Connect with us

Ekonomi Makro

Diplomasi Strategis Indonesia di Tengah Persaingan Geopolitik Global

Published

on

Presiden Prabowo Subianto komunikasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. -foto:dok.indonesia.go.id-

JAKARTA, Bursabisnis.id – Di tengah ketegangan global akibat tarif tinggi, perang dagang, dan perubahan aliansi internasional, Indonesia mampu memainkan peran sebagai negara dengan visi strategis dan pendekatan dialogis.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja menuntaskan rangkaian kunjungan luar negeri selama 16 hari yang sarat muatan diplomatik dan ekonomi strategis. Kunjungan itu tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan geopolitik global, tetapi juga menunjukkan arah kebijakan luar negeri yang aktif, adaptif, dan berorientasi hasil.

Di tengah bayang-bayang proteksionisme yang kembali mencuat dari Amerika Serikat, diplomasi Prabowo terbukti mampu menjembatani berbagai kepentingan nasional melalui negosiasi langsung, kesepakatan strategis, dan perluasan kerja sama.

Salah satu momen krusial terjadi pada 15 Juli 2025, ketika Presiden Prabowo tengah berada di Minsk, Belarus. Dari kamar penginapannya, ia melakukan pembicaraan langsung melalui sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pembicaraan selama 17 menit itu menjadi titik balik penting dalam hubungan perdagangan kedua negara. Dalam suasana hangat namun serius, kedua pemimpin membahas kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan AS terhadap sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia.

Hasilnya, tarif impor AS yang semula mencapai 32 persen berhasil ditekan menjadi 19 persen. Penurunan itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban tarif terendah di kawasan Asia, bahkan lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam (20 persen), Malaysia (25 persen), hingga Myanmar (40 persen).

Menurut Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, keberhasilan itu tidak lepas dari peran langsung Presiden Prabowo dalam proses negosiasi, yang menunjukkan pendekatan diplomasi personal dan tegas.

Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia juga menyepakati pembelian sejumlah komoditas strategis dari AS, antara lain energi senilai USD15 miliar, produk pertanian sebesar USD4,5 miliar, dan 50 unit pesawat Boeing. Diplomasi timbal balik itu menggambarkan posisi tawar Indonesia yang semakin kuat.

“Setelah berbagai upaya negosiasi dilakukan oleh pemerintah Indonesia, Presiden Prabowo sendiri secara langsung melakukan negosiasi penurunan tarif dengan Presiden Donald Trump yang adalah seorang negosiator tangguh. Kepala Negara pun terus berunding hingga tercapai titik temu untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia,” imbuh Seskab Teddy.

Namun demikian, Indonesia tetap menjaga prinsip selektivitas dalam membuka pasar domestiknya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa dari total 11.552 pos tarif, hanya sekitar 99 persen produk AS yang mendapat fasilitas bebas bea masuk. Produk-produk sensitif seperti minuman beralkohol dan daging babi tetap dikenai tarif dan pembatasan impor sebagai bentuk penjagaan nilai-nilai dan kepentingan nasional.

Terobosan Diplomasi Ekonomi: Arab Saudi dan Timur Tengah

Kunjungan luar negeri Presiden Prabowo diawali dengan lawatan ke Arab Saudi. Dalam pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman, kedua negara menyepakati penguatan kerja sama strategis di bidang energi bersih, petrokimia, dan bahan bakar aviasi. Komitmen investasi Arab Saudi ke Indonesia mencapai USD27 miliar, menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Selain kerja sama ekonomi, Presiden Prabowo juga mengusulkan pembangunan perkampungan haji permanen untuk jemaah asal Indonesia di Makkah. Inisiatif itu disambut positif oleh pemerintah Saudi, meskipun masih memerlukan pembahasan teknis lanjutan. Usulan ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kenyamanan dan efisiensi layanan ibadah jemaah haji.

Presiden juga menekankan pentingnya mempererat hubungan dengan negara-negara sahabat di Timur Tengah. Sinergi dengan Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Yordania terus diperkuat, khususnya dalam bidang perdagangan, pendidikan, dan keamanan regional.

