Connect with us

HOTEL

Sambut Anniversary, Clarion Kendari Gelar Donor Darah

Published

on

KENDARI – Grand Clarion Hotel Kendari menyelenggarakan kegiatan donor darah, Kamis 6 Desember 2018. Kegiatan tahunan ini dipusatkan di Ground Floor, tepatnya di ruang crysant.

Public Relation (PR) Grand Claroom Hotel  Kendari, Richy mengungkapkan, donor darah tersebut diselenggarakan dalam rangka ulang tahun atau anniversary ke-5 hotel termegah di Sultra itu.

“Kami mentargetkan 100 kantung darah yang bisa terkumpul,” ujar Richy.

Dikatakannya, dari data PMI, dalam kurun waktu 1 bulan PMI membutuhkan 1000 kantung darah untuk diserahkan recipient. Oleh karena itu, pihaknya kembali menggelar kegiatani ini.

“Dalam kegiatan ini, kami juga mengundang corporate dan instansi yang ada di Kota Kendari untuk bergabung dalam kegiatan ini,” jelasnya.

PMI, kata dia, sebagai lembaga yang mendukung penuh kegiatan Ini benar benar antusias, dengan diselenggarakanya kembali donor darah di hotel yang sebentar lagi akan berubah nama menjadi Claro Kendari, pada tanggal 12 Desember 2018.

“Salah satu rangkaian acaranya adalah Donor darah ini,” katanya.

Sementara itu, General Manager Grand Clarion Hotel Kendari, Syahrir Ramadan berharap, semoga program yang diagendakan setiap tahunya ini, dapat terus terselenggara di tahun-tahun berikutnya.

“Agar menjadi sumbangsih yang postitif bagi sesama yang membutuhkan,” terangnya.

Pantauan di lapangan, kurang lebih 20 Corporate dan 20 Intansi pemerintah hadir dalam kegiatan ini, dan disambut hangat oleh management Clarion Kendari. (Ikas)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HOTEL

Pasca Lebaran Idul Fitri, Terjadi Peningkatan Tamu Hotel 15 Persen

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id –  Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran (BPD PHRI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melihat ekonomi di Kota Kendari sudah mulai menggeliat, setelah beberapa bulan lamanya stagnan akibat pandemi Covid-19.

Ini terungkap dalam forum rapat yang dipimpin Ketua BPD PHRI Sultra Ir. Hugua bersama Sekretaris Eko Dwi  Sasono dan sejumlah General Manager (GM) Hotel di Kota Kendari  yang dilaksanakan dengan  protokol normal baru di Hotel Claro, Jumat 5 Juni 2020.

Hugua  mengatakan,  pasca lebaran Idul Fitri 2020 mulai terjadi peningkatan  jumlah tamu hotel dan restoran yang dapat mencapai rata-rata 15 % dari Bulan Februari saat merebaknya Covid 19 di Indonesia yang tingkat hunian hanya berada  pada kisaran  5% . “ Ini indikasi yang baik  dan pertanda bahwa tingkat mobilitas penduduk untuk melakukan bisnis mulai menggeliat,” ungkap Hugua.

Lebih  lanjut kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI)Sultra ini bahwa PHRI sudah mengeluarkan Pedoman Protokol Tatanan Normal Baru bagi hotel  dan restoran , sehingga semua hotel dan  restoran yang terdaftar resmi di BPD PHRI Sultra sudah menerapkan protokol tersebut.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuagan ini  menambahkan protokol normal baru dimaksud meliputi  fasiltas cuci tangan di pintu masuk, pemeriksaan suhu tubuh dengan termometer infra merah,  hand sanitizer , mesti pakai masker,  pengaturan jarak kursi dan meja di loby dan restoran hotel dan semua kamar hotel dan ruangan pelayanan akan disemprot dengan disinfektan dua kali sehari untuk menjamin kebersihan lingkungan dari covid 19.

