Connect with us

UKM

Buka Usaha Tapi Lokasi Tak Strategis? Pakai Cara Ini!

Published

on

JAKARTA, BursaBisnis.id – Apa salah satu syarat utama untuk memulai bisnis kuliner? Lokasi yang strategis. Rasanya hal ini telah menjadi credo bagi semua pelaku usaha. Namun, di era serba digital seperti sekarang, syarat itu rasanya sudah tidak relevan lagi.

Kita bisa mengintip kisah Sego Sambal Cak Brewok di Makassar. Kesan pertama yang mencuat ketika mengunjungi lokasi tersebut adalah tidak strategis karena harus masuk ke Jalan Gunung Lompobattang yang lebih kecil, hingga sampai bangunan rumah toko nomor 28 dengan spanduk warna kuning bertuliskan “Sego Sambal Cak Brewok” ukuran besar.

“Memang begini, sepi. Meja-meja ini cuma antisipasi, untuk pelanggan yang datang dan ingin bersantap di sini. Selebihnya lebih banyak dari online,” ujar Cieny sang pemilik usaha sebagaimana dilansir dari laman Bisnis.com.

Kata siapa penjualan warung itu sepi sebagaimana penampakannya? Warung Sego Sambal Cak Brewok itu merupakan cabang ketiga, perluasan dari warung sebelumnya yang sudah kewalahan melayani lonjakan pembeli.

“Pertama kami buka di Jalan Tidung III, di sana itu sebenarnya rumah tinggal yang terpaksa dijadikan tempat jualan. Lama kelamaan jadi susah ditinggali karena sudah tidak muat karena penuh dengan bahan makanan dan keperluan warung. Dalam satu hari, wadah makanan bisa sampai tiga ribuan,” kisahnya.

Lokasi warung Sego Sambal Cak Brewok di Jalan Tidung III itu malah lebih unik, berbeda dibandingkan cabangnya. Di lokasi aslinya, Cieny malah tidak menyiapkan meja dan kursi. Di sana tidak melayani pembelian makan di tempat, seluruhnya hanya mengandalkan penjualan online.

Konsep penjualan seperti inilah yang kemudian dikembangkan oleh Cieny dengan warung Sego Sambal Cak Brewok. Cabang keduanya dibuka di Jalan Camba Jawayya, yang letaknya juga tidak strategis; agak jauh dari keramaian jalan utama.

“Cabang kedua ini juga rumah tinggal, bukan ruko. Lokasinya agak masuk ke dalam,” terangnya.

Kendati selalu memilih lokasi tidak strategis dan selalu mengandalkan penjualan online, jerih payah Cieny membuahkan hasil yang besar. Warung Sego Sambal Cak Brewok laris manis, bahkan ia mengatakan sekarang berniat untuk membuka dua cabang baru di lokasi berbeda.

Sekarang usaha Sego Sambal Cak Brewok yang didirikan Cieny sudah berusia 3 tahun. Selama itu pula dia telah bergabung sebagai mitra GrabFood. Kemudian sekitar 4 bulan lalu, dia meningkatkan statusnya menjadi Merchant Restoran Pilihan dan usahanya semakin melejit.

Pada bulan pertama Cieny mampu membukukan omzet besar dengan kenaikan dua kali lipat. Demikian pula di bulan kedua, hingga kemudian pada bulan keempat warung Cieny berhasil meraih predikat sebagai Restoran Pilihan. Sego Sambal Cak Brewok pun mampu menghasilkan omzet tiga kali lebih tinggi dibanding pertama kali membuka usaha.

Seiring dengan meningkatnya omzet dan permintaan, Cieny juga menambah karyawan. Sekarang usahanya telah mempekerjakan 11 karyawan. Sebelum bergabung sebagai Restoran Pilihan, dia hanya mempekerjakan 5 orang. Dia merasa senang bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain lewat usahanya.

Selain itu, Cieny juga menargetkan pembukaan dua cabang baru di kawasan timur Kota Makassar dan di Kabupaten Gowa. Kedua lokasi itu dipilih untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar yang mulai berkembang.

Jika Cieny sejak awal langsung menempatkan kepercayaan pada GrabFood, beda lagi kisah dari pengelola pusat jajanan Aiola Eatery di Surabaya yang banyak menampung pedagang kaki lima. Manajer Aiola Eatery Julyanto Adrianes menceritakan bahwa semula menghindari penjualan online.

