Connect with us

Fokus

Dugaan Suap Seleksi Komisioner KPUD Kolaka-Koltim, Rektor UHO Disebut Terima Setoran

Published

on

KENDARI – Polemik suap menyuap dalam proses seleksi calon komisioner KPUD Kolaka dan Kolaka Timur (Koltim) terus bergulir bak bola panas. Pasca Tim Seleksi (Timsel) resmi dilaporkan ke Mapolda Sultra, terkait dugaan permintaan sejumlah uang kepada peserta seleksi, dan jual beli soal CAT, kini hal lain mencuat ke publik, yakni dugaan uang suap itu mengalir ke Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Muh Zamrun.

Orang nomor satu di UHO ini disebut-sebut menerima setoran dari Timsel Calon Anggota KPU Kolaka – Koltim yang dinahkodai Dr. Syamsir Nur.

Salah satu peserta seleksi yang juga melaporkan Timsel ke Polda Sultra, Siswanto Azis membeberkan, bahwa setoran ke Rektor UHO diungkapkan langsung oleh Ketua Timsel, Syamsir Nur dalam percakapan mereka.

Disebutkannya, bahwa pengakuan Ketua Timsel itu turut didengarkan langsung oleh rekannya berinisial SB. Sebab, dalam percakapan tersebut memang

“Pada saat itu, SB bertanya kepada Syamsir Nur. Kenapa banyak sekali kalian (Timsel) minta uang dengan peserta seleksi, laku Syamsir bertanya uang apa. Kemudian, SB kembali bertanya apakah Timsel menyetor ke Rektor, dan Syamsir Nur menjawab bahwa benar mereka juga memberikan setoran kepada pak Rektor,” ungkap Siswanto Azis, Kamis 13 Desember 2018.

Komisioner KPID ini juga menjelaskan, bahwa percakapan itu terjadi sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 Wita.

“Kenapa timsel meminta sejumlah dana kepada para peserta, jelas setoran itu akan mengarah ke Rektor UHO bukan ke Rektor Universitas Indonesia dan Dr Syamsir Nur ini kan orang UHO,” lanjut Siswanto.

Sementara itu, hingga berita ini dipublish, Rektor UHO Kendari, Prof. Dr. Muh Zamrun belum bisa dikonfirmasi, karena sedang berada di luar kota (Yogyakarta).

“Maaf pak, saya baru pulang dari shalat. Pak Rektor sementara masih kegiatan di Yogyakarta pak,” ujar Sekretaris Rektor UHO Kendari, Salam melalui pesan singkat di akun WhatsApp miliknya.

Begitu pula Ketua Timsel calon anggota KPU Kolaka dan Koltim, Dr. Syamsir Nur juga belum memberikan klarifikasi soal tudingan tersebut.

“Saya masih di Jakarta, saya sudah klarifikasi,” sembari mengirimkan link pemberitaan salah satu media lokal di Kendari. (Ikas)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fokus

Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-Januari 2024 Ditetapkan Tertinggi Rp 2.370,62/Kg

Published

on

By

Hasil panen petani sawit di Desa Toluwonua, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sultra. -foto:rustam-

PONTIANAK, Bursabisnis.id – Merujuk hasil dari Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), telah menetapkan untuk periode I-Januari 2024, harga sawit umur 10 – 20 tahun ditetapkan Rp 2.370,62/Kg.

Berikut harga sawit Provinsi Kalbar berdasarkan penelusuran InfoSAWIT dari Dinas Perkebunan dan Perternakan Kalbar, sawit umur 3 tahun Rp 1.766/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 1.894,34/Kg; sawit umur 5 tahun Rp 2.028,03/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 2.091,72/Kg; sawit umur 7 tahun Rp 2.166,64/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 2.237,54 /Kg. Sawit umur 9 tahun Rp 2.276,72/Kg; sawit umur 10-20 tahun Rp 2.370,62/Kg.

Lantas sawit umur 21 tahun 2.325,85,/Kg; sawit umur 22 tahun Rp 2.314,41/Kg; sawit umur 23 tahun Rp 2.255,85/Kg; sawit umur 24 tahun Rp 2.175,45/Kg dan sawit umur 25 tahun Rp 2.100,02/Kg. Minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 10.967,58/Kg, Kernel (inti sawit) Rp 5.201,00/Kg, serta Indeks K 90,50%.

