Fokus
Soal Polemik PAW Anggota DPRD Mubar, Bram: Mungkin Bupati Mubar Panik
KENDARI – Aktivis muda Sultra, Bram Barakatino menyayangkan polemik rekomendasi Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Muna Barat (Mubar), yang diduga syarat akan permainan. Menurut dia, Bupati Mubar, Rajiun Tumada diduga turut serta menyelipkan kepentingannya terhadap polemik tersebut.
Terkait hal itu, Bram mengatakan, bahwa dimungkinkan Bupati Mubar sebagai pimpinan tertinggi di daerah tersebut sedang panik.
“Dengan kondisi tersebut, sulit mengatakan bahwa Bupati Mubar tidak turut serta menyelipkan kepentingan pribadinya yang menurut saya sangat prematur. Apa coba yang Ia khawatirkan? Atau bisa jadi, persoalan ini erat kaitanya dengan isi dokumen RAPBD Perubahan yang hendak disahkan. Sebab, opini yang kini berhembus, proyek jalan ringroad itu terindikasi banyak sekali masalahnya. Belum beberapa bulan diserahterimakan pengerjaannya, kini Pemda berinisiatif untuk menganggarkanya lagi. Jika hal itu terjadi, tentu bukan masalah kecil,” beber Bram Barakatino, Kamis 18 Oktober 2018.
Diterangkannya, berdasarkan Surat KPU muna Barat Bernomor 155/PY.04.1-SD/7413/kpu-kab/X/2018 Sifat:Segera, Perihal: Pengganti antar waktu Anggota DPRD Kabupaten Mubar dari Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional dan Partai Nasdem ditujukan kepada Ketua DPRD Muna Barat. Surat tersebut diteruskan oleh Plt. Ketua DPRD Mubar kepada bupati untuk di sampaikan ke Gubernur Propinsi Sultra.
Bram mengatakan, masih dengan lampiran surat KPU yang sama dan nomor yang sama, namun dengan jumlah Partai yang berbeda, bupati terindikasi merubah surat tersebut dan diajukan ke Gubernur Sultra.
“Saya baca langsung, bahkan saya ambil dalam bentuk soft kopi di Biro Pemerintahan Propinsi Sultra, disana jelas tertulis, surat dari Bupati Muna barat itu dengan nomor :171/1771, Perihal: Pengantar Penyampaian nama calon PAW Anggota DPRD Kabupate Muna Barat sisa masa jabatan 2014 – 2019 dari Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera. Lalu Parta Amanat Nasional dihilangkanya. Menurut Saya ini benar-benar ketololan, jika seandainya Bupati Mubar itu sengaja menghilangkanya. Hanya saja, Saya yakin, sekelas Bupati Muna Barat yang cukup banyak protokoler itu tentu tidak akan berbuat bodoh, mungkin dia sekedar khilaf,” ungkap Mantan Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kota Kendari itu.
Ia menambahkan, sekiranya Plt. Ketua DPRD Mubar segera mengirim surat dan daftar nama anggota dari semua Parpol yang telah diplenokan KPU ke Gubernur Sultra secepat mungkin.
“Suratnya menurut saya cacat, karena salah satu partai dihilangkan, yakni Partai Amanat Nasional dan itu tidak sesuai hasil Pleno KPU,” tambahnya
Bram menyayangkan persoalan tersebut. Menurutnya lagi, Sampai detik ini APBD Perubahan Mubar belum mencapai vonis yang diakibatkan tidak kuorumnya Aleg di daerah tersebut.
“Tinggal kita lihat saja ke depan, kalau Bupati Mubar itu kelak bermanufer menghalang-halangi surat baru dari Ketua DPRD ke Gubernur Sultra, artinya penghilangan tersebut Ia sengaja lakukan, dan jika hal itu benar adanya, itu penyalahgunaan wewenang atau bisa jadi pemalsuan dokumen,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bram menjelaskan, jika Bupati Mubar berniat menghalang-halangi, berarti orang nomor satu di Mubar itu menghendaki pembahasan RAPBD Perubahan itu terkendala.
“Kalau terus-terus RAPBD Perubahan itu tidak dikukuhkan, maka impeknya sangat besar, kepentingan masyarakat Mubar tentu kian terkendala. Di sisi lain, Ia harus paham, tidak ada payung hukum satupun yang bisa menjadi acuan buatnya untuk masuk mengurusi itu, dia akan terlihat amat konyol jika hal itu terjadi,” jelasnya.
Bram juga menyampaikan, Ia akan mengaduhkan persoalan tersebut ke Polda Sultra jika Rajiun Tumada sebagai Bupati Mubar terus-terusan khilaf. Olehnya itu, Ia mengharapkan, agar segenap Pemda Mubar bisa objektif menanggapi persoalan ini.
