terdapat beberapa kali revisi. Alhasil, insentif juga dijatah untuk importasi, khususnya mobil listrik secara utuh.

Saat ini, perbedaan insentif antara mobil listrik produksi lokal dengan impor utuh, hanya terkait tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Semula, hanya Hyundai dan Wuling yang sanggup memenuhi ketentuan pemerintah. Belakangan dengan kebijakan baru tersebut, berbagai merek mulai ikut masuk pasar, seperti BYD, VinFast, hingga Neta.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, regulasi baru mengenai mobil listrik tidak konsisten terutama untuk perusahaan yang sudah terlanjur berinvestasi besar di Indonesia.

Hal ini lantaran Perpres 79/2023 (revisi Perpres 55) beserta aturan turunannya membebaskan bea masuk, serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk impor mobil listrik baik secara CBU, CKD, maupun IKD.

“Rencana perubahan regulasi berikutnya juga membuat kami tidak nyaman,” katanya sebagaimana dilansir dari laman otomotif.bisnis.com pada Kamis, 16 Mei 2024.

Adapun, Investasi dari Hyundai untuk ekosistem mobil listrik telah mencapai US$3 miliar dengan adanya tiga pabrik yang hadir di Tanah Air.

Pertama adalah Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Cikarang yang sedang dalam proses untuk meningkatkan produksi menjadi 70.000 unit mobil listrik per tahun.

Kemudian ada HLI Green Power yang merupakan perusahaan patungan atau joint ventures antara Hyundai dengan LG Energy Solutions. Nilai investasi yang digelontorkan oleh Hyundai untuk pabrik baterai berkisar US$1,1 miliar atau setara Rp17,03 triliun (kurs jisdor Rp15.487).

Pabrik ini pun mampu memproduksi sel baterai hingga 10 GWh per tahun, dan sedang dalam proses untuk penambahan sehingga total produksinya bisa mencapai 20 GWh.

Selanjutnya, masih ada investasi US$60 juta atau setara Rp929,22 miliar dalam rangka pembangunan Hyundai Energy Indonesia (HEI) untuk manufaktur sistem baterai.

Nantinya pabrik ini mampu memproduksi 50.000 sistem baterai per tahun. “Rencana perubahan regulasi berikutnya juga membuat kami tidak nyaman,” katanya.

KEBIJAKAN MOBIL LISTRIK

Seperti merespon hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto disebut akan menggelar pertemuan dengan Chairman dari Hyundai pada pekan depan.

Sebagai informasi, merek asal Korea Selatan tersebut sempat mengutarakan keluh kesahnya akan kebijakan mobil listrik yang tidak konsisten.

Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan pemerintah sejatinya sudah memberikan banyak insentif fiskal untuk mendorong populasi dari mobil listrik di Indonesia. Mengenai protes dari Hyundai, dia mengakui belum mengetahui lebih detail.

Namun, dia memastikan Airlangga akan bertemu dengan Chairman Hyundai untuk membahas berbagai hal. “Kami dengan pak Menko [Airlangga] minggu depan akan bertemu Chairman Hyundai. Mungkin kami bisa selesaikan berbagai bahasan,” katanya di Jakarta pada Rabu, 15 Mei 2024.

Di sisi lain, Wuling Indonesia masih percaya diri akan kapasitasnya bertarung di tengah gempuran merek mobil listrik baru, seiring adanya pembebasan bea masuk, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) melalui Perpres 79/2023.

Sales & Marketing Director Wuling Motors, Dian Asmahani mengatakan perusahaan sudah menggelontorkan dana investasi lebih dari US$1 miliar atau setara Rp16,07 Triliun (kurs jisdor Rp16.070), dan membuktikan eksistensinya selama tujuh tahun di Tanah Air.

Selain itu, Wuling juga sudah memproduksi sebanyak tiga produk mobil listrik dalam wujud Air EV, Binguo EV, dan Cloud EV. Seluruh produk itu juga sudah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN minimal 40% dan mendapat potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 40%.

“Kami lebih dahulu di Indonesia, dan sudah merealisasikan investasi itu. Kami punya kekuatan yang tidak dimiliki oleh brand yang baru masuk di Indonesia,” tegasnya.

