Connect with us

KOMUNITAS

Pelaku Usaha Terdampak Kebijakan PPKM Mikro, Arokap Bakal Layangkan Surat Keberatan

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id — Asosiasi Rumah Makan, Karaoke dan PUB (Arokap) Kota Kendari mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, yang mulai dilaksanakan tanggal 6 hingga 20 Juli 2021.

Kendati demikian, Ketua Arokap Kota Kendari, Amran mengaku, bahwa pihaknya akan melayangkan surat keberatan kepada Mendagri, Menko Perekonomian dan Tim Satgas Covid pusat, atas kebijakan PPKM di Kota Kendari.

Pasalnya, penerapan kebijakan tersebut dilakukan di saat Kota Kendari masih berstatus zona kuning. Padahal, PPKM itu seharusnya diberlakukan pada daerah yang masuk pada kategori zona orange dan merah.

“Wacana PPKM ini kan diawali pada tanggal 4 Juli, kemudian mulai diterapkan pada 6 Juli. Sedangkan pada tanggal 5 hingga 6 Juli, Kendari masih berstatus zona kuning. Hal itu dikuatkan dengan data yang diperoleh sari website resmi Pemkot Kendari, (www.kendarikota.go.id),” ungkap Amran, Kamis (8/7/2021), saat malakukan press conference didampingi dua anggota Arokap yakni Parmin dan Rahmat Efendi.

Selain itu, lanjut mantan anggota DPRD Kabupaten Konkep ini, melalui surat keberatan itu, pihaknya meminta kepada pemerintah pusat agar mencabut kebijakan PPKM, apabila dalam beberapa hari kedepan, kasus Covid di kota lulo mengalami penurunan dan status zona berubah menjadi kuning.

Pasalnya, PPKM Mikro ini sangat memberikan dampak yang besar di sektor usaha. Seperti perumahan sejumlah karyawan serta penurunan omzet.

Terkait dukungan Arokap terhadap instruksi pemerintah, Amran mengungkapkan, bahwa seluruh sektor usaha yang berada di bawah naungan Arokap akan taat dan patuh terhadap instruksi pemerintah melalui Surat Keputusan Gubernur Sultra dan Surat Keputusan Wali Kota Kendari.

“Arokap mendukung PPKM. Semua item yang disebutkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri dan Menko Perekomomian akan dilaksanakan. Kami juga mengapresiasi kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan atas kebijakan tersebut, Amran memastikan seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) siap mematuhi segala ketentuan dalam instruksi Mendagri, Menki Perokonomian dan surat edaran Gubernur Sultra dan Wali Kota Kendari. Salah satunya terkait batas operasional yang ditentukan hingga pukul 20.00 Wita.

Olehnya itu, GM Inul Vista ini mengimbau kepada seluruh anggota Arokap agar taat dab patuh terhadap ketentuan PPKM tersebut. Apabila masih terdapat pengusaha yang melanggar ketentuan kebijakan tersebut, maka pihaknya menyerahkan ke aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan secara sentra.

“Kalau masih ada yang buka di atas batas ketentuan jam operasional, yah itu menjadi tanggung jawab pribadi pengusahannya,” tegasnya.

 

 

Liputan: ikas

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMUNITAS

BPD Hipmi Exspose Potensi Pariwisata Sultra di Kuala Lumpur

Published

on

By

KUALA LUMPUR, bursabisnis.id – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulawesi Tenggara (Sultra) berkomitmen mendorong kerja sama international. Olehnya itu, organisasi para penguaaha muda yang dinahkodai Sucianti Suaib Saenong ini melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kuala Lumpur, Malaysia, dari tanggal 14-16 Agustus 2019.

Ketua Bidang IX Hipmi  Sultra, Ayu Berliner Hugua mengungkapkan, kerja sama international merupakan bagian dari program kerja Hipmi Sultra Bidang Pariwisata dan Kerjasama Internasional, dalam rangka meningkatkan pembangunan kerjasama internasional wirausaha dan kepariwisataan.

“Kunjungan kali ini merupakan bagian program kerja kami di bidang kepariwisataan dan kerjasama internasional,” ujar putri Hugua ini, Kamis 15 Agustus 2019.

Lebih lanjut, Ayu menjelaskan, bahwa HIPMI Sultra bertekad dapat menjalin kerjasama investasi dengan para pihak di Kuala Lumpur, untuk pengembangan kewirausahaan di Sultra.

“Ini sesuai agenda kunjungan yakni meet-up bersama Menteri Pembangunan Usahawan Malaysia, Dato Seri Mohd Redzuan bin Md Yusof,” kata Ayu.

Di tempat yang sama, Ketua Umum BPD HIPMI Sultra, Hj. Sucianti Suaib Saenong mengungkapkan, selain meet-up bersama kementerian Malaysia, pihaknya juga akan melakukan expose potensi investasi kewirausahaan Sultra di Malaysia.

“Karena pada dasarnya Sultra punya banyak potensi yang dapat dikembangkan,” ucap Sucianti.

 

 

Laporan : Ikas

Continue Reading

KOMUNITAS

Agista Resmi Buka KFF Season 3

Published

on

By

KENDARI – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Agista Ariani Alimazi resmi membuka Kendari Food Festival (KFF) season 3, Rabu 28 November 2018 di pelataran eks. MTQ Kendari.

Dalam sambutannya, Agista menyambut baik penyelenggaraan KFF yang diinisiasi oleh Komunitas Kuliner Kendari (Tripleka), seraya berharap agar kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun selanjutnya.

