Connect with us

Rupa-rupa

Warganet Kecam Tindakan Arogansi Pria yang Mengaku Ajudan Gubernur, Warga Dimaki dan Dipukuli

Published

on

KENDARI – Sebuah video yang diunggah pemilik akun facebook Yayan Junior viral di media sosial. Dalam video tersebut, nampak dua pria berbadan kekar sedang memarahi dan membentak pengguna jalan, seraya mengeluarkan kata-kata tak senonoh dan diduga menodongkan pistol.

Menyikapi kejadian dalam video itu, warganet mengecam sikap arogansi dua pria yang mengaku ajudan Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Unggahan tersebut dibagikan 228 kali dan dikomentari ratusan warganet. Video tersebut disertai caption atau tulisan terkait perbuatan dan kalimat yang diucapkan oleh pria itu.

“Anarkisme pengawal Gubernur Sulawesi Tenggara. Binatang, orang kampung, saya tembak kamu, ini pejabat negara. Begitulah sumpah serapah yang keluar dari mulut dua orang yang menabrak kami dari belakang, yaitu mobil pak Gubernur Sulawesi Tengara sambil menodongkan pistol tepat pada kami, bahkan dengan kejinya memukul beberapa orang dari pihak kami. Salah kami apa pak. Apakah kami masyarakat sebegitu rendahya sehingga diperlakukan seperti itu pak, apakah nyawa kami sebanding dengan dengan berapa detik waktu gubernur,” tulis Yayan Junior dalam unggahannya, Minggu 9 Desember 2018.

Unggahan pemilik akun Hakim Putra Alkaf, terkait sikap arogansi dua pria yang mengaku ajudan Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Video yang sama juga diunggah pemilik akun Halim Putra Alkaf. Unggahan tersebut juga disertai keterangan dari video itu, yang menjelaskan bahwa warga dipukuli.

“Kejadian ini menimpa rombongan jamaah umroh yang sementara menuju Bandara Haluoleo Kendari, dimana yang mengaku sebagai ajudan Gubernur Sultra Ali Masi mengintimidasi dan memukuli masyarakat pengguna jalan karena berhenti akibat adanya Lakalantas, oknum petugas tersebut memukuli dan memaki-maki masyarakat kecil. Beginikah cara oknum pejabat kita dalam memperlakukan masyarakat kita?
Perlu dipresur kayaknya kejadian ini,” ujarnya dalam status di akun facebook miliknya. (red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rupa-rupa

Cita-Cita Besar Ridwan Bae Jika Terpilih Kembali Jadi Anggota DPR RI

Published

on

By

Wakil komisi V DPR RI, Ridwan Bae bersama jurnalis Muna dan Muna Barat/Foto : Phoyo/BursaBisnis.id

MUNA : BURSABISNIS – Ridwan Bae memiliki cita-cita yang besar dan  patut diacungi jempol jika terpilih kembali menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Cita-cita mantan Bupati Muna dua periode itu adalah menghubungkan daratan pulau Muna dan  daratan Sulawesi atau jembatan penghubung Tampo – Toli-toli juga jalan penghubung Muna-Buton.

“Insya Allah kalau saya terpilih kembali menjadi anggota DPR RI saya akan terus memperjuangkan jalan penghubung tersebut terlebih jika kelak menjadi gubernur Sultra,”ungkap Ridwan Bae disela pertemuannya dengan jurnalis Muna dan Muna Barat di salah satu café yang ada di Kota Raha, Minggu 21 Januari 2024.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu menyampaikan, jalan penghubung tersebut sampai saat ini belum terwujud disebabkan beberapa faktor yang masih menjadi kendala diantaranya membutuhkan teknologi canggih dan biaya yang besar.

“Pembuatan jalan penghubung tidak seperti membuat deuker atau jembatan kecil tapi memerlukan teknologi canggih dan biaya yang tidak sedikit. Saya sampaikan bahwa untuk anggaran jalan penghubung Muna-Buton saja memerlukan biaya kurang lebih 15 trilyun,”jelasnya.

Kata Ridwan bahwa  perencanaan jalan penghubung sebenarnya telah rampung hanya saja kata dia, pengajuan menggunakan anggaran APBN tahun 2024 terkendala  dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.

“Kendala kita saat ini presiden RI, Joko Widodo  masih kosentrasi terhadap pembangunan IKN. Pembangunan jalan penghubung Muna –Buton kita juga masih mencari pembiayaan lain seperti  Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)”katanya.

Lanjutnya, untuk merealisasikan pembangunan IKN tersebut saat ini  pemerintah lagi mencari bantuan pinjaman lunak luar negeri  termasuk untuk biaya jalan penghubung daratan Muna dan Sulawesi.

“Impian terbesar saya adalah merealisasikan jalan penghubung yang ada di Sultra. Ini bukan kampanye politik tapi bagian dari cita-cita terbesar saya,”pungkasnya.***(Py)

 

Continue Reading

Rupa-rupa

Pemprov Sultra Gandeng Pemda Mubar Gelar Pasar Murah, Sembilan Komoditas Pangan Dijual Murah

Published

on

By

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ari Sismanto (kiri) dan Pj Bupati Mubar, La Ode Butolo (Kanan)/Foto : Hasan Jufri/BURSABISNIS.ID

MUBAR : BURSABISNIS.ID – Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggandeng Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggelar Gerakan Pangan Murah.

Dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) tersebut disediakan sembilan komoditas bahan pokok diantaranya gula pasir, minyak goreng, beras, bawang merah, bawang putih, telur, cabai rawit, cabai besar dan cabai kriting.

