Connect with us

Wisata

Dilarang Mudik, Masyarakat Tak Dibolehkan Wisata Luar Kota

Published

on

JAKARTA, Bursabisnis.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan masyarakat tidak diperbolehkan untuk melakukan perjalanan ke tempat wisata di luar kota selama larangan mudik diberlakukan.

Hal itu dinyatakannya dalam Program Mata Najwa yang disiarkan Trans 7, Rabu (14/4) malam. Awalnya, presenter acara, Najwa Shihab meminta kejelasan dari Sandiaga ihwal pembukaan tempat wisata. Menurut Najwa, ada anggapan di masyarakat bahwa mereka bisa melakukan perjalanan ke tempat wisata di luar kota selama larangan mudik diberlakukan.

“Hanya minta kejelasan, karena sekarang banyak, ‘Oh, saya enggak mau mudik kok, cuma mau ke Borobudur, kebetulan di Borobudur belakangnya rumah saya’, kesannya sekarang ada pengertian yang mungkin harus diluruskan, tetap tidak boleh keluar kota untuk berwisata, begitu?” tanya Najwa.

“Betul, jadi interpretasi seperti itu tentunya menurut saya adalah satu interpretasi yang tidak diperbolehkan, yang diperbolehkan adalah berkegiatan dalam lingkup PPKM Skala Mikro, jadi cukup jelas tentunya,” kata Sandiaga sebagaimana dilansir dari laman CNNIndonesia.com.

Sandiaga menyebut, Kemenparekraf terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan pengelola destinasi wisata untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Selain protokol kesehatan, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga mengatakan pihaknya tengah mendorong vaksinasi Covid-19 kepada para pekerja bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita tidak ingin tidak ambil langkah antisipatif, saat masyarakat tidak boleh mudik, mereka akan bermobilitas dan salah satu tujuan mereka adalah destinasi wisata, oleh karena itu, kita harus pastikan protokol kesehatan,” kata dia

Dalam pelaksanaannya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga melarang total operasi moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada tanggal tersebut.

Namun di sisi lain, Sandiaga pada awal April lalu telah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy untuk membahas persiapan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama menghadapi momentum libur Lebaran.

“Kami berkoordinasi berkenaan dengan topik-topik terkini, salah satunya mengenai mudik dan kami secara tegas menyampaikan dan memberikan pesan kepada masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif bahwa kami siap untuk mendukung keputusan pemerintah. Sekarang kami menyiapkan opsi-opsi staycation, opsi-opsi pariwisata dalam bingkai PPKM skala mikro,” kata Sandiaga saat itu.

Laporan : Rus

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HOTEL

Ragam Menu Nusantara Disajikan di Teras Ramadhan Claro Kendari

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Hotel Claro Kendari kembali menghadirkan “Teras Ramadhan” tahun ini, yang akan di laksanakan di Skypool lantai 2 Claro Kendari, dengan mengusung tema “All You Can Eat”.

“Teras Ramadhan hadir kembali tahun ini untuk anda, cuma Rp125.000 per orang, bisa makan banyak sepuasnya,” ujar Public Relation (PR) Executive Hotel Claro Kendari, Wiwi, Rabu (14/4/2021)

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, pihaknya menyediakan beragam menu berbuka puasa khas nusantara, mulai dari hidangan khas Jawa Tengah, Sumatra, Manado, Betawi, Makassar, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Sulawesi Tenggara dan aneka selera nusantara lainnya.

Selain itu, kata Wiwi, pihaknya juga menyediakan Japan dan Korean Food. Ada pula neka girengan, takjil, dan es duk-duk.

“Tentunya dengan kualitas rasa dan pelayanan yang tidak usah diragukan lagi” kata Wiwi. Selaku Public Relation Executive dalam release yang kami terima pada 14/4/2021

Wiwi menambahkan, bagi yang ingin menikmati sajian makanan tersebut, pengunjung dapat membeli voucher di resepsionis.

“Ada promo mulai 1-13 April, yakni hanya membayar Rp 110 ribu. Hemat banget kan. Jadi tunggu apa lagi, buruan dapatkan vouchernya dan dapatkan penawaran istimewanya,” tambahnya.

Liputan: Ikas

Continue Reading

INDUSTRI

Konsumsi Semen di Pulau Sulawesi Mengalami Pertumbuhan

Published

on

By

JAKARTA, Bursabisnis.id – Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat setidaknya ada dua hal yang mendorong pertumbuhan produksi semen nasional berakselerasi pada akhir kuartal I/2021. Kedua faktor tersebut adalah kegiatan infrastruktur yang mulai bergerak dan akselerasi ekspor semen.

ASI mendata ekspor semen per Maret 2021 mencapai 1,28 juta ton atau tumbuh 120 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dari realisasi Februari 2021 yakni sekitar 1,1 juta ton.

“Diharapkan volume ekspor semen ini bisa dipertahankan di atas 1 juta setiap bulannya. Sudah terbukti realisasi total ekspor kuartal I/2021 sebesar 3,3 juta ton atau naik 130 persen secara tahunan,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (13/4/2021).