“Saya juga pecinta kuliner. Bahkan, saya pun memiliki beberapa usaha restoran di Jakarta. Kegiatan seperti ini harus terus didukung,” ujar istri Gubernur Sultra ini.

Lebih lanjut, Agista menjelaskan, festival ini juga akan diramaikan dengan pemecahan rekor museum Indonesia (Muri), yakni penyuguhan kasuami raksasa yang akan disiapkan oleh pihak PCPI.

Ketua Tripleka, Yusri mengatakan, KFF merupakan bentuk komitmen organisasi yang dipimpinnya itu dalam memberikan ruang atau media promisi bagi brand lokal, sehingga banyak dikenal masyarakat baik di Kota Kendari maupun kabupaten/kota di Sultra Serra daerah lainnya di Indonesia.

Selain itu, kata dia, KFF juga motivasi dan penyemangat bagi para pengusaha kuliner lokal, agar terus menjaga semangat dalam mengembangkan usaha yang ditekuni. Dengan demikian, maka pasar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus bergeliat.

“Ini merupakan festival ketiga kalinya. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensupport kegiatan kami ini. Semoga bisa memberikan sumbangsih positif dalam pengembangan brand lokal,” katanya.

Ditambahkannya, KFF ini diikuti oleh 70 brand kuliner lokal yang merupakan members dari Tripleka, kemudian ditambah lagi peserta dari pengurus PKK Provinsi Sultra dan kabupaten/kota.

Melalui kesempatan tersebut, Tripleka dan Komunitas Jurnalis Jalan Jalan (KJ3) Sultra menandatangani momerandum of understanding (MoU) atau kontrak bersama, terkait sinergitas dalam promosi kuliner brand lokal melalui pemberitaan.

Ketua KJ3 Sultra, Mirkas mengungkapkan, kuliner merupakan bagian dari potensi wisata yang hurus terus dikembangkan dan dipromosikan. Olehnya itu, komunitas yang dinahkodainya itu telah berkomitmen untuk bersinergi dengan pihak-pihak lain dalam pengembangan sektor Pariwisata.

“Yah inilah bentuk keseriusan kami dalam mensuport potensi pariwisata di Sultra, dan kuliner juga adalah bagian dari potensi pariwisata yang membutuhkan promosi,” ungkapnya. (Januar)

Continue Reading

KOMUNITAS

Tripleka Ajak Member Berkreatifitas di KFF 2018

Published

on

By

BursaBisnis.id, KENDARI – Komunitas Kuliner Kendari (Tripelka) terus berinovasi dalam upaya memberikan ruang, serta mensupport para pelaku usaha khususnya di bidang kuliner. Salah satunya  melalui Kendari Food Festival (KFF) 2018, yang akan diikuti sebanyak 50 brand kuliner di Kendari.

Adapun tema yang diusung yakni “Parade Kuliner Jaman Now. Sedangkan pesertanya merupakan member Tripleka, yang telah lama berkecimpung di bidang kuliner.

Ketua Tripleka, Muhamad Yusril mengungkapkan, kegiatan tersebut akan dipusatkan di lapangan upacara Kantor Wali Kota Kendari. Melalui festival tersebut, kata dia, kreativitas  para pengusaha kuliner di kota lulo, bisa semakin dikembangkan dan karya mereka bisa mendapatkan tempat dihati para penikmat kuliner.

“Pokoknya mulai dari makanan tradisional sampai yang modern, semua akan disajikan dalam KFF ini,” ujarnya kepada awak media, Jumat 23 Februari 2018.

Dikatakannya, semua peserta diberikan ruang sebesar-besarnya untuk berinovasi dan menunjukan kreatifitas. Kuliner tradisional bisa dibuat menjadi lebih menarik yang disesuakan dengan perkembangan zaman.

Yusril memberi contoh, pisang goreng misalnya, yang pada umumnya diketahui hanya dicampur dengan tepung lalu digoreng. Tapi, pada parade kuliner ini, peserta bisa mengembangkan kreatifitasnya dengan memodifikasi sedemikian rupa, sehingga menarik minta pembeli.

“Misalnya, pisang goreng tersebut diberikan toping atau hal lainnya. Pokoknya, bebas beriniovasi deh,” jelasnya.

Yusril menambahkan, melalui KFF ini, maka Tripleka bisa semakin dikenal, baik itu dari kalangan masyarakat, pihak swasta maupun pemerintah provinsi dan kota.  Selain stand kuliner, ada juga pojok coffee yang disiapkan untuk kalangan pencinta coffee, dan sarana bermain bagi anak-anak.

“Kami mencoba memberikan ruang dan pasar alternatif bagi para pelaku usaha di bidang kuliner, sehingga semangat untuk mengembangkan usahanya bisa terus terjaga. Apalagi, anak-anak muda yang saat ini memang sedang gesit-gesitnya memulai usahanya, mereka harus senantiasa di support, dan salah satunya bisa melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” tambahnya.

Selain itu, melalui KKF tersebut, pihak perbankan juga akan mensosialisasikan sistem pembayaran non tunai. Dimana pembayaran tersebut dinilai jauh lebih efisien ketimbang sistem manual alias tunai. Kegiatan ini juga akan diramaikan dengan sejumlah hiburan, seperti musik acoustik, cosplay  dan beberapa hiburan lainnya. (IC)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.