Connect with us

HOTEL

Manjakan Pelanggan, Ini Dua Menu Baru Claro Kendari yang Wajib Dicoba

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Claro Hotel Kendari terus memberikan pelayanan prima kepada para pelanggan setianya. Selain fasilitas kamar yang nyaman dan berkelas, hotel termegah di Sultra ini juga memberikan suguhan yang memanjakan lidah para tamu hotel, baik yang menginap maupun tamu yang datang hanya untuk makan.

Adapun menu baru yang disuguhkan adalah Korean Spicy Chicken. Hanya dengan harga Rp.40.000, pelanggan Claro Kendari sudah bisa menikmati sajian menu tersebut.

Executive Cheff Claro Hotel Kendari, Cheff Bawon Sukariyono mengatakan, pihaknya menyajikan menu-menu baru setiap tiga bulan sekali.

Lebih lanjut, Cheff Bawon menambahkan, Korean Spicy Chicken tersebut disajikan dengan daging ayam yang lembut dan saus yang pedas serta manis, juga dihidangkan dengan nasih putih yang siap untuk memanjakan lidah.

Selain itu, kata dia, ada juga se’I sapi yang dibandrol hanya dengan harga Rp.50.000. Daging sapi pilihan yang dimasak dengan tiga rasa yakni sambal tauco, sambal terasi, dan sambal matah dalam satu hidangan disajikan dengan hot plate dan nasi putih yang akan menggugah selera makan anda.

“Menu yang kami sajikan tentu menggugah selera para tamu yang ingin menghabiskan waktunya di Claro Kendari,” ujarnya, melalui siaran pers yang diterima bursabisnis.id, Rabu (17/2/2021).

Chef Bawon juga menjelaskan, bahwa pihaknya tidak hanya memiliki promo makanan saji, Claro hotel juga menyediakan promo minuman yang akan disajikan selama Januari hingga Maret 2021.

“Dari menu-menu tersebut dapat anda nikmati di seluruh outlet di Claro Kendari,” jelasnya.

 

 

Liputan : Ikas

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FASHION

Usung Tema Budaya Tolaki, CWF 2021 Siap Digelar Akhir Pekan ini

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Dalam rangka membangkitkan industri pernikahan yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, Hotel Claro Kendari bakal kembali menggelar pemeran pernikahan.

Pameran pernikahan tersebut bertajuk Claro Wedding Festival (CWF) 2021, yang akan mulai dilaksanakan pada 25 hingga 28 Februari 2021 mendatang, di Lobby Area Claro Kendari.

DOSM Claro Kendari, Ayu Eliyani Samad mengatakan, pameran ini merupakan acara rutin yang dilakukan setiap tahunnya, dan pada tahun ini pihaknya melakukan Rebranding wedding expo menjadi CWF.

“Pelaksanaan pagelaran CWF 2021 ini, pihaknya bekerjasama dengan ArtPro The Organizer,” ujar Ayu, saat menggelar press conference di Sky Lounge, Senin (22/2/2021).

Materi promosi CWF 2021. Foto: Ist.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia CWF 2021, Taslim mengungkapkan, bahwa pameran industri pernikahan tahun ini mengangkat budaya daerah Suku Tolaki, dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat Provinsi Sultra, khususnya Kota Kendari.

“Tema kali ini sengaja kami angkat budaya Suku Tolaki, karena kami melihat masih ada beberapa pernikahan mulai dari persiapan, proses, dan produksi dari pernikahan itu sendiri khususnya adat Tolaki yang tidak
sesuai dengan pakem budaya atau istiadat Tolaki, hal ini kami anggap penting untuk di luruskan dengan tujuan untuk tetap menjaga kelestarian budaya dari daerah suku Tolaki” ungkap Taslim.

Dia juga menyebutkan, bahwa CWF 2021 ini akan diikuti oleh 17 vendor. Awalnya, kata Taslim, pihaknya hanya menargetkan 14 vendor untuk mengikuti festival pernikahan tersebut, namun yang mendaftar ternyata melebihi target.

Menurutnya, pembatasan jumlah vendor tersebut mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Para vendor pernikahan ini siap membantu dan menyiapkan kebutuhan calon pengantin yang ingin melaksanakan acara pernikahan. Mulai dari gaun pengantin, make up, dekorasi, hingga kebutuhan lainnya. Dengan berbagai penawaran paket dan promo yang tentunya sayang untuk di lewatkan,” jelas Taslim.

Tak hanya itu, dalam rangkaian CWF ini, juga akan ada beberapa talkshow yang sangat
bermanfaat bagi calon pengantin, seperti bagaimana dan apa saja yang harus disiapkan dalam menggelar pernikahan di era new normal, yang akan dibawakan oleh tim Satgas Penanganan Covid-19.