“ Yah jadi masyarakat tidak perlu lagi ragu untuk  menginap  di hotel dan makan direstoran,” ujar Hugua.

Dengan menggeliatnya  kegiatan ekonomi khususnya disektor pariwisata, mantan Bupati Wakatobi meminta kepada pemda khususnya walikota Kendari untuk melengkapi fasilitas dan pedoman protokol normal baru di kawasan obyek wisata sehingga semua pengunjung terlindungi dari paparan Covid 19 .

 

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

HOTEL

Maret 2020, Tingkat Hunian Hotel Bintang di Sultra Turun Drastis

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, baru bulan Maret tahun 2020,  Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) paling rendah, hanya 29,39 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra merilis data perbandingan TPK pada Maret  tahun 2016 tercatat 48,80 persen, Maret tahun 2017 tercatat 46,54 persen. Kemudian pada bulan  Maret  tahun 2018 tercatat 48,40 persen dan  Maret tahun 2019 tercatat 40,51 persen. Lalu merosot pada Maret tahun 2020,  hanya 29,39 persen.

Kepala BPS Sultra Muhammad Edy Mahmud mengatakan, tingkat hunian tersebut juga turun 24,93 poin dibandingkan TPK Februari 2020 yang tercatat 54,32 persen. Kemudian jika dibandingkan dengan Maret 2019 yang tercatat 40,51 persen itu maka terjadi penurunan sebesar 11,12 poin.

Dari Maret 2019 sampai Maret 2020 untuk TPK tertinggi terjadi pada bulan Februari 2020 yaitu tercatat 54,32 persen, sedangkan TPK terendah pada terjadi bulan Maret 2020 lalu.

Kemudian, Tingkat Pemakaian Tempat Tidur (TPTT)  hotel bintang pada bulan Maret 2020 juga tercatat 34,43 persen, mengalami penurunan sebesar 18,50 poin bila dibandingkan dengan keadaan Februari 2020 yang tercatat 52,93 persen. Terjadi penurunan sebesar 12,46 poin bila dibandingkan dengan Maret 2019 tahun sebelumnya yang tercatat 46,89 persen.

Seperti halnya TPK, untuk TPTT dari Maret 2019 sampai Maret 2020 tertinggi pada bulan April 2019 yaitu 72,57 persen, sedangkan TPTT terendah juga terjadi pada bulan Maret 2020 yaitu 34,43 persen.

“Dari sisi Secara keseluruhan rata-rata lama menginap tamu asing dan dalam negeri (domestik) bulan Maret 2020 sebesar 1,78 hari, mengalami peningkatan sebesar 0,29 poin, dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada Februari 2020 (1,49 hari),” ungkap Edy melalui rilisnya.

Untuk perbandingan antara tamu asing dengan tamu dalam negeri (domestik) bulan Maret 2020 tercatat 99,77 persen adalah tamu dalam negeri (domestik) dan sisanya 0,23 persen adalah tamu asing, atau terjadi pergeseran 0,04 poin.

Dihubungi terpisah, Humas Hotel Claro Kendari Rici mengatakan saat ini tingkat hunian kamar atau tamu yang menginap terlihat fluktuatif, akan tetapi apabila dirata-rata Maret hingga April terjadi penurunan jumlah tamu.

“Penurunan hampir 70 persen,” ungkapnya.

Hal ini pun menjadi gambaran bahwa dampak dari penyeberan virus corona (Covid-19) di Indonesia termasuk di Sultra sangat terasa pada industri perhotelan.

Data dari Gabungan Industri Pariwisata Indoneisa (GIPI) Sultra mencatat puluhan hotel di Sultra terpaksa harus tutup karena sudah tidak mampu membiayai operasional hotel.

Misalnya di Kota Kendari Same Hotel dan Imperial Hotel, imbasnya ribuan karyawan pun harus dirumahkan hingga situasi pandemi virus corona berakhir.

Per tanggal 8 April 2020 tecatat ada 12 hotel ditutup dan 897 orang karyawannya di rumahkan akibat dampak ekonomi virus corona.