Sementara itu, Widodo mencatat konsumsi semen di hampir seluruh wilayah tumbuh dua digit. Adapun, pertumbuhan konsumsi semen yang masih negatif berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, atau minus 2,1 persen menjadi sekitar 289.000 ton.

Pertumbuhan terbesar terjadi di Pulau Sulawesi atau sebesar 14,8 persen secara tahunan menjadi sekitar 515.000 ton. Adapun, pertumbuhan sebesar 14 persen terjadi di Pulau Kalimantan dan wilayah Maluku dan Papua.

Walakin, volume konsumsi terbesar masih terpusat di Sumatra dan Jawa yang mencapai 54,16 persen konsumsi semen nasional.

Adapun, konsumsi semen di Jawa naik 11,4 persen menjadi 2,82 juta ton, sedangkan di Sumatra tumbuh 13,1 persen menjadi 1,79 juta ton. Alhasil, konsumsi semen nasional per Maret 2021 mencapai 5,33 juta ton atau tumbuh 11,4 persen secara tahunan. Adapun, produksi semen pada akhir kuartal I/2021 tumbuh 23 persen menjadi 6,62 juta ton.

Kinerja positif tersebut membuat konsumsi semen nasional pada kuartal I/2021 tumbuh 2,2 persen menjadi 14,87 juta ton. Dengan demikian, produksi semen nasional selama 3 bulan pertama 2021 tumbuh 14,1 persen menjadi 18,19 persen. “Semoga perkembangan positif ini bisa berlanjut sampai dengan akhir 2021 sehingga utilisasi industri semen tidak terpuruk seperti 2020,” katanya.

Laporan : Rus

Continue Reading

Wisata

Hugua Apresiasi “Kegilaan” Gubernur Sultra Bangun Jalan Kendari-Toronipa

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sultra, Hugua menyebut Toronipa sebagai kawasan kelas dunia.

“Toronipa merupakan kawasan kelas dunia. Iya ya yah, mesti merupakan kawasan kelas dunia” ujar Hugua saat diwawancarai pada acara Silaturrahim Keluarga Wakatobi di Kawasan Wisata Toronipa, Sabtu (13/3/2021).

Lebih lanjut, anggota Komisi II DPR RI ini mengapresiasi “kegilaan” Gubernur Ali Mazi membangun Jalan Poros Kota Kendari – Toronipa yang menelan dana satu triliunan rupiah.

“Iya, gubernur itu mesti gila. Gila membangun dengan ciri khas, dengan visi tertentu yang dapat menghentakan Indonesia dan menggetarkan dunia,” ujar mantan Bupati Wakatobi dua periode ini.

Jalan Kendari-Toronipa yang menelan anggaran Rp1 triliun. Foto: Ikas/bursabisnis.id.

Menurut Hugua, jika terobosanya biasa-biasa saja, maka sama seperti menjalani rutinitas biasa saja.

“Jika demikian (terobosan biasa saja), maka semua orang bisa jadi gubernur dong,” kata Ketua PHRI Sultra ini, sambil mengeluarkan senyum khasnya.

Hugua mengaku banyak berdiskusi dengan Ali Mazi soal konsep Toronipa sebagai kawasan Meeting , Incentive, Convention and Exhebition (MICE) .

“Jadi, ke depan Toronipa akan menjadi tempat pertemuan dan pameran kelas dunia,” imbuhnya.

Di sana (Toronipa), lanjut Hugua, akan dibangun Convention Center kelas dunia yang dapat menampung ribun orang dilengkapi dengan puluhan aula rapat paralel, untuk mengakomodir rapat-rapat terpisah.

 

Hugua menambahkan, apabila setiap bulan bisa diadakan rapat atau pameran kelas dunia yang dapat menghadirkan Sekjen PBB atau pejabat setingkatnya, maka diperkirakan dapat diikuti oleh sekurang-kurangnya 5.000 orang per event, dan selanjutnya mengunjungi kawasan-kawasan wisata di kabupaten/kota se-Sultra.

Sehingga bisa diestimasikan, jika pengeluaran setiap orang rata-rata Rp2 juta perhari dengan masa tinggal tiga hari, maka jumlah devisa yang didapatkan mencapai Rp3 miliar per event, dan satu tahun perkiraan devisa mencapai Rp3,6 triliun.

“Bayangkan jika ini terjadi, maka dana sebesar itu akan meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, pelayan jasa di kawasan obyek wisata, warungan, toko, jasa transportasi, industri kreatif, hiburan, kerajinan, hotel, restoran dan memicu pertumbuhan semua sendi kehidupan ekonomi lainnya,” papar Hugua.

“Jadi kedepan kita masih butuhkan lompatan- lompatan pemikiran mendunia dari Pak Gubernur dan Pak Wali Kota Kendari, sehingga Kendari dan Sultra ini semakin keren di mata Indonesia dan dunia,” tutupnya.

 

Reporter: Ikas

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.