Diterima sebagai Anggota BRICS dan Percepatan Diplomasi Selatan-Selatan

Langkah strategis berikutnya terjadi di Rio de Janeiro, Brasil, saat Indonesia secara resmi diterima sebagai anggota penuh dalam blok ekonomi BRICS. Keikutsertaan itu menandai penyeimbangan kebijakan luar negeri Indonesia, tidak hanya mengandalkan mitra-mitra tradisional Barat, tetapi juga memperluas kerja sama dengan kekuatan ekonomi baru.

Presiden Prabowo kemudian melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasilia dan bertemu dengan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Keduanya sepakat untuk meningkatkan perdagangan bilateral, memanfaatkan kesamaan sebagai negara tropis dengan potensi alam besar. Fokus kerja sama diarahkan pada kehutanan, pangan, dan energi berkelanjutan.

“Brasil dan Indonesia sama-sama paru-paru dunia. Tapi volume dagang kita masih kecil. Ini harus kita ubah,” ujar Presiden Prabowo.

Kesepakatan CEPA dengan Uni Eropa

Di Brussel, Belgia, setelah lebih dari satu dekade perundingan, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Perjanjian itu menghapuskan tarif perdagangan secara timbal balik dan memperkuat integrasi ekonomi antara Indonesia dengan 27 negara anggota Uni Eropa.

“Ini simbiosis. Mereka punya teknologi dan modal, kita punya sumber daya dan pasar. CEPA memperkuat fondasi transformasi industri kita,” ungkap Presiden Prabowo.

CEPA memberikan akses lebih besar bagi produk Indonesia masuk ke pasar Eropa dengan tarif 0 persen, termasuk produk tekstil, elektronik, furnitur, dan produk pertanian. Di sisi lain, Indonesia juga diuntungkan dari masuknya investasi teknologi tinggi dan pendanaan hijau dari Eropa.

Misi Simbolik dan Strategis di Prancis dan Belarus

Kunjungan Presiden ke Prancis juga mencerminkan peningkatan status diplomatik Indonesia di mata dunia. Dalam perayaan Hari Nasional Prancis (Bastille Day), kontingen TNI memimpin parade militer di Champs-Élysées, sebuah kehormatan yang belum pernah diberikan kepada negara Asia manapun sebelumnya.

Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron, membahas kerja sama keamanan, pertahanan, serta teknologi digital dan energi terbarukan.

Rangkaian kunjungan ditutup di Minsk, Belarus, di mana Presiden Prabowo bertemu Presiden Aleksandr Lukashenko. Pertemuan itu memperluas spektrum diplomasi Indonesia ke kawasan Eropa Timur dan Eurasia, sebagai langkah diversifikasi geopolitik.

Menurut data BPS dan Kementerian Perdagangan, ekspor Indonesia ke AS tumbuh 15 persen pada kuartal I 2025, sementara ekspor ke Tiongkok, India, ASEAN, dan Uni Eropa juga menunjukkan tren meningkat. Tiga besar tujuan ekspor Indonesia saat ini adalah Tiongkok (22,87 persen), AS (11,42 persen), dan India (6,87 persen). Sementara kawasan ASEAN dan Uni Eropa masing-masing menyumbang 20,25 persen dan 7,32 persen.

Sebagai bentuk ketahanan ekonomi, pemerintah terus mendorong perluasan pasar ekspor ke Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Komoditas seperti nikel, minyak sawit, tekstil, makanan olahan, dan produk logam kini dipromosikan lebih intensif di kawasan non-tradisional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa strategi diversifikasi ini dikawal dengan promosi dagang aktif, percepatan perundingan FTA dan CEPA baru, serta insentif untuk pelaku industri ekspor.

Seluruh rangkaian diplomasi Presiden Prabowo menunjukkan pergeseran besar dalam orientasi kebijakan luar negeri Indonesia: dari posisi reaktif menjadi proaktif, dari diplomasi simbolik menjadi diplomasi yang berdampak langsung.

Di tengah ketegangan global akibat tarif tinggi, perang dagang, dan perubahan aliansi internasional, Indonesia mampu memainkan peran sebagai negara dengan visi strategis dan pendekatan dialogis. Lewat diplomasi yang tegas, terbuka, dan berbasis kepentingan nasional, Indonesia meneguhkan posisinya sebagai kekuatan menengah baru yang diperhitungkan di panggung global.