 

Laporan : Ikas

Continue Reading

HOTEL

GIPI : Wabah Virus Corona Sebabkan 10 Hotel di Sultra Terpaksa Tutup

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Akibat wabah virus corona, 58.700 karyawan hotel di seluruh Indonesia sudah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) alias dirumahkan. Puluhan ribu karyawan tersebut berasal dari 1.174 hotel, dan 10 Hotel diantaranya berasal dari Sultra.

Data PHK dan dampak lain dari perusahaan/ industri pariwisata anggota Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) sedang tahap pengumpulan data.

Hal ini adalah satu dari banyak issue yang berkembang dalam rapat koordinasi GIPI se-Indonesia, yang dilaksanakan secara virtual dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP GIPI, Drs. Didien Junaidi lanhsung dari Kantor DPP GIPI di Jakarta, Jumat 3 April 2020.

Ketua DPD GIPI Sultra, Ir. Hugua mengungkapkan, ada tiga hal utama yang dibahas berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh industri pariwisata pada masa masa sulit ini, meliputi fix cost seperti listrik, PDAM, pajak dan retribusi, internet dan hal lainnya.

Kemudian, lanjut anggota Komisi II DPR RI Dapil Sultra ini, melalui rapat tersebut juga dibahas masalah kewajiban perbankan, dan masalah PHK karyawan.

Lebih lanjut, Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sultra ini menilai, bahwa keadaan ini tidak hanya terjadi pada perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata saja, akan tetapi juga terjadi pada semua lembaga usaha lainya, termasuk yang tergabung dalam ISMI yang umumnya UMKM .

Sehubungan dengan hal tersebut, maka DPD GIPI Sultra mendesak kepada pemerintah daerah untuk mengambil peran dalam membantu karyawan yang kena PHK. Perlu ada alokasi APBD Perubahan provinsi dan APBD Perubahan kabupaten/kota, untuk mendukung kebutuhan dasar bagi karyawan yang kena PHK, dan tidak tercover dalam paket stimulus ekonomi pemerintah pusat.

“Pasti masih banyak karyawan korban PHK yang tidak tercover oleh kebijakan pemerintah pusat. Kalau Pemda tidak memperhatikanya, lalu mereka mengadu kemana,” ungkap mantan Bupati Wakatobi dua periode ini.

Lebih lanjut, Hugua juga mengharapkan kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi agar dapat memfasilitasi GIPI dengan semua bupati/wali kota, OJK, otoritas perpajakan dan BI Perwakilan Sultra untuk menyatukan pemahaman akan implementasi stimulus ekonomi, khususnya berkaitan dengan relaksasi perbankan yang pemahaman dan implementasinya sangat simpang siur antara lembaga perbankan yang satu dan lainya.

Perhatian yang sama juga berkaitan dengan pajak dan retribusi daerah serta PDAM yang juga antara pemda yang satu dan lainya berbeda.

“Kami di industri pariwisata juga menyadari akan keterbatasan pemerintah dalam berbagai hal, akan tetapi, kalau lembaga bisnis kolaps maka pasti daerah dan negara juga kolaps, kan lembaga bisnis yang membuat ekonomi bekembang. Olehnya itu, maka suka dan tidak suka harus kita berjuang bersama,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Hugua menambahkan, GIPI sebagai wadah berhimpunya 30 organisasi industri yang bergerak di sektor pariwisata, sebagaimana yang termaktub dalam UU Nomor 10 Tahun 2009, akan segera melakukan komunikasi baik langsung maupun virtual dengan gubernur, dan pihak-pihak yang berkepentingan guna membicarakan masalah tersebut.

“Sehingga diharapkan, di tengah-tengah pandemik virus corona ini, bisnis masih dapat berjalan dan pertumbuhan ekonomi Sultra masih positif walaupun lambat,” tutupnya.

 

 

Liputan: Ikas

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.