“Selama ini yang ingin makan makanan di sini kan ya harus ke sini. Kami pantau, dengan adopsi teknologi GrabFood membantu menambahkan orang atau malah switching. Jujur kita bertahan cukup lama untuk tidak online, bahkan kepikiran untuk membuat jasa delivery sendiri. Tapi setelah dipikir lebih jauh lagi dan lebih matang, mulai banyak pelanggan yang menanyakan kok nggak ikut GrabFood? Dari situ, akhirnya kami bergabung dengan GrabFood di tahun 2016,” tuturnya.

Rupanya keputusan manajemen disambut baik oleh para PKL. Apalagi ada beberapa momen ketika orang yang datang justru lebih sedikit dibandingkan mitra pengantaran GrabFood untuk membelikan pesanan pelanggannya.

“Di bulan-bulan Oktober-November biasanya, Surabaya lagi panas-panasnya, ini ditolong banget oleh GrabFood,” ujarnya. Menurutnya, dari total pengunjung yang datang ke Aiola Eatery, sebanyak 20 persennya merupakan mitra pengemudi GrabFood.

Dengan bergabungnya Aiola Eatery menjadi mitra GrabFood ini, Adri berharap, ke depan Aiola masih akan terus berkembang dengan konsep yang sama. Pasalnya, selain bisa membuka lapangan pekerjaan Aiola juga ingin mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin makan nikmat dengan tetap hemat. “Ingin mempertahankan itu. Meskipun harga sekarang dan dulu jelas berbeda dari segi bahannya, jadi mau tidak mau menyesuaikan,” pungkasnya.

Cieny dan para pedagang di Aiola Eatery merupakan bagian dari jutaan wirausahawan mikro yang diberdayakan oleh teknologi Grab. Saat ini, Grab menyediakan layanan dari Sabang hingga Merauke di Indonesia.

Mereka sudah menunjukkan bukti bahwa lokasi tak strategis bukan merupakan suatu hambatan utnuk mendulang cuan. Semua itu berkat teknologi Grab yang memberikan ruang bagi pelaku usaha UMKM untuk terus eksis menyapa konsumen agar bisa naik kelas.

Laporan : Rustam

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UKM

Kopling Kendari, Brand Lokal yang Menginspirasi Anak Muda

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Brand lokal lebih baik, merupakan kalimat yang tepat untuk menggambarkan situasi masyarakat khususnya kalangan muda dan milenial sebagai penikmat hingga menjadi pelaku usaha dengan menciptakan produk dan merek sendiri.

Di masa pandemi Covid-19, para pelaku UMKM terus berupaya untuk tetap survive dalam menjalankan usahanya, dengan tetap menjaga optimisme berusaha.

Di Sultra, terdapat salah satu UMKM brand lokal yang menginspirasi anak muda, bagaimana tetap optimis menjalani usaha, ditengah wabah yang melanda dan memberikan dampak di berbagai sektor, khususnya dari aspek perekonomian.

Brand UMKM lokal tersebut diberi nama Street Kopling Kendari. Sebuah usaha kopi yang awalnya dijual keliling menggunakan motor klasik. Kini, usaha yang dikelola oleh Rahman ini tak lagi berkeliling, karena telah diberikan kesempatan untuk menjajakan racikan kopi yang banyak diminati berbagai kalangan itu di salah satu sudut DPRD Provinsi Sultra.

Street Kopling Kendari, brand UMKM Lokal yang banyak menginspirasi anak muda. Foto: Istimewa.

Berkat kerja keras, Rahman kini berhasil membangun usaha kopinya dan membuka lapangan kerja. Selain di DPRD Provinsi, Street Kopling Kendari juga bisa dijumpai di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra. Di tempat ini, pelayanan mulai dibuka pada pukul 18.00 Wita hingga 00.00 Wita.

Tak hanya itu, Kopling Kendari juga kerap dipanggil pada beberapa event dan rapat di instansi Pemprov Sultra, Pemkot Kendari dan swasta.

“Alhamdulillah usaha ini sudah hampir tiga tahun. Seminggu lagi sudah 3 tahun. Kalau di ingat-ingat pada awal-awal memulainya, banyak sekali suka dukanya ,namanaya juga jualan keliling yang tempatnya tidak menetap, mulai dari hujan, panas, motar mogok dan larangan menjual dari aparat Polisi Pamong Praja,” ungkapnya kepada awak media ini, saat ditemui di DPRD Provinsi Sultra, Kamis (21/1/2021).

Kendati banyak menemukan kendala dalam membangun usahanya itu, ayah satu anak ini mengaku tidak menurunkan niatnya dalam berusaha. Selain itu, Rahman juga menyebutkan, bahwa kebanyakan pelanggan dan mantan karyawannya sudah banyak yang mulai membuka usaha seperti dirinya, bahkan tidak sedikit juga yang meniru jenis dan model usahanya itu, tapi Ia merasa bangga, karena hal itu menunjukan bahwa ide yang digagasnya itu telah memberikan inspirasi untuk ank muda, khususnya di Kota Kendari.