 

Sumber : otomotif.bisnis.com
Penulis : Rustam

Continue Reading

OTOMOTIF

Tahun 2023, Industri Otomotif Sumbang Rp 311 Triliun

Published

on

By

Industri otomotif mengalami pertumbuhan sangat baik di Indonesia. foto: kemenkopukm.go.id

JAKARTA, Bursabisnis.id – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki meminta pelaku industri otomotif di Indonesia agar meningkatkan kemitraan dengan UMKM untuk mewujudkan program hilirisasi industri komponen sebagai bagian dari industrialisasi sektor otomotif yang memiliki peran besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya mengajak industri otomotif untuk ikut mengembangkan UMKM otomotif melalui kemitraan agar bisa naik kelas,” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam FGD bertema Hilirisasi Industri Melalui UKM/IKM dan Koperasi Khususnya dalam Industri Komponen Otomotif R2/R3 EV sebagaimana dilansir dari laman kemenkopukm.go.id pada Sabtu, 16 Maret 2024.

Berdasarkan data BPS, di tahun 2023 industri otomotif menyumbang Rp311 triliun atau sekitar 9 persen dari total PDB Industri pengolahan non migas. Sedangkan pertumbuhan industri otomotif selama 5 tahun terakhir (2018-2023) sebesar 4,1 persen.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan tahun 2023 produksi otomotif roda 4 sebanyak 1,395 juta unit. Sedangkan ASEAN Automotive Federation (AAF) jumlah produksi sepeda motor/roda 2 sebanyak 5,2 juta unit.

MenKopUKM menegaskan bahwa kemampuan UKM industri otomotif sangat baik, dimana telah mampu memasok 65 persen komponen kendaraan dan alat berat. Oleh sebab itu keberadaan UMKM penyedia komponen otomotif ini tidak bisa dianggap enteng, terlebih saat ini sedang dibangun ekosistem kendaraan listrik (electrical vehicle/ EV).

“Tren industri EV juga memberi peluang lebih besar bagi UMKM untuk menjalin kemitraan sebagai rantai pasok bagi industri assembling kendaraan,” katanya.

Demi mendorong UMKM produsen komponen otomotif, kata MenKopUKM, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Penanaman Modal. Dalam aturan ini Industri Besar Bidang Komponen (KBLI 129300) diwajibkan bermitra dengan UKM Komponen.

Dari sisi Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), saat ini telah dibangun rumah produksi bersama (RBP) untuk mendorong pengembangan ekosistem industri otomotif yang inklusif. Dengan adanya RBP ini diharapkan ke depan dapat mendukung inovasi, desain, hingga memudahkan akses pembiayaan.

“Melalui kolaborasi, inovasi dan kemitraan yang kuat kita pastikan bahwa UMKM di Indonesia tidak hanya tumbuh dan berkembang, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” kata MenKopUKM.

Di tempat yang sama Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman menambahkan. pihaknya siap memfasilitasi pelaku industri otomotif dan UMKM penyedia komponen otomotif untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang menjadi salah satu program lintas kementerian.

Diakui bahwa permintaan terhadap produk alsintan khususnya di pedesaan cukup tinggi sehingga menjadi peluang untuk perluasan akses pasar.

“Peluang kita adalah alat pertanian, ini perlu sesegera mungkin kita diskusikan dengan Kementerian Pertanian atau Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi agar pemerintah desa bisa belanja barang tertentu ini ke UMKM,” kata Hanung.

Sementara itu dari sisi pembiayaan, Hanung berharap UMKM produsen komponen otomotif membentuk koperasi agar dapat mengakses pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM. Selain itu KemenKopUKM juga siap mengadvokasi permasalahan hukum yang saat ini sedang dialami oleh UMKM produsen knalpot yang kerap terkena razia oleh aparat kepolisian.

“Persoalan knalpot ini, rencananya pada 14 Maret 2024 akan ada diskusi dengan pihak kepolisian untuk melihat kembali ketentuan-ketentuan yang berlaku. Jadi kita bantu juga dari aspek hukum,” katanya.

President dan Chairman Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk meningkatkan produksi otomotif khusus roda 2 dan 3 berbasis EV. IOI juga berencana akan membangun ekosistem EV dari hulu ke hilir seiring dengan tren peningkatan kendaraan yang ramah lingkungan.

“Jadi kami ingin membumikan produk otomotif ini tidak hanya body dan interiornya saja tetapi bicara hingga ke baterai. Kami ingin mengembangkan usaha baru dan koperasi baru,” kata Made.