Indonesia kini tidak hanya hadir dalam forum internasional. Indonesia membentuk ulang lanskap diplomasi dunia.

Sumber : indonesia.go.id

Laporan : Tam

Continue Reading

Ekonomi Makro

Forum Ekonomi Regional Soroti Tata Kelola Sumber Daya Alam Sultra

Published

on

By

KENDARI, Bursabisnis. Id – Forum Ekonomi Regional (FER) Sulawesi Kendari 2026 mendorong pentingnya pergeseran paradigma pengelolaan sumber daya alam (SDA) berbasis ekoteologi, guna mencegah eksplorasi pertambangan melampaui daya dukung lingkungan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Dorongan tersebut menjadi benang merah dalam rangkaian dialog yang diselenggarakan oleh Kabar Grup Indonesia (KGI) bekerja sama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tenggara di Amphitheater Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari, Sulawesi Tenggara pada Rabu, 26 Agustus 2026.

CEO KGI, Upi Asmaradhana, dalam pidato sambutannya (welcome remarks) menegaskan bahwa forum ini dibentuk sebagai ruang gagasan untuk melahirkan rekomendasi konkret terkait tata kelola industri yang seimbang. 

“Forum ekonomi regional ini adalah sebuah gagasan yang kita bentuk untuk memberi sumbangsih pemikiran buat seluruh stakeholder, yang kemudian kita maksimalkan agar menghasilkan rekomendasi-rekomendasi,” ujar Upi. 

Ia menambahkan bahwa tema ekoteologi diangkat untuk memastikan pengembangan industri tetap menjaga kelestarian alam. 

CEO KGI Upi Asmaradhana

“Bagaimana pengembangan ekoteologi itu, bagaimana pembangunan industri itu tidak mengeksploitasi, tetapi mengeksplorasi,” tegasnya. 

Upi menguraikan bahwa rekomendasi forum ini akan diserahkan ke Kementerian ESDM dan Kementerian Agama, sekaligus mendorong UIN Kendari menjadi pusat studi ekoteologi. 

“Sehingga kemudian gagasan lahirnya konsep ekoteologi itu kemungkinan besar akan ada pusat studinya, kalau bukan di UIN Kendari, di IAIN Pontianak, Kalimantan Barat. Nanti tim perumus dari pakar Forum Ekonomi Regional itu menjatuhkan pilihannya ke Kendari,” tutur Upi.

*Penguatan Paradigma Ekoteologi Memperjelas Transparansi Fiskal Daerah*

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, saat memberikan sambutan pembukaan resmi menguraikan bahwa ekoteologi menggabungkan nilai kesadaran spiritual (spiritual science) dan fisika kuantum untuk menjaga keseimbangan alam. 

“Kenapa ini sangat istimewa? Karena kita bicara ekoteologi. Kita tidak hanya bicara ekosistem, kita bicara Tuhan, kita bicara masyarakat (people), dan kita bicara lingkungan. Spiritual science dan science itu dua hal yang tidak pernah berpisah,” ungkap Hugua. 

Mantan penggiat lingkungan ini memperingatkan pengusaha tambang mengenai hukum alam (law of attraction). 

“Kalau anda merusak alam semesta, alam semesta akan kembali membalas. Law of attraction, hukum alam semesta,” tegasnya. 

Hugua membeberkan bahwa sektor pertanian menyumbang 23 persen PDRB Sultra, disusul pertambangan 20 persen dan perdagangan 15–18 persen. 

“Artinya apa? Kalau mau menjaga ekosistem Sulawesi Tenggara, bukan tambang. Kalau mau menjaga ekoteologi Sulawesi Tenggara adalah sektor pertanian dan perdagangan. Itu fakta hukum dan fakta ekonomi,” pangkas Hugua. 

Ia juga menyoroti ketimpangan fiskal di mana kontribusi tambang Sultra mencapai Rp188 triliun untuk negara, namun dana transfer daerah yang kembali hanya Rp207 miliar. 

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan persepsi data pertambangan tersebut.

