Connect with us

KEUANGAN

Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan, OJK dan BI Sultra Gelar Seminar Edukasi Keuangan

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara (Sultra), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) Sultra menggelaar Seminar Edukasi Keuangan, Kamis 4 Agustus 2022.

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Claro Kendari ini mengusung tema ‘Peran Digitalisasi Dalam Mendorong Peningkatan
Inklusi Keuangan’.

Dibuka oleh Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, seminat edukasi keuangan ini menghadirkan sejumlah pemateri, diantaranya Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK Edwin Nurhadi, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati dan R An An Andri Hikmat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Kantor OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya menyampaikan, seminar edukasi keuangan itu dilaksanakan dalam rangka implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
Nomor 76/POJK.07/2016 tentang peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan bagi konsumen dan masyarakat.

Arjaya Dwi Raya, menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi OJK dan BI Sultra, untuk memberikan
pemahaman mengenai kebijakan regulator dalam mendukung inklusi keuangan, meningkatkan penggunaan teknologi digital untuk memperluas akses masyarakat dan meningkatkan perlindungan konsumen pada layanan keuangan digital.

“Tranksaksi digitialitasi ini dapat dipakai oleh siapa saja, dan kami akan  melakukan edukasi untuk mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) untuk bertransaksi secara digitial,” ujarnya.

Tak hanya UMKM, OJK Sultra juga akan membantu rumah ibadah di Kota Kendari agar dapat memanfaatkan digitialitasi dalam melakukan transaksi.

“Kami akan mengajak para pelajar, sekolah, rumah ibadah, dan UMKM untuk bertransaksi digitial,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala BI Sultra, Doni Septadijaya mengatakan, bertransaksi digitialitasi, ” ujarnya

Selain itu kepala Bank Indonesia (BI) Doni Septadijaya  mengatakan, masyarakat diuntungkan dengan adanya program transaksi digitial, karena memberikan kemudahan.

“Program transaksi digitialitasi adalah cara yang terbaik dan menguntungkan, dengan mempermudah kegiatan masyarakat kota kendari, masyarakat tidak usah repot-repot lagi dengan bolak balik pergi ke ATM untuk melakukan pembayaran atau yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulakrnain Kadir menyampaikan kesiapan ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyambut gelombang digitalisasi.

“Kendari siap menyambut gelombang digitalisasi yang akan datang dan tak dapat dihindari,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Lebih lanjut, Sulkarnain Kadir mengajak semua pihak untuk bersama-sama dan bahu membahu dan memastikan kesiapan dalam menghadapi gelombang digitalisasi.

“Mari kita sama-sama satukan potensi dan berkolaborasi dalam menyambut perubahan aktivitas ke digitalisasi,” katanya.

Sulkarnain juga menyampaikan harapannya, Kendari bisa menjadi daerah yang pertama di Sultra sebagai bagian dari perubahan aktivitas transaksi keuangan ke digitalisasi.

“Sehingga bisa menginspirasi daerah lain, ataupu  kelompok-kelompok masyarakat kita untuk siap menghadapi kemajuan teknologi,” harapnya.

Menurutnya, dengan konsep digitalisasi, banyak hal yang lebih bisa dilakukan dan bisa memperluas cakupan pelayanan.

Kini, Pemkot Kendari menyasar tiga segmen dalam penerapan digitialitasi keuangan yakni pelajar, rumah ibadah dan UMKM.

“Semakin mudah mempertanggungjawabkan apa yang dilaksanakan di pemerintahan. Karena semua sudah terekam baik melalui digital,” pungkasnya.

Liputan : Ikas

KEUANGAN

Perkuat JKN, Menkeu Anggarkan Rp 247,3 Triliun pada APBN 2026

Published

on

By

Rapat Konsultasi Pemerintah dengan DPR RI terkait Perbaikan Ekosistem Tata Kelola Jaminan Sosial Kesehatan Terintegrasi. -foto:dok.kemenkeu-

JAKARTA, Bursabisnis. Id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN 2026 didesain tetap ekspansif dan berkelanjutan untuk mendukung agenda prioritas nasional, termasuk peningkatan layanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kalau kita lihat total biayanya mencapai Rp247,3 triliun, meningkat 13,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Jadi pemerintah betul-betul serius memperbaiki kesehatan masyarakat,” ungkap Menkeu pada Rapat Konsultasi Pemerintah dengan DPR RI terkait Perbaikan Ekosistem Tata Kelola Jaminan Sosial Kesehatan Terintegrasi sebagaimana dilansir di laman kemenkeu. go.id.

Selain anggaran kesehatan, keberpihakan APBN terhadap masyarakat juga tercermin dari total belanja sebesar Rp897,6 triliun yang manfaatnya akan diterima langsung oleh masyarakat. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi dan kompensasi energi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta berbagai program bantuan sosial, termasuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN bagi 96,8 juta orang.

“Pemerintah secara konsisten mewujudkan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.

Menkeu menjelaskan, komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan JKN juga diwujudkan melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk penutupan defisit JKN yang sejak 2014-2019 mengalami tren peningkatan akibat kesenjangan antara iuran dan manfaat.