Penulis : Rustam

Sumber : infosawit.com

Continue Reading

Fokus

Masyarakat  Berharap Ir Burhanuddin Pimpin Bombana ke Depan

Published

on

By

Masyarakat Bombana menemui Ir Burhanuddin. -foto: tam

BOMBANA, Bursabisnis.id  – Masa kepemimpinan Ir H Burhanuddin M.Si sebagai Pi Bupati Bombana hanya berlangsung sekitar 15 bulan lamanya. Tetapi  masyarakat Bombana sangat merasakan dampak pembangunan yang sudah dilakukan.

Bahkan ada yang membandingkan waktu kepemimpinan 10 tahun dengan 15 bulan, lebih dirasakan dampaknya  kepemimpinan Burhanuddin.

” Masa kepemimpinan Pak Burhanuddin sebagai penjabat Bupati Bombana terbilang singkat, hanya sekitar 15 bulan, tapi programnya sangat menyentuh masyarakat Bombana,” kata Andi Hardi, tokoh masyarakat Kassipute, Bombana pada Sabtu, 16 Desember 2023.

Program yang menyentuh masyarakat yang dimaksud Hardi, diantaranya membenahi jalan yang rusak menuju wilayah Kecamatan Mataoleo. Walaupun jalan dicor jaraknya sekitar 2 Kilometer, namun ini sangat dirasakan dampaknya.

” Setelah ada perbaikan jalan di Mataoleo, langsung dirasakan betul masyarakat setempat,” ujarnya.

Kemudian Burhanuddin memperhatikan kebutuhan listrik masyarakat yang mendiami Pulau Kabaena.

” Sejak Indonesia merdeka, nanti masa jabatan Pj Burhanuddin listrik di Kabaena menyala 24 jam. Sebelumnya kan belum ada yang memperhatikan listrik di Kabaena menyala 1 kali 24 jam,” ungkap Andi Hardi.

Selain berhasil melakukan percepatan pembangunan, Burhanuddin yang juga pernah menjabat sebagai Pj Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) dikenal sangat dekat dengan masyarakat.

Seperti saat Burhanuddin berkunjung ke Pasar Tadoha Mapacing. Para pedagang berebutan berjabat tangan.

Para pedagang mengaku, baru Pj Bupati Bombana Burhanuddin yang bisa berjabat tangan langsung.

” Jabat tangan langsung dengan Pj Bupati ternyata  sangat menyentuh hati masyarakat,” jelas Hardi.

Melihat hasil pembangunan dalam kurun waktu 15 bulan dan pendekatan kemasyarakatan yang sangat menyentuh, kini masyarakat Bombana mengharapkan Burhanuddin kembali memimpin Bombana.

” Masyarakat Bombana sangat berharap ke depan Pak Burhanuddin dapat memimpin Bombana,”  harap Andi Hardi..

Laporan : Rustam

Continue Reading

Fokus

Aksi Solidaritas : Forbes Wartawan Kendari Geruduk Kantor Bank Sultra

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes) Wartawan Kendari berunjuk rasa di Kantor BPD Sulawesi Tenggara (Sultra) alias Bank Sultra, Kamis 9 November 2023.

Kedatangan awak media itu untuk memprotes kebijakan bank milik Pemda Sultra tersebut, yang dinilai bagian dari upaya menghalang-halangi kerja-kerja jurnalistik.

Pantai awak media, aksi demontrasi tersebut sempat diwarnai aksi saling dorong antar pengunjuk rasa dan pihak pengamanan.

Adapun kebijakan Bank Sultra yang dinilai bagaian dari upaya membatasi ruang kerja wartawan dalam peliputan adalah pengisian form khusus yang telah disiapkan.

Menurut massa aksi, kebijakan tersebut tak lazim dan pihak Bank Sultra tak memiliki kewenangan untuk mengambilalih tugas Dewan Pers (verifikasi).

Koordinator Aksi, La Ode Kasman Angkosono mengatakan, demonstrasi yang dilakukan Forbes Jurnalis Kendari untuk mendesak Pj Gubernur Sultra segera mencopot Direktur Bank Sultra.

“Sebagai pemegang saham pengendali (PSP) di Bank Sultra, seharusnya bisa langsung mencopot Abdul Latif hari ini juga. Itu desakan kami, tapi kami hanya ditemui oleh Sekda. Padahal Sekda bukan pengambil kebijakan, sehingga kami menolak berdialog,” kata Kasman usai demonstrasi.

Kasman meminta Mendagri Tito Karnavian, untuk mencopot Pj Gubernur Sultra, karena tak bisa bersikap atas dugaan korupsi besar-besaran yang terjadi di Bank Sultra.***

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.