“Saran saya, mereka kembali fokuslah pada tupoksinya masing – masing,” pungkasnya.
Dan perlu diketahui, bahwa jumlah calon legislatif yang diajukan dalam surat terusan Bupati Mubar hanya 3 orang. Atau hanya satu orang untuk tiap partainya. Sementara, PPP sejatinya dua calon anggota yang masuk PAW versi pleno KPU Mubar. Dari PAN sendiri yang tidak di ajukan yakni Latarifu, Hamsa dan Andriani Umar. (Guntur)
Fokus
Astra Motor Racing Team Borong Podium di Mandalika Racing Series 2026 Ronde Pembuka
MANDALIKA LOMBOK, Bursabisnis. Id – Astra Motor Racing Team (ART) sukses memborong podium pada gelaran Mandalika Racing Series (MRS) 2026 ronde pembuka dengan mengandalkan performa Honda CBR250RR.
Pembalap andalan ART, Andi Gilang, yang turun di kelas NS250cc, berhasil menyapu bersih podium pertama pada Race 1, Race 2, serta Superpole yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 25–26 April 2026.
Tampil memuka di seri pembuka MRS 2026, Andi Gilang juga mengaku performa Honda CBR 250RR miliknya mulai kompetitif sejak sesi latihan dan sesi kualifikasi (QTT) hari sabtu.
“Alhamdulillah di kelas NS250cc berjalan sangat lancar dari race 1, superpole dan hari ini race 2 saya berhasil sapu bersih podium 1,” ungkap Andi Gilang.
Tak hanya di kelas NS250cc, Gilang juga menunjukkan performa impresif di kelas NS150cc dengan Honda CBR150R.
Ia berhasil meraih podium 3 pada Race 1 dan podium 1 pada Race 2, dengan selisih waktu yang sangat tipis dari pembalap terdepan.
“Benar-benar hasil yang memuaskan untuk seri pembuka kali ini, saya juga merasakan feeling dengan motor sangat baik setelah berhasil sapu bersih kelas NS250cc ditambah podium di kelas NS150cc juga,” tambah Gilang.
Dominasi ART juga berlanjut di kelas Junior Indonesia Talent Cup. Pembalap Resky YH sukses meraih double winner meski sempat menghadapi kendala long lap penalty pada Race 1 hari sabtu kemarin.
“Alhamdulillah meski start dari grid belakang dan ditambah long lap penalty karena melakukan kesalahan saat QTT, tetap tidak melunturkan semangat saya untuk raih podium di kelas tersebut,” beber Resky YH.
Hasil tersebut menempatkan Resky sebagai pemimpin klasemen sementara di ronde pertama musim ini.
Sementara itu, kontribusi positif juga datang dari pembalap ART yang turun di kelas Junior NS250cc melalui Ahmad Azel Savero. Azel berhasil meraih podium ketiga pada Race 1 dan podium kedua pada Race 2.
Azel mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru di kelas tersebut, terutama dalam mengendalikan motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar.
“Alhamdulillah bisa meraih podium perdana untuk ART. Banyak pembelajaran yang saya dapat karena karakter motor 250cc sangat berbeda dan membutuhkan kontrol yang lebih baik,” tutup Azel.
Laporan : Kas
Editor : Tam
Fokus
Warga Desak Aparat Usut Tuntas Perusakan Hutan Sistematis di TN Rawa Aopa Watumohai
Kendari, Bursabisnis.id- Jantung konservasi Taman Nasional (TN) Rawa Aopa Watumohai kini berada dalam ancaman serius. Praktik perusakan hutan secara sistematis dan masif terdeteksi di kawasan lindung ini, mulai dari pembukaan lahan skala besar hingga pembangunan infrastruktur ilegal. Ironisnya, aktivitas yang diduga melibatkan jaringan terstruktur ini disinyalir berjalan mulus akibat adanya pembiaran dari otoritas terkait.
Otoritas terkait diduga melakukan pembiaran. Oleh karena itu, warga melaporkan adanya indikasi pola terstruktur dalam aktivitas tersebut. Di berbagai titik konservasi, kini telah berdiri fasilitas umum, organisasi, jaringan listrik, hingga bangunan sarang walet yang dianggap dilarang di kawasan lindung.
Temuan warga menunjukkan kerusakan yang tersebar di beberapa kabupaten. Di Kolaka Timur, tepatnya Desa Bou dan Desa Awiu, melaporkan adanya pembukaan lahan luas serta pembangunan fasilitas pemerintah menggunakan anggaran negara. Sementara di Kabupaten Bombana, aktivitas ilegal mencakup percetakan sawah hingga perkebunan sawit dan cengkeh yang diperkirakan mencapai ribuan hektare.