Pemerintah telah melakukan intervensi kebijakan, antara lain melalui penyesuaian regulasi, pembayaran iuran bagi ASN, TNI, Polri, pensiunan, dan veteran, serta dukungan reformasi JKN melalui skema Program-for-Result (PforR).

“Saat ini pemerintah dalam proses penyusunan rancangan peraturan Presiden tentang penghapusan piutang dan denda iuran jaminan kesehatan bagi peserta PBPU dan BP kelas 3. Kebijakan ini bertujuan untuk menghapus tunggakan iuran yang selama ini menjadi beban peserta, sekaligus mendorong peningkatan kepesertaan aktif dan keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional,” kata Menkeu.

Pada kesempatan yang sama, Menkeu juga menyoroti polemik terkait penonaktifan peserta PBI JKN sekitar 11 juta orang yang memicu keresahan di masyarakat pada Februari 2026. Menkeu menilai, perubahan data yang dilakukan secara drastis tanpa sosialisasi memadai menjadi penyebab utama munculnya gejolak.

Untuk itu, Menkeu mendorong agar pemutakhiran data PBI-JKN dilakukan secara lebih hati-hati, bertahap, dan disertai sosialisasi yang lebih memadai. Ia mengusulkan adanya masa transisi 2–3 bulan sebelum penonaktifan berlaku, agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dan tidak kehilangan akses layanan kesehatan secara mendadak.

“APBN 2026 didesain untuk mendorong efektivitas program JKN dalam rangka mewujudkan SDM unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing untuk menghadirkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya.

Laporan : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

KEUANGAN

Menkeu Purbaya Apresiasi Kinerja Jajaran Kementerian Keuangan

Published

on

By

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA, Bursabisnis.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri acara “Dialog Akhir Tahun dan Tutup Kas Tahun Anggaran 2025” bersama jajaran Kementerian Keuangan sebagai bagian dari evaluasi kinerja fiskal dan perekonomian nasional sepanjang tahun berjalan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan isu terkini di masing-masing wilayah dan memperkuat kesiapan menyongsong Tahun Anggaran 2026.

Jajaran Kementerian Keuangan dari empat regional, yakni Regional Sumatera; Regional Jawa dan Kalimantan; Regional Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara; serta Regional Papua dan Maluku, menyampaikan laporan kinerja APBN di wilayah masing-masing, kondisi perekonomian di daerah, serta isu strategis yang ada di tiap wilayah. Laporan tersebut disampaikan secara langsung kepada Menkeu Purbaya melalui video conference.

Dalam dialog tersebut, Menkeu Purbaya mengulas kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tiap daerah serta menyampaikan arahan untuk perbaikan ke depan, sebagaimana dilansir dari laman kemenkeu.go.id.

Menkeu Purbaya mengapresiasi peran aktif dan kerja keras seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang telah berkontribusi dalam menjaga kondisi fiskal tetap sehat dan berkesinambungan, meskipun situasi perekonomian global masih diliputi ketidakpastian.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan atas kinerja, dedikasi dan komitmen yang telah diberikan sepanjang tahun 2025.

Ia mengajak seluruh insan Kementerian Keuangan untuk terus meningkatkan semangat dalam menyongsong tahun mendatang.

Laporan : Tam

Continue Reading

KEUANGAN

Bea Cukai Gagalkan Peredaran 11 Juta Batang Rokok Ilegal Merek Marlboro dan Marlboro Gold

Published

on

By

Ciri-ciri rokok ilegal

JAKARTA, Bursabisnis.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan penindakan atas peredaran 11 juta batang rokok ilegal.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pada Konferensi Pers APBN sebagaimana diberitakan laman kemenkeu.go.id.

Diungkapkan bahwa pada tanggal 11 Desember 2025, Bea Cukai Atambua bekerja sama dengan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, bersinergi dengan Imigrasi Atambua, Polres Belu, dan Polres Timor Tengah Utara, melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah perbatasan. Penindakan ini merupakan hasil kerja intelijen dan tindak lanjut informasi dari masyarakat.

Dalam pengembangan kasus, petugas menemukan gudang penimbunan rokok di Kamenferu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Dari gudang tersebut, ditemukan 1.100 karton rokok merek Marlboro dan Marlboro Gold yang diduga dilekati pita cukai palsu. Sebelumnya, sebanyak 138.160 batang rokok ilegal juga telah diamankan. Total keseluruhan barang bukti dari rangkaian penindakan ini mencapai kurang lebih 11 juta batang rokok ilegal.

Atas pengembangan kasus tersebut, tiga warga negara asing (WNA) ditetapkan sebagai tersangka. Penangkapan dilakukan secara sinergis di boarding lounge keberangkatan luar negeri Bandara Soekarno-Hatta saat ketiganya hendak meninggalkan Indonesia. Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan di Rutan Salemba, Cabang Kantor Pusat DJBC, dan koordinasi telah dilakukan dengan kedutaan besar negara asal mereka di Indonesia.

Sumber : kemenkeu.go.id
Laporan : Tam

Continue Reading

Trending