IOI juga berkomitmen untuk menggandeng UMKM produsen komponen otomotif untuk mewujudkan berbagai rencana strategis tersebut. Dia percaya bahwa UMKM Indonesia cukup mampu untuk mendukung peningkatan produksi otomotif roda 2 dan 3.

“Harapannya nanti UMKM bisa menyediakan bahan baku atau bahan setengah jadi. Saya kira ini sesuai arahan Menteri (Teten Masduki) terkait bagaimana kita bisa belajar dari China, Jepang, dan Korea dalam rantai pasok industri,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Rudolf Saut menegaskan komitmennya untuk mendukung terciptanya program hilirisasi atau industrialisasi sektor otomotif. Untuk mewujudkannya APINDO mengusulkan empat poin penting yang perlu menjadi perhatian semua pemangku kepentingan.

Pertama, pemerintah dan dunia usaha termasuk UMKM perlu membuat roadmap pengembangan industri manufaktur yang mampu memberikan nilai tambah.

Kedua program hilirisasi harus dilakukan dengan meningkatkan kemampuan pelaku industri dengan UMKM dan koperasi.

“Hilirisasi ini juga perlu memperhatikan pengembangan SDM dan teknologi yang terintegrasi dari hulu ke hilir serta perlunya peningkatan profesionalisme dalam mewujudkan industri yang berkelanjutan,” kata Rudolf.

Sumber : kemenkopukm.go.id

Penulis : Mery
Editor : Rustam

Continue Reading

OTOMOTIF

Sukses Mengaspal Di Kota Makassar, United E-Motor Kini Hadir Di Kota Kendari

Published

on

By

Kendari, Bursabisnis.id – United E-Motor kini hadir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah sukses mengaspal pertama kali di Kota Makassar pada Mei 2023.

Eksistensi United E-Motor di Kendari pun ditandai dengan Grand Opening Store United E-Motor Kendari yang berlokasi di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 191, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia.

Acara  yang diinisiasi Kalla Kars selaku authorized dealer United E-Motor ini dihadiri  Chief Finance Officer (CFO) Kalla Automotive, Transport & Logistics, Sjaiful Kasim, Chief Operation Officer (COO) Kalla Kars, Fery Irawan, dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Kendari, Alda Kesutan Lapae.

Diketahui, lokasi Store United E-Motor sangat strategis dan mudah dijangkau masyarakat karena berada di pusat Kota Kendari. Fasilitas showroom pun sudah dilengkapi dengan charging station, display area, merchandise dan waiting room.

Feri Irawan selaku Chief Operation Officer (COO) Kalla Kars mengungkapkan, selama ini Kalla Kars menjadikan Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari sebagai epicentrum pasar otomotif Kalla Kars sendiri.

“Oleh karena itu, kami memperkenalkan United E-Motor sebagai produk terbaru dari Kalla Kars yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat di segmen kendaraan listrik,” ungkapnya.

Pihaknya sangat optimis bahwa produk-produk dari United E-Motor diresponsn antusias oleh masyarakat serta unggul dari sisi pasar motor listrik di Sulawesi Tenggara.

United E-Motor diketahui memperkenalkan empat model produk unggulannya yakni B 1200, T 1800, TX 1800 dan TX 3000.

United E-Motor saat ini berada di bawah naungan PT Terang Dunia Internusa (TDI).

Sementara, Kalla Kars dipercaya sebagai Main Dealer untuk area Pulau Sulawesi, sebagian Pulau Jawa dan sebagian Pulau Kalimantan.

Salah satu keunggulan dari motor ini adalah produknya memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertinggi sebesar 57,19 persen dibanding kompetitor lain.

Khusus OTR Kota Kendari, TX 3000 dibanderol dengan harga Rp56.100.000 dan TX 1800 dibanderol dengan harga Rp39.600.000. Sementara, dua tipe lainnya, yaitu T 1800 seharga Rp35.600.000 dan B 1200 seharga Rp15.400.000. Pelanggan yang memenuhi syarat, bakal mendapatkan subsidi Rp7 juta dari pemerintah apabila melakukan pembelian motor listrik tersebut.

Setelah Makassar dan Kendari, Kalla Kars terus memperluas pasar dari United E-Motor. Dalam waktu dekat, motor listrik tersebut akan hadir di wilayah lainnya, seperti Palu, Manado, Balikpapan, Banten dan Jakarta Selatan.

 

 

Penulis: Mery Oktavia

Editor: Alivia

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.