“Jadi, pelaksanaan CWF ini juga akan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Begitu pula jumlah pengunjung setiap harinya akan dibatasi. Untuk mengakomodir yang tidak bisa datang lansung di tempat kegiatan, maka pelaksanaan festival ini kami siarkan secara live melalui berbagai platform media sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Aspedi Sultra, Anwar menjelaskan, 2020 merupakan tahun
yang sangat berat bagi semua pengusaha yang bergerak di industri pernikahan. Olehnya itu, dengan adanya CWF ini diharapkan bisa bersama-sama kembali membangkitkan industri pernikahan.

“Tentu kita berharap, industri pernikahan bisa kembali bangkit dengan adanya CWF ini. Sebab, perlu diketahui, industri pernikahan merupakan sektor yang paling merasakan dampak covid,” jelasnya.

Liputan : Ikas

Continue Reading

HOTEL

Nasib Bisnis Hotel di Sultra : Hidup Segan, Mati Tak Mau

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sultra, Ir. Hugua menyampaklikan, bahwa kondisi sektor perhotelan di bumi anoa saat ini sangat memprihatinkan.

Bahkan, kata Hugua, pandemi Covid-19 berakibat pada penutupan belasan hotel di Sultra. Sejak Maret 2020 hingga sekarang, income sektor perhotelan dan hiburan malam paling parah yakni hanya 5 sampai 10 persen.

“Kondisi sektor perhotelan di Sultra itu hidup segan matipun tak mau,” ujar politisi PDI Perjuangan itu, saat memberikan sambutan pada silaturahmi Kapolda dan BPD PHRI Sultra, Kamis (21/1/2021).

Lebih lanjut, mantan Bupati Wakatobi dua periode ini menjelaskan, pandemi Covid-19 benar-benar telah memberikan dampak yang luar biasa pada berbagai sektor, termasuk perhotelan.

Olehnya itu, Hugua meminta kepada Pemprov Sultra untuk melibatkan PHRI dalam berbagai kegiatan pemerintahan, dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah, khususnya di bidang pariwisata.

Melalui kesempatan itu, Hugua juga meminta kepada pemerintah daerah agar tidak serta merta menaikan pajak hotel dan restoran, mengingat pandemi sangat memberikan dampak yang luar biasa.

Menurutnya, sektor jasa pariwisata menjadi primadona bersama untuk menghasilkan devisa.

“Dalam waktu dekat ini, ada investasi yang akan masuk ke Sultra untuk pengembangan Wakatobi dan daerah-daerah penyangga pariwisata lainnya di Sultra,” katanya.

 

Liputan : Ikas

Continue Reading

HOTEL

Menteri BUMN Rencana Jadikan Mandalika Pusat Pendidikan Perhotelan di Indonesia

Published

on

By

JAKARTA, BursaBisnis.id – Menteri BUMN Erick Thohir berencana menjadikan kawasan Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu pusat pendidikan perhotelan (hospitality) di Indonesia.  Rencana ini dicetuskan agar Mandalika tidak hanya dikenal sebagai salah satu kawasan perhelatan MotoGP saja.

“Kalau memang Mandalika bisa menjadi tempat edukasi seperti banyak kota besar di luar negeri, seperti sekarang ada satu kota hidup karena edukasi, kenapa Mandalika tidak kita (Indonesia) prioritaskan untuk pendidikan-pendidikan yang hospitality?” ucap Erick dalam acara Wajah Indonesia di Metro TV, Selasa (17/11/2020) malam sebagaimana dilansir dari laman CNNIndonesia.com.

Erick ingin pusat pendidikan perhotelan Mandalika bisa melahirkan tenaga-tenaga unggul di bidang ini. Selanjutnya, para lulusannya diharapkan bisa masuk ke pasar dunia.

“Kita (Indonesia) juga bisa membantu beberapa negara yang butuh hospitality ini. Apakah perhotelan, chef, dan lainnya,” ungkapnya.

Rencana ini, kata Erick, untuk menjawab tantangan tingginya jumlah pencari kerja di Indonesia. Data yang dikantonginya mencapai 3,5 juta orang per tahun.

“Tapi rata-rata 82 persen hanya lulusan di bawah SMA. Jadi kita (Indonesia) harus upgrade kita punya tim, kita harus ambil kita punya people, masyarakat,” ujarnya.

Kendati begitu, rencana pengembangan pendidikan hospitality di Mandalika tidak berdiri sendiri. Rencananya, Erick akan membuat klaster gabungan di kawasan ini, yaitu dengan olahraga dan pariwisata.

“Bukan tidak mungkin menggabungkan olahraga, tourism, dan pendidikan di Mandalika. Kita (Indonesia) tuan rumah MotoGP, kita punya tanah besar di bawah grup properti juga, tourism,” katanya.

Sayangnya, mantan ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf itu belum mengelaborasi lebih jauh mengenai rencana tersebut. Namun ia menekan rencana ini bukan tidak mungkin diwujudkan karena pemerintah sudah punya omnibus law UU Cipta Kerja yang bisa menjadi solusi perizinan dan pembentukan kawasan khusus.

“Makanya dengan omnibus law ini kita coba kombinasikan klaster-klaster tadi, tidak hanya bisnis tapi juga untuk membantu masyarakat Indonesia untuk upgrading,” pungkasnya.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.