Kondisi ini memicu kritik keras, terutama terkait dengan asas keadilan hukum bagi warga setempat. Kamarudin, warga Desa Tatangga, mengungkapkan kekecewaannya, warga lokal justru diancam pidana saat mengajukan izin pinjam pakai lahan untuk kebutuhan ketahanan pangan.
“Yang kami minta hanya lahan untuk sawah, itu pun sifatnya pinjam pakai. Tapi justru kami diancam akan dipidana,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut melibatkan rencana pengerahan aparat penegak hukum.
“Disebutkan akan melibatkan anggota Reskrim untuk memproses warga jika tetap membuka lahan,” imbuhnya.
Padahal, warga Desa Tatangga dan Desa Lanowulu mengklaim telah mengajukan proposal resmi sejak 22 Desember 2025 namun tidak mendapatkan tanggapan.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegas Kamarudin.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa Kepala Balai TN Rawa Aopa Watumohai, Yarman, serta Kepala Seksi SPTN II, Aris. Keduanya dinilai perlu diperiksa untuk mengungkap dugaan kejahatan atau potensi keterlibatan dalam masifnya aktivitas ilegal tersebut.
Rangkaian aktivitas perusakan hutan ini dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Seksi SPTN II TN Rawa Aopa Watumohai, Aris, berdalih bahwa penghancuran telah mengambil langkah pengawasan. Menurutnya, lahan sawit yang sudah ada, telah dipasangi rencana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
“Untuk lahan sawit yang sudah ada, kami sudah memasang rencana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Sedangkan pembukaan lahan baru sudah kami hentikan,” kata Aris.
Terkait keberadaan kebun sawit di kawasan tersebut, pihak balai mengaku telah mematuhi data screenig, melaporkannya ke pemerintah pusat.
“Tanaman sawit yang berada di kawasan sudah dilakukan pendataan dan sudah kami laporkan ke pusat. Saat ini tinggal menunggu keputusan, tindak lanjut penyelesaiannya,” ujarnya.
Fokus
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan Sabtu 21 Maret 2026
JAKARTA, Bursabisnis. Id – Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026.
Penetapan ini diputuskan dalam sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di kantor layanan Kementerian Agama di Jakarta pada Kamis, 19 Maret 2026.
“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai sidang sebagaimana disiarkan laman kemenag.go.id.
Turut mendampingi, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.
Menag menjelaskan, keputusan tersebut didasarkan pada dua hal. Pertama, secara hisab, pada saat rukyat tanggal 29 Ramadan 1447 H/19 Maret 2026, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran 0 derajat 54 menit 27 detik (0,91 derajat) hingga 3 derajat 7 menit 52 detik (3,13 derajat), dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit 40 detik (4,54 derajat) hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. (6,1 derajat).
“Secara hisab, posisi hilal tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura),” jelasnya.
Diketahui, bahwa Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
Kedua, berdasarkan hasil rukyat atau pemantauan hilal di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Pengamatan hilal telah dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia, dan laporan yang diterima serta dikonfirmasi menunjukkan bahwa tidak ada satu pun titik yang berhasil melihat hilal,” ujar Menag.
“Demikian hasil sidang isbat yang telah kita laksanakan dan sepakati bersama. Kita berharap keputusan ini dapat menjadi dasar kebersamaan umat Islam Indonesia dalam merayakan Idulfitri secara serentak, serta menjadi simbol persatuan dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” jelas Menag.
Sidang isbat ini dihadiri juga oleh perwakilan duta besar negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium Jakarta, para pakar falak dari berbagai ormas Islam dan perguran tinggi islam, serta anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
Urgensi Sidang Isbat
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa dalam penentuan awal bulan kamariah, terutama yang berkaitan dengan ibadah dan hari raya besar Islam yang menyangkut kepentingan umat secara luas, negara memfasilitasi melalui penyelenggaraan sidang isbat sebagai bentuk keterlibatan ulil amri (pemerintah).
Kementerian Agama telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat sebagai landasan hukum baru dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Regulasi ini menegaskan pendekatan integrasi hisab dan rukyatulhilal, sekaligus memperkuat kepastian hukum, transparansi, dan kesatuan penetapan awal bulan hijriah secara nasional. Selain itu, ada juga fatwa MUI no 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah.
“Sidang ini menjadi sarana musyawarah sekaligus upaya menjaga persatuan umat, agar terdapat ruang bersama dalam menentukan waktu pelaksanaan ibadah dan hari raya,” tandas Menag.
Simber : kemenag.go.id
Laporan : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