Dimana gula pasir dijual dengan harga 16 ribu perkilo gram, minyak goreng merek sedaap 18 ribu perliter, minyak goreng merek Bimoli 21 ribu perliter, minyak goreng merek Kita 14 ribu perliter, telur ayam ras 48 ribu per/rak.

Lalu bawang merah 40 ribu perkilo gram, bawang putih 40 ribu perkilo gram, beras premium 13 ribu perkilo gram, beras SPHP 10.600 perkilo gram, cabai rawit 60 ribu perkilo gram, cabai keriting 60 ribu perkilo gram dan cabai besar 60 ribu perkilo gram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ari Sismanto mengatakan, dalam upaya mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga bahan pokok, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muna Barat melakukan GPM yang akan dilakukan selama dua hari.

“Mudah-mudahan dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini masyarakat dapat menutupi kebutuhan pangan pokok,” ungkap Ari Sismanto saat ditemui diLapangan Desa Lapolea, Kecamatan Barangka. Rabu, 17 Januari 2024.

GPM ini juga kata Sismanto, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjangkau harga bahan pokok. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi makro bisa bergerak yang pada akhirnya inflasi dapat dikendalikan.

“Silahkan berbelanja sesuai kebutuhan, tidak usah terlalu banyak menampung bahan pokok dirumah,”imbuhnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat, La Ode Butolo mengatakan pihaknya akan fokus mengendalikan inflasi, setiap hari akan melakukan operasi pasar murah dengan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Alhamdulillah inflasi di Muna Barat sudah terkendali, Minggu pertama Januari inflasi kita tertinggi menembus angka 9,23 persen dan hari ini sudah turun menjadi 3,94 persen,” ungkapnya.

Agar inflasi dapat terus ditekan kata Butolo, pihaknya meminta agar para distributor pangan diawasi dengan ketat, stok pangan harus terus disuport dimana saat ini pemerintah daerah telah membentuk 13 lumbung pangan.

“Sudah ada 13 lumbung pangan yang dibentuk, ini akan terus disuport serta penyalurannya harus diawasi ketat,” tambahnya.

Saat ini kata Butolo, pihaknya akan terus melakukan inspeksi mendadak (Sidak) disetiap pasar untuk memastikan pasokan bahan pokok serta harganya.

 

Laporan : Hasan Jufri

Publisher : Phoyo

Continue Reading

Rupa-rupa

Ketua Komisi I Dukung Langkah La Ode Butolo Wajibkan Pejabat Tinggal Di Muna Barat

Published

on

By

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna Barat, La Ode Sariba/Foto : Istimewa

MUBAR : BURSABISNIS.ID – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna Barat, La Ode Sariba memberikan dukungan atas sikap yang dilakukan Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat, La Ode Butolo Ikhwal mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya pejabat eselon II untuk tinggal dan memiliki rumah di Bumi Praja Laworo.

Politisi Partai Nasdem itu mengaku, sebagai anggota perwakilan rakyat pihaknya sangat memberikan dukungan atas kebijakan tersebut yang selama ini ia gaungkan namun belum diindahkan.

“Tentu kebijakan itu sangat kami dukung, sudah lama kami gaungkan namun belum diindahkan,” ungkap La Ode Sariba. Selasa, 16 Januari 2024.

Sariba menambahkan, sebaiknya sebagai ASN yang ditugaskan di Muna Barat memiliki kesadaran masing-masing terutama yang memegang jabatan strategis.

“Seharusnya tanpa ada perintah sudah berdomisili di Kabupaten Muna Barat, sebab ada banyak manfaat kalau tinggal di Muna Barat,” kata Sariba.

Manfaat yang dimaksud kata Ketua DPC Pemuda Pancasila Muna Barat itu antara lain dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat baik sebagai ASN maupun sebagai masyarakat sosial.

“Sebab bukan hanya urusan kantor tapi juga ada banyak urusan sosial kemasyarakatan yang meski mereka terlibat kepada lingkungan dimana mereka berdomisili,” bebernya.

Selanjutnya kata Sariba, dapat mendongkrak perekonomian daerah, sebab ketika mereka berdomisili di Muna Barat, maka secara otomatis segala urusan terpusat di Muna Barat termasuk aktivitas belanja konsumsi rumah tangga yang bermuara pada peningkatan perputaran uang dan UMKM dapat berkembang.

Dengan demikian pinta Sariba, ketika Pj Bupati Muna Barat memerintahkan ASN untuk tinggal di Muna Barat maka pihaknya sangat mendukung dan berjanji bakal mengawal kebijakan tersebut.

“Bentuk pengawasan diantaranya adalah memastikan seluruh ASN agar segera berdomisili di Muna Barat, baik secara fisik maupun domisili dokumen kependudukan dan bila perlu melibatkan Polisi Pamong Praja untuk melakukan pengawasan,” katanya pula.

Selain itu mantan Ketua DPD KNPI Muna Barat itu juga mendukung kebijakan Pj Bupati Muna Barat soal penertiban aset seperti kendaraan dinas baik roda 2 maupun roda 4. Sudah seharusnya ditertibkan untuk menghindari penyalahgunaan kendaraan dinas.

“Data yang dimiliki oleh Pemda harus lebih detail jenis kendaraan dan siapa yang menggunakanya, karena ada banyak ASN pada level eselon III mengeluh tidak punya kendaraan dinas sama sekali sementara informasi jumlah randis di Muna Barat sudah cukup memadai,” pungkasnya.

Seperti diketahui, semenjak dilantik menjadi Pj Bupati Muna Barat, La Ode Butolo berkomitmen untuk menjaga marwah Muna Barat dengan memastikan seluruh Aparatur Sipil Negara  lingkup Pemerintah Daerah untuk berdomisili dan tinggal di Muna Barat.

 

Laporan : Hasan Jufri

Publisher : Phoyo

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.