Dadan menjelaskan bahwa angka Rp188 triliun merupakan nilai ekonomi total pertambangan, bukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) minerba yang disetor ke pusat. 

“Supaya clear nih angka Rp180 triliun tadi dengan angka yang ada di kami. Kontribusi penerimaan negara dari mineral dan batu bara secara nasional tahun lalu adalah Rp130 triliun. Jadi asumsi saya, angka Rp180 triliun yang dimaksud adalah nilai ekonominya, bukan kontribusi penerimaan negara yang disetorkan ke pemerintah pusat,” jelas Dadan.

Dadan menerangkan bahwa dari total PNBP minerba, sebesar 80 persen dikembalikan ke daerah melalui skema Dana Bagi Hasil (DBH) dalam APBN, sedangkan pusat hanya mengambil 20 persen. 

“Dana bagi hasil yang diambil pusat itu hanya 20 persen, sementara 80 persennya itu kembali ke daerah. Kalau dihitung di bagian provinsi memang tidak besar. Tapi kalau dihitung di bagian kabupaten yang ada tambangnya, itu besar,” terangnya.

*Hilirisasi Nikel Mendorong Alokasi DBH dan Pemberdayaan UMKM*

Pada sesi Panel Diskusi 1, para narasumber membedah penguatan fondasi kebijakan lokal, hilirisasi, dan porsi DBH. Pakar Ekonomi Abdul Rahman Farisi menyoroti perlunya pembagian manfaat yang proporsional bagi daerah penghasil. 

“Mustahil bagi kita hanya melihat debu atau merasakan dampaknya tanpa sharing dari DBH yang lebih besar bagi pemerintah dan kabupaten/kota Sulawesi Tenggara di wilayah pertambangan,” kata Abdul Rahman.

Ia mengusulkan agar 30 persen alokasi DBH dimanfaatkan untuk pengembangan sumber daya manusia.

“Jika perlu kita perda 30 persen dari DBH harus dialokasikan untuk beasiswa pendidikan,” usulnya. Ia menekankan agar keberadaan industri nikel memberi ruang bagi UMKM lokal. 

“Jika kedua hal ini dilakukan, maka kita berubah dari hanya penonton menjadi penerima manfaat,” ujar Abdul Rahman.

Pada sesi tanya jawab Panel Diskusi 1, peserta dan penanggap membahas mekanisme pengawasan alokasi DBH serta kesiapan pelaku UMKM dan media lokal dalam mengawal transparansi industri pertambangan di Sulawesi Tenggara.

Tantangan Investasi Daerah Menyingkap Potensi Pesisir dan Hak Ekologis

Sesi Panel Diskusi 2 memperluas pembahasan pada dimensi sosiologis, regulasi, serta tantangan investasi di daerah.

Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, membongkar hambatan investasi dan lambannya hilirisasi di wilayahnya meski memiliki potensi perikanan serta deposit aspal seluas 5.000 hektar di Kecamatan Sampolawa. 

“Di Buton Selatan, wilayah ini sangat kaya. Kaya di laut, kaya di darat, dan kaya di dalam tanah,” ungkap Adios.
Adios mengungkapkan fakta memprihatinkan saat musim panen ikan akibat minimnya fasilitas pendingin.

“Ketika musim ikan, hasil tangkapan di Kabupaten Buton Selatan ini bahkan tidak bisa ditampung lagi di Baubau. Para nelayan sampai menimbun atau mengubur ikan-ikan itu. Ini bagian dari fakta yang ada,” bebernya. 

Ia juga mengkritik rumitnya prosedur investasi serta mandeknya penyerapan aspal Buton di tingkat nasional.

“Saya pernah mengajak Ketua Kadin Kota Kendari untuk berinvestasi di Buton Selatan, tapi rupanya memang investasi hari ini agak merepotkan,” akunya. 

Adios menegaskan bahwa pengelolaan SDA Buton Selatan harus memegang teguh kearifan lokal. “Nilai ekoteologi dan ketuhanan inilah yang menjadi benteng kita menjaga alam,” tegasnya.

Pada sesi tanya jawab Panel Diskusi 2, para peserta menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat pesisir dalam penyusunan dokumen lingkungan serta perlindungan hak-hak ekologis warga dari dampak ekspansi industri.