“Apalagi disituasi pandemi seperti sekarang,” katanya.

CEO Kopling Kendari, Rahman. Foto : Ist.

Lebih lanjut, alumni Universitas Halu Oleo (UHO) ini juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Sekwan Provinsi Sultra, yang telah memberikan kesempatan dan ruang kepada dirinya untuk berjualan di taman Kantor DPRD Provinsi Sultra.

Aktivis Brand Lokal  Indonesia, Arto Biantoro mengapresiasi konsep usaha Kopling Kendari. Menurutnya, Kopling Kendari merupakan konsep yang konsisten dan luar biasa serta maju dalam membangun sektor UMKM.

“Terus semangat dan terus memberi dampak bagi sesama,” ujarnya, sembari menyampaikan ucapan ulang tahun ke-3 untuk Kopling Kendari.

Liputan: Ikas

Continue Reading

UKM

Kembangkan UMKM, Anton Timbang Dukung Himapindo Cetak Pengusaha Muda

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Pengembangan UMKM merupakan salah satu program yang dicanangkan Anton Timbang sebagai Ketum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra.

Untuk itu, Anton Timbang mendukung penuh pengembangan usaha para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda (Himapindo) Sultra.

“Saya akan terus support habis-habisan, karena ini adalah salah satu agenda saya untuk membantu dan membina, agar terlahir pengusaha-pengusaha muda di daerah,” kata Anton Timbang, Sabtu (15/1/2020).

Untuk meningkatkan pengembangan UMKM, Anton Timbang akan mengkordinasikan pada pihak perbankan dan pemerintah daerah, agar mengalokasikan anggaran yang besar guna mendorong pengembangan seluruh UMKM yang ada di Sultra.

Menurutnya, keberadaan para pengusaha muda yang tergabung dalam Himapindo sejalan dengan program pengembangan UMKM Kadin Sultra dibawah kepemimpinannya lima tahun mendatang.

“Luar biasa. Dengan terbentuknya Himapindo, bisa membuat adik-adik (pengurus) mandiri dan menjadi pengusaha sebelum menjadi sarjana. Saya kira ini juga yang menjadi harapan pemerintah daerah,” ujar AT.

Lebih lanjut, dia juga berharap agar Himapindo menyusun komposisi dan merekrut yang sudah mempunyai basis usaha, serta mengakomodir keterwakilan 17 kabupaten/kota se-Sultra.

“Sehingga, Himapindo ini benar-benar mengakar di Sultra, dan kedepannya bisa melahirkan pengusaha muda yang kompetitif,” kata Dewan Pembina Himapindo ini.

Menurut AT, modal usaha yang selama ini kerap jadi momok bagi para pelaku usaha dalam memulai usahanya, bukanlah sesuatu hal yang kemudian menghalangi untuk berusaha.

Yang terpenting, lanjutnya, niat dan keberanian untuk memulai usaha yang diinginkan. Kemudian bisa dielaborasi dengan jejaring.

 

Liputan : Ikas

Continue Reading

KOMUNITAS

RAG : Himapindo Sultra Harus Bisa Ciptakan Ruang Ekonomi Kreatif

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Ketua Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta (HIPWI) FKPPI Sultra, Rusmin Abdul Gani (RAG) berharap kepada pengurus Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo) Sultra yang baru saja dilantik, agar dapat melahirkan pengusaha-pengusaha baru asal bumi anoa, yang nantinya juga dapat bersaing dengan pengusaha nasional lainnya.

“Pelantikan Himapindo Sultra ini merupakan ajang untuk membangun kebersamaan bagi para pengusaha sebagai cita-cita dan tujuan hidup. Saya juga harapkan pengurus yang baru dilantik dapat menciptakan peluang usaha yang lebih kreatif, sehingga dapat menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Dewan Pembina Himapindo Sultra ini, Sabtu (16/1/2020).

Pria yang akrab disapa Oging itu mengaku optimis pengusaha-pengusaha muda yang memiliki jiwa enterpreuneur baru akan muncul. Mengingat kesempatan terbuka sangat luas. Apalagi, pemerintah selalu memberikan dorongan serta budaya yang kuat.

“Saya optimis kepengurusan ini dapat membangkitkan ekonomi daerah yang lebih inovatif dan mampu bersaing di skala nasional,” yakinnya.

Menurut mantan General Manager PT. VDNI ini, dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, peran Himapindo sangatlah penting dalam memberikan edukasi kepada para pemuda untuk berwiraswasta khususnya dalam menggali potensi lokal.

 

 

Liputan : Ikas

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.