Forum Ekonomi Regional yang diinisiasi oleh Kabar Grup Indonesia (KGI) merupakan ruang dialog strategis yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, regulator, akademisi, pelaku usaha, serta industri keuangan untuk merumuskan langkah konkret pengembangan ekosistem ekonomi di daerah .

Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan Forum Ekonomi Regional sebelumnya di Jakarta, (26 Februari 2025), Makassar (21 November 2025), Pontianak (30 Oktober 2025), Palembang (20 April 2026), Yogyakarta (4 Juni 2026) dan Sumedang (23 Juni 2026).

Rangkaian FER Sulawesi Kendari 2026 yang disokong oleh berbagai pihak seperti Bank Indonesia (BI), Athaya, PT Trio Kencana, Kaukus Timur Indonesia, serta BPD HIPMI Sultra ini ditutup dengan penyusunan rumusan rekomendasi.
 
Seluruh materi dan publikasi kegiatan turut dikawal oleh puluhan media partner, antara lain Bursabisnis. Id, KabarIndonesia, KabarBursa, Kabar Makassar, MCNnewsultra.id, Sultranesia, Lajur.co, Zonasultra.id, Panjikendari.com, Detiksultra, Sultraline.id, Kendarinesia, Lenterasultra.com, Tegas.co, Teramedia.id, Inilahsultra.com, Kendari Merdeka, Kilas Sultra, Bumisultra.com, Sultrakini.com, Bentaratimur.com, Sultratop.com, serta Serambi Muslim.

Laporan : Tam

Continue Reading

Perbankan

BRI Kendari By Pass Gelar Upacara HUT RI ke-81: Perkuat Semangat Persatuan Berkontribusi Untuk Negeri

Published

on

By

Kendari, Bursabisnis.id-BRI Kantor Cabang Kendari By Pass menggelar upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin, 17 Agustus 2026. Mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh Insan BRILiaN untuk terus memperkuat kebersamaan, bekerja dengan integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.

Peringatan kemerdekaan tahun ini berlangsung di tengah duka akibat gempa bumi 7,7 SR di NTT. Dalam amanat yang dibacakan Dennis Tubalawony selaku perwakilan Pemimpin Cabang BRI Kendari By Pass, Irsan Junud, keluarga besar BRI berbelasungkawa atas musibah ini. Empati yang dalam disampaikan kepada para korban atau penyintas bencana, tak terkecuali Insan BRILiaN yang terdampak.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga tercermin melalui kepedulian dan kebersamaan, terutama dalam memberikan dukungan kepada sesama ketika menghadapi musibah.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Dennis Tubalawony selaku perwakilan Pemimpin Cabang BRI Kendari By Pass, Irsan Junud, bahwa makna 81 tahun setelah proklamasi kemerdekaan, perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata unuk masyarakat.

“Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan, tugas kita bukan lagi memproklamasikan kemerdekaan. Tugas kita adalah memastikan kemerdekaan itu benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Dennis, Tubalawony, menyampaikan amanat Irsan Junud.

Menurutnya, semangat persatuan menjadi fondasi penting dalam mengisi kemerdekaan. Bagi Insan BRILiaN, semangat tersebut diwujudkan melalui kerja sama, integritas, kepedulian, dan komitmen untuk memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Kemerdekaan adalah ketika masyarakat memiliki akses terhadap modal dan pasar, pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk tumbuh, serta setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan peran BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi desa, serta perluasan akses keuangan. Hingga Triwulan II 2026, BRI telah memperluas pembiayaan UMKM hingga mencapai Rp1.235 triliun atau 75,2% dari total portofolio kredit. BRI juga telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun sepanjang 2026, dengan 42,68% diantaranya mengalir ke sektor pertanian.

Di sisi inklusi keuangan, hingga Juni 2026 BRI memiliki 1,13 juta Agen BRILink dan lebih dari 7.000 jaringan kantor. Sementara itu, BRImo telah diakses oleh 49,7 juta pengguna. BRI juga terus mendorong UMKM naik kelas melalui pemberdayaan lebih dari 43 ribu Klaster Usaha dan lebih dari 5 ribu Desa BRILiaN.

BRI turut mendukung berbagai program pemerintah, termasuk KDKMP dan Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui pendampingan usaha dan akses terhadap layanan keuangan. Dukungan BRI juga mencakup 1,4 juta Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai Pahlawan Devisa hingga Juni 2026.

Lebih lanjut, Dennis mengungkapkan bahwa berbagai inisiatif ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang semakin luas sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Selama masih ada yang belum memiliki kesempatan untuk tumbuh, pekerjaan kita belum selesai. Untuk itu, saya mengajak seluruh Insan BRILiaN untuk terus berkarya bagi BRI sebagai bentuk bakti untuk negeri. Jadikan setiap langkah dan setiap kontribusi kita sebagai bagian dari perjuangan mengisi kemerdekaan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh Insan BRILiaN untuk memperkuat semangat persatuan dan kolaborasi dalam menjalankan tugas. Tim yang solid dan mampu bekerja bersama menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

“Bersama, kita perkuat BRI sebagai Satu Bank untuk Semua, melayani dari desa hingga kota, menggerakkan ekonomi rakyat, serta memberikan kontribusi terbaik untuk mewujudkan rakyat yang sejahtera dan Indonesia yang semakin maju,” kata Dennis.

Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BRI Kendari By Pass berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, kepedulian, integritas, dan kolaborasi sebagai bagian dari kontribusi Insan BRILiaN dalam mengisi kemerdekaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.***

Continue Reading

Perbankan

BRI Kendari By Pass Gelar Brilian Culture Fest, Perkuat Kolaborasi dan Kekompakan Tim

Published

on

By

Kendari, Bursabisnis.id-BRI Kantor Cabang Kendari By Pass menggelar Brilian Culture Fest (BCF), Minggu 16 Agustus 2026, di Ballroom Hotel Zahid Azizah Syariah, Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, menciptakan pengalaman bermakna, serta membangun kekompakan dan soliditas tim dalam menjalankan aktivitas pekerjaan.

Pemimpin Cabang BRI Kendari By Pass, Irsan Junud, mengatakan bahwa Brilian Culture Fest tidak hanya menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya kolaborasi di lingkungan kerja.

“Brilian Culture Fest menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat kolaborasi dan menciptakan pengalaman yang bermakna bagi seluruh pekerja. Dengan kebersamaan yang semakin kuat, kami berharap tim dapat semakin solid, saling mendukung, dan mampu berkolaborasi dengan lebih baik dalam menjalankan pekerjaan maupun memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” ujar Irsan Junud.

Menurut Irsan, kekuatan sebuah tim tidak hanya dibangun melalui aktivitas pekerjaan, tetapi juga melalui interaksi, kebersamaan, dan pengalaman positif yang dapat mempererat hubungan antarpersonel.

Melalui kegiatan ini, pekerja BRI Kendari By Pass mendapatkan kesempatan untuk membangun komunikasi dan interaksi dengan atmosfer lebih erat dan kolaboratif. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang semakin solid, harmonis, dan mendukung pencapaian kinerja bersama.

Selain Pemimpin Cabang BRI Kendari By Pass, Irsan Junud dan manajemen, event ini juga dihadiri Area Head BRI Wisnu Aji Wibowo. Kehadiran jajaran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan budaya perusahaan serta kolaborasi di lingkungan kerja BRI.

Irsan menambahkan, tim yang solid merupakan salah satu fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Dengan semangat kolaborasi dan rasa kebersamaan yang terbangun, setiap pekerja diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai peran masing-masing.

“Kami ingin pengalaman yang tercipta melalui kegiatan ini dapat membawa energi positif ke dalam pekerjaan sehari-hari. Ketika komunikasi, kolaborasi, dan rasa saling mendukung semakin kuat, kami percaya tim akan menjadi semakin solid dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi BRI serta nasabah,” kata Irsan.

BRI Kendari By Pass berkomitmen untuk terus membangun lingkungan kerja yang positif dengan memperkuat budaya kolaborasi, kebersamaan, dan engagement pekerja sebagai bagian dari upaya menciptakan tim yang solid serta memberikan layanan terbaik kepada nasabah.***

Continue Reading

Trending